Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Total Articles: 27
Issue Coverage: 41 Author(s) from 1 Country(s)
Indonesia (38)
Research Articles
-
Pengaruh Gedget terhadap Aspek Perkembangan Bahasa pada PIAUD
Nidya Fitri, Rita Zahara Kamsir, Alfadila Hasan, Herianto Hasibuan, Jamal Mirdad, Afriwe AfriweShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.282 | Check in Google Scholar
Penelitian ini disebabkan adanya pengaruh gadget terhadap aspek perkembangan bahasa pada PIAUD. Penelitian ini dilakukan untuk menjabarkan pengaruh gadget terhadap aspek perkembangan bahasa pada PIAUD. Penelitian ini menggunakan Penelitian kuantitatif dengan sampel lima sekolah RA di Kabupaten Dharmasraya yang diambil secara random sampling. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji regresi, uji koefisen korelasi, dan uji koefisien determinasi. Temuan Penelitian ini membuktikan bahwa gadget berpengaruh terhadap aspek perkembangan bahasa pada PIAUD karena penggunaan gadget di bawah pengawasan orang tua, secara langsung berdampak terhadap perkembangan bahasa pada PIAUD dan meningkatnya hasil belajar PIAUD selama proses pembelajaran1-8 -
Persepsi Mahasiswa Terhadap Penggunaan Aplikasi Kahoot pada Mata Kuliah Neurosains Anak Usia Dini
Isnaini Isnaini, Ambiyar Ambiyar, Ishak Aziz, Afriwes AfriwesShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.280 | Check in Google Scholar
Hadirnya teknolgi komunikasi di dekat kita membawa kemudahan pada segala hal. salah satunya yaitu dikembangkan serta implementasikan secara tepat di bidang pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan aplikasi kahoot pada mata kuliah Neurosains anak usia dini. Menggunakan metode kualitatif dengan membuat kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa dengan jumlah responden sebanyak 24 mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan cara klasifikasi data, kemudian memberikan penafsiran terhadap data tersebut. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kahoot memiliki potensi untuk, mengoptimalkan, memotivasi dan meningkatkan minat mahasiswa dalam belajar. Persepsi mahasiswa terhadap penggunaan aplikasi kahoot adalah sangat positif dengan kategori indeks total mencapai 82,14%. Persepsi mahasiswa terhadap aplikasi kahoot adalah aplikasi kahoot dapat meningkatkan minat dan motivasi dalam belajar serta membantu proses pembelajaran untuk lebih bermakna. Kemudian mahasiswa sangat setuju jika aplikasi kahoot digunakan sebagai alat evaluasi dan mahasiswa juga merekomendasikan penggunaan aplikasi kahoot pada mata kuliah yang lainnya9-14 -
Dampak Kegiatan Bermain Peran Dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun
Fitri NurhayatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.212 | Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dampak dari kegiatan bermain peran untuk meningkatkan kemampuan berhitung pada anak usia dini. Penelitian ini juga bermaksud menyelidiki kemampuan berhitung anak yang muncul melalui kegiatan bermain peran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dengan desain penelitian matching pretest-post-test control group design. Pengamatan dan wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi dari anak-anak TK yang terlibat dalam penelitian ini. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dan kemampuan berhitung anak-anak dalam kelompok eksperimen, yang menunjukkan bahwa kemampuan berhitung anak meningkat setelah melakukan kegiatan bermain peran. Selain itu hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang telah melakukan kegiatan bermain peran dapat mengembangkan sikap positif terhadap proses berhitung. Pada akhirnya hasil penelitian ini dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya
15-21 -
Efektivitas Role Playing Terhadap Kemampuan Kosakata Anak Usia Dini
Winarti Winarti, Aprilia Wahyuning FitriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.290 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh permainan role playing terhadap kemampuan serta mengetahui tingkat efektifitas permainan role playing terhadap kemampuan kosakata anak usia 4-5 tahun di RA Darusalam Wotbuwono. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pre-eksperimental design yang dilakukan dengan tahapan pre-test dan post-test. penelitian ini dilaksanakan selama 6 hari. Hasil penelitian menunjukan kemampuan kosakata meningkat setelah adanya perlakuan. Pengenalan benda-benda sekitar, kata kerja, kata sifat. Kemampuan kosakata anak sebelumnya cenderung sangat rendah, selanjutnya anak diberi treatment berupa permainan role playing selama 3 hari, kemudian anak diberikan test yang sama sebagai post-test. Hasil skor post-test menunjukan peningkatan nilai yang artinya kemampuan kosakata anak meningkat setelah diberikan treatment.
