Vol. 6 No. 3 (2023): September - December 2023
##plugins.themes.liteScholar.issue.totalArticles## | ##plugins.themes.liteScholar.issue.totalPages##
##plugins.themes.liteScholar.issue.coverage##
##plugins.themes.liteScholar.issue.foreign##
Indonesia (72)
Research Articles
-
Pengetahuan, Sikap, dan Persepsi tentang Pendidikan Seks pada Pendidik Anak Usia Dini
Melati Puspitajati Adikusuma, Ega Asnatasia MaharaniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.511 | Check in Google Scholar
Kasus kekerasan seksual terus meningkat, korbannya berusia anak-anak, akibat kurangnya pendidikan seks pada anak usia dini. Pemahaman dan kesediaan para pendidik diperlukan sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak kekerasan seksual. Tujuan penelitian mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan persepsi pendidik tentang pendidikan seks anak usia dini. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu cluster random sampling dengan sampel 93 guru TK. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan guru TK tergolong cukup bahkan baik sebesar 60%, sikap guru TK yang tidak mendukung sebesar 67%, dan persepsi guru TK yang cenderung netral karena sebagian besar guru meyakini bahwa pendidikan seks penting dan bermanfaat mencegah dan menjaga siswa nya dari tindak kekerasan seksual yang berdampak serius, tetapi ada hambatan yang dirasakan guru dalam pelaksanaannya. Tindak lanjut yang dilakukan yaitu membangun komunikasi antar guru dengan orang tua agar membentuk paham dan kepercayaan yang sama akan pendidikan seks anak usia dini.
312-321 -
Validitas Video Interaktif dengan Pendekatan Etnopedagogik Berbasis Saintifik untuk Siswa Sekolah Dasar
Erna Retna Safitri, Makmum Raharjo, Harlin HarlinShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.527 | Check in Google Scholar
Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat validitas video interaktif dengan pendekatan etnopedagogik berbasis saintifik dalam meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Dasar pada Mata Pelajaran Matematika. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan research and development Adapun model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Dalam penelitian ini tahapan pengembangan diawali dengan tahapan analisis dan desain. Tahap berikutnya adalah tahapan pengembangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket. Teknik analisis data dilakukan untuk untuk menentukan validitas video interaktif yang dikembangkan. Validator memberi tanggapan secara secara kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil uji validitas mengggunakan uji Gregory diperoleh koefisien validitas yaitu 0,90. Hal ini menunjukkan bahwa setiap aspek dari video interaktif ini valid dan dalam kategori sangat tinggi. Dapat disimpulkan bahwa video interaktif sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa Sekolah Dasar dalam mata pelajaran matematika sub tema jaring-jaring kubus
330-338 -
Implementasi Model Hijaiyah Isyarat dalam Pembelajaran Tafidzul Qur’an bagi Anak Tunarungu
Maskur Abidin Jundi, Nur Hidayah, Alfian Eko RochmawanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.531 | Check in Google Scholar
Anak berkebutuhan khusus dapat menghafal Al-Qur'an jika metodenya sesuai dan mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model hijaiyah isyarat dalam pembelajaran tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Darul Ashom, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penggumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Model Hijaiyah Isyarat dalam Pembelajaran Tahfidzul Qur'an berhasil, dengan empat tahapan penting. Faktor pendukung meliputi fasilitas, teknologi, dan kompetensi guru, serta keterlibatan orang tua dalam penggunaan aplikasi hijaiyah isyarat. Namun, ada kendala seperti keterbatasan pemahaman bahasa isyarat hijaiyah dan kesulitan mencari sumber daya manusia yang terampil dalam model ini. Implikasi hasil penelitian ini adalah bahwa model hijaiyah isyarat dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pendidikan tahfidzul Qur'an, tetapi perlu perhatian khusus dalam meningkatkan pemahaman bahasa isyarat dan pengembangan SDM yang terampil dalam model ini untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran
339-344 -
Bagaimana Proses Pengenalan Membaca Awal yang Sesuai untuk Anak Usia Dini?
