Vol. 9 No. 3 (2026): August-December 2026
Total Articles: 25 | Total Pages: 298
Issue Coverage: 76 Author(s) from 6 Country(s)
Indonesia (71)
India (1)
Malaysia (1)
Philippines (1)
South Africa (1)
Zimbabwe (1)
Research Articles
-
Pengaruh Penggunaan Media Loose Parts Berbahan Alam Terhadap Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun
Alya Misna Lutara, Herlina Herlina, Rika Kurnia R, Salma SamputriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.656 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui kreativitas anak usia 5-6 tahun pada kelompok kontrol tanpa penggunaan media loose parts berbahan alam di TK Negeri PAUD Bontomanai, 2) mengetahui gambaran kemampuan kreativitas anak pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan perlakuan penggunaan media loose parts berbahan alam anak usia 5-6 tahun di TK Negeri PAUD Bomtomanai, 3) mengetahui pengaruh penggunaan media loose parts berbahan alam terhadap kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Negeri PAUD Bontomanai. Penelitan ini menggunakan metode kuantitatif, desain penelitian quasi experimental design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, tes dan dokumentasi. Tenik analisis data analisis deskriptif dan analisis nonparametrik. Hasil penelitian yang diperoleh dapat dilihat pada hasil uji wilcoxon yang menujukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh dari untuk kelas kontrol yaitu sig 0,007 < 0,05 artinya ada perbedaan kreativitas anak sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Adapun hasil perhitungan nilai signifikansi untuk kelas eksperimen memperoleh nilai sig 0,004 < 0,05. artinya ada pengaruh penggunaan media loose parts berbahan alam terhadap kreativitas anak.
863-875 -
Implementasi Metode Bercerita Dengan Media Gambar Kartun Hewan Terhadap Tumbuh Kembang Bicara Anak
Sartika Rahayu, M. Heri Yuli Setiawan, Feri Faila SufaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1660 | Check in Google Scholar
Kemampuan berbicara adalah pilar krusial dari perkembangan bahasa anak usia dini yang butuh dirangsang lewat pembelajaran yang atraktif. Penelitian ini bermaksud memaparkan penerapan metode bercerita dengan media gambar kartun hewan terhadap tumbuh kembang bicara anak usia dini . Penelitian memakai pendekatan kualitatif deskriptif bersama subjek 14 anak dan 1 guru kelas. Pengumpulan data dilakukan lewat observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data mengaplikasikan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa metode bercerita dengan media gambar kartun hewan (serta kartu hewan) memacu keikutsertaan anak dalam berbicara, menambah kosakata, memupuk keberanian berkomunikasi, dan menyokong perkembangan kognitif serta sosial emosional. Hasil ini membuktikan bahwa media visual berupa gambar yang memikat bisa menjadi opsi pembelajaran yang manjur untuk menstimulasi perkembangan bicara anak usia dini. Kata Kunci: metode bercerita, media gambar kartun hewan, perkembangan bicara anak usia dini.
876-886 -
Integrasi Deep learning dan Kurikulum Cinta dalam Pendidikan Seks Anak Usia Dini: Sebuah Kajian Literatur
Alfiatun Nisaa' Khirah Zaafirah, Muthmainnah Muthmainnah, Ika Budi MaryatunShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1433 | Check in Google Scholar
Pendidikan seks anak usia dini penting untuk membantu anak mengenali tubuh, memahami batas pribadi, dan mengembangkan keterampilan perlindungan diri, tetapi pelaksanaannya masih menghadapi hambatan komunikasi dan sensitivitas budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tema utama serta menyintesiskan hubungan antara pendidikan seks anak usia dini, Pembelajaran Mendalam, dan Kurikulum Berbasis Cinta. Penelitian menggunakan integrative literature review dengan artikel ilmiah yang memenuhi kriteria seleksi sebagai unit analisis. Data dikumpulkan melalui lembar ekstraksi dan matriks analisis, kemudian dianalisis menggunakan thematic synthesis melalui pengodean, pembentukan subtema, pengembangan tema, dan sintesis antartema. Hasil kajian menghasilkan empat tema, yaitu kesadaran tubuh dan perlindungan diri, kesiapan dan komunikasi pendidik, pembelajaran dialogis dan bermakna, serta relasi kasih dan rasa aman. Sintesis keempat tema menghasilkan Deep Love Learning Framework yang dapat mendukung pendidikan seks yang lebih bermakna, aman, dialogis, dan sesuai perkembangan anak.