22-29 -
Meningkatkan Keterampilan Meremas melalui Messy Play
Siti Nurkhasanah, Aprilia Wahyuning FitriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.291 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan meremas melalui messy play di Pos PAUD Pelita Hati Miritpetikusan. Metode ini memakai metode penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggert dengan modal spiralyang memiliki arti bahwa pelaksanaan dilakukan secara berulang, dengan melakukan perencaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus dan setiap siklus dilaksanakan selama 3 hari. Hasil penelitian untuk keterampilan meremas melalui messy play, untuk 16 anak ditanyakan meningkat dengan indikator mengikuti meremas adonan dengan hasil yang sangat baik, membedakan meremas benda dengan hasil yang sangat baik, menunjukkan cara meremas dan membuat benda dengan hasil yang sangat baik, mengulangi meremas sesuia dengan yang dicontohkan dengan hasil yang sangatbaik , mengulangi meremas spon dengan hasil yang sangat baik
30-40 -
Identifikasi Perkembangan Berpikir Simbolik Anak Usia Dini dalam Masa Pandemi
Halimatus Sakdiah, Nenny MahyuddinShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.294 | Check in Google Scholar
Pembelajaran yang dilaksanakan jarak jauh di rumah saja menimbulkan perubahan proses pembelajaran bahkan penurunan pada hasil belajar anak terutama anak usia dini. Sejak adanya masa pandemic covid-19 muncul kendala dalam pendidikan yaitu berubahnya proses pembelajaran tatap muka menjadi daring atau jarak jauh Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan hasil data dari identifikasi terhadap perkembangan berpikir simbolik anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Talamau. Metode dari penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan berpikir simbolik anak dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) namun belum mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan juga terdapat anak yang masih dalam kategori Mulai Berkembang (MB). Hal ini dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi bukan hanya terdapat pada anak saja akan tetapi keadaan yang kurang mendukung untuk mengembangkan perkembangan simbolik anak salah satunya disebabkan oleh pembelajaran secara online dalam masa pandemi41-48 -
Kesulitan Orang Tua dalam Penerapan BDR di Kelurahan Karot Kabupaten Manggarai Tahun 2021
Theresia Alviani Sum, Maria Fatima Mardina Angkur, Yuliana AtradewShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.102 | Check in Google Scholar
Dua lembaga PAUD yang terletak di Kelurahan Karot Kabupaten Manggarai yaitu TK Santu Fransiskus Asisi Karot dan PAUD Hamba Maria melaksanakan kegiatan belajar dari rumah karena pandemic covid 19. Situasi ini memaksa para orang tua beralih fungsi menjadi guru di rumah dengan segala keterbatasan pengetahuan dan dan kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mendalami proses belajar dari rumah yang dilaksanakan oleh kedua lembaga serta peran orang tua dalam membantu anak belajar dari rumah. Beberapa hal yang digali adalah bagaimana orang tua membimbing dan membelajarkan anak, menciptakan lingkungan belajar serta media yang disiapkan orang tua untuk mendukung pembelajaran anak di rumah serta kendala yang dihadapi orang tua. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kulitatif dengan menggunakan instrument angket, wawancara dan observasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan banyak orang tua yang bingung, tidak tahu apa-apa, belum siap dan merasa terbebani karena begitu banyak kegiatan yang harus diurus termasuk membantu anak belajar terutama dirasakan para orang tua dengan pekerjaan tetap baik di kantor atau tugas lain sebagai ASN. Hal ini kemudian berdampak pada kualitas pembelajaran yang diterima anak-anak49-56 -
Book Sebagai Sarana Peningkatan Membaca Kalimat Sederhana di Kelas Awal
Uyu Muawwanah, Zulela M.S., Fahrurrozi FahrurroziShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.126 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan media big book sebagai sarana meningkatkan kemampuan membaca kalimat sederhana di kelas awal. Kemampuan membaca di kelas awal sangat berperan penting sebagai fondasi atau dasar penentu keberhasilan dalam kegiatan belajar siswa. keterampilan membaca yang minim, sehingga dapat mempengaruhi pada prestasi akademik dan psikologis anak. Jika pembelajaran membaca dan menulis di kelas awal tidak kuat, pada tahap membaca dan menulis lanjut siswa akan sulit memiliki kemampuan membaca dan menulis yang memadai. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, di mana data yang dihasilkan dituangkan dalam suatu deskripsi yang menggambarkan hasil keseluruhan dari penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan di MI Ats-Tsauroh Kota Serang. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media pembelajaran big book sangat efektif digunakan untuk siswa siswa kelas awal. Pada kegiatan mambaca kalimat sederhana.