Fauziah Danita, Asdi wirmanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.518 | Check in Google Scholar
Membaca awal yaitu keterampilan membaca huruf, suku kata, dan kalimat yang dituangkan berupa tulisan ke dalam bentuk lisan. Anak yang bisa membaca permulaan ini memiliki kepercayaan diri yang tinggi jika dibandingkan dengan anak yang tidak bisa membaca dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan membaca awal dan keberhasilan membaca awal anak usia dini. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan yaitu pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini subjeknya yaitu guru dan kepala sekolah. Data dianalisis menggunakan reduksi data, menjabarkan data, dan mengambil kesimpulan. Penelitian ini menemukan (1) Pengenalan membaca awal menggunakan metode yaitu (a) metode bercerita, Tanya jawab, bernyanyi, dan pemberian tugas; (b) media kartu huruf. 2) Keberhasilan pengenalan membaca awal yaitu anak bisa menulis dan membaca buku. Anak yang sudah mulai berkembang dengan baik sebanyak 10 anak. Implikasinya yaitu dibutuhkan metode dan media yang memudahkan anak dalam membaca permulaan.
345-350 -
Stimulasi Kreativitas Melalui Kegiatan Bermain dengan Media Tanah Liat Anak Usia 5-6 Tahun
lukawati, Khusnul Laely, Indiati IndiatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.519 | Check in Google Scholar
Kreativitas merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki oleh seseorang. Hal ini dapat dikaitkan dengan kebutuhan kemampuan seseorang diabad 21 yang salah satunya adalah kreativitas, sehingga kreativitas ini memiliki peran yang sangat penting untuk kehidupan manusia di masa mendatang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan bermain berbantuan tanah liat terhadap kreativitas anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Sampel penelitian sebanyak 20 anak yang berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan indikator kreativitas anak yang mengacu pada Prentice (2000) yang menyebutkan bahwa kriteria kreativitas anak usia dini diantaranya adalah daya cipta, fleksibilitas, eksplorasi, imajinasi, dan orisinalitas. Teknik analisis data menggunakan Wilcoxon dengan bantuan aplikasi SPSS 22. Temuan yang didapatkan dari hasil penelitian bahwa ada pengaruh antara kegiatan bermain dengan bantuan tanah liat terhadap kreativitas anak usia 5-6 tahun. Implikasinya guru perlu diberikan dilatih mengidentifikasi, mengembangkan dan memfasilitasi kreativitas anak-anak.
352-358 -
Persepsi Guru terhadap Perubahan Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka
Ririn Agustina, Dea MustikaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.540 | Check in Google Scholar
Pentingnya penelitian ini dikarenakan adanya perubahan kurikulum dari K-13 ke Kurikulum Mandiri yang membuat guru merasa bingung dengan transisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji persepsi guru terhadap perubahan kurikulum 2013 ke kurikulum mandiri. Sumber data primer yang diperoleh peneliti melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Peneliti mewawancarai beberapa guru dan kepala sekolah di SDN 11 Pelalawan Pekanbaru, dimana guru mengetahui permasalahan yang terjadi yaitu merasakan kesulitan dan kebingungan atas peralihan kurikulum. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi teknis dan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teknik Miles & Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi guru terhadap perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka sangat bervariasi namun sebagian guru telah berupaya memahami dan mempelajari serta menerapkan kurikulum mandiri.
