Vol. 4 No. 3 (2021): Special Issue: Education (General)
Total Articles: 46 | Total Pages: 354
Issue Coverage: 156 Author(s) from 2 Country(s)
Indonesia (154)
Iraq (1)
Research Articles
-
Penanaman Hak dan Kewajiban untuk Generasi Bangsa melalui Metode Pembelajaran Role Playing di Sekolah Dasar
Annisa Anastasia Salsabila, Ervina Anatasya, Karina Cahyani, Dinie Anggraeni DewiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.163 | Check in Google Scholar
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dianggap membosankan bagi sebagian siswa di Sekolah Dasar Negeri Pamucatan. Walaupun begitu sebagian dari mereka juga mengetahui hak dan kewajiban dari pembelajaran PKn, tetapi belum menerapkannya kedalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dibuatnya artikel ini agar siswa sekolah dasar tersebut bisa menerapkan hak dan kewajiban sebagai generasi bangsa yang baik diperlukan pembelajaran dengan cara dan metode yang efektif dan menarik dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah metode pembelajaran role playing (bermain peran). Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan yaitu melalui literature review dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini siswa sekolah dasar akan menjadi lebih bersemangat untuk mempelajari hak dan kewajiban dalam mata pelajaran PKn ini. Dengan diterapkannya hak dan kewajiban pada generasi bangsa tujuan Negara Indonesia untuk menumbuhkan kehidupan demokrasi akan terlaksana.
1-6 -
Efektivitas Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar Secara Daring
Renata Nur Annisa, Amelia Putri Wulandari, Linda Cibya Rahmawati, Dinie Anggraeni Dewi, Solihin Ichas HamidShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.164 | Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektifkah pembelajaran PKn pada masa pandemi Covid-19 saat ini, yang dimana bisa kita ketahui bahwa semua proses pembelajaran dilakukan secara daring. Metode penelitaian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan membuat kuesioner berupa Google Form yang dibagikan kepada orang tua siswa dengan metode pengumpulan data menggunakan cara pengumpulan informasi yang ada di internet, seperti jurnal, artikel, dan makalah, serta melakukan penelitian secara langsung di Sekolah Dasar. Hasil yang didapt dari penelitian ini adalah dari 49 responden terdapat 65% orang tua siswa menjawab tidak efektif dan 35% orang tua menjawab efektif. Mereka mengaku bahwa para siswa kurang memahami pembelajaran secara daring. Saat dilakukan uji coba pembelajaran Pkn secara langsung di sekolah, terbukti bahwa siswa lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan guru. Dengan penelitian ini diharapkan para guru bisa menerapkan beberapa model pengajaran seperti, penggunaan model pembelajaran Blended Learning, Home Visit, dan menggunakan metode secara Resitasi, penggunaan Quizziz dan latihan/penugasan agar pembelajaran daring lebih efektif.
7-11 -
Efektifitas Model Pembelajaran Interaktif pada Mata Pelajaran PKn di Kelas Rendah
Syva Lestiyani Dewi, Dinie Anggraeni Dewi, Yayang Furi FurnamasariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.154 | Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara pembelajaran dengan model konvensional dan interaktif pada aktivitas mengajar guru, aktivitas belajar siswa dan hasil belajar mata pelajaran PKN di sekolah dasar kelas rendah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena yang umum terjadi di sekolah bahwa siswa acuh tak acuh terhadap mata pelajaran PKN karena pelajaran ini dianggap membosankan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK).Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi dan tes hasil belajar. Adapun untuk teknik pengolahan datanya penulis menggunakan teknik deskriptif untuk memperoleh kesimpulan dari penelitian ini. Hasilnya, terdapat peningkatan yang signifikan dari model interaktif dalam pembelajaran PKN di SD kelas rendah. Proses belajar mengajar yang didukung oleh model pembelajaran yang menarik dapat membuat pembelajaran jauh lebih efektif. Hal ini juga didukung oleh pendapat para ahli tentang bagaimana pembelajaran yang efektif dapat dilakukan, yang salah satunya adalah relasi antara model pengajaran yang tepat serta menyenangkan dengan hasil belajar siswa yang tinggi.
12-19 -
Asesmen Kreativitas Mahasiswa di Masa Pandemi melalui Pembelajaran Plat Form E-Learning
Ambiyar Ambiyar, Ishak Aziz, Hafizah HafizahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.192 | Check in Google Scholar
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang diambil dan ditinjau dari beberapa artikel terkait penilaian kreativitas siswa selama pandemi covid-19. Melalui platform e-learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan solusi untuk masalah selama belajar di masa pandemi dengan berfokus pada bentuk dan jenis, dan implikasi dari platform e-learning yang digunakan. Metode penelitian menggunakan penelitian perpustakaan dengan mengumpulkan artikel yang relevan kemudian mengklasifikasikan, menganalisis, dan menafsirkan, membentuk, mengetik, dan implikasi penilaian kreativitas siswa melalui platform e-learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform e-learning dalam bentuk aplikasi google form, google classroom, quiziiz, project based learning, e-learning system dapat mengembangkan kreativitas mahasisiwa dan mengukur kemampuan mahasiswa dengan mudah yang tidak dibatasi oleh ruang, waktu, dan jarak. Dampak lain yang diperoleh adalah bioenterpreneurship dapat memanfaatkan kesempatan bisnis untuk mendapatkan keuntungan di masa pendemi.
20-29 -
Optimalisasi Asesmen Anak Usia Dini di Lembaga Paud pada Masa Belajar dari Rumah
Ambiyar Ambiyar, Ishak Aziz, Vevi SunartiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.190 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bentuk dan penerapan optimalisasi penilaian anak usia dini pada institusi anak usia dini selama belajar dari rumah dan untuk menemukan metode yang sesuai dan sesuai dengan aspek perkembangan anak usia dini selama belajar di rumah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian perpustakaan dengan mengklasifikasikan artikel serupa dan tema yang sama, kelompok, dianalisis berdasarkan bentuk dan penerapan optimasi penilaian anak usia dini dengan aspek perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi asesmen pada anak usia dini di lemabga PAUD pada malasa belajar diterapkan bentuk asesmen berupa pemberian makanan sehat, kemampuan membaca nyaring, metode publikasi, dan permainan edukatif warna dapat menstimulasi perkembanvan anak, khususnya pada aspek kognitif sehingga melatih kemandian pada anak, serta dapat beradaptasi dengan proses pembelajaran selama pandemi dengan konsep belajar dari rumah.
30-38 -
Pembelajaran Hidup Rukun di Kelas Dua Sekolah Dasar Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS
Nurva Miliano Egwu, Sekar Ayu Cahyani, Dinie Anggraeni Dewi, Yayang Furi FurnamasariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.165 | Check in Google Scholar
Upaya mengembangkan sikap hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari terutama di Indonesia memanglah tidak mudah karena banyak sekali keberagaman didalamnya. Karenanya sikap hidup rukun harus ditanamkan sejak dini supaya terbiasa melakukannya dan teringat sampai akhir hayat nanti. Tujuan penelitian ini adalah memberi tahu pembaca bahwa model pembelajaran Think Pair Share (TPS) merupakan model pembelajaran yang mampu menguatkan karakter anak dalam pembelajaran hidup rukun. Kajian penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dimana dasar pembahasan serta teori-teori yang ada didalamnya dihasilkan dari studi pustaka yang berasal dari berbagai sumber contohnya seperti buku, jurnal, artikel, koran, dan majalah. Hasil dari kajian penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran hidup rukun melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) sangatlah efisien dan juga efektif untuk siswa sekolah dasar. Model serta tipe pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini juga didukung dengan kurikulum yang paling terbaru yaitu Kurikulum 2013 yang mana memfokuskan pembelajaran kepada siswa serta pembentukan karakter siswa. Hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari sangatlah dirasa krusial. Karena pembelajaran hidup rukun ini dimaksudkan untuk menyiapkan serta membentuk karakter siswa untuk terjun langsung dalam kehidupan yang sesungguhnya. Sejalan dengan kebaruan penelitian ini, perlu adanya pengkolaborasian antara pembelajaran hidup rukun di kelas dua sekolah dasar dengan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) sehingga pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa.
