Vol. 9 No. 2 (2026): May - Agustus 2026
Total Articles: 41 | Total Pages: 440
Issue Coverage: 116 Author(s) from 4 Country(s)
Foreign authors: 3 (3%)
Indonesia (113)
Armenia (1)
Australia (1)
Uzbekistan (1)
Research Articles
-
Pembelajaran Coding sebagai Strategi Penguatan Computational Thinking di PAUD: Systematic Literature Review
Dedeh Kurnia, Harun Harun, Nur Hayati, Ika Budi MaryatunShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1436 | Check in Google Scholar
Kemampuan computational thinking (CT) merupakan keterampilan yang harus dimiliki di abad 21 yang penting dikembangkan sejak usia dini untuk memperkuat dasar berfikir logis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan kegiatan coding dalam pengembangan CT pada anak usia dini. Melalui metode systematic literature review (SLR) dan menggunakan panduan PRISMA, data dikumpulkan dari 77 artikel dari Scopus, ERIC, ScienceDirect, dan Google Scholar, dan terseleksi 16 artikel yang relevan. Penelitian ini menghasilkan tiga tema utama, yaitu: (1) efektivitas unplugged coding dalam membangun keterampilan dasar CT; (2) kontribusi plugged coding terhadap literasi digital dan kemampuan algoritmik; dan (3) tantangan implementasi pada konteks PAUD, termasuk kesiapan guru dan sarana. Kesimpulan menunjukkan bahwa kegiatan coding—baik unplugged maupun plugged—secara konsisten meningkatkan aspek CT seperti pengenalan pola, berpikir algoritmik, dan pemecahan masalah.
406-415 -
Belajar Mengukur Sambil Bermain: Kajian Literatur tentang Perkembanan Kognitif Anak Usia Dini melalui Aktivitas Length, Weight, and Time
Th Atta Sekar Puspitasari, Nur HayatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1428 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi kebutuhan stimulasi kognitif anak usia dini melalui pengalaman bermain yang melibatkan aktivitas pengukuran sederhana. Tujuan penelitian adalah memetakan bagaimana kegiatan mengukur panjang, berat, dan waktu mendukung perkembangan berpikir anak. Metode yang digunakan ialah literature review dengan kerangka analisis tematik terhadap 21 publikasi terbitan 2015–2024. Proses seleksi menghasilkan empat tema utama: pengalaman konkret sebagai dasar pemahaman kuantitatif, peran interaksi sosial dan scaffolding, kontribusi lingkungan eksploratif, serta integrasi alat konkret–digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas pengukuran berbasis bermain memperkuat kemampuan logis, ilmiah, dan matematis awal anak. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya perancangan kegiatan bermain yang memberi kesempatan anak bereksplorasi, berdialog, dan merefleksi pengalaman sehingga perkembangan kognitif, sosial, dan pemahamannya terhadap konsep ukuran berkembang lebih optimal.
416-424 -
Metode Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal Bima untuk Menstimulasi Kemampuan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun.
Iqra Rizki Fikrianti, Ika Budi Maryatun, Joko PamungkasShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1386 | Check in Google Scholar
Kreativitas berkembang pesat pada usia 5–6 tahun pada masa ini anak dapat menerima stimulasi dengan baik. Pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran menjadi strategi yang mampu memberikan pengalaman belajar yang menarik dan sesuai dengan lingkungan anak. Penelitian ini bertujuan dalam menganalisis metode pembelajaran berbasis budaya lokal “Mbojo Juma’a” untuk menstimulasi kemampuan kreativitas anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian melibatkan 2 orang guru dan 36 anak kelas B. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan merupakan instrumen observasi dan wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode “Mbojo Juma’a” yang memadukan budaya lokal dengan pembelajaran PAUD, mampu menstimulasi kreativitas anak. Temuan ini mengimplikasikan bahwa metode “Mbojo Juma’a” dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran PAUD untuk mengembangkan kreativitas anak secara holistik dan bermakna
425-433 -
Pengenalan Hewan dalam Implementasi Pembelajaran Sains Anak Usia Dini
Riska Avi Aryani, Nur HayatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1429 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pembelajaran sains hewan , mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran yang mencakup strategi, media, pengaruh terhadap anak, serta kendala guru dalam mengenalkan konsep sains kepada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 2 guru kelas B, kepala sekolah, dan 26 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan guru menerapkan pembelajaran kontekstual melalui kegiatan Safari Masjid sebagai eksplorasi lingkungan dengan dukungan media 3D, video, dan buku cerita sains. Pendekatan science inquiry dan learning by doing meningkatkan berpikir ilmiah, rasa ingin tahu, empati, serta karakter anak. Kendala utama meliputi keterbatasan fasilitas, alat peraga, dan pengalaman langsung. Diperlukan peningkatan kompetensi guru dan media berbasis lingkungan agar pembelajaran lebih bermakna.
434-444 -
Eksplorasi Literasi Mitigasi Bencana Pada Anak Usia Dini Melalui Buku Cerita Sabda Alam karya Setia Darma
Siti MasitohShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1498 | Check in Google Scholar
Meningkatnya frekuensi bencana banjir dan tanah longsor di Indonesia yang kerap menimbulkan korban jiwa dan kerugian besar, menegaskan urgensi literasi mitigasi bencana sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan muatan mitigasi bencana serta pesan moral dalam buku cerita Sabda Alam karya Setia Darma. pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi melalui teknik dokumentasi dan pembacaan mendalam digunakan dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan psikologi untuk mengkaji makna dan pesan cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sabda Alam memuat lima kategori literasi mitigasi bencana yakni: (1) Pemahaman Penyebab Bencana, (2) Pengenalan dampak bencana, (3) Mitigasi Pencegahan, (4) Mitigasi Kesiapsiagaan, (5) Nilai Karakter Peduli Lingkungan. Temuan ini berimplikasi pada pembelajaran PAUD dalam pemanfaatan buku cerita sebagai media integratif untuk menanamkan kesiapsiagaan bencana dan kepedulian lingkungan sejak dini. Sehingga diharapkan penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan literasi mitigasi berbasis sastra anak dan mendukung penguatan kurikulum mitigasi bencana di PAUD.