359-364 -
Strategi Pembinaan Karakter Islami Siswa di Sekolah Menengah Pertama
Dewi Fitriah Khusnul Khotimah, Nurul Latifatul InayatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.544 | Check in Google Scholar
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis tiga aspek utama terkait pendidikan karakter Islam di SMP Muhammadiyah 8 Surakarta (1) penerapan strategi pembinaan karakter siswa, (2) penanaman karakter, dan (3) kendala yang muncul dalam menerapkan karakter Islami pada siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kasus, dan subjek penelitian meliputi Kepala Sekolah, Guru mata pelajaran akhlak, Guru bidang Agama, Guru Tahfidz, dan Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Muhammadiyah 8 Surakarta menggunakan berbagai strategi untuk membina karakter Islami siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SMP Muhammadiyah 8 Surakarta mendorong kerjasama antara sekolah dan orang tua dalam mendidik karakter siswa dan memberikan peran aktif kepada seluruh guru (tidak hanya guru agama). Penanaman karakter Islami pada peserta didik merupakan tanggung jawab bersama semua pihak yang terlibat dalam pendidikan dan harus dilaksanakan secara komprehensif.
365-371 -
Strategi Ibu Bekerja dalam Menanamkan Kemandirian pada Anak Usia 5-6 Tahun
Maria Magdalena Bui, Intan Puspitasari, Dwi Hastuti, Iyan SofyanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.542 | Check in Google Scholar
Kemandirian merupakan salah satu sikap yang perlu ditanamkan sejak dini agar anak dapat melakukan aktivitas sederhana secara mandiri sesuai kemampuannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi ibu bekerja dalam menanamkan kemandirian pada anak usia 5-6 tahun di TKK Sang Timur Yogyakarta. Jenis penelitian adalah kualitatif studi kasus, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur dan observasi. Subjek pada penelitian ini adalah 5 orang ibu dari anak usia 5-6 tahun di TKK Sang Timur yang aktif bekerja. Teknik analisis data menggunakan tematik analisis Braun & Clarke dibantu dengan software N-Vivo. Penelitian ini menemukan 9 strategi, 6 diantaranya merupakan hasil dari penelitian terdahulu yaitu: komunikasi, pembiasaan, pemberian tanggung jawab, perhatian dan pendampingan, support dan semangat serta pemberian reward. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi materi pada program parenting yang sudah rutin dijalankan di TKK Sang Timur khususnya berkaitan dengan strategi pengasuhan bagi orangtua yang bekerja.
372-385 -
Implementation of the Adiwiyata Program to Build Environmental Caring Character in Elementary School Students
Nurul Fazira, Zaka Hadikusuma RamadanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.549 | Check in Google Scholar
The Adiwiyata program is a program to create an ideal living environment for students in order to achieve learning goals between teachers and students. The aim of this research is to analyze the implementation of the Adiwiyata program in building environmentally caring characters in students. Descriptive qualitative research with a case study approach was used in this research. Because the provincial-level Adiwiyata Program had just been introduced, the research location was at SDN 176 Pekanbaru. The results of this research show that when the Adiwiyata activity program is put into practice, student character is not the only thing that is important. They also need to have a disciplined attitude towards the environment, understand their responsibilities towards the environment, and get used to these activities from an early age. So that, in the end, it becomes a positive culture and children's environmental awareness becomes embedded in their daily lives.
386-391 -
Video Animasi Berbasis Kearifan Lokal Riau untuk Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar
Dinda Suzianti; Febrina DafitShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.559 | Check in Google Scholar
Kurangnya tersedianya media pembelajaran yang menarik di sekolah dasar menyebabkan pembelajaran menjadi monoton, terutama media pemahaman membaca siswa. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran animasi berbasis kearifan lokal Riau, untuk mengetahui validitas dan praktikalitas media video yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model 4D. Partisipan dalam penelitian ini adalah guru, siswa, dan validator, ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain. Data dikumpulkan dari wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian ini adalah media video pembelajaran animasi dinyatakan valid dengan memperoleh skor ahli materi sebesar 84,37% dengan kategori sangat valid, 90% dengan kategori sangat valid untuk ahli bahasa, dan 94,22% untuk ahli desain dengan kategori valid. kategori. Kemudian setelah dinyatakan valid, media mendapat predikat sangat praktis dari siswa dengan rata-rata 92,91% dan sangat praktis dari guru dengan rata-rata 100%.