39-44 -
Analisis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Video Animasi di Kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 02 Bogor
Annisa Annisa, Putri Rizqi Aura Tanzil Sudirman, Roja Khalda Berlian As, Solihin Ichas Hamid, Dinie Anggraeni DewiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.170 | Check in Google Scholar
Dalam penelitian ini, media video animasi digunakan untuk menganalisis kemampuan anak dalam memahami pembelajaran PKn di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan dalam proses pembelajaran dan hasil dari pembelajaran anak ketika diberikan materi melalui video animasi dan tidak melalui video animasi. Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan jurnal ini adalah pendekatan kualitatif yaitu dengan menggunakan metode pengumpulan data. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa siswi MIM MUHAMMADIYAH 02 yang berjumlah 10 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam menganalisis adalah metode kuisioner dan observasi dengan menggunakan media Google Form dan Whatsapp sebagai media perantara. Hasil analisis dari penelitian ini menyatakan bahwa siswa siswi MIM Muhammadiyah 02 cenderung lebih memilih belajar menggunakan video animasi dibandingkan dengan membaca materi secara online. Penelitian yang samapun pernah dilakukan oleh Handayani dan Siska pada tahun 2018. Hasil penelitian mereka membuktikan bahwa pembelajaran menggunakan video animasi, dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Dengan mengaplikasikan video animasi pada pembelajaran diharapkan berdampak pada keefektifan dan efisiensi waktu yang digunakan saat pembelajaran daring sedang berlangsung45-49 -
Layanan Pengelolaan Administrasi Peserta Didik di Sekolah Dasar di Masa Pandemi
Chairunissa Chairunissa, Khaliza Abdatisyah, Rifdah Naqiyyah, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.171 | Check in Google Scholar
Penelitian kali ini penulis menjelaskan bagaimana sistem pengelolaan yang berada dilingkungan pendidikan terutama di sekolah dijalankan selama di masa pandemi. Pengelolaan pendidikan di sekolah ini terdapat bagian pengajar, kepegawaian, keuanagan, administrasi, bagian labotarium, bagian keperpstakaan, dan sebagainya. Menjelaskan pengelolaan administrasi pendidikan sebagai salah satu komponen yang harus ada disetiap sekolah untuk tercapainya sebuah tujuan pendidikan. Tujuan dari penulisan ini memberitahu kepada pembaca seluruh komponen di sekolah memiliki peran masing-masing dalam hal pengelolaan sekolah untuk mencapai suatu tujuan pendidikan yang selayaknya. Tugas administrasi siswa adalah mengatur kegiaatan peserta didik dari mulai masuk hingga peserta didik lulus sekolah. Metode penulisan artikel ini melalui studi literatur dengan berbagai sumber tepercaya sebagai referensi seperti jurnal, e-book, buku setak, tesis, maupun sumber lainnya. Hasil dari penulisan artikel ini ialah berharap adanya upaya yang dapat dilakukan oleh tenaga administrasi dalam peningkatan mutu pelayanan meliputi perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi dalam meningkatkan Mutu pelayanan yang diberikan sekolah-sekolah di Indonesia, sekolah juga harus memerhatikan pengelolaan administrasi demi terjalannya semua komponen atau unsur yang ada di sekolah. Dampak yang diharapkan dengan adanya penelitian ini supaya sekolah memiliki inovasi dan langkah-langkah baru dalam meningkatkan mutu layanan pengelolaan administrasinya dimasa pandemi. Kebaruan dari hasil penelitian ini adalah adanya perbandingan kualitas layanan pengelolaan administrasi di sekolah, sebelum dan sesudah terjadinya pandemi. Kebaruan dari hasil penelitian ini adalah adanya perbandingan kualitas layanan pengelolaan administrasi di sekolah, sebelum dan sesudah terjadinya pandemi. Dampak yang diharapkan dengan adanya penelitian ini supaya sekolah memiliki inovasi dan langkah-langkah baru dalam meningkatkan mutu layanan pengelolaan administrasinya dimasa pandemi.
50-58 -
EfektivitasS Implementasi Blended Learning di Sekolah Dasar
Amelia Putri Wulandari, Annisa Anastasia Salsabila, Renata Nur Annisa, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.187 | Check in Google Scholar
Pendidikan saat ini sedang mengalami kesulitan sehingga pembelajaran di sekolah pun menjadi tidak efektif ini karena adanya Covid-19, yang tadinya pembelajaran diadakan secara luring sekarang menjadi daring, dengan daring ini pembelajaran pun menjadi tidak maksimal. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa faktor pembelajaran daring yang diantaranya yaitu sarana dan prasarana dalam pembelajaran yang belum tercukupi seperti, koneksi internet tidak stabil, tidak memiliki kuota internet, dan juga lingkungan keluarga yang tidak mendukung. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan seberapa efektifkah penerapan metode blended learning di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah systematic literature review, dengan pendekatan deskriptif kualitatif hasil pencarian beberapa penelitian. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa blended learning dinilai efektif pada pembelajaran di masa pandemi seperti ini dan dalam pengimplementasiannya metode blended learning dapat menggunakan beberapa media belajar online agar pembelajaran menjadi lebih efektif. Dengan penelitian ini guru dapat meningkatkan pembelajaran dengan mudah dan berinovasi dengan pembelajaran blended learning
59-63 -
Pengimplementasian Model Discovery Learning pada Pembelajaran PKn di SD
Dewi Kartini, Annisa Sabilla, Dwi Wulandari, Dinie Anggraeni Dewi, Yayang Furi FurmasariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.193 | Check in Google Scholar
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah pendidikan yang sangat penting di SD karena perannya sebagai pembentuk karakter kebangsaan. Oleh karenanya, mata pelajaran PKn membutuhkan efektivitas dalam penyelenggaraannya. Maka dipilihlah model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman yakni model pembelajaran discovery learning. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimanakah implementasi serta efektivitas model pembelajaran discovery learning pada pembelajaran PKn di SD Labschool UPI Cibiru dan SDN Percobaan Cibiru. Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk memahami makna dari permasalahan sosial dan kemanusiaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas model pembelajaran discovery learning mencapai persentase sebesar 80% dan dianggap efektif karena telah mencapai persentase lebih dari 50%. Hasil ini diperoleh dari dua sekolah sebagai objek penelitian yaitu, SD Lab School UPI Cibiru dan SDN Percobaan. Implikasi dari model pembelajaran ini adalah siswa secara mandiri mampu menemukan konsep pengetahuan kebangsaan sehingga mampu menerapkannya dalam berperilaku dan bersikap.
64-73 -
Pengelolaan Perpustakaan dalam Mengembangkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar
Rachmi Nursifa Yahya, Putri Salma N, Aulia Nur Jannah, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.161 | Check in Google Scholar
Minat baca di indonesia khususnya di sekolah dasar masih terbilang sangat rendah, hal tersebut di pengaruhi oleh beberapa faktor baik dari internal maupun eksternal salah satunya adalah perpustakaan. Perpustakaan merupakan suatu pendukung sistem pendidikan oleh karena itu diperlukan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar khususnya bagi siswa sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam mengenai pengelolaan perpustakaan dalam mengembangkan minat baca siswa sekolah dasar. Kajian penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kualitatif atau pendekatan secara deskriptif. Dimana teori serta dasar pembahasannya didapat dari hasil studi kepustakaan dari beberapa sumber seperti buku, jurnal, dan artikel. Untuk mengembangkan minat baca siswa sekolah dasar maka perlu memperhatikan pengelolaan perpustakaan yang mempunyai kriteria seperti jaringan keluar yang luas, memberikan akses maupun layanan yang nyaman dan mudah, mempunyai koleksi buku yang lengkap dan melakukan agenda rutin untuk membahas mengenai keberlanjutan perpustakaan ke depannya. Dari hasil pembahasan dapat diketahui bahwa minat baca khususnya bagi siswa sekolah dasar dapat kita upayakan dengan berbagai cara yaitu dengan dilatihkan, dibiasakan dan dikembangkan melalui pengelolaan perpustakaan yang menunjang.
