Makna Filosofis dalam Mainan Tradisional: Identitas Budaya dan Transmisi Nilai di Museum Kolong Tangga, Indonesia

Authors

  • Tiara Permata Bening UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
  • Eko Suhendro Bening UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/aulad.v9i3.1734

Keywords:

Mainan, Identitas Budaya, Anak Usia Dini

Abstract

Selama ini, mainan cenderung dipandang sebagai media stimulasi perkembangan anak, sementara dimensi filosofis, simbolik, dan kultural yang direpresentasikan melalui bentuk, material, dan cara bermainnya belum banyak dikaji. Maka, penting untuk mengkaji mainan sebagai representasi nilai  agar nilai positif yang terkandung dapat dimanfaatkan untuk anak usia dini. Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam mainan Indonesia dan mancanegara dari bentuk, bahan, dan cara bermain dalam koleksi Museum Kolong Tangga dan nilai yang diangkay oleh masyarakat dari mainan berasal. Pendekatan yang digunakan kualitatif eksploratif dan data dikumpulkan dari observasi, wawancara kepada kurator museum dan ahli psikolog lalu analisis dengan hermeneutika dan semiotik. Hasil mengungkapkan mainan mencerminkan kondisi geografis, struktur sosial, serta pandangan hidup komunitas asalnya. mainan mentransmisikan nilai keseimbangan, spiritualitas, keterhubungan dengan alam, identitas budaya, dan multikulturalisme. Memahami makna filosofis di balik mainan tidak hanya penting dalam pelestarian budaya, tetapi relevan dalam mendesain pendidikan anak usia dini yang bermakna.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aida, N., Muzakki, M., & Saudah, S. (2024). Penggunaan media permainan tradisional tembak tutus untuk meningkatkan kognitif anak usia dini. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal, 3(2), 85–93. https://doi.org/10.21093/bocah.v3i2.8287

Amalia, C., Retoliah, & Rahayu, F. (2025). Penggunaan media boneka tangan dalam meningkatkan minat belajar anak di TK Negeri 3 Bangkurung Kabupaten Banggai Laut. Ana’ Bulava Jurnal Pendidikan Anak, 6(1).

Armiyati, L., & Firdaus, D. W. (2020). Belajar sejarah di museum: optimalisasi layanan edukasi berbasis pendekatan partisipatori. Jurnal Artefak, 7(2), 81–90.

Asih, S. W., & El-Yunusi, M. Y. M. (2024). Permainan tradisional dalam membentuk karakter anak usia dini. Ceria: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 13(1), 150–160.

Asyahidah, N. L., Dewi, D. A., & Sudarmansyah, R. (2025). Internalisasi nilai karakter budaya sunda melalui implementasi projek penguatan profil pelajar pancasila berbasi permainan tradisional. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 158–175.

Barbosa, D., & Almeida, L. De. (2020). Toys as texts : towards a multimodal frameworks to toys ’ semiotics brinquedos como textos : por uma abordagem. Artigos.

Cinantya, I. G. (2025). Imaji yang bernyawa : kajian fotografi mainan dalam teknis eksplorasi visual Pendahuluan. Jurnal Desain, 13(1), 116–129.

Cowan, K. (2024). Pandemic playthings : a multimodal perspective on toys and toy play in the time of COVID-19. Global Studies of Childhood, 23–29. https://doi.org/10.1177/20436106241233305

Dedy, I. G., Putra, D., & Ananta, I. G. B. (2024). Etika dan keseimbangan menurut garuda purana. Widia Dana: Jurnal Penelitian Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 2(1), 76–85.

Hayati, S. N., & Putro, K. Z. (2021). Bermain dan permainan anak usia dini. Generasi Emas Jurnal Pendidikan Islam Usia Dini, 4 nomor 1, 1–13.

Hidayati, N. N. (2020). Indonesian traditional games: a way to implant character education on children and preserve Indonesian local wisdom. Istawa : Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 81. https://doi.org/10.24269/ijpi.v5i1.2475

Huizinga, J. (1950). Homo ludenz a study of the play-element in culture. By Roy Publisher.