57-65 -
Penggunaan Media Pembelajaran PAPIKA Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini
Puspita Dwi Saputri, Suyadi SuyadiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.268 | Check in Google Scholar
Media pembelajaran PAPIKA di PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal Medan merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Dalam meningkatkan motorik halus anak yang telah diterapkan oleh pendidik untuk memfokuskan kepada peserta didik supaya bersikap tanggung jawab dan jujur. Bahwa permainan PAPIKA yang telah dilakukan guru untuk mengembangkan dan meningkatkan motorik halus anak. Penelitian ini dilakukan di medan karena sebagai bentuk motivasi bagi sekolah, guru dan juga siswa. Adapun metode yang dilakukan dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini diketahui bahwa dalam menggunakan media pembelajaran PAPIKA di PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal Medan dapat berperan aktif, karena dengn menggunkan media pembelajaran ini anak lebih mudah memahami secara faktanamun tetap dalam pantauan guru, bahwa bermain PAPIKA yang dilakukan pada anak usia dini terdapat aspek baik dari segi keaktifan anak dan juga rasa ingin tahunya dan motorik halusnya dapat bersikap sopan santun serta jujur terhadap guru dan juga teman-temannya.
66-70 -
Media Marbel Flashcard untuk Mengenal Angka pada Anak Usia Dini
Aqmal Roziana, Uswatun KhasanahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.298 | Check in Google Scholar
Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembnagan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selnajutnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak terhadap kemampuan mengenal angka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tahapan penelitian dalam melaksanakan penelitian antara lain persiapan, pelaksanaan dan pengolahan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu wawancara, observasi dan studi dokumen dengan menggunakan pedoman wawancara dan pedoman observasi sebagai alat bantu. Hasil penelitian dengan mereduksi data kualitatif didapatkan bahwa 1) perkembangan kognitif penting untuk di tingkatkan pada usia emas (golden age) sebab terjadi pada lima tahun pertama dalam kehidupan anak. Maka proses kegiatan pembelajaran kognitif sangat penting dan efektif diterapkan dengan kegiatan bermain; 2) perkembangan pada anak usia dini berada dalam masa pra operasional sehingga belum dapat berpikir secara abstrak; 3) melalui metode bermain menggunakan media marbel flashcard angka, memberikan pertanyaan pada anak ketika sedang melakukan kegiatan71-76 -
Implementasi Media Loose Parts untuk Mengembangkan Aspek Motorik Halus Anak Usia Dini
Asih Setianingsih, Iys Nur HandayaniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.301 | Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas mengenai pembelajaran media loose parts yang perlu diimplentasikan sebagai bahan ajar yang dapat digunakan oleh anak usia dini. Media pembelajaran berbasis loose parts dapat memudahkan anak dalam pencapaian aspek perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi media loose parts untuk mengembangkan aspek motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana peneliti akan secara spesifik dan alamiah menggambarkan terkait data berupa fakta-fakta secara nyata dari pelaksanaan pembelajaran. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian diskriptif kualitatif yang datanya diperoleh melalui penelitian yang telah dilaksanakan di TK Hardikasiwi. Media loose parts menjadi salah satu solusi bagi pendidik untuk meningkatkan perkembangan anak melalui keterampilan motorik halus. Media pembelajaran loose parts yang dilaksanakan di TK Hardikasiwi Sidomoro dalam proses kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan aspek perkembangan motorik halus anak sudah berkembang dengan baik
77-86 -
Teknologi Augmented Reality dalam Mengembangkan Kreativitas pada Anak Usia Dini pada Masa Covid-19
Dera Puspawati, Suyadi SuyadiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.324 | Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi dinilai sangat penting dalam bidang pendidikan pada masa covid-19, perubahan gaya belajar pada masa covid-19 mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman dalam pembelajaran yang menggunakan teknologi, agar perkembangan anak bisa berkembang dengan baik, maka harus menggunakan pembelajaran yang menarik salah satunya dengan menerapkan teknologi augmented reality sebagai media pembelajaran bagi anak. Anak membutuhkan media pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui teknologi augmented reality dalam mengembangkan kreativitas pada anak usia dini dimasa covid-19. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pengumpulan informasi serta melakukan observasi di PAUD Saadatudarain Gaung, terkait tentang teknologi augmented reality dalam mengembangkan kreativitas pada anak usia dini pada saat covid-19. Dalam tulisan ini menyatakan bahwa teknologi sangat berperan penting dalam pengembangan kreativitas pada anak karna dapat menarik dan perhatian minat belajar anak serta menambah imajinasi kreativitas pada anak.
