Peran Lingkungan Sosial terhadap Perkembangan Bahasa Ekspresif Anak Speech Delay
DOI:
https://doi.org/10.31004/aulad.v9i2.1622Keywords:
Bahasa Ekspresif Anak, Lingkungan Sosial, Anak Usia Dini, Speech DelayAbstract
Speech delay pada anak usia dini menjadi perhatian penting karena dapat menghambat perkembangan bahasa ekspresif yang berperan dalam kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak. Lingkungan sosial memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi bahasa pada anak yang mengalami keterlambatan bicara. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran lingkungan sosial terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini dengan speech delay. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari atas tiga anak speech delay, orang tua dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga, guru, dan teman sebaya berpengaruh terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak melalui stimulasi komunikasi dan interaksi sosial yang konsisten. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya kolaborasi keluarga dan sekolah dalam mendukung perkembangan bahasa anak speech delay
Downloads Statistics
References
Ainiyah, Q. (2025). Faktor lingkungan sosial keluraga terhadap pemerolehan bahasa pada anak 4-5 tahun.
Almigo, N., & Sonda, R. A. (2025). Strategi Motivasi Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat Anak Paud Di Desa Tanjung Tambak. Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia, 4(1), 45-52.
Amira, R. (2024). Mengenali speech delay (keterlambatan bicara). Pt natasya expanding management, bojong pekalongan jawa tengah.
Andini, S. J., Farica, M. C., & Hastuti, I. B. (2025). Peran kegiatan sehari-hari dalam mendorong aktivitas bicara anak. 8(1), 207–213. Https://doi.org/10.23917/ecrj.v8i1.8791
Andriani, E. (2023). Interaksi sosial anak yang mengalami speech delay di tk perintis rejo asri. Jurnal I Tibar, 7(02), 34–49. Https://doi.org/10.53649/itibar.v7i02.584
Angraini, E. S., Lubis, S. K., Sitangggang, A., & Mairianta, B. (2025). Strategi komunikasi guru untuk anak usia dini dengan speech delay. 02(june), 2020–2022.
Ani, W. V. (2025). Peranan guru sebagai fasilitator dalam perkembangan peserta didik. 51–60.
Anita, A. (2024). Analisis kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahun di tk al muhajirin. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Balowa, C. C., Sutisna, I., & Laiya, S. W. (2023). Deskripsi kemampuan bahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun di tk al-ikhlas soguo. 3(1), 1–8.
Distria, O., Azizah Irawan, R., Tiara Deka, A., & Yuliarti, N. (2024). Implementation of guidance and counseling in sd negeri 16 bengkulu city implementasi bimbingan dan konseling di sd negeri 16 kota bengkulu. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, 5(1), 38–42. Http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/index
Etnawati, S. (2022). Implementasi teori vygotsky terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan, 22(2), 130–138. Https://doi.org/10.52850/jpn.v22i2.3824
Fahruddin, F., Aulia, D. N., & Safitri, I. (2022). Peningkatan kemampuan berbicara anak usia dini melalui bermain peran. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 450–456.
Farikhah, A., & Nabighoh, W. N. (2022). Meningkatkan karakter anak usia dini melalui pemberian penguatan. 1(1), 1–5.
Fitriyani, F. (2025). Strategi guru dalam menangani anak speech delay di sekolah dasar: studi kasus. 11, 317–328. Https://doi.org/10.5281/zenodo.15592645
Giti, A. (2026). Strategi pembelajaran berbasis storytelling untuk mengembangkan bahasa ekspresif anak usia dini. 1(1), 14–30.
Hariadi, G., Ladita, S., Bilqis Sriseba Putri Sanusi, A., Felisa Isnaya, N., & Borneo Tarakan, U. (2025). Peran media stimulasi interaksi terhadap perkembangan kemampuan bicara pada anak dengan speech delay usia dini. Journal Of Theory And Practice In Islamic Guidance And Counseling, 2(2), 72–91.
Herpiyana, I. (2022). Interaksi sosial anak yang memiliki speech delay.
Hiola, n. A. (2026). Interaksi sosial anak berkebutuhan khusus dengan teman sebaya di kelurahan tomulabutao selatan. 4(4), 8513–8520.
Inayah, K. Z., & Mukhlis, A. (2025). Strategi intervensi dini orang tua untuk anak usia 3-4 tahun dengan keterlambatan bicara (speech delay). Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(2), 615-629.