Iman, A., Aidatul Azpah, I., Aprianto, F., Sanam, S., & Bohari, B. (2022). Problematika tenaga pendidik dalam pengembangan profesionalitas guru. Vocational Education National Seminar (VENS) (VENS), 01(01), 55–58.

Indra, S., & Persada, P. (2024). Toys as a mirror of civilization: evolution, types, and cultural significance. Indonesian Journal of Multidiciplinary Research, 4(2), 521–528.

Karoso, S., Cahyono, B. T., Pujosusanto, A., & Handayani, E. W. (2025). Instilling cultural values and character through traditional children ’ s games in early childhood education. 5(2), 304–313. https://doi.org/10.58737/jpled.v5i2.423

Komalasari, D., Reza, M., Setyowati, S., & Khotimah, N. (2024). Peran media wayang dalam meningkatkan keterampilan bercerita dan pemahaman Pancasila pada anak imigran usia dini di Malaysia. 7(2), 637–646. https://doi.org/10.31004/aulad.v7i2.733

Kumalasari, D., Fitrotul Kamila, I., & Reina Salsabila, N. (2024). Peran simulakra dalam pembentukan realitas: konstruksi dunia permainan roleplaying dan dampaknya terhadap identitas individu. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora (AJSH) Peran Simulakra Dalam Pembentukan Realitas: Konstruksi Dunia Permainan Roleplaying Dan Dampaknya Terhadap Identitas Individu, 4(1).

Kuswantara, H. (2023). Pendidikan karakter dan kaitannya dengan budaya: studi tentang pengaruh budaya dalam membentuk karakter peserta didik. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 6(3), 183–191.

Madondo, F., & Tsikira, J. (2022). Traditional children’s games: their relevance on skills development among rural Zimbabwean children age 3–8 years. Journal of Research in Childhood Education, 36(406–420).

Maknuni, J. (2025). Peran mainan lego dalam meningkatkan kreativitas dan tumbuh kembang anak. Journal Children Education Research, 1(1), 6–11. https://doi.org/DOI: 10.58477/cer.v1i1.271

Maryuni, & Nurizzati. (2018). Pembuatan mainan edukasi berbentuk kincir angin dari barang bekas untuk meningkatkan literatur anak. Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan Dan Kearsipan, September, 104–118. https://doi.org/DOI: 10.24036/100966-0934

Murni, S. (2019). Playing to prepare for adulthood: the games of Kanome Children. E-Bangi, 16(4), 1–12.

Najoan, D. (2020). Memahami hubungan religiusitas dan spiritualitas di era milenial. Educatio Christi, 1(1), 64–74.

Natasari, N. (2023). Pengaruh trend “Blokees” di kalangan pecinta mainan Kota Yogyakarta. Jurnal Stars, 2(2), 1–8.

Nhi, V. H. (2017). Folk toys and games for children: cultural heritage of Vietnam. International Journal of Social Sciences and Management, 4(4), 223–231. https://doi.org/10.3126/ijssm.v4i4.18473

Nijma, C., Asnatasia, E., Islam, P., Usia, A., Kalijaga, U. I. N. S., & Dahlan, U. A. (2025). Membangun karakter anak usia dini : integrasi nilai religius Dan etika dalam kurikulum PAUD. Al-Athfak Jurnal Pendidikan Anak, 06(02), 166–180.

Nikouei, A., & Sohrabi Nasirabadi, M. (2016). Study of the importance of contemporary iranian traditional handmade dolls and puppets1. Wacana Seni, 15(December), 27–61. https://doi.org/10.21315/ws2016.15.2

Ono, R. (2022). Introduction : material culture related to fishing and boats in southeast Asia. Bulletin of The Museum of Ethnology.

Pratama, M. R., & Syukur, M. (2025). Makna simbolik pembuatan perahu sandeq sebagai kearifan lokal masyarakat suku mandar di Kabupaten Polewali Mandar. Pinisi Journal of Sociology Education, 5(1), 61–73.

Rahman, T., Rendra Kusuma, & Dyas Andry Prasetyo. (2025). Penerapan nilai karakter gotong royong melalui permainan tradisional bal budih di sekolah dasar. Bravo’s: Journal of Physical Education and Sport Science, 13(1), 245–252. https://doi.org/10.32682/bravos.v13i1/122

Ramadhan, A., Irfani, M. Y., Rivaldin, I. L., & Syarifuddin, G. (2026). Pengenalan melalui mainan puzzle pada anak PAUD untuk meningkatkan keinginan belajar pasca pandemi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 24803–24815.