445-453 -
Little Global Nomads: Preparing Expatriate Children to Become Citizens of The World
Esamada Rose Nursaputri, Luh Putu ArtiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1421 | Check in Google Scholar
There is still limited research on how early expatriate childhood experiences shape Third Culture Kids (TCKs) into future global citizens. Global citizens are individuals who demonstrate intellectual growth, openness, tolerance, respect, and responsibility toward themselves, others, and the environment. Therefore, this study aims to review existing literature to understand how TCKs can be effectively prepared to become global citizens. This study is a qualitative study that employed a literature review approach on how expatriate children who experience social, cultural, and linguistic transition are prepared to be citizens of the world. The analysis was organized into three key concepts: the role of the family, the role of schools, and the role of the environment. Findings underline that these three elements influence expatriate children's ability to adapt, develop intercultural competence, and internalize global citizenship values. Altogether, they form an interconnected support system that supports resilience, cultural understanding, and global awareness in expat children as they navigate diverse contexts.
454-462 -
Pemanfaatan Media Pembelajaran Wayang Alfabet dalam Literasi Awal Anak Usia 4–5 Tahun
Dwi Enggal WahyuniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1509 | Check in Google Scholar
Pemanfaatan Media Pembelajaran Wayang Alfabet dalam Literasi Awal Anak Usia 4–5 Tahun
Penguasaan huruf abjad merupakan fondasi penting dalam literasi awal anak usia dini karena berpengaruh langsung terhadap kesiapan membaca dan perkembangan bahasa. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman guru dalam menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) Wayang Alfabet berbasis budaya lokal untuk pengenalan huruf A–Z pada anak usia 4–5 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan instrumen wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, melibatkan guru dan anak kelompok A di lembaga PAUD di Lampung Tengah. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa APE Wayang Alfabet meningkatkan kemampuan mengenal huruf, keterlibatan belajar, serta menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan bermakna. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan media literasi awal berbasis budaya lokal untuk mendukung pembelajaran imajinatif, kontekstual, dan bernilai budaya dalam pendidikan anak usia dini.
463-472 -
Stimulasi Keterampilan Sosial Berbasis Program Musik Terintegrasi di PAUD Inklusif
Santi Nisfi Anggraeni, Leli Kurniawati, Nur Faizah RomadonaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1556 | Check in Google Scholar
Keterampilan sosial berperan penting dalam membantu anak membangun interaksi yang efektif, khususnya pada konteks PAUD inklusif. Namun, masih ditemukan tantangan seperti ketidaknyamanan anak reguler dan perasaan terasing pada anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan program musik terintegrasi dalam menstimulasi keterampilan sosial anak dari perspektif guru. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan guru dari empat PAUD inklusif percontohan di Bandung yang menerapkan pembelajaran berbasis musik, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas musik terintegrasi, seperti bernyanyi, bermain alat musik secara kolaboratif, dan gerak ritmik, mampu memfasilitasi perkembangan kerja sama, penerimaan sosial, sikap ramah, empati, serta persaingan positif. Penelitian ini merekomendasikan integrasi observasi langsung di kelas pada studi selanjutnya untuk memperkuat bukti efektivitas program.
473-488 -
Improving Aspects of Early Childhood Cognitive Development through Play based Learning in Indonesia: A Systematic Literature Review
Salma Khoirun Nafisah, Mirawati Mirawati, Muh Asriadi AMShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1401 | Check in Google Scholar
Play is one of the ways in which children learn and stimulate various aspects of their development. This study aims to examine how play can enhance children’s cognitive development. The research method used was a systematic literature review following the PRISMA-P protocol, with nine journal articles serving as primary data sources. The findings indicate that structured play-based learning has a significant impact on children’s cognitive abilities, such as problem-solving, logical thinking, and symbolic thinking with educators and play materials serving as fundamental factors in optimizing developmental stimulation. For policymakers, the implications include ensuring equitable access to play resources, developing structured modules, providing professional training, and integrating play-based approaches into early childhood teacher education programs. For educators, practical recommendations include utilizing traditional games and natural materials as accessible play resources, while fostering meaningful collaboration between teachers and parents. Further research is recommended to examine the impact of free play on enhancing children’s cognitive development.
489-499 -
Improving Prosocial Behavior Through Project-Based Learning Activities In Children Aged 5-6 Years
Alfina Hermawati, Apri Kurniasih, Retno Risti DarmawantiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1111 | Check in Google Scholar
Prosocial behavior plays a crucial role in early childhood social-emotional development, as it forms the foundation for children’s ability to interact, cooperate, and demonstrate empathy in social contexts. This study aims to improve the prosocial behavior of children aged 5–6 years through the implementation of project-based learning at PAUD Budi Luhur II. The research employed a classroom action research design conducted in two cycles, involving 15 children as participants, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques by comparing prosocial behavior achievement across cycles. The findings indicate a significant improvement in children’s prosocial behavior, particularly in cooperation, sharing, and helping behaviors, with 80% of children reaching the very well-developed category. These results imply that project-based learning is an effective pedagogical approach for fostering prosocial behavior in early childhood education.