887-900 -
Kesiapan Masuk SD dalam Kebijakan SPMB: Sintesis Ekologis tentang Transisi PAUD-SD
Dien Nurmarina Malik Fadjar, Maila Dinia Husni RahiemShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1682 | Check in Google Scholar
Transisi PAUD-SD penting dibahas karena keputusan masuk sekolah memengaruhi hak anak, kesejahteraan psikologis, dan mutu pembelajaran kelas awal. Artikel ini bertujuan mensintesis konsep kesiapan masuk SD dalam kebijakan SPMB serta merumuskan implikasi transisi berbasis ekosistem perkembangan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif-integratif; subjek kajian berupa 48 sumber yang mencakup artikel jurnal, buku teori perkembangan, dokumen kebijakan, dan pedoman lembaga internasional. Data dikumpulkan melalui penelusuran terarah pada Scopus, Google Scholar, DOAJ, laman regulasi, dan situs lembaga internasional menggunakan matriks ekstraksi literatur dengan indikator dimensi anak, keluarga, sekolah, asesmen, dan kebijakan. Analisis dilakukan dengan pengkodean tematik dan sintesis komparatif. Hasil menunjukkan bahwa kesiapan sekolah mencakup regulasi diri, sosial-emosional, bahasa, motorik, kognitif, dukungan keluarga, dan kesiapan sekolah menerima keragaman anak. Implikasinya, SPMB perlu menegaskan asesmen multidimensi, masa transisi ramah anak, serta larangan calistung sebagai syarat penerimaan SD.
901-915 -
Storytelling Method to Enhance Learning Interest in Indonesian Language Learning
Feni Lestari, Tri Shandra Abridinata WibowoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1759 | Check in Google Scholar
This study aims to analyze the implementation of the Storytelling method to enhance students’ learning interest in Indonesian Language learning in Grade VI at SD Negeri 2 Tugu Harum and to identify its supporting and inhibiting factors. The study employed a descriptive qualitative approach involving Grade VI students and their Indonesian Language teacher. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with the principal, the Indonesian Language teacher, and students, and documentation. Data were analyzed thematically through coding, categorization, cross-source comparison, and triangulation. The findings indicate that Storytelling, implemented through contextual story selection, simple visual media, expressive and interactive delivery, discussion, reflection, and evaluation, was associated with improvements in attention, participation, curiosity, and enjoyment. The observed indicators increased from a baseline range of 15–30% to 80–95% at the second implementation stage. Supporting factors included teacher creativity, student responsiveness, and school support, while the main constraints were limited instructional time and visual media. These findings suggest that Storytelling can function as a contextual and participatory strategy for Indonesian Language learning in primary schools.
916-925 -
Internalizing Islamic Educational Values through Parental Mediation: Digital Parenting Practices among Muslim Families in Mataram
Nani Husnaini, Saparudin Saparudin, Ahyar Ahyar, Abdulloh FuadiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1752 | Check in Google Scholar
This study aimed to analyze how Muslim parents mediate digital technology use among young children and how Islamic educational values are internalized through these digital parenting practices in Mataram City. This descriptive qualitative study involved six parents of children aged 3–7 in Mataram who actively mediated their children’s digital device use. Data were collected through interviews, non-participant observation, and documentation, and analyzed using Miles, Huberman, and Saldaña’s procedures of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings showed that parental mediation was implemented through restriction, active mediation, and co-use. Through these practices, the internalization of Islamic values occurred through four interrelated processes: value introduction through content curation and rules, meaning-making through dialogue and guidance, value habituation through parental role modelling and relational reinforcement, and value reaffirmation through correction, protection, and reflection. This study contributes to parental mediation theory by extending it from media-use regulation to Islamic value mediation and supports value-based digital parenting guidance in early childhood education.