Rettig, M. (2014). Play and cultural diversity. The Journal of Educational Issue of Language Minority Students, 1991, 1–9. https://doi.org/10.5040/9781474200172.ch-006

Riede, F., Lew-Levy, S., Johannsen, N. N., Lavi, N., & Andersen, M. M. (2023). Toys as teachers: a cross-cultural analysis of object use and enskillment in hunter–gatherer societies. Journal of Archaeological Method and Theory, 30(1), 32–63. https://doi.org/10.1007/s10816-022-09593-3

Sari, D. A. M., & Kurniawan, D. (2024). Pentingnya pengenalan permainan tradisional dalam menanamkan nilai karakter dan budaya. Jimad: Jurnal Ilmiah Mutiara Pendidikan, 2(1), 31–43.

Satria, Y., & Kasiyan. (2020). Wayang suket representation as a character education media for children. 444(Icaae 2019), 138–143. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200703.028

Setiawan, B. (2020). Pendidikan karakter melalui budaya lokal. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, 10(2), 78–87.

Suri, E., Pesona, M. D., & Annissa, N. (2024). Penanaman rasa cinta tanah air pada anak usia dini melalui permainan tradisional. Jurnal Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(2), 129–139.

Suryani, M. A. I., & Handoyo, E. (2026). Penguatan identitas budaya siswa sekolah dasar melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal : kajian hubungan. Bedumanagers Journal : Borneo Educational Management and Research Journal, 7(1), 16–34.

Suryawan, I. A. J. (2020). Permainan tradisional sebagai media pembelajaran karakter. Jurnal Pendidikan Karakter., 1–10. https://core.ac.uk/download/pdf/322509992.pdf

Tambling, J., & Lo, L. (2011). Colonialism and modernity. Walking Macao, Reading the Baroque, 158–179. https://doi.org/10.5790/hongkong/9789622099371.003.0009

Utama, W., Rahayu, W., & Hapidin. (2025). Cultural heritage and transformation: integrating the philosophical value of Indonesian traditional games in a project Learning model for early childhood problem solving skill. Heranca-Revista De Historia Patrimonio E Cultura, 8(1), 141–155.

Utomo, D., Prasetya, R. D., & Jayadi, N. (2024). Produk mainan konstruktif untuk membantu tumbuh kembang anak kreatif. Productum: Jurnal Desain Produk, 7(2), 3–5.

Wahyuni, N. (2022). Increasing student solidarity with traditional game media, playing methods in lower classes. Edumaniora : Jurnal Pendidikan Dan Humaniora, 1(01), 61–64. https://doi.org/10.54209/edumaniora.v1i01.22

Waluyo, A. H., Sauri, S., Maulana, A., & ... (2024). Filsafat perbedaan dalam konsep Yin-Yang. Jurnal Ilmu …, 3, 24–29.

Wibisono, L. N., & Estiyono, A. (2018). Desain mainan konstruksi bertransformasi untuk melatih motorik anak usia 4-6 tahun. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 7(1), 5–8. https://doi.org/DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29889

Wulandari, W., Sary, O. I. P., & Prihatiningsih, R. (2022). Penanaman nilai-nilai karakter anak usia dini melalui permainan tradisional “gempuran.” Jurnal AUDHI, 4(2), 56–63.

Zosh, J. M., Hassinger-Das, B., & Laurie, M. (2022). Learning through play and the development of holistic skills across childhood (L. Foundation (ed.)). https://cms.learningthroughplay.com/media/kell5mft/hs_white_paper_008-digital-version.pdf

Downloads

Published

14-10-2026

How to Cite

Bening, T. P., & Bening, E. S. (2026). Makna Filosofis dalam Mainan Tradisional: Identitas Budaya dan Transmisi Nilai di Museum Kolong Tangga, Indonesia. Aulad: Journal on Early Childhood, 9(3), 1119–1132. https://doi.org/10.31004/aulad.v9i3.1734