87-92 -
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus melalui Messy Play
Siti Nuryanah, Luthfi Aji RamdhaniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.323 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan messy play di Pos PAUD Kasih Bunda Desa Sidomoro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis and Taggart dengan model spiral dimana pelaksanaannya dilakukan secara berulang-ulang dengan 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun yang jumlahnya 10 anak dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Penelitian ini di lakukan dengan 2 siklus selama 6 hari. Hasil penelitian untuk kemampuan motorik halus melalui messy play di nyatakan meningkat dengan indikator : mengikuti mencetak pasir sangat baik, menirukan membentuk dengan plastisin sangat baik, menunjukkan cara melukis dengan jari tangan( finger painting) sangat baik, membedakan biji-bijian sangat baik
93-98 -
Upaya Stimulasi Perilaku Kedisiplinan Melalui Metode Bercerita Big Book Berseri Pada Anak Usia 4-5 Tahun
Septika Windriyani, Anti IsnaningsihShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.321 | Check in Google Scholar
Kurangnya variasi media dalam stimulasi kedisiplinan anak menjadi pemicu permasalahan anak dalam berdisiplin. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan pada 20 anak usia 4-5 tahun melalui media big book berseri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas melalui dua siklus dengan empat tahap setiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan observasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kedisiplinan melalui media big book berseri yakni meningkat 34% pada siklus I dan meningkat 56% pada siklus II.
99-104 -
Kajian Sistem Penilaian Portofolio Berdasarkan Kompetensi Pedagogik Guru
Miftahul Jannah, Sukiman Sukiman, Na’imah Na’imahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.273 | Check in Google Scholar
Kompetensi pedagogik harus dimiliki oleh setiap guru, termasuk para guru RA Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi sistem penilaian portofolio berdasarkan kompetensi pedagogik guru di RA Rumah Kreatif Wadas Kelir serta dampak positif dan negatifnya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis dilakukan secara induktif; reduksi, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Sistem penilaian portofolio diimplementasikan berdasarkan kompetensi pedagogik oleh para guru di RA Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto. Kompetensi pedagogik meliputi penguasaan ilmu pendidikan, pemahaman dan pengembangan potensi peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta sistem evaluasi pembelajaran. (2) Dampak positif atas implementasi penilaian portofolio berdasarkan kompetensi pedagogik disediakan berbagai media yang mendukung terlaksana kegiatan penilaian. (3) Dampak negatifnya, sebagian besar SDM tidak memiliki kualifikasi akademik guru PAUD105-110 -
Pengaruh Pendekatan Whole Language Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak Usia 5-6 Tahun
Aprilia Wahyuning Fitri, Labibatul UmmahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.276 | Check in Google Scholar
Anak usia dini memiliki resiko paling tinggi terkait kesulitan membaca pada saat anak memasuki jenjang sekolah karena kemampuan verbal yang sedikit, kurang kesadaran fonologis dan kurang pengetahuan huruf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaru pendekatan whole language terhadap kemampuan membaca permulaan anak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pre-eksperimental design yang dilakukan berdasarkan tahapan pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah 30 anak usia 5-6 tahun di RA Al Hikmah Murtirejo. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, kuisioner dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan Paired Samples T-Test dengan taraf signifikansi 0.05. Hasil uji Paired Samples T-Test sebesar 0.88665 atau 0.88665 < 0.05 yang berarti terjadi perubahan kemampuan membaca permulaan antara sebelum dan sesudah diberlakukanya treatment berupa pendekatan whole language
111-116 -
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Na'imah Na'imahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.288 | Check in Google Scholar