926-944 -
Analisis Keterampilan Membaca Permulaan Anak Usia Dini: Studi Fenomenologi pada Usia 5–6 Tahun
Nanda Hadijah, Tri Wahyuningsih, Malpaleni SatrianaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1590 | Check in Google Scholar
Keterampilan membaca permulaan penting dikaji karena menjadi dasar perkembangan literasi dan kesiapan akademik anak usia dini. Kemampuan ini membantu anak memahami informasi dan mengikuti pembelajaran pada jenjang berikutnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan membaca permulaan anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian terdiri atas 12 anak dan guru kelas, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak telah mampu mengenal huruf, memahami hubungan bunyi dan bentuk huruf, serta membaca suku kata dan kata sederhana, meskipun beberapa anak masih mengalami kesulitan membedakan huruf mirip. Hasil ini menunjukkan pentingnya stimulasi membaca yang konsisten dan sesuai tahap perkembangan anak.
945-958 -
Pola Asuh Orang Tua Permisif terhadap Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun
Ima Ima, Nurdiansyah Nurdiansyah, Gia NikawantiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1704 | Check in Google Scholar
Kemandirian menjadi salah satu aspek yang perlu untuk dikembangkan sejak usia dini, Hal ini dipengaruhi oleh cara orang tua dalam mengasuh anak serta lingkungan disekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak dan faktor penyebab orang tua menerapkan pola asuh permisif terhadap kemandirian anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, Subjek penelitian terdiri dari tiga orang tua permisif dan anak usia 5-6 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemandirian anak yang di asuh dengan pola asuh permisif dapat berkembang apabila orang tua dapat memberikan kebebasan dalam melakukan berbagai aktivitas kecakapan hidup, tanggung jawab, dan tetap memberikan batasan dan aturan dengan cara penyampaian terhadap anak yang kooperatif.
959-968 -
Efektivitas Game Educaplay Terhadap Peningkatan Perilaku Konsumsi Sayur Anak Usia Dini
Sintia Desnawati, Nurheliza Azizah, Silma Aulia Maharani, Tetep Tetep, Abdul HakimShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1625 | Check in Google Scholar
Usia anak usia dini (golden age) merupakan masa krusial tumbuh kembang yang membutuhkan asupan gizi optimal, di mana rendahnya konsumsi sayur berisiko menurunkan status gizi dan meningkatnya karies gigi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media permainan Educaplay sebagai strategi intervensi untuk meningkatkan perilaku konsumsi sayur pada anak. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest terhadap sampel 15 anak di Kabupaten Garut. Pengumpulan data dilakukan mengunakan lembar observasi, yang kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata perilaku konsumsi sayur dari 6,53 (pretest) menjadi 13,87 (posttest) setelah intervensi (Ƥ = 0,001 < 0,05). Temuan ini mengimplikan bahwa pembelajaran berbasis permainan digital dapat menjadi strategi inovatif yang efektif dalam mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan karies gigi pada anak usia dini.
969-976 -
Analisis Kemampuan Problem Solving Anak Usia Dini melalui Permainan Gasing Mini Boncel
Alya' Azzah Salsabila, Chindy Aprisilia Saputri, Atiq Kartika, Adinda Thalia Megantara, Salsabila Rizqi Aulia, Fitri Anjarwati, Eniyawati Eniyawati, Rubie Bulosan JiminezShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1603 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan problem solving anak usia 5–6 tahun melalui permainan tradisional gasing mini Boncel. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya stimulasi kemampuan berpikir anak melalui kegiatan bermain yang bermakna dan dekat dengan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, dengan subjek sebanyak 24 anak, meskipun kehadiran subjek tidak selalu lengkap pada setiap pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan gasing mini Boncel mampu menstimulasi tahapan problem solving anak, mulai dari mengamati masalah hingga mengevaluasi dan memodifikasi strategi. Pada pertemuan kelima, terdapat 13 anak yang mampu bermain gasing secara langsung, 9 anak melalui proses bertahap, dan 2 anak belum berhasil. Permainan ini direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang mendukung perkembangan kognitif anak usia dini.