392-401 -
Uji Kepuasan Orang Tua Wali Siswa Berkebutuhan Khusus terhadap Kualitas Sarana dan Prasarana Model Disability Friendly School di PAUD Inklusi
Ria Novianti, Ardhana Januar Mahardhani, Ria Rizkia Alvi, Raja Agustin, Betty Yulia Wulansari, Rizqia Putri AzizaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.547 | Check in Google Scholar
Sarana dan prasarana sekolah penyelenggara pendidikan inklusi di Indonesia belum banyak yang memfasilitasi kebutuhan anak tuna netra dan tuna daksa. Khususnya dalam dalam penyelenggaraan PAUD Inklusi. Sarana dan prasarana yang digunakan sama seperti kebutuhan sarana pada umunya sehingga diperlukan model percontohan untuk diduplikasi. Disability Friendly School (DFS) adalah model PAUD inklusi percontohan yang dikembangkan untuk memberikan contoh sarana dan prasarana PAUD inklusi yang baik. Model ini memberikan gambaran model sarana dan prasarana untuk mengakomodasi anak tuna netra, tuna daksa. Tujian penelitian ini adalah untuk melihat kepuasan orang tua wali siswa berkebutuhan khusus terhadap kualitas sarana dan prasarana Model Disability Friendly School (DFS) untuk melayani anak disabilitas. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif hasil pengisian kuesioner. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Model Disability Friendly School (DFS) layak digunakan untuk kebutuhan sarana dan prasarana anadisabilitas
402-412 -
Peran Guru dalam Meningkatkan Berpikir Kritis Anak Usia Dini
Tesya Cahyani Kusuma, Endry Boeriswati, Asep SupenaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.563 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan interaksi dan strategi pengajaran yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran anak usia dini. Metode pengumpulan data melibatkan wawancara dengan guru dan literature review materi terkait. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang mendalam tentang bagaimana guru berperan dalam mengembangkan berpikir kritis pada anak usia dini. Analisis data akan fokus pada identifikasi kegiatan pembelajaran yang mendorong perkembangan berpikir kritis, serta faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi metode pengajaran, dan keterlibatan orang tua dalam menstimulasi berpikir kritis anak. Implikasi hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pelatihan untuk guru agar dapat lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis anak usia dini.
413-420 -
Hubungan Self Efficacy dan Self Leadership dengan Hasil Belajar Siswa Kelas Lima Sekolah Dasar
Bela Siti Nurul UlfahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.551 | Check in Google Scholar
Hasil belajar siswa merupakan hal penting karena merupakan hasil akhir dari proses pembelajaran siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan serta sumbangan self efficacy dan self leaership dengan hasil belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode korelasional untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan self leadership dengan hasil belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel self efficacy dengan hasil belajar, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel self leadership dengan hasil belajar, terdapat hubungan yang signifikan antara variabel self efficacy dan self leadership terhadap hasil belajar dan pengaruh efektif variabel self efficacy dan self leadership secara bersama-sama terhadap hasil belajar sebesar 25% dengan rincian pengaruh efektif self efficacy sebesar 18.3% dan self leadership sebesar 6.7%. Implikasi penelitian ini diharapkan sebagai evaluasi bagi guru ataupun siswa dalam proses pembelajaran.
421-428 -
Kesalahan Fonologi pada Anak Berkebutuhan Khusus ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
Nurul Arifiyanti, MarganaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.557 | Check in Google Scholar
Banyak anak dengan ADHD mungkin memiliki berbagai macam kesulitan komunikasi karena mereka tidak memiliki gangguan bahasa yang terdiagnosis. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran untuk mengetahui potensi kekurangan pragmatis dan bahasa pada anak-anak dengan ADHD dan menemukan intervensi yang tepat untuk anak-anak dengan gangguan pragmatis dan/atau bahasa dengan ADHD. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan fonologi pada anak ADHD yang berusia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistematik literatur review (SLR). Hasil analisis data menunjukkan terdapat tiga kesalahan fonoogi yang ditunjukkan oleh anak dengan ADHD. Ketiga kesalahan tersebut adalah mencampurkan kata dari bahasa lokal, kesalahan asembling, dan pengucapan fonem yang tidak lengkap. Implikasi hasil penelitian akan dibahas lebih lanjut pada artikel ini.
