Vol 1 No 1 (2018): December, 2018
Articles

Pengaruh Metode Bercerita terhadap Kemampuan Menyimak pada Anak Usia Dini

Ricci Rahmatillah JR
Prodi PG-PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Amir Luthfi
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Mohammad Fauziddin
Prodi PG-PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Published December 2, 2018
Keywords
  • Kemampuan Menyimak,
  • Metode Bercerita
How to Cite
JR, R., Luthfi, A., & Fauziddin, M. (2018). Pengaruh Metode Bercerita terhadap Kemampuan Menyimak pada Anak Usia Dini. Aulad : Journal on Early Childhood, 1(1), 39-51. https://doi.org/10.31004/aulad.v1i1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan menyimak pada anak usia 5-6 tahun di TK Mutiara Kampung Godang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis metode bercerita terhadap kemampuan menyimak anak. Metode penelitian ini adalah pre-eksperimental design dengan jenis One-Group Pre-test Post-test Design. Sampel penelitian ini  adalah 15 anak (7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan statistik dengan uji t-test dengan program SPPS 16.0. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan teknik Independent T-test, diperoleh thitung sebesar 0,000 pada taraf signifikansi  < 0.050. Dengan demikian H0  ditolak dan Ha diterima karena 0.000 < 0.05. Hal ini membuktikan bahwa metode bercerita berpengaruh terhadap kemampuan menyimak anak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Arikunto, suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
  2. Asriana. (2014). Pengaruh Metode Gerak dan Lagu Terhadap Kemampuan Menyimak Anak Usia 5-6 Tahun di TK Education 21 Kulim Pekanbaru. Universitas Riau, Pekanbaru: Skripsi Tidak Dipublikasikan.
  3. Bimo. (2010). Makalah Ringkas. [Online]. Tersedia dalam: https://kakbimo.wordpress.com/makalah-ringkas/ [diakses 25 Desember 2017].
  4. Dhieni, Nurbiana dkk. (2007). Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.
  5. Upheksa, Ellen. (2013). Peningkatan Keterampilan Menyimak Melalui Metode Bercerita Pada Anak Kelompok B2 TK Islam Darul Muttaqin Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. dalam Journal Universitas Negeri Yogyakarta. Desember, 2013. Tersedia dalam: http://eprints.uny.ac.id/14680/1/SKRIPSI.pdf [diakses 26 Februari 2018].
  6. Fauziddin, Mohammad. (2014). Pembelajaran Paud. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  7. Fitriyani, Nur. (2017). Peningkatan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Media Cerita Bergambar Pada Anak Kelompok B TK Ayu Smart Kids Batu Belah. Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Bangkinang: Skripsi Tidak Dipublikasikan.
  8. Gunarti, dkk. (2010). Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.
  9. Intan, K. S. (2013). Pengaruh Penggunaan Metode Brain Gym Terhadap Peningkatan Kemampuan Menyimak Anak Usia 4-5 Tahun di TK Istan Balita Surabaya. dalam Journal Universitas Negeri Surabaya. Vol. 2, No. 3, September 2013. tersedia dalam: http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paud-teratai/article/view/3611 [diakses 26 Februari 2018].
  10. Isjoni. (2011). Model Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung: Alfabeta.
  11. Melly. (2015). Ciri-ciri Umum dan Tugas Perkembangan Anak Usia Dini. [Online]. Tersedia dalam: https://mellyhandayanicyrus.wordpress.com/2015/05/16/ciri-ciri-umum-dan-tugas-perkembangan-anak-usia-dini-2/ [diakses 26 Februari 2018].
  12. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia : Jakarta.
  13. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia : Jakarta.
  14. Moeslichatoen. (2004). Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Rineka Cipta.
  15. Naibaho, Santha. (2017). Pengaruh Kegiatan Montase terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di TK Tunas Melati Kandis. Universitas Riau, Pekanbaru: Skripsi Tidak Dipublikasikan.
  16. Rachmawati, Y. & Kurniati. (2010). Strategi Pengembangan Kreatifitas Pada Anak Usia Taman Kanak-kanak. Jakarta: Kencana.
  17. Rahmat, Abdul. (2016). Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Kemampuan Menyimak Anak Usia 4-5 Tahun di TK Negeri Pembina Ki Hadjar Dewantoro Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. dalam Journal Universitas Negeri Surabaya. Vol. 5, No. 1, Juni 2016. Tersedia dalam: https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jnfc/article/view/9728 [diakses 26 Februari 2018].
  18. Said, A & Andi. (2015). 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences. Jakarta: Kencana.
  19. Siregar, S. (2014). Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuntitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
  20. Siregar, S. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  21. Siregar, S. (2017). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
  22. Sujiono, Yuliani Nurani. (2009). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks.
  23. Tarigan, Henry Guntur. (2008). Menyimak Sebagai Keterampilan Bahasa. Bandung: Angkasa.
  24. Trianto. (2011). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.