977-988 -
Kesadaran Fonologis Anak Usia 4–5 Tahun: Efektivitas Metode CBIFonik Berbasis Balanced Literacy
Nurul Hidajati, Kartika Rinakit Adhe, Wulan Patria Saroinsong, Suharti Suharti, Nurul Istiqfaroh, Syed Lamsah Syed ChearShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1628 | Check in Google Scholar
Stimulasi kesadaran fonologis di lembaga PAUD sering kali masih dilakukan secara terpisah dari kegiatan literasi yang bermakna dan menyenangkan. Kedaaan ini menjadi hambatan saat anak berproses dalam membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengaruh penerapan metode CBIFonik berbasis balanced literacy terhadap kesadaran fonologis anak usia 4–5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest yang melibatkan 15 anak kelompok A di TKIT Permata Kota Mojokerto. Data dikumpulkan melalui observasi pretest dan posttest menggunakan instrumen kesadaran fonologis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kesadaran fonologis anak, dari 13,67 pada saat pretest menjadi 21,20 pada saat posttest. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001, yaitu kurang dari 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Metode CBIFonik berbasis balanced literacy terbukti efektif dalam menstimulasi kesadaran fonologis anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan literasi yang menyenangkan, bermakna, dan terintegrasi, seperti menyimak cerita, bernyanyi, mengenali kata, serta mengidentifikasi bunyi bahasa.
989-1002 -
Peran Digital Parenting Terhadap Regulasi Emosi Anak 5-6 Tahun
Fitri Junianti , Suyadi Suyadi, Rohinah Rohinah, Nadia FuthiraShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1647 | Check in Google Scholar
Regulasi emosi merupakan kemampuan penting bagi anak usia dini yang perlu didukung melalui digital parenting di tengah meningkatnya penggunaan media digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran digital parenting terhadap regulasi emosi anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada satu keluarga di Cipayung, Jakarta Timur. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengawasan dilakukan melalui pembatasan durasi, pemantauan konten, dan pendampingan langsung, (2) konten digital memengaruhi emosi dan perilaku anak, (3) media digital dimanfaatkan untuk mengajarkan pengenalan dan pengelolaan emosi; (4) pendampingan digital memperkuat komunikasi emosional orang tua dan anak, (5) gawai digunakan sebagai alat penenang dengan manfaat dan risiko ketergantungan, (6) konsistensi aturan dan keterbatasan waktu menjadi hambatan digital parenting dan (7) digital parenting yang efektif berkontribusi pada penurunan tantrum, peningkatan kemampuan mengungkapkan perasaan, serta perkembangan regulasi emosi anak.
1003–1013 -
Media Loose Part sebagai Alat Pembelajaran Matematika Permulaan Anak Usia 4-5 Tahun
Sintia Rahmawati, Isti Rusdiyani, Ratih KusumawardaniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1269 | Check in Google Scholar
Pengenalan konsep matematika sejak usia dini penting sebagai dasar perkembangan kemampuan berpikir logis anak. Namun, pembelajaran matematika di PAUD masih cenderung menggunakan kegiatan yang kurang bervariasi dan belum banyak melibatkan pengalaman konkret. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media loose parts dalam mengenalkan konsep matematika permulaan pada anak kelompok A usia 4–5 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 15 anak, guru kelompok A, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loose parts digunakan dalam berbagai aktivitas bermain untuk mengenalkan konsep korespondensi satu-satu, bilangan, pola, klasifikasi, ukuran, perbandingan, ruang, waktu, dan geometri. Kendala yang ditemukan meliputi waktu persiapan dan pengelolaan material berukuran kecil. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji penerapan loose parts pada konsep matematika yang lebih spesifik.