500-507 -
Peran Orang Tua Dalam Mengembangkan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini
Yumna Hukmaini Syahla, Asep Kurnia Jayadinata, Gia NikawantiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1615 | Check in Google Scholar
Perkembangan bahasa reseptif penting dikembangkan pada anak usia dini karena berpengaruh terhadap kemampuan memahami instruksi, berinteraksi, dan kesiapan belajar anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran orang tua dalam mengembangkan kemampuan bahasa reseptif anak usia dini melalui stimulasi bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak usia 4 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi intensif, penggunaan bahasa sederhana, pemberian instruksi bertahap, dan kegiatan bercerita membantu meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam memberikan stimulasi bahasa secara konsisten.
508-517 -
Peran Iklim Sekolah Ramah Anak Dalam Pencegahan Perilaku Harassment Verbal Anak
Irma Nurmala, Nenden Sundari, Roby Naufal ArzaqiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1594 | Check in Google Scholar
Harassement verbal di sekolah berdampak fatal terhadap degradasi kepercayaan diri dan kesehatan mental anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran implementasi iklim Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam meminimalisir perilaku harassment verbal. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara bersama guru dan anak, serta dokumentasi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode, dengan tahapan analisis meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perilaku harassment verbal masih ditemukan, pihak sekolah langsung memberikan tindak lanjut berupa perhatian khusus dan pendampingan positif. Temuan ini menegaskan bahwa iklim SRA sangat krusial sebagai instrumen perlindungan anak. Prinsip SRA menciptakan ruang aman dan nyaman yang mampu menjamin, memenuhi, dan menghargai hak-hak anak serta melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah. Dengan demikian, iklim SRA berhasil menciptakan ruang aman linguistik yang memproteksi integritas psikologis anak dari dampak jangka panjang pelecehan verbal.
518-533 -
Toilet Training Fosters Self-Confidence and Independent Habits in Early Childhood
Eva Z`ulita, Siti Mayang Sari, Mhd. SyafiiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1572 | Check in Google Scholar
Toilet training is an important developmental milestone in early childhood that supports the development of self-confidence and independent habits. This study aims to examine the role of toilet training in fostering independence, self-control, and emotional development in young children. The study employed a qualitative descriptive approach through observations and interviews with early childhood educators and parents to explore changes in children’s behavior during the toilet training process. The results show that implementing toilet training in accordance with children’s developmental stages can enhance self-confidence, encourage independence in maintaining personal hygiene, and foster responsibility for self-care activities. Supportive guidance and positive reinforcement from adults significantly influence children’s success and emotional readiness in undergoing toilet training. Toilet training involves both the acquisition of physical skills and an educational process that contributes to character development and the formation of independent habits in early childhood through the collaborative roles of parents and teachers.
520-525 -
Early Childhood Education Teachers’ Perceptions of 21 st Century Learning: Between Concept and Practice
Mariyolin Grace Hande, Yeni Rachmawati, Heny DjoehaeniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1664 | Check in Google Scholar
21st century learning has become a central demand in early childhood education (ECE), particularly following the implementation of the Kurikulum Merdeka, which emphasizes meaningful learning and holistic competency development. Previous studies have predominantly focused on quantitative measures of teacher readiness, offering limited insight into how teachers interpret and enact 21st century learning in daily practice. This study aims to explore ECE teachers’ perceptions and the contextual factors influencing their pedagogical decision-making. This study employed a descriptive phenomenological approach, with data collected through in-depth interviews with eight teachers from four private ECE institutions in Bandung. The data were analyzed using thematic analysis. Findings indicate a gap between conceptual understanding and practice, with teachers' understanding shaped more by teaching experience than by formal theoretical frameworks. Nevertheless, their learning practices reflected the integration of 21st-century skills. The findings also revealed tensions between normative demands and contextual realities and demonstrated how teachers translate 21st-century learning demands into practice under academic pressures and institutional constraints.
534-548 -
Tantangan Implementasi Green Curriculum di PAUD: Analisis Pemahaman Guru tentang Perubahan Iklim
Tiara Lisania Sidqia, Heny Djoehaeni, Rudiyanto RudiyantoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1605 | Check in Google Scholar
Green curriculum sebagai bagian dari education for sustainable development penting diterapkan sejak pendidikan anak usia dini untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan pemahaman terkait perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi green curriculum pada dan pemahaman guru terhadap perubahan iklim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada tiga orang guru PAUD dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi pemahaman konsep iklim yang masih berkembang, kesulitan dalam menyederhanakan bahasa sesuai tahap perkembangan anak, serta keterbatasan sumber belajar dan media pembelajaran. Meskipun demikian, guru telah menunjukkan upaya melalui penggunaan pendekatan konkret, kontekstual, serta pemanfaatan media yang tersedia di lingkungan sekitar. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan pemahaman konseptual guru, pengembangan media pembelajaran, dan penyediaan panduan implementasi green curriculum yang kontekstual.