429-435 -
Peran Pendidik untuk Menstimulasi Kemampuan Anak Usia Dini dalam Pemecahan Masalah
Febriyanti Utami, Endry Boeriswati, Asep SupenaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.560 | Check in Google Scholar
Kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan penting bagi anak untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ditemui di kesehariannya. Untuk itu kemampuan pemecahan masalah perlu distimulasi sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidik dalam menstimulasi kemampuan pemecahan masalah pada anak usai dini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari empat orang pendidik di KB Ceria Kota Palembang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif model Milles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendidik dalam menstimulasi kemampuan pemecahan masalah dapat dilihat sebagai pelaksana dan evaluator. Namun perencanaan pelaksanaan pembelajaraan dan rancangan evaluasi yang dibuat masih belum lengkap dan jelas436-445 -
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Reza Cahyani Istiqomah, Fitri Ayu Fatmawati, Ayunda Sayyidatul IfadahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.562 | Check in Google Scholar
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu program yang didesain untuk menciptakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila atau menjadi manusia yang pancasilais. Permasalahan yang terlihat pada lembaga PAUD di Gresik yakni, pencapaian penerapan program penguatan profil pelajar pancasila yang dilakukan melalui pembelajaran berbasis projek. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui dan menjelaskan tentang bagaimana lembaga-lembaga PAUD di Gresik yang menerapkan profil pelajar Pancasila dalam implementasi kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian jenis survei kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Adapun instrumen yang dilakukan dalam penelitian adalah bagaimana penerapan, langkah-langkah, perencanaan, pengelolaan, pendokumentasian, dan evaluasi pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada saat kegiatan dilaksanakan. Pengumpulan data dalam penelitian ini mengambil bentuk kuesioner, kemudian Data dianalisis menggunakan Statistik Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34 lembaga di Gresik menunjukkan data bahwa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila telah diimplementasikan sebanyak 75%.
446-453 -
Kajian Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini (Systematic Literature Review)
Rizki Amalia, Mulawarman Mulawarman2, Petra Kristi Mulyani, Isnaria Rizki Hayati, Amin Yusi Nur Sa’idahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.565 | Check in Google Scholar
Pentingnya anak usia dini memiliki kemampuan sosial emosional karena akan berdampak untuk kemajuan anak pada tahap selanjutnya juga dengan kesiapan anak untuk bersekolah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku sosial emosional anak usia dini, faktor penyebab dan model konseling yang dapat digunakan dalam meningkatkan sosial emosional anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review. Artikel penelitian didapatkan dari dua database yaitu ProQuest dan SAGE. Pencarian literatur menggunakan kata kunci sosial emosional, anak usia dini dan model konseling dengan kriteria inklusi artikel penelitian dari tahun 2018-2023, artikel primer, fulltext dan subjek penelitian adalah anak usia dini. Dari 246.554 artikel penelitian didapatkan enam artikel yang direview yang masuk dalam kriteria inklusi dan tujuan dari kajian literatur ini. Berdasarkan hasil literature review perilaku sosial emosional anak yang bermasalah meliputi perasaan cemas, menarik diri, agresi, tidak patuh, membantah, sulit bersosialisasi dan model konseling untuk menangani masalah sosial emosional anak usia dini dengan menggunakan keterampilan sosial berfokus solusi, keterampilan sosial berbasis cerita dan intervensi konseling berbasis aplikasi.