1014–1027 -
Analisis Dampak Immersive Learning Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini: Sytematic Literature Review
Silmi Indah Fakhira, Munir Munir, Sekar SyawalahayatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1490 | Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan immersive learning sebagai inovasi pembelajaran yang relevan bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang konkret, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penerapan immersive learning terhadap perkembangan anak usia dini serta mengidentifikasi aspek perkembangan yang paling banyak dipengaruhi. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan subjek berupa artikel penelitian nasional dan internasional yang membahas penerapan Augmented Reality, Virtual Reality, dan Mixed Reality pada konteks PAUD. Analisis data dilakukan melalui sintesis naratif tematik dengan mengelompokkan temuan berdasarkan jenis teknologi dan aspek perkembangan anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa immersive learning memberikan dampak positif terhadap perkembangan kognitif, bahasa, sosial-emosional. Selain itu, aspek pendukung lainnya dapat meningkatkan motivasi belajar anak. Temuan ini menunjukkan bahwa immersive learning berpotensi mendukung pembelajaran PAUD yang lebih bermakna dan holistik apabila digunakan secara terarah dengan pendampingan guru yang tepat.
1028-1039 -
Analisis Penggunaan Media Pop-Up Book dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak Usia Dini
Agnes Sane Seran, Rizka Anisa Fitri, Nur HayatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1649 | Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji seberapa jauh efektivitas Pop-up book dalam meningkatkan fokus belajar anak prasekolah melalui ulasan literatur sistematis. Terdapat 23 artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 dari jurnal nasional yang terdaftar di Sinta dan jurnal internasional yang bereputasi, dianalisis mengikuti langkah-langkah protokol PRISMA, dari pengidentifikasian, penyaringan, evaluasi kelayakan, sampai dengan pemilihan studi yang sesuai. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pop-up book memiliki potensi untuk meningkatkan konsentrasi, perhatian, keterlibatan, dan motivasi belajar anak berkat rangsangan multisensori yang menyatukan unsur visual, taktil, dan kinestetik. Besar manfaatnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti desain tiga dimensi yang interaktif, pilihan warna yang menarik, tingkat kompleksitas mekanik yang sesuai dengan usia, kesesuaian tema, kompetensi pengajar dalam menggunakan media, tahap perkembangan anak, dan frekuensi penggunaan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, media ini pantas dijadikan pilihan inovatif untuk mendukung pembelajaran yang aktif dan berorientasi pada anak, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka dalam pendidikan anak usia dini.
1040-1050 -
Fenomena Peniruan Bahasa Anak Usia 5–6 Tahun pada Tayangan YouTube dalam Perspektif Vygotsky
Audy Putri Oktaviani, Ida Yeni Rahmawati, Muhammad ‘Azam MuttaqinShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1610 | Check in Google Scholar
Peniruan bahasa di era digital menjadi fenomena krusial karena tingginya intensitas interaksi anak dengan gadget. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena peniruan bahasa anak usia 5–6 tahun dari tayangan YouTube dalam perspektif sosiokultural Vygotsky. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, riset melibatkan 20 anak kelompok B sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi, lalu dianalisis secara interaktif model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan anak meniru kosakata, intonasi, ekspresi, dan gaya bicara dari YouTube, yang kemudian menyebar dalam interaksi sosial melalui teman sebaya. Temuan ini membuktikan YouTube berperan sebagai lingkungan kultural yang memberikan indirect scaffolding bagi bahasa anak. Implikasinya, diperlukan pendampingan aktif dari orang tua dan guru sebagai kurator digital agar anak mampu menyerap bahasa secara kontekstual.