549-558 -
Peran Permainan Tradisional Belogo dalam Pengembangan Perilaku Prososial Anak Usia 5-6 Tahun
Nurani Widyanti Hasanah, Alifatul Harisa, Zulfa Rihadah Fauziyah, Hanum Chailan Salsabila, Farah Nazhwa Pragista, Alya Rahmah, Fitri Anjarwati, Titin NihayahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1567 | Check in Google Scholar
Perilaku prososial pada anak usia dini penting dikembangkan sejak awal karena berpengaruh terhadap kemampuan sosial dan emosional anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran permainan tradisional belogo dalam pengembangan perilaku prososial anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan peneliti sebagai instrumen utama. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak kelompok B usia 5-6 tahun dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi permainan tradisional belogo mampu menstimulasi perilaku prososial anak, khususnya pada aspek berbagi dan bekerja sama. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat dijadikan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan perilaku prososial anak di lembaga PAUD
559-571 -
Pengembangan Buku Ajar Edupreneurship Berbasis Keterampilan 4C Pada Mahasiswa Prodi PAUD
Nurul Asqia Tajuddin, Tien Asmara Palintan, Amanda LestariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.899 | Check in Google Scholar
Salah satu upaya untuk mengurangi pengangguran terdidik di indonesia adalah dengan mengoptimalkan peran perguruan tinggi dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) pada mahasiswa. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana pengembangan buku ajar eduprenuership berbasis keterampilan 4C pada mahasiswa dan untuk mengetahui implementasi buku ajar eduprenuership berbasis keterampilan 4C. Metode yang digunakan adalah research and development (r&d) dengan empat tahap: pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner dan focus group discussion. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi piaud fakultas tarbiyah IAIN Parepare. Teknik analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi oleh validator menunjukkan bahwa media memperoleh nilai 3,53 (sangat valid), materi 3,69 (sangat valid), dan bahasa 3,3 (valid). Buku ajar yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan dalam pembelajaran edupreneurship bagi mahasiswa PAUD, sebagai salah satu model inovatif untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan kewirausaan abad ke-21.
572-585 -
Efforts To Improve Cultural Literacy Through Learning Regional Dance
Aprilita Ni’matul Madinah, Elly Purwanti, Sefriyanti SefriyantiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1147 | Check in Google Scholar
Cultural literacy is essential in early childhood as it shapes character, national identity, and appreciation of local culture from a young age. This study aims to improve children’s cultural literacy through learning regional dance, specifically Lampung Dance, at ECE Budi Luhur II. The study uses a descriptive qualitative method involving teachers, 5–6-year-old students, and the principal, with instruments including observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through descriptive analysis by comparing children’s development outcomes across learning cycles. The results show a significant improvement, with children achieving the Very Good Development (BSB) category increasing from 26.67% in Cycle 1 to 73.33% in Cycle 2. These findings imply that regional dance learning is an effective, interactive, and enjoyable strategy to enhance cultural literacy and foster children’s cultural identity.
589-598 -
Peran Lingkungan Sosial terhadap Perkembangan Bahasa Ekspresif Anak Speech Delay
Wiwik Daryati; Dewi PratiwiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1622 | Check in Google Scholar
Speech delay pada anak usia dini menjadi perhatian penting karena dapat menghambat perkembangan bahasa ekspresif yang berperan dalam kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak. Lingkungan sosial memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi bahasa pada anak yang mengalami keterlambatan bicara. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran lingkungan sosial terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini dengan speech delay. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari atas tiga anak speech delay, orang tua dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga, guru, dan teman sebaya berpengaruh terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak melalui stimulasi komunikasi dan interaksi sosial yang konsisten. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya kolaborasi keluarga dan sekolah dalam mendukung perkembangan bahasa anak speech delay
599-609 -
Counter-Linguistic Strategies through Interactive Storytelling to Reduce Slang Vocabulary Mimicry in Early Childhood
Amdira Diska Al Rinsah, Suharti Suharti, Mallevi Agustin Ningrum, Dhian Gowinda Luh SafitriShow Abstract | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1611 | Check in Google Scholar
This descriptive qualitative study examines the effectiveness of counter-linguistic strategies implemented through interactive storytelling to address the imitation of age-inappropriate slang among early childhood students driven by massive digital media exposure. Data gathered through observations, interviews, and documentation reveal that creative narratives featuring polite characters effectively motivate children to adopt correct diction naturally. The two-way interaction inherent in storytelling allows children to clarify the meanings of slang terms encountered on social media, while the repetitive use of positive vocabulary within the narrative helps internalize politeness values without being preachy. The results demonstrate that this strategy successfully reduces slang usage by replacing it with more communicative and polite alternatives. The success of this intervention relies heavily on the teacher's creativity in weaving target vocabulary into engaging plots, leading children to voluntarily switch to more respectful language in their daily interactions, thereby fostering better character development and linguistic etiquette.
626-637 -
Peran dan Dampak Lingkungan Siswa Terhadap Pembentukan Karakter: Sebuah Penelitian Systematic Literature Review
Pini Pujiastuti, Muhammad AbduhShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1616 | Check in Google Scholar
Pendidikan karakter anak sekolah dasar sangat urgen untuk diteliti karena perkembangannya dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan sosial, khususnya teman sebaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif dampak pergaulan teman sebaya terhadap proses pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan instrumen pedoman kelayakan PRISMA 2021 yang melibatkan subjek tinjauan berupa 28 artikel relevan terbitan tahun 2015-2025. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui proses ekstraksi dan sintesis tematik menggunakan bantuan perangkat lunak VOSviewer. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa teman sebaya memberikan dampak positif seperti peningkatan keterampilan sosial dan motivasi belajar, namun rentan memicu dampak negatif seperti perilaku menyimpang dan agresif. Implikasi dari temuan ini menuntut adanya penerapan strategi kolaboratif yang kuat antara pihak keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mengawasi serta mengoptimalkan pengaruh positif dari lingkungan pertemanan anak.