Bahasa merupakan alat komunikasi manusia dalam berinteraksi dengan hakikat kehidupan sehari-hari untuk memperoleh tujuan tertentu. Keterampilan berbahasa dimiliki oleh anak sejak lahir hingga orang tua dimanapun mereka berada. Hal itu ditandai dengan suara yang keluar dari mulut, meski terkadang tidak jelas. Penelitian ini mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak pada masa pandemi Covid-19 di Canden, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan perspektif psikolinguistik. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan pengambilan sampel data pada sepuluh anak rentan usia 3-5 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa perolehan anak usia dini membentuk cara dan kegembiraan. Cara mendapatkan bahasa yang ditemukan melalui; meniru, mengingat, bertanya, dan menceritakan. Dengan demikian, proses memperoleh bahasa anak usia 3-5 tahun terletak dalam bentuk cara dan rangsangan
117-126 -
Peningkatkan Kemampuan Motorik Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Tari Kreasi Madura
Tarich Yuandana, Angga FitriyonoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.296 | Check in Google Scholar
Masa anak usia dini merupakan saat yang tepat melatih keterampilan motorik salah satunya melakukan tari kreasi. Tari merupakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak karena dalam kegiatan anak belajar sambil bermain. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah mendapat data yang diperlukan dilanjutkan dengan menganalisis data yaitu dengan menghubungkan antara masalah dan konsep teori yang relevan. Hasil penelitian ini Tari kreasi Madura dalam pembelajaran di sanggar Tarara Bangkalan terdapat 4 tari kreasi namun dalam penelitian mendapatkan hasil dua tari kreasi yang dianggap berperan yaitu tari balap kadhu’ (40%) dan tari bhuk marliyeh (35%), kedua tari kreasi dianggap berperan dalam meningkatkan motorik berdasarkan indikator kemampuan lokomotor dan non-lokomotor. Dari keseluruhan anak usia dini yang berlatih tari kreasi di sanggar Tarara sudah mencapai standar keberhasilan yang ditentukan dan menunjukkan kemampuan motorik berkembang sesuai harapan127-132 -
Pengembangan Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Mengajar Calon Guru PAUD
H. M. Nasirun, Anni Suprapti, Mona Ardina, Indrawati IndrawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.303 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah melalui pengembangan video pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan mengajar mahasiswa. Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah 66 mahasiswa PG PAUD FKIP Universitas Bengkulu yang juga merupakan calon guru PAUD. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penilaian atas penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) video pembelajaran, isi video pembelajaran yang meliputi kegiatan pembukaan, inti, dan penutup, serta aspek teknis video pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan uji statistik rerata dan nilai ketuntasan dengan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan mengajar melalui pembuatan dan pengembangan video pembelajaran, baik pada aspek penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); kegiatan pembelajaran (pembukaan, inti dan penutup) maupun aspek teknis video pembelajaran dimana pada siklus satu rerata nilai yang diperoleh untuk semua aspek adalah 3,4 atau ketuntasan 68% meningkat pada siklus kedua dengan rerata 4,1 atau ketuntasan 82%.
133-139 -
Manajemen Model Pembelajaran Beyond Centers and Circle Time (BCCT) Secara Blended Learning
Ibdaul Latifah, Ade Lya Yulianti, Radhiyyatul HasanahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.304 | Check in Google Scholar
Pendemi Covid-19 merubah segala aspek kehidupan tidak terkecuali dengan sistem pendidikan. Blended Learning adalah salah satu perubahan sistem pendidikan yang terjadi ketia pandemic Covid-19 dengan memadukan antara tatap muka dengan tatap maya. Penelitin ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang proses Manajemen Model Pembelajaran Beyond Centers and Circle Time secara Blended Learning. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini mendeskripsikan bahwa proses manajemen model pembelajaran Beyond Centers and Circle Time secara Blended Learning diawali dengan perencanaan membuat kebijakan, aturan, RPPH, RPPM dalam menghadapi pembelajaran Blended Learning, pelaksanaan dilakukan dengan tiga hari offline dan tiga hari Online. Offline dengan Home Visit dan tatap muka terbatas sedangkan Online dengan menggunakan Whatsapp Group serta video pembelajaran.
