Pengaruh Role Playing terhadap Pengenalan Literasi Numerasi di Taman Kanak-kanak Twin Course Pasaman Barat

Main Article Content

Elvi Yulianti Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Padang, Indonesia
Indra Jaya Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Padang, Indonesia
Delfi Eliza Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Padang, Indonesia

Abstract

Bermain peran (role playing) merupakan aktivitas yang penting di Taman Kanak-kanak untuk pengenalan literasi numerasi. Bermain peran (role playing) memperkaya kosa kata anak melalui komunikasi, tindakan dan gerak-gerik, dengan menggunakan alat peraga. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Kanak-kanak Twin Course Pasaman Barat pada kelas B2 dab B3 sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan role playing dan kelas kontrol menggunakan metode ceramah.  Jumlah anak kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu 12  orang anak pada masing-masing kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Role Playing terhadap pengenalan literasi numerasi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk quasy eksperiment dengan teknik pengumpulan data yaitu menggunakan tes pengetahuan dan perbuatan.  Kemudian data diolah dengan uji perbedaan (t-test). Berdasarkan perhitungan uji t (t-test) diperoleh thitung sebesar 2,667 dan ttabel sebesar 2,074 pada taraf nyata α = 0,05 dan dk = 22. Maka dapat disimpulkan bahwa role playing berpengaruh dalam pengenalan literasi numerasi pada anak di Taman Kanak-kanak Twin Course Pasaman Barat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Yulianti, E., Jaya, I., & Eliza, D. (2019). Pengaruh Role Playing terhadap Pengenalan Literasi Numerasi di Taman Kanak-kanak Twin Course Pasaman Barat. Aulad : Journal on Early Childhood, 2(2), 41-50. Retrieved from https://aulad.org/index.php/aulad/article/view/33

References

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdiknas. (2003). Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.
Eliza, Delfi. (2017). Emergen Literacy Based on Wordless Picture Book to Introduce Minangkabau Cultural Value and Identity for Early Childhood. International Conference of Early Childhood Education. Vol. 169. Hal. 284-288
Ivanna K. Lukie et al. (2013). The Role of Child Interests and Collaborative Parent-Child Interactions in Fostering Numeracy and Literacy Development in Canadian Home. Early Childhood Educ J. DOI 10.1007/s10643-013-0604-7.
Kemendikbud. (2017). Gerakan Literasi Nasional. Jakarta: Sekretariat TIM GLM Kemendikbud.
Loizou, Eleni. (2017). Towards Play Pedagogy: Supporting Teacher Play Practices with a Teacher Guide about Socio-Dramatic and Imaginative Play. European Early Childhood Education Research Journal, DOI: 10.1080/1350293X.2017.1356574, 784-795
Rowell, phillip. (2010). The world is a child’s stage-dramatic play and children development. The magazine of National Childcare Accreditation Council. Issues 36 Desember, page 16-18
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Syafril. (2010). Statistika. Padang: Sukabina Press
Wee, Su-Jeong, dkk. (2016). Children’s Understanding of Racial Diversity through Role-Play: A Case Study of Kindergarteners in South Korea. Asia-Pacific Journal of Research in Early Childhood Education. Vol. 10, Page 125-149