638-647 -
Tantangan Guru dalam Mengelola Perilaku dan Konsentrasi pada Anak dengan Diagnosa Autis-ADHD
Atiq Kartika, Chindy Aprisilia Saputri, Alya' Azzah Salsabila, Adinda Thalia Megantara, Salsabilla Rizqi Aulia, Wilda Isna Kartika, Ulfah Maulidhya, Fahma Mamlu'atul MukarromahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1593 | Check in Google Scholar
Pembelajaran bagi anak Autis–ADHD di Sekolah Luar Biasa menghadirkan tantangan tersendiri bagi guru, terutama dalam mengelola perilaku, menjaga konsentrasi, serta mengatasi keterbatasan komunikasi dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran bagi anak Autis–ADHD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Subjek penelitian adalah dua orang guru kelas. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi kendala dalam pengelolaan perilaku, mempertahankan fokus belajar siswa, keterbatasan guru pembimbing khusus, serta perbedaan pandangan dengan orang tua. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kemampuan guru, penerapan pembelajaran yang fleksibel, serta kerja sama yang lebih baik antara sekolah dan orang tua.
648-657 -
Pengaruh Strategi Pemasaran Raudhatul Athfal (RA) Terhadap Keputusan Orangtua Memilih Sekolah Pada Kawasan Semi Urban
Eka Kusmara, Tepi Mulyaniapi, Lalan SahlaniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1633 | Check in Google Scholar
Pemilihan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tepat seperti Raudhatul Athfal (RA) berdampak langsung pada kualitas pendidikan anak usia dini berbasis Islam. Strategi pemasaran yang mempengaruhi keuputusan orangtua memilih sekolah di kawasan Semi Urban masih minim dikaji. Penelitian bertujuan menguji pengaruh marketing mix 7P terhadap keputusan orangtua memilih RA di kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Desain kuantitatif eksplanatori dengan pendekatan cross-sectional diterapkan pada 93 orangtua dari 23 RA dipilih melalui simpel random sampling, menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin. Data dianalisis dengan regresi linier berganda (SPSS 25). Secara simultan, seluruh dimensi 7P berpengaruh signifikan (F=15,670; p<0,001; R²=0,563). Secara parsial, Physical Evidence menjadi dimensi paling dominan (β=0,244; p=0,036), diikuti Process (β=0,273; p=0,068) dan Price (β=0,227; p=0,054) pada posisi marginal. People memperoleh skor persepsi tertinggi (M=4.495) namun tidak berpengaruh parsial (β=0,087; p=0,402) mengindikasikan fungsinya sebagai hygiene factor. Pengelola RA di kawasan semi urban perlu memprioritaskan peningkatan fasilitas fisik, kualitas proses layanan dan transparansi biaya sebagai strategi pemasaran yang berdampak nyata.
658-669 -
Analisis Representasi Nilai-Nilai Literasi Finansial dalam Buku Cerita Anak Usia Dini di Indonesia
Alfianti Arini G, Euis Kurniati, Rudiyanto RudiyantoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1614 | Check in Google Scholar
Literasi finansial pada anak usia dini penting dikembangkan sejak awal untuk membentuk perilaku ekonomi yang bertanggung jawab dan sesuai dengan konteks sosial budaya anak. Buku cerita anak menjadi salah satu media yang potensial untuk mengenalkan nilai-nilai finansial secara kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai-nilai literasi finansial dalam buku cerita anak Indonesia pada platform Let’s Read. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode content analysis dan discourse analysis terhadap 15 buku cerita anak berbahasa Indonesia usia 3–8 tahun yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman berdasarkan kategori literasi finansial menurut Lusardi dan Mitchell, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan finansial merupakan komponen yang paling dominan, sedangkan sikap finansial muncul paling konsisten melalui nilai empati, tanggung jawab, dan kesederhanaan. Temuan ini menunjukkan bahwa buku cerita anak memiliki potensi sebagai media pendidikan karakter ekonomi bagi anak usia dini.
670-684 -
Pengaruh Media Big Book Terhadap Kemampuan Ekoliterasi Anak Usia 5-6 Tahun di Samarinda
Febrina Safita, Febry Maghfirah, Adharina Dian PertiwiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1586 | Check in Google Scholar
Kemampuan ekoliterasi sangat penting dimiliki anak usia dini guna menunjang perkembangan anak menjadi generasi yang memiliki empati, tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan dan makhluk hidup lainnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengkaji penggunaan media big book dalam memberikan pengaruh dan perubahan yang terjadi pada kemampuan ekoliterasi anak umur 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 7. Metode penelitian ini menerapkan metode eksperimen melalui desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini ialah peserta didik kelompok B usia 5-6 tahun sejumlah 52 peserta didik menggunakan teknik sample Purposive Sampling yang berjumlah 16 peserta didik. Data yang didapatkan dari tes, observasi, wawancara kepada guru serta dokumentasi. Analisis data yang diterapkan mencakup uji statistik mengunakan uji normalitas, uji homogenitas serta uji T. Hasil temuan mengungkapkan yakni media big book memberikan pengaruh dan perubahan pada kemampuan ekoliterasi anak umur 5-6 tahun yaitu sebelum diberikan perlakuan adalah 49,57% kemudian meningkat setelah diberi perlakuan menjadi 69,43%.
689-699 -
Kolaborasi Angklung dan Tari dalam Pengembangan Seni Anak Usia Dini
Nafizah Aulia Adiman, Joko PamungkasShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1451 | Check in Google Scholar
Pembelajaran seni di PAUD sering kali dilaksanakan secara terpisah, padahal integrasi seni berpotensi memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan, peran guru, perkembangan seni anak, serta evaluasi kegiatan kolaborasi musik angklung dan tari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru kelas, guru ekstrakurikuler, kepala sekolah, serta anak kelompok A dan B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi angklung dan tari dilaksanakan secara bertahap, melibatkan kerja sama guru serta mampu menstimulasi perkembangan musikal, kinestetik, koordinasi motorik, ekspresi diri, dan kepercayaan diri anak. Pembelajaran seni terpadu berbasis budaya lokal ini berpotensi menjadi alternatif pendekatan PAUD yang lebih menyeluruh meskipun sistem penilaian autentik masih perlu dikembangkan.