1051-1059 -
Jarimatika Berbasis Teknologi untuk Meningkatkan Kemampuan Perkalian Satuan pada Murid Hambatan Pendengaran Fase B
Maria Agustina, Sukinah SukinahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1778 | Check in Google Scholar
Kemampuan perkalian merupakan keterampilan dasar matematika yang penting bagi murid tunarungu Fase B, tetapi pemahaman konsepnya masih menjadi tantangan karena murid tunarungu membutuhkan penyajian informasi yang visual, konkret, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi bernama PERSIK (Perkalian Asik Jarimatika) untuk meningkatkan kemampuan perkalian satuan pada murid tunarungu Fase B. Penelitian menggunakan Research and Development (R&D) model ADDIE dengan subjek 30 murid tunarungu kelas III–IV di SLB B Pangudi Luhur Jakarta dan SLB B Karya Bakti Don Bosco Wonosobo. Produk berupa aplikasi digital interaktif dengan menu Tujuan, Materi, Game, Evaluasi, dan Profil yang menyajikan materi melalui visual, animasi, video tutorial, dan permainan dengan umpan balik langsung. Validasi ahli materi dan media berada pada kategori baik, serta respons guru dan murid menunjukkan media menarik, mudah digunakan, dan sesuai karakteristik murid tunarungu. Uji coba skala besar menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 73 (pretest) menjadi 92 (posttest) dengan hasil uji Wilcoxon p < 0,05. PERSIK dinyatakan layak dan efektif sebagai alternatif media pembelajaran perkalian satuan.
1060-1071 -
Bridging Theory and Practice in Early Childhood Education: A Framework for of Curriculum, Pedagogy, and Assessment in Mashonaland West Province, Zimbabwe
Blessings Svodai Chimbidzikai, Ramashego MphahleleShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1676 | Check in Google Scholar
Early childhood education (ECD) policy in Zimbabwe promotes child-centred, play-based, and developmentally appropriate learning; however, a persistent gap between policy intent and classroom practice remains, particularly in resource-constrained settings. This study examined how ECD teachers in Mashonaland West Province, Zimbabwe, interpret and enact theory-informed curriculum, pedagogy, and assessment practices under conditions of limited resources. Guided by constructivist, sociocultural, and developmental perspectives, the study employed a qualitative case study design. Six early childhood teachers from three schools participated in face-to-face semi-structured interviews and classroom observations. Data were analysed thematically using Braun and Clarke's six-phase framework, with comparison across participants, schools, and data sources supporting interpretation. Four themes emerged: curriculum alignment with theoretical principles, pedagogical enactment of child-centred learning, assessment practices, and systemic barriers. Although teachers valued child-centred and developmentally appropriate practice, large class sizes, limited teaching and learning materials, insufficient professional development, and sociocultural expectations collectively encouraged teacher-directed instruction and summative assessment. The findings reveal that the theory-practice gap reflects not merely teacher knowledge but the interaction of policy expectations, material conditions, professional preparation, and local beliefs about appropriate teaching. The study contributes a context-responsive framework connecting teacher development, low-cost play-based strategies, practical formative assessment, and community engagement to strengthen holistic child development in under-resourced settings. These findings may inform comparable ECD systems facing similar implementation pressures.
1072–1083 -
The Integration of Digital Play Tools in Project-Based Learning for Early Childhood Education: A Systematic Literature Review
Muneeza Arshad, Asep Deni GustianaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1579 | Check in Google Scholar
This study aims to emphasize the significance of integrating digital plays in Project-Based Learning (PBL) in Early Childhood Education (ECE) for the overall development of children in modern classrooms. A research methodology of a systematic review was used, where ten high-impact research articles published in Scopus and Google Scholar databases from 2020 to 2025 were reviewed. These articles were related to early childhood settings and met certain predetermined selection criteria. The data was synthesized, and themes were identified to find patterns in the research. The study revealed that integrating digital plays in PBL is beneficial for motivating, developing, and enhancing cognitive skills, and for early literacy, while highlighting the role of teachers in integrating technology. A research gap was identified in relation to Indonesian society, and it was recommended that appropriate models of PBL be developed, teachers be trained, and more research be conducted in real-life settings in preschools.