140-146 -
Identifikasi Kemampuan Fluency Anak Usia Dini pada Pembelajaran STEAM Project Based Learning
Suci Utami Putri, Pitria PitriaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.307 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang proses pembelajaran STEAM-Project based learning yang dapat diimplementasikan di dalam pembelajaran PAUD. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan desain embedded. Subjek yang terlibat di dalam penelitian sejumlah 5 orang anak usia 4-5 tahun yang diamati secara intensif perkembangan kemampuan fluencynya selama 1 bulan terlibat di dalam pembelajaran STEAM-PBL. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas belajar dan kemampuan berpikir fluency anak. Data aktivitas belajar dipaparkan dalam bentuk narasi sedangkan data perkembangan anak dianalisis secara kuantitatif menggunakan teknik skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar anak di dalam pembelajaran STEAM berjalan kondusif pada setiap tahap yang terdiri dari tahap reflection, research, discovery, application, dan communication. Sementara itu perkembangan kemampuan fluency anak cenderung mengalami peningkatan yang positif setelah terlibat di dalam pembelajaran STEAM-PBL
147-155 -
Penerapan Media Puzzle Geometri untuk Kemampuan Geometri Anak
Rahmani Rahmani, Dadan SuryanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.308 | Check in Google Scholar
Penelitian ini adanya latar belakang pada Anak TK Al-Hikmah Siak Hulu yang memiliki kemampuan geometri masih rendah, terbukti dari 12 anak, 8 anak masih sering keliru, tidak yakin, atau bingung dalam menamai, membedakan, dan mengelompokkan tiga bangun ruang (persegi, segitiga, dan lingkaran). Hal ini disebabkan guru kurang menggunakan tarian dan kurang menggunakan metode bermain dalam pembelajaran. Ketertarikan anak-anak pada media teka-teki dan pelatihan yang diberikannya untuk kemampuan mereka mendeteksi bentuk geometris mendorong tujuan penelitian: untuk membantu anak-anak meningkatkan keterampilan geometris mereka melalui permainan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah anak-anak di TK Al-Hikmah Siak Hulu dapat meningkatkan kemampuan geometrinya melalui penggunaan media puzzle. Temuan penelitian disajikan dengan cara yang bersifat deskriptif dan kualitatif. Menurut hasil penelitian, pengetahuan anak tentang geometri dapat ditingkatkan dengan menggunakan bentuk-bentuk sederhana dalam teka-teki. Sehingga dapat dikatakan bahwa keterampilan geometri anak dapat ditingkatkan dengan melakukan kegiatan media puzzle
156-161 -
Pengaruh Kegiatan Art Craft Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun
Puryanti Puryanti, Anti IsnaningsihShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.319 | Check in Google Scholar
Aspek motorik halus anak usia dini berpengaruh terhadap kemampuan akademis dan mobilitas fungsi sosial di jenjang pendidikan selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji apakah kegiatan Art Craft atau seni kerajinan dapat berpengaruh terhadap aspek ketrampilan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan one group pre-test post-test design. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 15 anak usia 4-5 tahun TK TK Hardikasiwi MNU 40 Sidomoro, kecamatan Buluspesantren, Kebumen. Pengamatan observasi dilakukan untuk mendapatkan informasi sebelum dan sesudah mendapatkan treatment atau perlakuan yang berupa kegiatan Art Craft. Analisis data uji efektifitas menggunakan paired sample t test dengan taraf signifikansi 0.05. adanya perbedaan kemampuan ketrampilan motorik halus sebelum dan sesudah menerapkan kegiatan Art Craft yang dilihat dari hasil uji t sebesar 6.914>2.160. karena Thitung>Ttabel maka Ha diterima atau terjadi perubahan setelah diberikan perlakuan.