700-711 -
Kelas Tanpa Kuas : Studi Observasi Adaptasi Guru terhadap Sarana Prasarana dalam Pembelajaran Seni Anak Usia Dini
Th Atta Sekar Puspitasari, Joko PamungkasShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1454 | Check in Google Scholar
Pembelajaran seni berperan penting dalam mengembangkan kreativitas, ekspresi diri, dan kepekaan estetis anak usia dini, namun pelaksanaannya di lembaga PAUD sering menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk adaptasi dan strategi kreatif guru dalam menyelenggarakan pembelajaran seni pada kondisi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di dua taman kanak-kanak di Yogyakarta dengan melibatkan guru kelas dan kepala sekolah sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru beradaptasi dengan memanfaatkan bahan alam dan bahan daur ulang sebagai media seni, menjalin kolaborasi dengan orang tua, serta mengintegrasikan kegiatan seni ke dalam tema pembelajaran harian. Temuan ini merekomendasikan penguatan kompetensi guru PAUD dalam pengelolaan sumber daya lokal untuk mendukung pembelajaran seni yang berkelanjutan
712-718 -
Pengembangan Buku Panduan Balon Twist sebagai Media Stimulasi Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun
Salwa Tsabitha Saputra, Deri Hendriawan, Pepi NuroniahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1637 | Check in Google Scholar
Pemanfaatan balon twist di lembaga PAUD masih hanya sebatas dekorasi dan hiburan karena belum tersedia panduan yang terstruktur dan tervalidasi untuk mendukung stimulasi motorik halus anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku panduan balon twist sebagai media stimulasi motorik halus anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design & Development Research (D&D) dengan empat tahapan yaitu Analysis, Design, Development, & Evaluation. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi ahli media, lembar keterbacaan, lembar respon pengguna, dan lembar observasi uji coba terbatas pada tiga orang guru dan delapan belas anak. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan presentase. Hasil penilaian ahli media menunjukkan validitas sebesar 96,87%, uji keterbacaan 94,44%, uji respons pengguna sebesar 85,3%, dan uji kepraktisan pada uji coba terbatas sebesar 83,3%. Temuan ini menunjukan bahwa buku panduan balon twist layak digunakan sebagai media untuk membantu guru menstimulasi motoric halus anak usia 5-6 tahun.
719-730 -
Peningkatan Sikap Percaya Diri dan Kerja Sama Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran Melalui Model Inkuiri
Putri Nuryani, Ana Fitrotun Nisa, Banun Havifah Cahyo Kosiyono, Akbar Al MasjidShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1740 | Check in Google Scholar
Sikap percaya diri dan kerja sama merupakan keterampilan sosial yang penting untuk mendukung keberhasilan pembelajaran, namun keduanya masih perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan sikap percaya diri dan kerja sama siswa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus dengan subjek 21 siswa sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket, kemudian dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sikap percaya diri dari 25,20 menjadi 47,80 dan 69,40, serta kerja sama dari 39,60 menjadi 56,40 dan 75,50 pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri efektif mengembangkan keterampilan sosial siswa dan dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang lebih aktif serta kolaboratif.
731-739 -
Implementasi Problem Based Learning dengan Pendekatan Mendalam pada Materi Penerapan Sila Pancasila
Banniyatun Banniyatun, Sutrisna WibawaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1742 | Check in Google Scholar
Pemahaman nilai-nilai Pancasila sejak sekolah dasar penting untuk membentuk karakter peserta didik sesuai tujuan pendidikan nasional. Namun, pembelajaran yang masih bersifat teoritis menyebabkan keterlibatan siswa dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan deep learning terhadap pemahaman siswa dalam penerapan prinsip-prinsip Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pre-test post-test yang melibatkan 12 siswa sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui tes tertulis sebelum dan sesudah pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman siswa sebesar 20 poin setelah penerapan pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL dengan pendekatan deep learning efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap penerapan prinsip-prinsip Pancasila dan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang lebih bermakna di sekolah dasar
740-747 -
Pengembangan Sistem Manajemen Mutu Pengelolaan Dhammasekha Tingkat Dasar
Mujiyanto MujiyantoShow Abstract | Download PDF | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya sistem manajemen pengelolaan Dhammasekha belum dikelola secara profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem manajemen mutu pendidikan Dhammasekha khususnya pada tingkat dasar, sehingga menjadi lembaga pendidikan keagamaan Buddha formal yang berdaya bersaing. Penelitian ini menggunakan pengembangan 4D (Four-D Model) yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel. Subjek penelitianny tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Teknik analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Kebaruan dalam penelitian ini adalah, dikembangkannya sebuah model sistem manajemen mutu khusus standar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu perencanaan mutu (plan), implementasi mutu (do), evaluasi mutu (check), perbaikan berkelanjutan (Act), dan Penguatan Budaya Mutu (Continuous Quality Culture). Hasil penelitian ini menghasilkan model pengembangan Sistem Manajemen Mutu Pengelolaan Dhammasekha tingkat Dasar. Implikasinya adalah, Jika pendidikan Dhammasekha akan berkualitas, tenaga pendidik dan tenaga kependidikannya harus memiliki nilai-nilai ajaran Buddha yaitu: pengorbanan (Paricagga), loyalitas (Bakti), semangat dan kegigihan (Virya), dan keyakinan akan kemajuan dikemudian hari (Saddha).