454-461 -
Pengaplikasian Budaya Lokal Gresik dalam Kegiatan Pembelajaran PAUD
Zaenubah Arifah Khofsah, Fitri Ayu Fatmawati, Ayunda Sayyidatul IfadahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.561 | Check in Google Scholar
Urgensi pengenalan budaya lokal dalam pendidikan anak usia dini di Kabupaten Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana lembaga PAUD memperkenalkan budaya lokal. Melalui pendekatan survey kuantitatif dengan metode simple random sampling, 34 lembaga PAUD dilibatkan dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan dan analisis untuk mengukur sejauh mana budaya lokal diintegrasikan dalam kurikulum. Temuan menunjukkan bahwa 32 lembaga dari total 34 lembaga telah mengaplikasikan budaya lokal dengan elemen utama berupa makanan khas, tarian, dan tradisi Gresik. Implikasinya, integrasi budaya lokal yang lebih mendalam pada kurikulum PAUD dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi anak terhadap warisan budaya serta identitas lokal mereka. ini mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan menghargai keberagaman budaya di masa depan.
462-469 -
Sedekah Sebagai Media dalam Menumbuhkan Karakter Peduli Sosial pada Anak Usia Dini
Rahmania Adinda Oktavianti, Ayunda Sayyidatul Ifadah, Fitri Ayu FatmawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.555 | Check in Google Scholar
Mengenalkan dan mengajarkan kepedulian sosial pada anak bermanfaat agar dimasa yang akan datang dapat memiliki perasaan terhadap seseorang yang membutuhkan pertolongan, tanpa sifat – sifat kepribadian yang negatiff. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses kegiatan sedekah jumat dan bagaimana perkembangan peduli sosial anak setelah melakukan kegiatan sedekah jumat. Jenis penelitian kualitatif deskriptif Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi Teknik analisis data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa proses kegiatan sedekah jumat berupa berinfaq lembaga tidak merencanakan, kegiatan santunan lansia dan anak yatim direncanakan Pelaksanaannya semua peserta didik dilibatkan dan mengajak orang tua, kepala desa dan jajarannya. Pada evaluasi kegiatan belum ada hanya berupa laporan kegiatan. perkembangan peduli sosial anak masih butuh arahan dan stimulasi, anak belum memiliki inisiatif untuk memberi dan meminjamkan makanan, mainan dan alat tulis kepada teman dan orang lain.
470-477 -
Dampak Game online Free Fire terhadap Karakter Tanggungjawab dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar
Fitri Ramadani, Febrina DafitShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.567 | Check in Google Scholar
Teknologi yang semakin canggih menyebabkan siswa sekolah dasar menjadi candu dalam bermain game online. Salah satunya adalah game online free fire. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak game online free fire terhadap karakter tanggungjawab dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah studi kasus pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh berasal dari observasi, wawancara, dan angket. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru, orang tua, dan siswa. Hasi penelitian ini adalah bermain game online free fire memiliki dampak terhadap karakter tanggungjawab yang dapat dilihat dari empat indikator yaitu (1) mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah dengan baik; (2) bertanggungjawab atas setiap perbuatan; (3) melakukan piket sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan; (4) mengerjakan tugas kelompok seara bersama-sama. Kemudian bermain game online free fire juga berdampak terhadap hasil belajar siswa.
478-485 -
Kemampuan Guru dalam Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar pada Kurikulum Merdeka
Khusnul Khotimah, Siti Quratul AinShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.568 | Check in Google Scholar
Kurikulum yang berganti akan mempengaruhi proses kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar pada kurikulum merdeka. Metode yang digunakan adalah inquiry naturalistic. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan kepala sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah Miles Dan Huberman. Adapun hasil penelitian ini adalah pada kegiatan awal ini guru memiliki kemampuan yang baik dalam melaksanakan kegiatan awal terlihat bahwa hanya satu guru yang kurang dalam membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap proses pembelajaran yang akan dilakukan dan materi yang akan dipelajari. Kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan inti terdapat kendala yaitu ketika diskusi siswa yang masih bingung, kurang aktif, dan masih ada guru yang kesulitan dalam memvariasikan pembelajaran ini terutama di kurikulum merdeka ini guru dituntut untuk proses pembelajarannya berbasis proyek, menarik, menggunakan model pembelajaran bervariasi, dan fleksibel. Selanjutnya pada kegiatan penutup yang berisi penilaian guru memiliki kemampuan yang baik untuk melakukan penilaian baik itu penilaian formatif dan sumatif.