74-79 -
Revitalisasi Tata Usaha dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sekolah
Evi Maylitha, Shofi Nurul Hikmah, Syakira Hanifa, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.169 | Check in Google Scholar
Tata usaha dalam pengelolaan pendidikan merupakan salah satu manajemen sekolah yang bertugas dalam bidang pengadministrasian, seperti mengurus surat, pengarsipan dokumen, dan penyimpanan data. Dalam praktiknya tata usaha ini masih belum optimal, contohnya kasus staf tata usaha yang masih lamban dalam membuat surat. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan wawasan kepada para pembaca agar memperhatikan pengelolaan tata usaha, sehingga memberikan dampak untuk memaksimalkan kinerja tata usaha di setiap sekolah. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi tiap sekolah dalam menjalankan sistem pengelolaan di tiap-tiap sekolah. Pada penelitian ini kami menggunakan metode kualitatif, yaitu melalui kuesioner yang diperkuat dengan tinjau pustaka. Dengan adanya penelitian ini kita mengetahui permasalahan yang sedang terjadi pada tata usaha serta adanya bentuk revitalisasi guna menyiapkan generasi emas abad 21 untuk meningkatkan kinerja tata usaha. Sejalan dengan hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa perlu adanya revitalisasi tata usaha dan dukungan fasilitas seperti komputer untuk memproses data dan pelatihan Microsoft Excel
80-88 -
Revitalisasi Manajemen Pembelajaran Daring dalam Rangka Pengembangan Kecerdasan Majemuk Peserta Didik
Jenisa Tasya Kamila, Vesha Nuriefer Haliza, Salsa Berliana Putri, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.182 | Check in Google Scholar
Setiap anak memiliki dasar kecerdasan yang berbeda. Salah satu tokoh psikolog yaitu Howard Gardner mengemukakan tentang teori kecerdasan majemuk. Teori ini sangat membantu peserta didik yang tidak memiliki kesempatan dalam dunia akademik yang ditunjang dengan teori kecerdasan majemuk. Perkembangan era revolusi industri 4.0 juga mampu mengubah model pembelajaran peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang manajemen pembelajaran dalam rangka pengembangan kecerdasan majemuk peserta didik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak yang tidak cerdas dalam akademik mempunyai kecerdasan lain yang dapat menunjang proses pembelajarannya. Salah satunya dengan menggunakan metode role play dan brainstorming. Dampak dari penelitian ini yaitu peserta didik dapat mengeksplor ide-ide pada kecerdasan majemuk yang dimilikinya. Metode role play dan brainstorming cukup efektif dalam pembelajaran peserta didik, namun kekurangan dalam metode brainstorming adalah peserta didik belum terbiasa menyampaikan pendapat pada saat pembelajaran berlangsung
89-98 -
Revitalisasi Manajemen Peserta Didik dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia
Putri Sofiatul Maola, Indira Syifa Karai Handak, Isfi Auli Septiani, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.186 | Check in Google Scholar
Kualitas mutu pendidikan di indonesia masih dikatakan sangat rendah, hal ini tentu saja berimbas pula pada kualitas dari pendidikan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis peningkatan mutu pendidikan yang ada di Indonesia dengan melalui manajemen peserta didik. Adapun metode yang digunakan pada pembuatan artikel ini adalah deskriptif kualitatif yakni bersumber pada kepustakaan seperti buku, jurnal ataupun menganalisis pendapat para ahli. Dalam dunia pendidikan ini tentunya peserta didik merupakan komponen utama dalam terselenggaranya perubahan maupun perbaikan pendidikan yang lebih baik. Tentunya perangkat pendidikan harus dapat mengelola peserta didik dengan sebaik-baiknya. Seorang tenaga pendidikan harus dapat menguasai hal-hal yang perlu diperhatikan ketika proses pembelajaran seperti tujuan, materi, metode dan evaluasi. Keprofesionalan guru benar-benar dibutuhkan dalam menunjangnya peserta didik. Bukan hanya guru namun seluruh perangkat yang ada di suatu lingkungan pendidikan harus berperan aktif. Diharapkan dengan begitu peningkatan mutu pendidikan yang ada di Indonesia dapat terealisasikan.
99-106 -
Peran Organisasi Kemahasiswaan dalam Membangun Karakter: Urgensi Organisasi Kemahasiswaan pada Generasi Digital
Amalia Dwi Pertiwi, Ratih Novi Septian, Riswati Ashifa, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.202 | Check in Google Scholar
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui peran organisasi kemahasiswaan dalam membangun karakter, khususnya pada generasi digital saat ini. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menerapkan metode penelitian studi literatur secara kualitatif atau deskriptif. Studi literatur diperoleh melalui proses literasi dari berbagai buku dan artikel berkaitan dengan materi yang hendak dibahas. Studi literatur dalam penelitian ini dilakukan penulis melalui proses membaca, menyimpulkan, kemudian memproses dan mengembangkan data yang didapatkan sebagai bahan dari penelitian yang dilakukan. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan, didapatkan suatu kesimpulan bahwa peran yang sangat penting dari organisasi kemahasiswaan dalam mendidik karakter mahasiswa di era digital ini adalah berfikir kritis. Jika mahasiswa tidak mempunyai kemampuan berfikir kritis maka akan sangat mudah terjerumus kedalam hal-hal yang melunturkan karakter bangsa. Mahasiswa harus bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan tugas mahasiswa juga memanfaatkan sebaik mungkin teknologi digital yang sudah ada dan kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan menambah wawasan pembaca khususnya mahasiswa tentang peran organisasi kemahasiswaan pada generasi digital.
107-115 -
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila pada Siswa Sekolah Dasar dalam Kehidupan Sehari-hari
Ai Nurul Nurohmah, Dinda Rahma, Nurul Izzati, Dinie Anggraeni Dewi, Yayang Furi FurnamasariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.191 | Check in Google Scholar
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila pada siswa Sekolah Dasar dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah kualitatif jenis deskriptif, dengan studi kepustakaan berbagai sumber data secara langsung. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila pada kehidupan sehari-hari tentu siswa akan mampu menghadapi berbagai persoalan yang akan terjadi ke depannya. Pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan melalui pengamalan, pembiasaan, keteladanan, dan pengkondisian lingkungan. Juga dapat diterapkan melalui pendekatan inculcation (penanaman nilai), modeling (keteladanan), fasilitation (fasilitasi), dan skill building (pengembangan keterampilan). Globalisasi terjadi tanpa bisa dihenti, meluas ke berbagai sektor kehidupan, melahirkan berbagai tantangan serta permasalahan baru, tak terkecuali siswa Sekolah Dasar ikut terbawa pengaruh globalisasi. Nilai-nilai Pancasila pun meluntur, nilai luhur masyarakat Indonesia tidak lagi tercermin sebagaimana telah terkandung dalam Pancasila. Dampak dari penelitian ini adalah penulis dan pembaca dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila pada Siswa Sekolah Dasar dalam kehidupan sehari-hari agar nilai-nilai luhur Pancasila kembali pada generasi muda bangsa.