748-760 -
Eksplorasi Gerak Dalam Lingkungan Sensorik Sebagai Media Stimulasi Motorik Halus Pada Anak Usia Dini
Putri Aulia, Cahniyo Wijaya KuswantoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1689 | Check in Google Scholar
Kemampuan motorik halus krusial bagi kemandirian anak, namun perkembangannya sering terhambat akibat minimnya stimulasi multisensorial di kelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik guru di lembaga PAUD dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan eksplorasi gerak pada lingkungan sensorik. Penelitian kualitatif studi lapangan ini melibatkan dua guru dan anak Kelompok B yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara semistruktur, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas meronce, menuang bahan alam, dan kolase biji jagung terbukti mengoptimalkan kelenturan jari, teknik menjepit (pincer grasp), serta koordinasi mata-tangan anak. Implikasinya, pengintegrasian ruang bermain sensorik secara terstruktur dapat diadaptasi oleh praktisi PAUD sebagai strategi pedagogis untuk mengubah kelas konvensional menjadi lingkungan belajar yang mandiri dan interaktif.
761-770 -
The Effect of Maze Media on teh Ability to Recognize Numbers 1-20 in 5-6 Year-Old Children.
Ainnun Ibrahim Hamid, Yeni Rachmawati, Badru ZamanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.850 | Check in Google Scholar
Early childhood numeracy is a fundamental ability that supports later mathematical learning, yet many children still experience difficulties in recognizing numbers. This study aims to examine the effect of labyrinth (maze) learning media on the number recognition ability of children aged 5–6 years. The research employed a quantitative pre-experimental method involving 12 children in group B selected through purposive sampling. Data were collected using observation sheets measuring children’s ability to recognize numbers 1–20. Data analysis was conducted using the non-parametric Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.002 (p < 0.05), indicating a significant effect of labyrinth media on children’s number recognition ability. These findings imply that labyrinth media can be an effective and engaging learning tool to enhance early childhood numeracy skills in early education settings
771-778 -
The Effect of Nature Based Learning Model On The Computational Thinking of Early Childhood
Fakhita Indira Haris, Rita Mariyana, Badru ZamanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1693 | Check in Google Scholar
Computational thinking has become an essential competency in 21st-century education, yet its integration into early childhood learning remains limited. This study aimed to examine the effect of the nature based learning model on the computational thinking abilities of children aged 5–6 years. A quantitative approach with a quasi-experimental, non-equivalent control group design was employed involving 32 children selected through purposive sampling. Data were collected using performance-based assessments, observation, and documentation, and analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results revealed a significant improvement in children's computational thinking following the intervention (Z = −3.563, p = .007). These findings indicate that the nature based learning model effectively promotes computational thinking through authentic learning experiences and may serve as an alternative instructional approach for strengthening 21st-century skills in early childhood education
779-788 -
Etnoparenting sebagai Sumber Pedagogi Budaya dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Kajian Literatur
Laila Agustina, Yeni RachmawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1723 | Check in Google Scholar
Pedagogi budaya penting dikaji dalam Pendidikan Anak Usia Dini karena anak tumbuh melalui nilai, bahasa, tradisi, dan praktik sosial keluarga. Artikel ini bertujuan menganalisis Etnoparenting sebagai sumber pedagogi budaya dalam PAUD. Penelitian menggunakan kajian literatur naratif terhadap 24 artikel ilmiah nasional dan internasional terkait Etnoparenting, pengasuhan berbasis budaya, kearifan lokal, dan pedagogi budaya. Data ditelusuri melalui Google Scholar dan Scopus, kemudian dicatat menggunakan matriks telaah literatur yang memuat identitas artikel, fokus kajian, konteks budaya, praktik pengasuhan, nilai budaya, dan implikasi bagi PAUD. Data dianalisis secara tematik melalui pengodean, pengelompokan tema, dan sintesis interpretatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Etnoparenting bekerja melalui pembiasaan nilai, keteladanan, komunikasi budaya, pelibatan anak dalam tradisi, penggunaan bahasa lokal, serta relasi keluarga-komunitas. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan pembelajaran PAUD yang kontekstual, kolaboratif, dan responsif budaya.
789-799 -
Strategi Guru dalam Mengintegrasikan Media Proyektor untuk Menstimulasi Pemahaman Anak Usia Dini
Istighna Ayuningtyas, Fachrul Rozie, Febry Maghfirah, AzainilShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1358 | Check in Google Scholar
Masih sedikit penelitian yang mengeksplorasi strategi pedagogis guru dalam memoderasi penggunaan teknologi agar mampu menstimulasi pemahaman anak. Namun, di TK ini, teknologi menjadi bagian integral pembelajaran selama 15 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika integrasi teknologi, strategi guru dalam mengintegrasikan teknologi, tantangan yang dihadapi, dan dampaknya terhadap pemahaman anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru kelas yang memiliki pengalaman mengajar sejak 2005, dan mengamati pembelajaran 13 anak selama proses observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan pemanfaatan media teknologi proyektor digunakan sebagai integrasi teknologi pembelajaran berpikir kritis secara audiovisual pada anak terutama pengenalan konsep konkret. Strategi khusus yang ditemukan meliputi modifikasi kecepatan video pembelajaran agar sesuai dengan daya serap belajar anak serta penerapan teknik interaksi “berhenti dan bertanya” untuk menjaga keaktifan anak. Pembelajaran ini terbukti efektif dalam menyajikan materi yang menarik.