Lestari, N. (2024). Metode stimulasi yang dapat diberikan untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay). Innovative: journal of social science research, 4(4), 1167–1175. Https://j-innovative.org/index.php/innovative/article/view/10642
Mulia, H. S., Mulyadi, S., & Elan, E. (2024). Analisis keterlambatan bicara (speech delay) pada anak usia dini. Jecie (Journal Of Early Childhood And Inclusive Education), 7(2), 272–279. Https://doi.org/10.31537/jecie.v7i2.1292
Nabilla, S., & Desmon, D. (2022). Pengaruh lingkungan terhadap perkembangan anak. Zona Psikologi, 4(3), 66–73.
Nafisatur, M. (2024). Metode pengumpulan data penelitian. Metode pengumpulan data penelitian, 3(5), 5423–5443.
Nurhasannah, N., Tamara, P. D., Mardatillah, S., & Dinda Rewina, S. (2024). Mengenali dan memahami perkembangan bahasa pada anak speech delay. Indonesian Journal Of Islamic Early Childhood Education, 9(2), 11–17. Https://doi.org/10.51529/ijiece.v9i2.471
Nurita, L., Aslamiah, A., & Asniwati, A. (2025). Pengembangan bahasa anak usia dini. Jea (Jurnal Edukasi Aud), 10(2), 93–107. Https://doi.org/10.18592/jea.v10i2.14509
Permana, D. (2024). Analisis faktor lingkungan keluarga dalam membentuk kemandirian belajar siswa. 11(3), 232–241.
Putri, A. B. E., & Kamali, N. A. (2023). Perkembangan berbicara anak usia dini. 5, 35–45.
Putri, N. A. (2025). Upaya pembelajaran khusus dalam mengatasi speech delay pada usia dini. 8(3), 1326–1334. Https://doi.org/10.31004/aulad.v8i3.1369
Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif. Journal of management, accounting and administration, 1(2), 77–84.
Qurotul Aini, & Putri Alifia. (2022). Gangguan keterlambatan berbicara (speech delay) pada anak usia 6 tahun di ra an-nuur subang. Ash-Shobiy: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Dan Al-Qur’an, 1(1), 8–17. Https://doi.org/10.33511/ash-shobiy.v1n1.8-17
Rahma, F. (2023). Penanganan speech delay pada anak usia dini melalui terapi wicara. 8(1), 99–110.
Ramdana, N., Sartika, R. A., & Razak, A. (2024). Fenomena speech delay : gangguan perkembangan berbicara dan bahasa pada anak usia dini. 7.
Safira, I. M., Studi, P., Bahasa, P., Bahasa, F., Makassar, U. N., Raya, J. M., & Selatan, S. (2026). Representasi bahasa pada anak usia dini penderita keterlambatan berbicara (speech delay) di slb negeri 1 makasar. 6(1), 291–308.
Sari, S. F., Sundari, N., & Mashudi, E. (2024). Pola interaksi sosial pada anak usia dini dengan keterlambatan bicara (speech delay). 13(2), 242–253. Https://doi.org/10.26877/paudia.v13i2.499
Setiasih, N. (2025). Pengaruh lingkungan sosial terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. 08(01), 9–19.
Sri Winarti, R. N. A., Fitriyani, S, Rahmatillah, A.R & Hasanah, L. (2022). Evaluasi terapi dalam mengoptimalkan kemampuan bahasa dan bicara pada anak keterlambatan bicara. Jeced : Journal Of Early Childhood Education And Development, 4(1), 25–44.
Syahbani, M. A. (2026). Peran interaksi sosial dalam pemerolehan bahasa : telaah mendalam teori interaksionisme. 4(1), 524–536.
Syahdia, H., & Khadijah, K. (2025). Pengaruh lingkungan belajar anak usia 5-6 tahun terhadap. 13(1), 98–116.
Violita, Y., Amanda, R. S., & Siregar, M. (2025). Strategi orang tua dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 6 tahun dengan keterlambatan bicara. Jurnal Transformasi Pendidikan Modern, 6(4)., 6(4), 126–139.
Zulkarnaen, M., & Baiti, N. (2025). Keterlibatan ayah dalam intervensi dini untuk mengatasi speech delay pada anak: keterlibatan ayah dalam intervensi dini untuk mengatasi speech delay pada anak. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 5(03), 1083-1093.. Https://doi.org/10.47709/educendikia.v5i03.7363
Downloads
Published
Check Article Index
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wiwik Daryati; Dewi Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