116-124 -
Manajemen Pendidikan dalam Meningkatkan Efektivitas Kegiatan Belajar Mengajar di Masa Pandemi Covid-19
Azna Dewi Wulandari, Eka Fauziah Pratiwi, Salwa Siti Saaadah, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.196 | Check in Google Scholar
Pandemi Covid-19 yang belum usai ini memaksa pendidikan tetap diselenggarakan dengan metode pembelajarannya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yakni dengan pembelajaran daring. Namun, pembelajaran ini masih saja didapati kendala serta hambatan. Maka diadakan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini didasari oleh metode studi literatur dari berbagai sumber meliputi artikel, jurnal, buku, serta sumber lainnya. Hasil dari penelitian ini ditemukan masalah yang sering ditemui pada pembelajaran daring ini yakni kurangnya kompetensi pendidik dalam mengoperasikan berbagai media yang dapat menunjang proses pembelajaran secara online, oleh karena itu sebaiknya sedikit demi sedikit guru dapat meningkatkan kompetensi IT yang dimilikinya. Pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menunjang proses KBM yang efektif, salah satunya yakni menggunakan berbagai platform media. Guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang efektif sehingga pembelajaran secara jarak jauh ini dapat tetap terlaksana sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
125-130 -
Pengembangan Sikap Cinta Tanah Air untuk Anak Sekolah Dasar dalam Memajukan Kualitas Bangsa
Khaliza Abdatisyah, Chairunissa Chairunissa, Rifdah Naqiyyah, Dinie Dewi Anggraeni, Yayang Furi FurnamaisaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.198 | Check in Google Scholar
Sikap cinta tanah air dapat dibuktikan dengan usaha dalam membela, menjaga, serta rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Perasaan cinta tanah air perlu dipupuk sejak dini dalam jiwa setiap masyarakat sebagai upaya menjadi warga negara yang baik dalam upaya mencapai tujuan negara. Tujuan penelitian ialah menumbuhkan sikap rasa cinta tanah air untuk memajukan kualitas bangsa indonesia terhadap generasi muda terutama anak sekolah dasar, dan juga menambahkan pengetahuan muatan Pendidikan Kewarganegaraan di buku tematik sekolah dasar. Metode penulisan jurnal ini menggunakan studi literatur melalui buku, buku ajar buku tematik dari Kemendikbud revisi 2013, jurnal, tesis, maupun sumber terpercaya lainnya. Hasil dari penelitian ini ialah menggunakan buku ajar tematik sebagai acuan pembelajaran. Kesimpulannya sebagai pendidik dimasa depan kita harus menumbuhkan sikap cinta tanah air melalui pembelajaran yang ada di sekolah dasar melalui berbagai pendekatan dan metode ajar.
131-136 -
Implementasi Nilai Karakter Toleransi dalam Pembelajaran PKn di SDN Baranangsiang
Dinar Yuliani, Putri Nur Isnaini, Syifaun Nafisah, Dinie Anggraeni Dewi, Yayang FurnamasariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.183 | Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian nilai karakter toleransi dalam pembelajaran PKn di SDN Baranangsiang dan apa yang menjadi faktor pendukung dan penghalangnya. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data yaitu wawancara kepada Guru dan Siswa kelas V SDN Baranangsiang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran PKn dilakukan dengan diintegrasikan pada tematik. Dalam proses pembelajaran siswa sudah mampu mengemukakan pendapatnya dengan baik dan bisa menghargai pendapat temannya. Siswa sudah mengenal keberagaman yang ada di sekitarnya sehingga mereka terbiasa menjalankan kehidupan yang multikultural dan mampu saling membantu tanpa memandang suku atau agama. Yang menjadi faktor pendukung pengimplementasian nilai toleransi dalam pembelajaran adalah keterbukaan pemikiran siswa dan guru yang bersikap bijak dalam proses pembelajaran seperti tidak membeda-medakan siswanya, sehingga menjadi contoh bagi siswa untuk saling menghargai perbedaan. Adapun faktor penghalang adalah masih terlihat sekat gender ,kurangnya tenaga pendidik dan keterbatasan waktu pembelajaran.
137-142 -
Pentingnya Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak sebagai Generasi Penerus Bangsa
Solihin Ichas Hamid, Dinie Anggraeni Dewi, Alifia Mutsla Fakhrudin, Evi Setianingsih, Fani Widia PutriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.179 | Check in Google Scholar
Penelitian ini di buat dengan tujuan menginformasikan bahwasanya dengan pendidikan karakter ini mampu mempengaruhi anak agar berperilaku lebih baik dan terarah, mengingat Pendidikan karakter memiliki makna lebih tinggi satu tingkat daripada pendidikan moral, karena bukan hanya mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah tetapi membantu agar anak — anak mampu untuk dapat merasakan nilai — nilai karakter yang baik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, dengan harapan besar hasil dari penelitian ini mampu menghasilkan kepribadian anak yang matang secara intelektual, emosional, dan spiritual. Dalam pembentukan karakter seorang anak tentunya memerlukan tokoh — tokoh pendamping yang sangat berperan penting, tokoh — tokoh tersebut berasal dari lingkungan terdekat seorang anak salah satunya adalah orang tua. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang akan didapatkan oleh seorang individu dalam pembentukan karakternya sebelum ia terjun langsung di lingkungan masyarakat.
143-149 -
Penerapan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Mei Nur Rusmiati, Salsabila Deti, Salshabila Febrianti Sukmana, Dinie Anggraeni Dewi, Yayang Furi FurnamasariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.180 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam mengenai penerapan teknologi informasi sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PKN di SD. Kajian penelitian dalam artikel ini memakai pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber bahasan didaparkan dari artikel, jurnal, dan buku. Dengan adanya penelitian ini maka diharapkan mampu memberikan motivasi dan meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran PKN di sekolah dasar. Terlebih penerapan teknologi adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan kemajuan serta inovasi dalam pembelajaran. Penerapan teknologi informasi ini juga dapat mendorong upaya pembaharuan dalam pemanfaatan dari hasil teknologi dalam proses belajar mengajar dan menjadikan salah satu media pembelajaran di sekolah, khususnya pada pembelajaran PKN di SD.
150-157 -
Peran Supervisi Administrasi Dengan Directive Approach Untuk Meningkatkan Efektivitas Dalam Proses Belajar Mengajar (PBM)
Salshabila Febrianti Sukmana, Salsabila Deti, Mei Nur Rusmiati, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.181 | Check in Google Scholar
Latar belakang dari penelitian ini ialah kondisi pendidikan di Indonesia yang semakin hari semakin rendah kualitasnya. Rendahnya mutu dalam berbagai jenis jenjang pendidikan baik dalam pendidikan formal maupun dalam pendidikan informal, penyebab masalah umum dari rendahnya kualitas pendidikan ini berasal dari masalah keefektivitasan, efisiensi, dan standarisasi pada pengajaran yang terdapat disekolah. Pada penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengembangkan efektivitas dalam pelaksanaan Pendidikan yang sesuai dengan tujuan yang akan di capai. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis pendekatan kualitalif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian yang didapat kan menyebutkan bahwa peran supervisi administrasi untuk meningkatkan efektivitas di dalam proses belajar mengajar (PMB) ini memiliki pengaruh yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu proses belajar mengajar yang efektif bagi pendidikan Indonesia. Dengan adanya peranan supervisi administrasi ini memberikan dorongan, dukungan, bantuan dan mengikutsertakan semua anggota-anggota staff yang terdapat dilingkungan sekolah agar dapat terciptanya efektivitas dan efesiensi pada proses belajar mengajar158-164 -
Permasalahan Pembelajaran Online dengan Offline Pendidikan Kewarganegaraan di SD Linggawastu
Solihin Ichas Hamid, Dinie Anggraeni Dewi, Benedicta Dwi Adventyana, Dina Amaria Sembiring, Lesi Oktiani PutriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.188 | Check in Google Scholar
Tujuan dari penulisan ini ialah untuk menginformasikan kepada semua pembaca bahwa Perbandingan permasalahan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di SD Linggawastu secara online dan secara offline sangat berbeda. Dan sangat membawa dampak buruk bagi perkembnagan pengetahuan anak terhadap pendidikan kewarganegaraan. Oleh karena itu diharapkan tulisan ini dapat membantu menyadarkan dan mengedukasi kepada pembaca tentang permasalahan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di SD Linggawastu secara online dan secara offline, metode ini bersifat metode survey, Dampak penelitian ini diharapkan membantu pendidik mengerti permasalahan yang terjadi serta dapat mengatasinya.