162-167 -
Pemakaian Bahasa Non Verbal Guru dan Peserta Didik di Pendidikan Anak Usia Dini
Deka PradityaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.318 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa non verbal guru dan bahasa non verbal peserta didik jenjang PAUD. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif deskriptif. Subyek penelitian terdiri dari 2 kelompok PAUD yang terdiri dari 26 peserta didik PAUD. PAUD yang menjadi lokasi penelitian berada di Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah bernama PAUD Lentera. Peserta didik PAUD dipilih sebagai objek penelitian karena dikategorikan oleh Vygotsky berada di dalam masa preverbal, tahap komunikasi anak yang dominan menggunakan bahasa non verbal. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati guru dan peserta didik kelas PAUD dari 2 tingkatan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) ketika mengajar di kelas, guru dominan menggunakan bahasa non verbal berupa paralinguistik, haptiks, kinesik, dan 2) ketika berkomunikasi dengan guru, peserta didik jenjang PAUD dominan menggunakan bahasa non verbal berupa kinesik. Kinesik yang digunakan peserta didik didominasi oleh gerak tubuh atau gestur.
168-174 -
Loose parts: Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Anak Usia Dini
Eva Eriani, Mardiah Mardiah, Martina Napratilora, Sri ErdawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.316 | Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu tahapan untuk memecahkan masalah, untuk itu diperlukan stimulasi yang memungkinkan anak untuk dapat menuangkan idenya secara bebas yakni melalu loose parts. Pada prinsipnya loose parts dapat dipindahkan, dipisahkan, disatukan kembali, dibawa, dikombinasikan, dan didesain ulang dengan berbagai cara. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh loose parts terhadap kemampuan berpikir kreatif anak usia dini. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest, data dikumpulkan melalui observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t berpasangan (paired sampel t-test). Hasil penelitian menunjukkan nilai thitung 21,05 ‰¥ ttabel 1,745884, yang berarti terdapat pengaruh loose parts terhadap kemampuan berpikir kreatif anak usia dini.
175-181 -
Pembiasaan Nilai-Nilai Keagamaan dalam Mengasah Kecerdasan Spiritual Anak
Nur Hafidz, Kasmiati Kasmiati, Raden Rachmy DianaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.310 | Check in Google Scholar
Kekerasan seksual terjadi karena ruang keluarga sebagai tanggungjawab utama tidak memberi pelayanan edukasi keagamaan, sehingga anak-anak fase remaja terjerumus dalam kegiatan yang tidak bermanfaat melainkan merugikan spikis dan fisiknya. Tujuan penelitian ini untuk menanamkan sikap dan bentuk kecerdasan spiritual melalui pembiasaan nilai-nilai kegamaan sejak usia dini di lembaga pendidikan anak usia dini. Subjek penelitian kepada anak-anak usia 5-6 tahun dan guru di PAUD Wadas Kelir. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitataif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan teknik interaktif yakni, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya yang diperoleh dalam mengasah kecerdasan yaitu, (1) Bentuk pembiasaan keagamaan; pemberian hadiah, pemberian hukuman, pemberian nasehat, pembiasaan dengan keteladanan, dan pengondisian, (2) praktik pembiasaan keagamaan melalui metode; pembiasaan senyum-sapa-salam, pembiasan hafalan, pembiasaan cerita islami, pembiasaan tepuk dan lagu islami, dan pembiasaan praktik ibadah. (3) Implikasi Pengembangan Kecerdasan Spiritual anak.
182-192 -
Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Metode Bermain Peran
Linda Linda, Farida MayarShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.330 | Check in Google Scholar
Tenaga pendidik kurang memberikan stimulus sehingga Anak tidak bertanggung jawab dalam melakukan tugasnya, anak kesulitan untuk berinteraksi dan bermain kelompok bersama temannya dan anak kurang percaya diri ketika berhadapan dengan anak lainnya sehingga anak cenderung pasif. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan perkembangan sosial emosional anak usia dini melalui metode bermain peran di kelompok B TK Ananda Junior Kecamatan Tampan pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan siklus model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 4 tahap (perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi). Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa lembar observasi. Sampel dalam penelitian ini seluruh anak didik berjumlah 14 orang. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan tiga kali pertemuan. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diperoleh kesimpulan bahwa dengan metode bermain peran dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional kelompok B di TK Ananda Junior Kecamatan Tampan Pekanbaru.
193-198