1084–1092 -
Teachers’ Linguistic Backgrounds and Authentic Assessment: A Qualitative Study in Multilingual Early Childhood Education
Theresia Alviani SumShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1745 | Check in Google Scholar
Latar belakang: Asesmen autentik dapat kehilangan bukti perkembangan ketika bahasa ekspresi anak berbeda dari bahasa dokumentasi guru. Tujuan: Penelitian ini menganalisis bagaimana latar belakang kebahasaan guru membentuk asesmen autentik di kelas PAUD multibahasa. Metode: Studi kasus kualitatif melibatkan 10 guru dari 10 satuan PAUD yang dipilih secara purposif. Data berasal dari wawancara semi-terstruktur dan 10 set dokumen berupa ceklis, portofolio, dan catatan anekdot, lalu dianalisis melalui pengodean tematik, perbandingan lintas kasus, triangulasi sumber, dan pemeriksaan anggota. Hasil: Guru yang menguasai bahasa lokal anak lebih sering menggunakan catatan naratif dan observasi peka konteks, sedangkan guru yang praktiknya didominasi Bahasa Indonesia lebih mengandalkan daftar periksa terstruktur. Interaksi multibahasa anak juga belum sepenuhnya terwakili dalam dokumen formal. Kesimpulan: Repertoar kebahasaan guru memengaruhi cara bukti perkembangan dimunculkan, ditafsirkan, dan dicatat. Dokumentasi responsif bahasa serta pelatihan asesmen multibahasa diperlukan untuk meningkatkan keadilan asesmen.
1093–1105 -
Grandparenting dan School Readiness: Peran Mediasi Attachment pada Anak Usia Dini
Putri PanutiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1779 | Check in Google Scholar
School readiness merupakan konstrak multidimensional yang dipengaruhi oleh berbagai pengalaman perkembangan, termasuk lingkungan pengasuhan. Penelitian ini bertujuan menguji peran attachment sebagai mediator dalam hubungan antara grandparenting dan school readiness pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 56 anak usia 5–6 tahun yang diasuh secara rutin oleh kakek dan/atau nenek. Mereka dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen grandparenting berbasis Intergenerational Solidarity Theory, instrumen attachment berbasis Attachment Theory, dan instrumen school readiness berdasarkan National Education Goals Panel. Analisis mediasi dilakukan menggunakan PROCESS Macro Model 4 dengan teknik bootstrapping. Hasil menunjukkan bahwa grandparenting berhubungan positif dan signifikan dengan attachment. Attachment juga berhubungan positif dan signifikan dengan school readiness setelah grandparenting dikontrol. Pengaruh total dan pengaruh langsung grandparenting terhadap school readiness tidak signifikan. Sebaliknya, pengaruh tidak langsungnya melalui attachment signifikan, sehingga menunjukkan pola indirect-only mediation. Artinya, grandparenting berkontribusi terhadap kesiapan sekolah anak melalui terbentuknya kelekatan emosional dengan kakek-nenek. Temuan ini menegaskan bahwa kunci kesiapan sekolah anak terletak pada kualitas relasi emosional antara anak dan kakek-nenek, bukan sekadar pada keterlibatan mereka dalam pengasuhan
Kata Kunci: grandparenting; attachment; school readiness
1106–1116 -
Model Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal pada Anak Usia Dini
Rega Permata, Asep Deni GustianaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1476 | Check in Google Scholar
Model pembelajaran berbasis budaya lokal merupakan pendekatan penting dalam pendidikan anak usia dini karena berperan dalam pembentukan karakter, identitas, dan nilai-nilai budaya anak di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai model pembelajaran berbasis budaya lokal pada pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 11 artikel dari tahun 2020–2025 dikaji untuk mengidentifikasi bentuk, efektivitas, dan relevansi model pembelajaran berbasis budaya lokal, serta untuk mengidentifikasi kontribusi pengetahuan dan karakter anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa model seperti Project Based Learning, saintifik, pretend play, coaching berbasis literasi budaya, serta pengembangan kurikulum dan media berbasis budaya lokal memberikan gambaran adanya perkembangan yang bermakna pada berbagai aspek perkembangan anak berdasarkan hasil interpretasi temuan pada literatur yang dianalisis
1117–1127 -