165-173 -
Pedagogik Kritis dalam Membangun Pendidikan Humanis
Siti Humaeroh, Sofian Abdulatif, Winarti Winarti, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.194 | Check in Google Scholar
Pendidikan kini semakin kehilangan makna sebagai wahana untuk pendewasaan seluruh penghuni yang ada di dalamnya. Pendidikan semakin membuat rekonstruksi humanisme, dalam prosesnya siswa diperlakukan seperti di dalam penjara, karena tidak ada perbedaan antara sekolah dengan penjara jika ruang-ruang kelas masih harus tertutup sehingga menyebabkan siswa kehilangan optik cakrawala. Siswa hanya cenderung diam di bangku dan tidak bergerak sedikit pun ketika proses pembelajaran sedang berlangsung. Tujuan dibuatnya artikel ini adalah keresahan penulis akan pendidikan yang tidak menjadikan manusia sebagai manusia, tidak menjadikan peserta didik sebagai subjek dalam pendidikan, dan tidak menjadikan sebuah dialog sebagai suatu peran sebagai komponen yang sangat diperlukan dari proses belajar maupun mencari tahu. Padahal sesungguhnya sifat pendidikan itu bersifat membimbing dan harus menuju sebuah arah perubahan. Melalui metode studi literatur, penulis mencari referensi dari berbagai sumber seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, tesis, dll. Pendidikan yang bersifat humanistis ini juga menurut Paule Freire yang mencetuskan konsep pendidikan hadapan masalah guru dan siswa sama-sama belajar tanpa adanya unsur paksaan yang menjadikan siswanya bebas dalam artian merdeka dalam berpikir, mengambil keputusan, dan mampu bertanggung jawab atas apa yang telah dipilihnya sehingga siswa diperlakukan layaknya sebagai manusia yang hakikatnya terus berpikir. Dengan demikian berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pendidikan humanis ini dapat membuat peserta didik senantiasa berpikir kritis dalam memecahkan suatu permasalahan dan memiliki kemerdekaan dalam proses pembelajaran
174-182 -
Say No to Bullying Behavior : Implementasi Nilai Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar.
Tisa Yunita, Tsabitah Rafifah, Dinie AnggraeniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.174 | Check in Google Scholar
Pada masa kini anak anak lebih cenderung senang memainkan gawai dibanding bermain dengan teman. hal ini memberikan dampak negatif salah satunya bullying yang disebabkan oleh media sosial yang mempengaruhi anak. Beattie (2015) menjelaskan bahwa bullying adalah penyalah gunaan kekuasaan secara sistematis dan tergolong perilaku agresif yang dilakukan oleh teman sebaya yang berulang kali melakukannya dan ditandai dengan ketidakseimbangan kekuasaan (korban memiliki kelemahan dalam kemampuan memela diri). Tujuan dari penulisan ini ialah untuk menginformasikan kepada semua pembaca bahwa bullying tengah marak di kalangan anak anak dan membawa dampak buruk bagi perkembangannya. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini sendiri menggunakan deskriptif analisis. Hasil penelitian ini mendeskripsikan: 1) pengertian bullying. 2)contoh-contoh kasus bullying. 3) dampak korban dan pelaku pada perilaku bullying. 4) faktor penyebab terjadinya bullying. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat membantu menyadarkan dan mengedukasi kepada pembaca tentang bullying agar bisa menghindari perilaku buruk tersebut. Hal ini didukung oleh Strorey dkk (2013) anak-anak atau remaja dapat melindungi diri dari bullying dengan bersikap baik. Memiliki sikap yang baik yang tidak menimulkan bullying atau pemalasan individu yang asertif dengan percaya diri dan rasa kontrol dapat mencegah perilaku bullying.
183-189 -
Pengaruh Kompetensi Profesional Pendidik Terhadap Hasil Pembelajaran Daring
Arfadila Arfadila, Najwa Nur Hafsah, Shafarina Nidaul Aulia, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.176 | Check in Google Scholar
Pandemi COVID-19 sangat berdampak bagi sektor pendidikan. Pemerintah terpaksa mengambil keputusan untuk pembelajaran dalam jaringan (daring). Hal ini menjadi kejutan besar bagi pendidikan Indonesia, sehingga keprofesionalan pendidik dalam menjalankan peran sangat dituntut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi profesional seorang pendidik pada pembelajaran daring. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jika terdapat kelebihan dan kekurangan pada proses pembelajaran daring. Kompetensi yang terus dikembangkan seorang pendidik dalam bidang teknologi dan penyampaian materi dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik, mampu melaksanakan pembelajaran daring dengan efisien, sehingga selain menyampaikan materi, seorang pendidik mampu menanamkan karakter pada peserta didik pada pembelajaran daring, dan berdampak pada tidak akan terjadinya hambatan pada pembelajaran. Rekomendasi pada hasil penelitian ini diharapkan agar seorang pendidik bisa lebih maksimal mengembangkan kompetensi keprofesionalan dalam mengimplikasikan ilmunya untuk keberhasilan para peserta didik pada pembelajaran daring sehingga berdampak pada tidak terjadinya learning loss
190-197 -
Pengelolaan Sarana dan Prasarana di Sekolah Dasar dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Daring di Masa Pandemi
Fira Ayu Dwiputri, Fitria Nur Auliah Kurniawati, Natasya FebriyantiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.178 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan cara mengelola sarana dan prasarana secara tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literatur yang mencakup kajian analisis terdahulu, menganalisis sumber secara mendalam serta mengidentifikasi permasalahan yang ada berdasarkan buku, jurnal, artikel ilmiah, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran di masa pandemi Covid-19 memiliki berbagai permasalahan diantaranya mengenai ketersediaan sarana dan prasarana teknologi yang belum terpenuhi serta sulitnya mengakses jaringan internet bagi sebagian peserta didik. Sehingga diperlukannya pemenuhan sarana prasarana yang mampu menunjang proses pembelajaran di masa pandemi. Hal ini bersifat wajib demi terselenggaranya proses pembelajaran yang optimal. Selain itu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa dapat dilakukan dengan pengelolaan sarana dan prasarana mulai dari tahap perencanaan sarana dan prasarana, pengadaan, penyimpanan, pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, penghapusan atau inventarisasi hingga pelaporan sarana dan prasarana pada jenjang sekolah dasar. Dengan begitu akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan proses belajar mengajar sehingga terjadinya peningkatan kualitas pada pembelajaran.
198-205 -
Problematika Pengelolaan Pendidikan di Sekolah Dasar pada Masa Pandemi Covid-19
Dewi Kartini, Ai Nurul Nurohmah, Dwi Wulandari, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.201 | Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana permasalahan dalam pengelolaan pendidikan yang terjadi di tengah pandemi ini terutama di Sekolah Dasar, Sejalan dengan adanya pandemi covid-19 yang mengakibatkan munculnya problematika-problematika di bidang pendidikan. Pendidikan di Indonesia harus beradaptasi terhadap segala perubahan yang terjadi, yang mulanya pendidikan berjalan normal dengan pembelajaran tatap muka, harus menjadi pembelajaran tatap maya, kemudian akhir-akhir ini menjadi pembelajaran campuran antara tatap muka dan tatap maya. Hal ini berdampak pada pengelolaan pendidikan seperti pada pengelolaan kurikulum dan pembelajaran, ketatausahaan, pendidik dan tenaga kependidikan, dan sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yaitu dengan studi pustaka dengan mengkaji dari berbagai jurnal. Hasil dari penelitian ini adalah problematika-problematika terhadap pengelolaan pendidikan di masing-masing sekolah memiliki kemiripan, tetapi tiap sekolah memiliki solusi yang bervariatif untuk menyelesaikannya. Diharapkan setiap Sekolah dapat bersinergi untuk memulihkan kembali pendidikan, agar tercipta generasi yang unggul dan berkualitas.
