Implementasi Problem Based Learning dengan Pendekatan Mendalam pada Materi Penerapan Sila Pancasila

Authors

  • Banniyatun Banniyatun Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia
  • Sutrisna Wibawa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa , Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/aulad.v9i2.1742

Keywords:

Problem Based Learning, Pendekatan Deep learning, Pemahaman Nilai Pancasila, Sekolah Dasar

Abstract

Pemahaman nilai-nilai Pancasila sejak sekolah dasar penting untuk membentuk karakter peserta didik sesuai tujuan pendidikan nasional. Namun, pembelajaran yang masih bersifat teoritis menyebabkan keterlibatan siswa dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan deep learning terhadap pemahaman siswa dalam penerapan prinsip-prinsip Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pre-test post-test yang melibatkan 12 siswa sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui tes tertulis sebelum dan sesudah pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman siswa sebesar 20 poin setelah penerapan pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL dengan pendekatan deep learning efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap penerapan prinsip-prinsip Pancasila dan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang lebih bermakna di sekolah dasar

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

References

Bahtiar, A., dkk. (2024). Social inquiry learning dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui aktivitas penyelidikan, diskusi, dan refleksi. Jurnal Pendidikan.

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.

Bruner, J. S. (1961). The act of discovery. Harvard Educational Review, 31(1), 21–32.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The "what" and "why" of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01

Edison, E., & Sowanto, S. (2021). Peningkatan self-confidence peserta didik melalui pembelajaran kooperatif. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2), 1500–1512. https://doi.org/10.31004/cendekia.v5i2.659

Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world, change the world. Corwin Press.

Harahap, N. (2021). Pembelajaran aktif dalam meningkatkan interaksi sosial peserta didik sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1), 45–56

Hasanah, N., & Pujiati, P. (2025). Implementasi pendekatan deep learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar.

Hidayat, A., & Kurniawan, D. (2023). Pengembangan website interaktif sebagai media pembelajaran digital untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jurnal Teknologi Pendidikan.

Hmelo-Silver, C. E., Duncan, R. G., & Chinn, C. A. (2007). Scaffolding and achievement in problem-based and inquiry learning: A response to Kirschner, Sweller, and Clark (2006). Educational Psychologist, 42(2), 99–107. https://doi.org/10.1080/00461520701263368

Hurlock, E. B. (1978). Child development (6th ed.). McGraw-Hill.

Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2017). Joining together: Group theory and group skills (12th ed.). Pearson.

Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2015). Models of teaching (9th ed.). Pearson.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Kemendikbudristek.

Maulana, A. (2020). Penerapan pembelajaran kolaboratif untuk meningkatkan keterampilan sosial peserta didik sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 101–110.

Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781316941355

National Research Council. (2000). Inquiry and the National Science Education Standards: A guide for teaching and learning. National Academies Press. https://doi.org/10.17226/9596

Nugraha, D., & Setiawan, A. (2021). Pembelajaran aktif dalam meningkatkan keberanian peserta didik sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(1), 30–40.

OECD. (2019). OECD Learning Compass 2030: A series of concept notes. OECD Publishing. https://www.oecd.org/education/2030-project/

Ormrod, J. E. (2020). Educational psychology: Developing learners (10th ed.). Pearson.

Pajares, F. (2002). Overview of social cognitive theory and of self-efficacy. Emory University. https://www.uky.edu/~eushe2/Pajares/eff.html

Partnership for 21st Century Learning. (2019). Framework for 21st century learning definitions. Battelle for Kids. https://static.battelleforkids.org/documents/p21/P21_Framework_DefinitionsBFK.pdf

Piaget, J. (1972). The psychology of the child. Basic Books.

Rahmawati, R., & Faradita, M. N. (2024). Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik sekolah dasar. Jurnal Basicedu.

Rifa, A., & Anwar, M. (2023). Efektivitas Problem Based Learning dalam meningkatkan pemahaman norma dan nilai sosial peserta didik sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar.

Rohmawati, R. (2024). Penerapan model pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar IPA di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar.

Santrock, J. W. (2018). Educational psychology (6th ed.). McGraw-Hill Education.

Sari, D., & Nugroho, A. (2021). Pengaruh pembelajaran kolaboratif terhadap kemampuan kerja sama peserta didik sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 6(2), 88–96.

Schunk, D. H. (2012). Learning theories: An educational perspective (6th ed.). Pearson.

Seibert, S. A. (2021). Problem-based learning: A strategy for developing critical thinking and problem-solving skills. Journal of Educational Research and Practice.

Siregar, R., dkk. (2022). Pengaruh Problem Based Learning terhadap hasil belajar peserta didik sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar.

Slavin, R. E. (2015). Cooperative learning: Theory, research, and practice (2nd ed.). Allyn & Bacon.

Solissa, R. (2024). Efektivitas Problem Based Learning dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik sekolah dasar. Jurnal Basicedu.

Supratman, S. (2025). Pengembangan karakter kerja sama peserta didik melalui pembelajaran kolaboratif di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(1), 1–12.

UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000379707

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Woolfolk, A. (2019). Educational psychology (14th ed.). Pearson.

Wulandari, D., Sukarno, S., & Matsuri, M. (2024). Analisis bibliometrik penelitian pembelajaran inkuiri pada pendidikan dasar. Jurnal Basicedu.

Zimmerman, B. J. (2000). Self-efficacy: An essential motive to learn. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 82–91. https://doi.org/10.1006/ceps.1999.1016

Downloads

Published

27-07-2026

How to Cite

Banniyatun, B., & Wibawa, S. (2026). Implementasi Problem Based Learning dengan Pendekatan Mendalam pada Materi Penerapan Sila Pancasila. Aulad: Journal on Early Childhood, 9(2), 740–747. https://doi.org/10.31004/aulad.v9i2.1742

Issue

Section

Research Articles