Identifikasi Kemampuan Regulasi Emosi dalam Pengasuhan Anak Usia Dini di Yogyakarta

Intan Puspitasari, Ega Asnatasia Maharani, Ali Tarmuji

Abstract


Penelitian mengenai hubungan regulasi emosi orang tua  dengan berbagai variabel pada anak telah banyak dilakukan. Namun belum pernah dilakukan penelitian mengenai identifikasi kemampuan orang tua  dalam meregulasi emosi khususnya di wilayah Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kemampuan regulasi emosi orang tua  serta strategi yang lebih sering digunakan dalam mengelola emosi dalam mengasuh anak usia dini. Subjek dari penelitian ini adalah 53 responden orang tua  yang memiliki anak berusia 2-7 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala regulasi emosi pengasuhan yang dikembangkan peneliti berdasarkan lima strategi regulasi emosi J.J. Gross. Skala terdiri dari 24 aitem dengan nilai koefisien reliabilitas sebesar α=0,937. Skala disajikan menggunakan Google Form dan disebarkan melalui jejaring sosial media. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 20 untuk mengkategorisasikan tingkat regulasi emosi responden. Hasil dari penelitian ini adalah responden memiliki tingkat regulasi emosi sedang (77,4%) dan tinggi (9,4%). Strategi regulasi emosi dengan nilai selisih rerata empiric yang paling mendekati rerata hipotetik adalah strategi attentional deployment dan response modulation. Sebaran data demografi yang kurang merata merupakan salah satu keterbatasan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar memberikan rekomendasi strategi regulasi emosi pada orang tua  khususnya di lingkup Yogyakarta. Lebih lanjut lagi, rekomendasi tersebut akan diintegrasikan dalam aplikasi regulasi emosi yang dapat digunakan secara mandiri oleh orang tua  untuk mengetahui kemampuan mengelola emosinya.  


Keywords


regulasi emosi; pengasuhan; anak usia dini

Full Text:

PDF

References


Anggraeni, R. (2022). Dampak Kekerasan Anak dalam Rumah Tangga. Universitas Jember.

Arjanggi, R., & Fauziah, M. (2021). Kesejahteraan psikologis ditinjau dari regulasi emosi pada ibu yang mendampingi anak sekolah dari rumah. Jurnal Psikologi Integratif, 9(1), 62–75.

Balzarotti, S., John, O. P., & Gross, J. J. (2010). An Italian adaptation of the emotion regulation questionnaire. European Journal of Psychological Assessment, 26(1), 61–67. https://doi.org/10.1027/1015- 5759/a000009

Bebko, G. M., Franconeri, S. L., Ochsner, K. N., & Chiao, J. Y. (2014). Attentional deployment is not necessary for successful emotion regulation via cognitive reappraisal or expressive suppression. Emotion, 14(3), 504–512. https://doi.org/10.1037/a0035459

Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299.

Haryono, S. A., Anggraini, H., & Muntomimah, S. (2018). Pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian dan kemampuan regulasi emosi anak usia dini. Jurnal Warna :Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.24903/jw.v3i1.204

Hasanah, T. D. U., & Widuri, E. L. (2014). Regulasi emosi pada ibu single parent. Jurnal Psikologi Integratif, 2, 86–92.

Husnianita, V., & Jannah, M. (2021). Perbedaan regulasi emosi ditinjau dari jenis kelamin pada kelas X sekolah menengah atas boarding school. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(5), 229–238. https://doi.org/10.30659/psisula.v2i0.13087

Ikasari, A., & Kristiana, I. F. (2018). Hubungan antara regulasi emosi dengan stres pengasuhan ibu yang memiliki anak cerebral palsy. Jurnal EMPATI, 6(4), 323–328. https://doi.org/10.14710/empati.2017.20101

Indrawati, T. (2020). Efektivitas program positif parenting dalam mengurangi stres pengasuhan pada ibu muda. Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 201–215. https://doi.org/10.24042/ajipaud.v3i2.7251

Kurniasari, A. (2019). Dampak kekerasan pada kepribadian anak. Sosio Informa, 5(1), 15–24.

Laily, E. (2012). Efektifitas pelatihan regulasi emosi untuk meningkatkan resiliensi pada ibu yang memiliki anak autis. Universitas Islam Indonesia.