206-213 -
Kompetensi Pedagogik Guru dalam Membangun Hasil Belajar Yang Efektif
Noviani Arum Sari Nur Hidayat, Nurul Nisa, Silviana Lilis Apriliani, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.206 | Check in Google Scholar
Dalam mencapai hasil belajar siswa yang efektif, salah satunya harus didukung dengan kompetensi seorang guru karena guru sebagai penunjang dalam pencapaian prestasi belajar siswa. Satu dari keempat kompetensi seorang guru yaitu kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik harus bisa dijalankan dengan baik supaya proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru dalam membangun hasil belajar yang efektif. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dimana pembahasan dan teori yang diperoleh berdasarkan hasil studi kepustakaan yang didapat dari buku teks, e-book, jurnal ilmiah, artikel, dan sumber lain yang sesuai dengan penelitian ini. Berbeda dengan penelitian terdahulu, penelitian ini berfokus pada kompetensi pedagogik guru dalam membangun hasil belajar yang efektif. Dampak dari penelitian ini adalah supaya guru bisa mengembangkan kompetensi pedagogiknya untuk menciptakan hasil belajar yang efektif. Adapun, salah satu kompetensi tersebut adalah bisa memahami karaktersitik setia peserta didiknya.
214-221 -
Persepsi Mahasiswa dalam Menghadapi Abad Ke-21
Devyanne Oktari, Ilma Siti Salamah, Rizka Putri Ayuning, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.207 | Check in Google Scholar
Pendidikan pada abad ke-21 mengalami banyak tantangan dan juga banyak yang harus dipersiapkan oleh calon tenaga pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat berbagai persepsi mahasiswa dalam menghadapi abad 21 ini. Metode kualitatif merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini yang menghasilkan data secara deskriptif mengenai bagaimana calon tenaga pendidik mempersiapkan mentalitas dalam menghadapi abad 21 yang memiliki berbagai hal baru karena perkembangan zaman dalam mencetak generasi penerus bangsa. Hasil penelitian menunjukan para calon tenaga pendidik memahami tentang perubahan dan tantangan yang akan terjadi pada abad 21 dan tahu apa yang harus disiapkan baik dari segi kesiapan mental, pengetahuan yang luas juga wawasan dari pengalaman yang didapat. Guru sebagai barisan terdepan dalam mencetak generasi bangsa yang berkualitas menjadi pilar utama dalam perkembangan abad 21. Penelitian ini membuka pemikiran juga wawasan para mahasiswa tentang persiapan yang harus mereka hadapi kelak di masa yang akan datang. Pentingnya peran yang diemban oleh seorang guru mengharuskan guru untuk mampu bertugas secara profesional dan penuh tanggung jawab. Pada abad 21 ini mengarah pada penggunaan teknologi yang perlu diiringi dengan pengetahuan tinggi, keterampilan berpikir kritis, berinovatif, berkreasi dan iman serta taqwa. Mentalitas yang kuat dan persiapan diri yang matang harus dimiliki oleh calon tenaga pendidik dalam membawa pendidikan ke abad 21
222-229 -
Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sekolah di Masa Pandemi Covid-19
Daniar Asyari, Ratih Setiawati, Yunita Yasmin Istiqomah, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.209 | Check in Google Scholar
Pada penulisan ini bertujuan untuk menganalisis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana disekolah terutama di masa pandemi Covid-19. Sejak adanya Covid-19 yang melanda Indonesia kegiatan sekolah dan pembelajaran mengalami efek yang sangat signifikan. Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang terkait sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau telaah Pustaka dengan mengkaji 15 jurnal, Adapun hasil dari penulisan pada artikel ilmiah ini yaitu : (1) Sekolah perlu memiliki sebuah nilai pemahaman yang baik dalam mengelola sarana dan prasarana di masa Pandemi Covid-19 (2) Sekolah dan para staff dapat mengambil keputusan yang cepat dan tepat yang dibutuhkan oleh sekolah dimasa Pandemi Covid-19 (3) Para tenaga pendidik harus berkompenten dalam mengoptimalkan sarana dan prasana sekolah di Masa Pandemi Covid-19 (4) Pihak sekolah dan guru perlu menjaga komunikasi dalam pengkoordinasian sarana dan prasarana sekolah (5) Pihak sekolah dan tenaga pendidik perlu memahami konsep sarana dan prasana
230-234 -
Peran Pengelolaan Kelas untuk Meningkatkan Efektivitas dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar
Diki Somantri, Magdalena Magdalena, Marsanda Claudia Parameswara, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.217 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pengelolaan kelas untuk meningkatkan efektivitas dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam metode studi literatur yaitu melalui beragam sumber-sumber kepustakaan yang relevan seperti buku dan menganalisis jurnal penelitian yang sudah ada sebelumnya sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa pengelolaan kelas ini sangat berperan untuk meningkatkan efektivitas dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, hal tersebut terbukti dengan adanya pengelolaan kelas proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Terlaksananya proses pembelajaran yang baik ini dapat di dukung dari beberapa hal yaitu persiapan guru dalam mengelola kelas, komponen-komponen yang mendukung, penerapan, perencanaan pengelolaan kelas, media, pendekatan, dan peran guru. Beberapa yang telah disebutkan merupakan hal-hal dalam pengelolaan kelas yang dapat meningkatkan efektivitas dalam proses pembelajaran, sehingga dengan adanya pengelolaan kelas tujuan pembelajaran dapat tercapai.
235-242 -
Analisis Pengelolaan Sarana Prasarana Pendidikan di SDN Sukamakmur
Dinar Yuliani, Putri Nur Isnaini, Syalwa Poetrie Chiekal Amalia, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.218 | Check in Google Scholar
Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penunjang yang penting pada proses pembelajaran. Namun, pada umumnya tidak semua sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan kebanyakan terjadi pada sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi sarana dan prasarana yang terdapat di SDN Sukamakmur dan cara pengelolaannya untuk menunjang pembelajaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada Kepala Sekolah SDN Sukamakmur. Hasil penelitian menunjukan bahwa sarana dan prasarana di SDN Sukamakmur belum memadai hanya terdapat sekitar 70% dari standar yang ditetapkan BSNP. Untuk menyiasati hal tersebut maka pihak sekolah melakukan kegiatan pengelolaan sarana yang maksimal dimulai dari kegiatan perencanaan, pengadaan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, penyimpanan, hingga penghapusan dengan dilakukan bersama-sama. Pengelolaan yang baik ini menjadikan pembelajaran tetap berjalan efektif sesuai dengan anjuran dari pemerintah bahkan siswanya masih memiliki motivasi tinggi untuk belajar.
243-248 -
Implementasi Pengelolaan Administrasi dalam Upaya Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran di Sekolah Dasar
Lin Herlina, Mega Triasya Resmana, Mila Andriani Nurcahya, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.221 | Check in Google Scholar
Sebuah pembelajaran yang efektif didasari dengan adanya beberapa pendukung yang ada di sekolah khususnya pada sekolah dasar. Terdapat beberapa sekolah yang belum memiliki staf ketatausahaan yang merupakan pendukung dalam mengelola administrasi pendidikan di sekolah. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelolaan administrasi pendidikan di sekolah dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran khususnya pada jenjang sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan secara survei. Survei yang dilakukan adalah dengan membagikan kuisioner kepada guru di sekolah dasar. Hasil Penelitian yang diperoleh adalah pengaruh pengelolaan administrasi di sekolah dasar dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran jika terdapat staf khusus yang mengelola. Staf khusus tersebut merupakan staf ketatausahan yang mengelola semua administrasi pendidikan di sekolah dasar. Hal tersebut membantu pendidik agar lebih fokus dalam menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran yang akan meningkatkan potensi dan prestasi akademik peserta didik. Pengelolaan administrasi yang baik akan memberikan pengaruh besar terhadap pembelajaran yang ada di sekolah dasar.