Makna Filosofis dalam Mainan Tradisional: Identitas Budaya dan Transmisi Nilai di Museum Kolong Tangga, Indonesia
Tiara Permata Bening, Eko Suhendro BeningShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1734 | Check in Google Scholar
Selama ini, mainan cenderung dipandang sebagai media stimulasi perkembangan anak, sementara dimensi filosofis, simbolik, dan kultural yang direpresentasikan melalui bentuk, material, dan cara bermainnya belum banyak dikaji. Maka, penting untuk mengkaji mainan sebagai representasi nilai agar nilai positif yang terkandung dapat dimanfaatkan untuk anak usia dini. Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam mainan Indonesia dan mancanegara dari bentuk, bahan, dan cara bermain dalam koleksi Museum Kolong Tangga dan nilai yang diangkay oleh masyarakat dari mainan berasal. Pendekatan yang digunakan kualitatif eksploratif dan data dikumpulkan dari observasi, wawancara kepada kurator museum dan ahli psikolog lalu analisis dengan hermeneutika dan semiotik. Hasil mengungkapkan mainan mencerminkan kondisi geografis, struktur sosial, serta pandangan hidup komunitas asalnya. mainan mentransmisikan nilai keseimbangan, spiritualitas, keterhubungan dengan alam, identitas budaya, dan multikulturalisme. Memahami makna filosofis di balik mainan tidak hanya penting dalam pelestarian budaya, tetapi relevan dalam mendesain pendidikan anak usia dini yang bermakna.
1128–1140 -
The Role of the IGRA DIY Professional Organization in Strengthening RA Teachers' Science Literacy in the Era of the Merdeka Curriculum
Misbayani Misbayani, Vishal SinghShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1441 | Check in Google Scholar
Science literacy is an important competency for Raudathul Athfal (RA) teachers because it supports the implementation of exploratory learning in the Merdeka Curriculum. This study aims to analyze the role of the Yogyakarta Special Region IGRA in strengthening RA teachers' science literacy. The study uses a qualitative approach with a case study design, involving one IGRA administrator and three RA teachers selected purposively. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, then analyzed using thematic analysis techniques. The results of the study indicate that IGRA DIY facilitates the development of teacher competencies through continuous training, peer collaboration, and professional mentoring. Although science literacy programs are still limited, various strategies such as tiered training, demonstrations of simple science activities, and the development of Islamic value-based materials help teachers implement inquiry-based science learning. The implications of this research confirm that professional organizations have a strategic role in encouraging the improvement of RA teachers' science literacy and strengthening value-based and contextual learning practices.
1141–1150 -
Memberdayakan Guru melalui Strategi Berbasis Kompetensi untuk Pendidikan Rehabilitasi Inklusif
Farah Rizkita Putri, Isna Maylani, Wafiq Nurul HudaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1336 | Check in Google Scholar
Pendidikan rehabilitasi bagi anak dengan disabilitas penting untuk mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan fisik dalam pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan kompetensi guru dan strategi penguatannya. Penelitian menggunakan mixed-methods dengan desain eksplanatori sekuensial pada 100 guru sekolah inklusif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner Likert 5 poin dan dianalisis dengan statistik deskriptif, uji t independen, dan ANOVA; data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan skor rata-rata relatif paling rendah pada kompetensi teknologi (M = 2,85), sedangkan kompetensi sosial relatif paling tinggi (M = 3,50). Perbedaan signifikan ditemukan pada kompetensi teknologi berdasarkan lokasi sekolah dan kompetensi pedagogik berdasarkan jenjang pendidikan. Temuan kualitatif menegaskan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi, kolaborasi multidisiplin, dan pemanfaatan teknologi. Implikasinya adalah perlunya pengembangan profesional berkelanjutan, dukungan spesialis, dan penguatan akses teknologi yang kontekstual.
1151-1160