800-810 -
Implementasi Permainan Asen Naga Pada Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun
Nasywa Noor Hanyfa, Alifia Fahira Sari, Safira Bunga Cinta Fortuna, Lira Auditha, Fitri Anjarwati, Mariyani MariyaniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1576 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya aktivitas fisik dalam mendukung perkembangan motorik kasar anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi permainan asen naga pada keterampilan motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, dengan subjek anak usia 5–6 tahun dan peran guru. Instrumen penelitian berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berfokus pada kemampuan berlari, melompat, menjaga keseimbangan, dan koordinasi tubuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan asen naga dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, serta kemampuan keberanian, kerjasama, problem solving, dan sosial emosional. Implikasinya, permainan ini dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk anak usia dini.
811-820 -
Efektivitas Elektronik Book terhadap Perilaku Disiplin Membuang Sampah pada Tempatnya
Aam Ahmad Saepurohman, Deni Darmawan, Asep Nurjamin, Iman Nasrulloh, Usarov Jabbor EshbekovichShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1570 | Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan juga menguji kelayakan elektronik book sebagai media pembelajaran untuk anak usia dini di mana produk ini digunakan untuk media pembelajaran pada tema disiplin membuang sampah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan Research and Development dengan model ADDIE yang merupakan akronim dari analyze, design, development, implementation, dan evaluate). Subjek penelitian sejumlah 15 peserta didik di PAUD Al Ghifari Desa Dangiang Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut. Sebelum produk diuji efektivitasnya, produk divalidasi oleh ahli materi, bahasa, dan media. Instrumen untuk mengumpulkan data berupa angket dan lembar observasi. Hasil uji menunjukkan bahwa produk layak digunakan dengan hasil 85% dari ahli materi, 83% dari ahli media, dan 87% dari ahli bahasa. Uji efektivitas menggunakan paired sample t test yang memperlihatkan bahwa produk efektif meningkatkan perilaku disiplin membuang sampah. Dapat disimpulkan bahwa produk ini layak digunakan oleh guru PAUD di kelas pada materi disiplin membuang sampah.
821-830 -
Program SANBERQU (Santai Bersama Alqur’an) dalam Pembentukan Karakteristik Siswa di SMP Negeri 40 Medan
Mhd. Rifky Azmi, Hasrian Rudi SetiawanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1768 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Program SANBERQU (Santai Bersama Al-Quran) di UPT SMP Negeri 40 Medan membentuk karakter siswa, serta variabel apa saja yang berperan dalam proses tersebut. Strategi deskriptif digunakan dalam penelitian kualitatif ini. Siswa, guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan pengajar pendidikan agama Islam terlibat dalam pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Membaca Al-Quran, berdoa, dan memberikan khutbah agama yang mencakup ajaran Islam dan prinsip-prinsip moral adalah beberapa cara Program SANBERQU membantu siswa mengembangkan karakter keagamaan mereka, menurut hasil penelitian. Selain mengajarkan siswa tentang Islam, program ini memberi mereka kesempatan untuk tumbuh secara spiritual, mengembangkan pengendalian diri, dan mengadopsi pola perilaku yang lebih Islami. Untuk membangun lingkungan pendidikan keagamaan, Program SANBERQU bergantung pada dedikasi kepala sekolah, keterlibatan pengajar, dan dukungan keseluruhan dari komunitas sekolah. Sebagian siswa memiliki pemahaman yang dangkal tentang informasi keagamaan, sebagian lainnya kurang memiliki kemauan untuk aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan, dan minat siswa dalam pembelajaran agama telah terpengaruh oleh kemajuan teknologi dan globalisasi. Oleh karena itu, Program SANBERQU merupakan inisiatif sekolah yang bertujuan untuk membentuk karakter keagamaan siswa dengan secara konsisten menanamkan prinsip-prinsip keagamaan dalam kehidupan mereka.
831-835 -
Meaningful Literacy Learning in Early Childhood Education: An Analysis of Teacher Professional Development Needs
Dinar Nur Inten, Nurbiana Dhieni, Sri WulanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1686 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan profesional guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam implementasi literasi bermakna di Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan survei deskriptif yang mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif. Sebanyak 89 guru PAUD berpartisipasi dalam penelitian ini melalui kuesioner tertutup dan terbuka. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki pemahaman yang baik tentang literasi bermakna dan telah menerapkannya melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang berpusat pada anak, seperti bercerita, bernyanyi, bermain peran, dan membaca gambar. Namun, implementasi literasi bermakna masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan media pembelajaran, akses pelatihan, pendanaan, serta tekanan orang tua dan masyarakat terhadap kemampuan calistung. Guru membutuhkan pengembangan profesional yang praktis, kontekstual, dan berkelanjutan melalui pelatihan berbasis praktik, pendampingan, dan komunitas belajar profesional untuk mendukung implementasi literasi bermakna secara efektif.
836-850 -
Permainan Mencocokkan Gambar Digital untuk Meningkatkan Literasi Budaya pada Pendidikan Anak Usia Dini : Sebuah Intervensi Berbasis Wordwall
Latifatun Nabila, Nurul Ismaiyah; Suprianto SupriantoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1738 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi permainan Wordwall Memory Match dalam pengenalan literasi budaya anak usia dini di RA Nurul Hikmah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan satu guru kelas dan 11 anak kelompok B usia 5–6 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan implementasi permainan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi dengan materi budaya lokal. Anak secara spontan menyebutkan simbol budaya, memberi tepuk tangan saat teman berhasil, dan berani mencoba kembali setelah melakukan kesalahan. Penggunaan media digital interaktif meningkatkan keterlibatan, fokus belajar, kemampuan mengenali simbol budaya, serta perkembangan karakter sosial anak. Kesimpulannya, permainan Wordwall Memory Match efektif mendukung pembelajaran literasi budaya secara aktif, kontekstual, dan kolaboratif serta berimplikasi sebagai alternatif media pembelajaran bagi guru PAUD untuk memperkuat literasi budaya dan karakter sosial anak.
851-862