249-255 -
Pengaruh Sarana Prasarana Terhadap Pengembangan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar
Prihatini Prihatini, Ratna Tiara Sari, Fina Puspa Effendi, Visna Leviana Revika AdhaniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.224 | Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh sarana prasarana terhadap pengembangan mutu pendidikan di sekolah dasar. Fokus penelitian yaitu bagaimanakah pengaruh sarana prasarana. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh sarana prasarana terhadap mutu pendidikan serta mengetahui dampak sarana prasarana terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi literatur. Sumber data dalam penelitian ini adalah jurnal, buku dan website. Dari penelitian ini maka didapatkan hasil yakni sarana prasarana pendidikan menjadi prioritas penting yang harus disiapkan secara baik dan berkesinambungan sehingga terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan lancar, serta meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Jika sarana dan prasarana yang ada di sekolah tidak memadai atau terdapat kekurangan maka hal tersebut dapat mempengaruhi dan menghambat proses pembelajaran terutama pada peserta didik serta mutu pendidikannya256-263 -
Manajemen Diri Tenaga Kependidikan Selama Pandemi Covid-19
Dwi Yani, Maysa Aulia Zhahira, Mita Maulani, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.225 | Check in Google Scholar
Pandemi ini membawa perubahan yang signifikan terhadap sektor pendidikan, hal ini membuat tenaga kependidikan harus mengelola dan membuat berbagai rancangan atau program untuk berlangsungnya kegiatan belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis permasalahan mengenai penyesuaian tenaga kependidikan dalam masa pandemi dan tetap memberikan pelayanan yang terbaik. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur atau kepustakaan dengan menggunakan sumber bacaan berupa jurnal ilmiah, buku teks, e-book serta bacaan lainnya. Hasil penelitian ini dapat menunjukan bahwa pada masa pandemi ini harus memiliki beberapa keterampilan bagi tenaga kependidikan dalam menghadapi permasalahan baik media, waktu serta sarana dan prasarana pada masa pandemi ini. Dengan adanya penelitian ini terdapat beberapa kesulitan para tenaga kependidikan dalam melakukan perbaikan permasalahan yang ada pada lembaga pendidikan untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk masa ini dan masa yang akan datang. Situasi ini harus dapat memanajemen diri dalam mengelola pendidikan serta lebih meningkatkan kemampuan diri dalam teknologi dan memberikan motivasi belajar yang baik
264-272 -
Urgensi Manajemen Pendidikan dalam Era Teknologi
Annisa Dwi Hamdani, Riski Fauzi Amelia, Shela Silvia, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.226 | Check in Google Scholar
Kemajuan IPTEK memaksa setiap orang untuk ikut mengikuti kemajuannya, tidak terkecuali dengan pendidikan. Maka dari itu tugas yang paling penting bagi para tenaga pendidik atau guru adalah mereka harus paham dan mengerti mengenai teknologi agar dapat membantu setiap peserta didik dalam mencapai tujuannya, dan mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Untuk meningkatkan keefektifan tenaga pendidik atau guru ini akan dilakukan penelitian tentang manajemen pengelolaan tenaga pendidik agar tahu apakah manajemen pengelolaan tenaga pendidik ini terintegrasi dengan kemajuan zaman teknologi saat ini. Disini kami melakukan penelitian yang dapat menjawab, apa yang sebenarnya dibutuhkan agar manajemen pendidik berbasis teknologi ini dapat tercapai. Dalam penelitian ini, penulis memakai metode studi literatur. Metode ini adalah serangkaian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, dan mencatat, serta yang mengelola bahan penelitian. Peningkatan profesionalitas pendidik melalui gerakan literasi digital dapat dilakukan pada tahapan pengembangan dan pelatihan dalam manajemen pendidik, karena pada tahap tersebut terdapat tahap perencanaan karir yang dimana setiap pendidik diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang akan dibutuhkan untuk karir kedepannya.
273-279 -
Urgensi Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sekolah
Siti Utami Mutmainah, Adinda Dyah Permatar, Siti Adawiyah, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.227 | Check in Google Scholar
Melihat sistem pendidikan di Indonesia, ternyata tidak sedikit lembaga pendidikan yang belum seutuhnya melaksanakan pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan dengan baik. Karena pada dasarnya pendidik dan tenaga kependidikan pun mesti mampu memberikan pelayanan terbaik untuk meningkatkan kualitas para peserta didik. Sehingga dalam pembahasan artikel ini, penulis akan menganalisis lebih dalam terkait urgensi pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan yang nantinya akan berdampak pada mutu sekolah. Penulis mengkaji pembahasan ini dengan menggunakan metode kualitatif atau secara deskriptif. Dimana landasan teorinya ataupun isi pembahasanya bersumber dari jurnal, artikel makalah serta buku yang terpercaya. Sehingga diperoleh hasil penelitian diantaranya masih adanya persoalan yang terjadi pada tenaga pendidik dan kependidikan. Melihat beberapa persoalan tersebut perlu adanya pengelolaan yang baik untuk meningkatkan kualitas para tenaga pendidik dan kependidikan yang berbasis sekolah atau satuan pendidikan. Karena hal tersebut nantinya akan berkaitan dengan hasil lulusan sekolah tersebut. Sementara itu, kualitas PTK salah satunya dipengaruhi oleh pengelolaan atau manajemen dalam suatu system pendidikan. Pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan dapat diwujudkan dengan memberikan fasilitas untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan guna meningkatkan kompetensi dari PTK itu sendiri. Dengan adanya artikel ini diharapkan mampu menambah wawasan dan mampu menimbulkan keinginan bagi pihak yang terlibat untuk memperbaiki sistem pengelolaan yang telah ada.
280-289 -
Peran Layanan Khusus Bimbingan dan Konseling dalam Mencegah dan Menangani Kasus Bullying di Sekolah
Hasna Salsabila, Kaamilah Nurnazhiifa, Lara Sati, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.228 | Check in Google Scholar
Belakangan ini kasus bullying di lingkungan sekolah menjadi hal yang patut diperhatikan karena efek yang ditimbulkan terhadap korbannya sangat membekas. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pencegahan kasus bullying di sekolah yang dapat dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan studi literatur. Berdasarkan hasil yang penulis dapatkan dari studi literatur bullying dapat diartikan sebagai tindakan penindasan atau pengintimidasian yang dilakukan kepada orang lain. Sekolah memiliki manajemen layanan khusus yang mana memiliki tujuan agar memperlancar dan mempermudah pembelajaran. Salah satu layanan khusus yang terdapat di sekolah yakni layanan bimbingan dan konseling. Pembaruan peranan guru BK atau konselor yaitu untuk memberikan bantuan kepada para siswa dalam menjalani aktivitasnya secara mandiri dan terus berprogres dan juga berperan dalam menyelesaikan masalah peserta didik. Maka dari itu dapat dilihat bahwa guru BK memiliki peran yang penting dalam upaya mencegah dan menangani kasus bullying di sekolah.
290-298 -
Pengaruh Kelompok Belajar dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar di Masa Pandemi Covid-19
Fitria Rayani Rahman, Husen Windayana, Intan Oktaviani AgustinaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.233 | Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kelompok belajar terhadap penanaman motivasi belajar siswa sekolah dasar selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan, dan peneliti melakukan penelitian mendalam terhadap penelitian-penelitian sebelumnya. Selama masa pandemi Covid-19, metode pembelajaran menggunakan kelompok belajar kecil yang terdiri dari 5-10 orang, tergantung jarak ke rumah siswa yang lebih dekat. Belajar bersama tim peneliti untuk terus menerapkan protokol kesehatan. Tujuan kelompok belajar ini adalah untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 dan memotivasi siswa untuk belajar di rumah. Kelompok belajar ini memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar, sehingga meningkatkan hasil belajar dan menyenangkan siswa. Selain itu, siswa dapat langsung bertanya kepada guru apabila materi pembelajaran belum jelas. Pembaruan penelitian ini yakni untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran di masa pandemi299-305 -
Pengembangan Mutu Pendidikan Ditinjau dari Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Ervina Anatasya, Karina Cahyani, Zakiah Ulfiah, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.235 | Check in Google Scholar
Sarana dan prasarana di Indonesia dalam bidang pendidikan tidak merata dalam ketersediaannya. Banyak dari berbagai daerah terutama daerah pedalaman yang jauh dari pantauan pemerintah pusat masih kekurangan bahkan dapat dikatakan sudah tidak layak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan kesadaran betapa pentingnya mengembangkan mutu pendidikan ditinjau dari aspek pemenuhan sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan. Dalam penelitian ini, penulis meneliti dengan metode studi literatur mengenai pengembangan mutu pendidikan yang dilihat dari perspektif pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan tujuan menjawab pertanyaan mengenai pentingnya penyediaan sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan siswa dalam mencapai pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana berpengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa, namun ketersediaan tersebut harus didukung dengan pemanfaatan secara maksimal.