Leo, B. C., & Hendriati, A. (2022). Perbedaan regulasi emosi anak usia 4-6 tahun berdasarkan emotional style ayah dan ibu. Psikodimensia, 21(1), 62–73. https://doi.org/10.24167/psidim.v21i1.3504

Margaretta, T., & Jaya, M. (2020). Kekerasan pada anak usia dini (Study kasus pada anak umur 6-7 tahun di Kertapati). Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan, 18(20), 171–180. https://doi.org/10.31851/wahanadidaktika.v18i2.4386

Morris, A. S., Criss, M. M., Silk, J. S., & Houltberg, B. J. (2017). The Impact of parenting on emotion regulation during childhood and adolescence. Child Development Perspectives, 11(4), 233–238. https://doi.org/10.1111/cdep.12238

Morris, A., Silk, J., Steinberg, L., Myers, S., & Robinson, L. (2007). The role of the family context in the development of emotion regulation. Soc Dev, 16(2), 361–388. https://doi.org/10.1111/j.1467-9507.2007.00389.x

Muarifah, A., Wati, D.E., & Puspitasari, I. (2020). Identifikasi bentuk dan dampak kekerasan pada anak usia dini di kota Yogyakarta. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 757–765. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.451

Mulyana, O. P., Izzati, U. A., Budiani, M. S., Dewi, N. W. S. P., Fatanzilu, I. F., & Anggraeni, D. W. (2020). Perbedaan regulasi emosi ditinjau dari jenis kelamin mahasiswa pada pandemi Covid-19. PSISULA: Prosiding Berkala Psikologi, 2(November), 238–250.

Nurlaela, S. (2016). Pengaruh pelatihan regulasi emosi untuk meningkatkan subjective well-being pada orang tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 5(2), 109. https://doi.org/10.12928/psikopedagogia.v5i2.7112

Ratnasari, K. A. (2017). Hubungan parenting stress, pengasuhan dan penyesuaian dalam keluarga terhadap perilaku kekerasan anak dalam rumah tangga. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo, 3(1), 85. https://doi.org/10.29241/jmk.v3i1.91

Rif’ati, M. I., & Suryanto, S. (2018). Pola regulasi emosi orang tua dengan anak temper tantrum. Temu Ilmiah Nasional Ikatan Psikologi Sosial.

Rubiani, A., & Sembiring, S. M. (2018). Perbedaan regulasi emosi pada remaja ditinjau dari faktor usia di Sekolah Yayasan Pendidikan Islam Swasta Amir Hamzah Medan. Jurnal Diversita, 4(2), 99. https://doi.org/10.31289/diversita.v4i2.1593

Rutherford, H., Wallace, N., Laurent, H., & Mayes, L. (2015). Emotion regulation in parenthood. Developmental Review, 36, 1–14. https://doi.org/10.1016/j.dr.2014.12.008

Septiani, D., & Nasution, I. N. (2017). Perkembangan regulasi emosi anak dilihat dari peran keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Psychopolytan (Jurnal Psikologi), 1(1), 23–30. http://ojsbimtek.univrab.ac.id/index.php/psi/article/view/330/191

Swastika, G., & Prastuti, E. (2021). Perbedaan regulasi emosi berdasarkan jenis kelamin dan rentang usia pada remaja dengan orang tua bercerai. Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 26(1), 19–34. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol26.iss1.art2

Wandasari, Y. (2019). Peran sosialisasi emosi oleh ibu & ayah terhadap regulasi emosi anak usia dini. Jurnal Experentia, 1(2), 12–20. https://doi.org/10.33508/exp.v7i2

Wati, D. E., & Puspitasari, I. (2018). Kekerasan terhadap anak, penanaman disiplin, dan regulasi emosi orang tua. Varia Pendidikan, 30(1), 21–26.

Zimmermann, P., & Thomson, R. A. (2014). New direction in developmental emotion regulation research across the life span: Introduction to the special section. International Journal of Behavioral Development, 38(2), 139–141. https://doi.org/10.1177/0165025413519015




DOI: https://doi.org/10.31004/aulad.v5i3.398

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2023 Intan Puspitasari, Ega Asnatasia Maharani, Ali Tarmuji

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.