306-311 -
Urgensi Membangun Iklim Belajar dalam Membentuk Karakter Peserta Didik
Husen Windayana, Annisa Annisa, Putri Rizqi Aura Tanzil Sudirman, Roja Khalda BerlianShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.236 | Check in Google Scholar
Pendidikan karakter merupakan sarana dan prasarana yang harus dimiliki oleh siswa sebagai pendidikan dasar sebelum memasuki kehidupan yang sebenarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh iklim belajar dalam membentuk karakter pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui penelitian studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim belajar akan sangat mempengaruhi siswa dalam membentuk karakter mereka, hal ini karena dalam proses pembelajaran siswa membentuk pengalaman dan pengetahuan, sehingga iklim atau situasi belajar juga mempengaruhi proses memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan karakter siswa dilingkungan masyarakat. Pendidikan karakter melalui iklim belajar ini dapat diimplementasikan melalui beragam cara salah satunya seperti dijadikan mata pelajaran sendiri, terintegrasi dengan mata pelajaran lain, dan gabungan keduanya. Kemudian sebagai guru, terdapat beberapa cara agar dapat terbentuk iklim belajar yang kondusif, salah satunya ialah dengan pemberian tugas yang dapat membentuk kepribadian mandiri siswa, membuat aturan kelas bersama, dan bekerja sama membangun kelas yang nyaman dengan membuat barang kreatif dari benda-benda yang ada disekitar untuk membentuk kreativitas peserta didik. Sehingga dapat menghasilkan tujuan yang ingin dicapai yaitu membentuk iklim belajar yang efisien dan efektif khususnya di lingkungan sekolah yang membantu proses Pendidikan karakter dalam membentuk karakter pada peserta didik dapat terlaksanakan dengan baik.
312-319 -
Membangun Kualitas Budaya dan Lingkungan Sekolah Melalui Program Adiwiyata.
Tisa Yunita, Tsabitah Rafifah, Tsani Shofiah Nurazizah, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.244 | Check in Google Scholar
Budaya dan lingkungan merupakan salah satu aspek yang dibutuhkan diera sekarang terutama di kalangan penerus bangsa, oleh karena itu perlu adanya pembangunan kualitas budaya dan lingkungan sekolah. apalagi kesadaran lingkungan sangat penting untuk diterapkan di sekolah, salah satunya dengan program sekolah adiwiyata sebagai program lingkungan hidup dan juga menjadi sarana yang sangat penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang dapat melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan, melalui hal ini diharapkan adanya respons atau tanggapan dari semua pihak termasuk warga sekolah yang dimana sekolah adalah garda terdepan dalam menyikapi isu tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana cara membangun kualitas budaya dan lingkungan sekolah melalui program adiwiyata. Metode penelitian ini dengan pengumpulan data yang menggunakan metode penelitian kualitatif atau secara studi pustaka atau studi literatur dari buku-buku maupun artikel/jurnal.hasil dari penelitian ini mendeskripsikan: 1) peran adiwiyata. 2) pengaruh adiwiyata 3) kegiatan adiwiyata. 4) manfaat adiwiyata. 5) kegiatan adiwiyata di Sekolah. Kebaruan penelitian ini yaitu dihasilkannya penjelasan di berbagai media tentang penerapan program Adiwiyata kepada siswa, orang tua dan guru SD, ini juga bisa menjadi solusi dan model untuk hal serupa usaha dan sekolah. Alasan inilah yang menjadi konteks penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini bahwasannya program adiwiyata dapat mewujudkan warga sekolah yang dapat bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, berprinsip partisipatif dimana semua warga sekolah harus bisa terlibat dalam hal untuk mewujudkan sekolah adiwiyata. Dampak dari penelitian ini sendiri pun mampu mengefektifkan pengetahuan pengelolaan lingkungan. Hal ini didukung oleh Elvazia (2017) dimana program adiwiyata berkontriusi pada peningkatan pengetahuan lingkungan siswa dan berdampak pada pengembangan sikap terhadap pengelolaan lingkungan
320-328 -
Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin dalam Pengelolaan Pendidikan pada Satuan Pendidikan
Aini Shifana Savitri, Arlanda Nissa Rahma, Ula Waliyah Kultsum, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.245 | Check in Google Scholar
Peran kepala sekolah di dalam lingkup sekolah sangat penting untuk keberhasilan sekolah. Dengan artikel ini penulis bertujuan untuk menyampaikan peran kepala sekolah terhadap pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan dengan menggunakan metode deskriptif dengan sumber - sumber yang digunakan yakni buku dan jurnal. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat pengaruh yang besar dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan. Seorang kepala sekolah harus memiliki kemampuan dalam memimpin untuk mencapai tujuan pendidikan. Fakta yang ada di lapangan seorang kepala sekolah hanya mengincar jabatannya dan tidak mahir dalam mengelola pendidikan di sekolahnya, bahkan tidak mampu memimpin dengan baik. Padahal kepemimpinan kepala sekolah dapat menentukan maju atau tidaknya suatu sekolah.
329-336 -
Revitalisasi Perpustakaan dalam Menunjang Prestasi Akademik Siswa Sekolah Dasar
Andika Rizky Nugraha, Husen Windayana, Wahdini Rohmah Jaelani, Yessi VichaullyShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.246 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pemanfaatan perpustakaan dalam menunjang prestasi akademik siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yaitu dengan mengumpulkan data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perpustakaan sangat penting dan bermanfaat bagi peserta didik sekolah dasar (SD) dalam menunjang prestasi akademiknya. Prestasi akademik siswa sekolah dasar merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan intelektual siswa. Perpustakaan dapat dijadikan sebagai tempat untuk menggali informasi, pemahaman, dan pengalaman siswa, selain itu dengan adanya revitalisasi perpustakaan, diharapkan mampu meningkatkan minat siswa untuk meramaikan perpustakaan sebagai tempat menimba ilmu selain di kelas. Pemanfaatan perpustakaan di sekolah dasar (SD) perlu ditingkatkan kembali untuk menunjang prestasi akademik siswa.
337-342 -
Pengaruh Pemanfaatan Aplikasi Topmarks terhadap Hasil Belajar Siswa pada Persiapan AKM Materi Representasi Bilangan
Fauziah Mas'ula SoffaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.277 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa setelah memanfaatan aplikasi topmarks untuk persiapan Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) numerasi materi representasi bilangan di SD N 2 Mungseng. Metode yang digunakan adalah metode kombinasi dengan Sequential Explanatory Design. Hasil penelitian ini meliputi: tidak terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa yang memanfaatkan aplikasi topmarks dan faktor-faktor yang menyebabkan siswa sulit memahami representasi bilangan meliputi: a) 83,3 % belum memahami maksud soal, b) 50% belum dapat membandingkan bilangan yang dinyatakan dalam bentuk pecahan, persen dan desimal, c) 33,3% kurang teliti, d) 16,6% belum memahami konsep nilai tempat ratusan-puluhan-satuan, dan e) 16,6% belum memahami konsep pecahan ½, 1/3, ¼ bagian dari suatu bilangan cacah.
343-354