486-494 -
Need Analysis for Teaching English in Early Childhood Education Students
Siska Oktawidya Wati, Syahrul RamadhanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.553 | Check in Google Scholar
Analysis of needs for English language teaching in PG-Paud. English for Specific Purposes (ESP) in the learning process in higher education is often less effective. One contributing factor is the lack of a learning plan so that learning is not relevant to the field of science they are capable of. Therefore, it is necessary to start planning learning by conducting a needs analysis based on students' needs in learning English. This research aims to determine and describe the needs of English language students in PG PAUD Universitas Prima Nusantara Bukittinggi. This research was conducted using a qualitative descriptive approach. The objects of this research were students in the third year. Data was collected through questionnaires and direct interviews. The collected data is classified so that students' needs in learning English can be identified, then each one is explained. The research results show that (1) students' mastery of English is still relatively low, (2) 50% of students improve their oral communication or speaking skills and 30% write as the main priority in learning English in preparation for applying for work, (3) during learning English, students expect an increase in their skills related to both oral and written. Based on these results, it is recommended to prepare syllabus planning and develop English teaching materials in PG-Paud programs.
495-500 -
Implementasi Behaviorisme dan Humanisme dalam Proses Pembelajaran
Suri Makhsura, Rini Agustin, Rifma, Jasrial, SyahrilShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.548 | Check in Google Scholar
Proses mendidik seorang anak harus memperhatikan teori yang tepat agar anak dapat menyerap dan menerima pelajaran, serta dapat mengaplikasikannya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teori belajar behaviorisme dan humanisme dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan format wawancara. Teori behaviorisme dan humanisme perlu diterapkan dalam proses pembelajaran, karena tujuannya ialah menjadi seorang yang lebih manusiawi dengan harapan agar bisa menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar, mampu memahami diri sendiri untuk mampu meraih aktualisasi diri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam implementasi teori belajar behaviorisme pada proses pembelajaran dibuktikan dengan beberapa fakta yaitu, guru memberikan stimulus kepada siswa dalam pembelajaran, dan siswa meresponnya secara positif, dan juga didukung dengan adanya reward yang berfungsi sebagai penguatan terhadap respon yang telah ditunjukkan oleh siswa.
501-506 -
Upaya Preventif Mengatasi Gejala School Phobia pada Anak Prasekolah
Fitriana, Hansen Arif Wijaya, Suhertina, Syifa Salsabila AzahraShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.569 | Check in Google Scholar
Perkembangan anak harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh dan dipantau dengan kontinu, agar anak dapat menjadi generasi emas di Indonesia 2045. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai school phobia, serta upaya preventif school phobia anak pra sekolah. Phobia sekolah merupakan suatu kondisi dimana seorang anak mengalami perasaan emosi,takut serta kecemasan yang berlebihan dalam menghadapi sekolah. Phobia sekolah dialami oleh individu yang memiliki ketegangan emosional yang tinggi dan mengalami kecemasan yang signifikan ketika ia berada di sekolah dan dalam kegiatan yang berkaitan dengan belajar. Metode penelitian yang digunakan yakni studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penyebab school phobia dan upaya preventif yang dapat dilakukan dengan pembahasan, dalam upaya preventif yakni orang tua harus memberikan pola asuh bersifat demokratis, membangun kepercayan antara orang tua dan anak, melakukan teknik fading, lalu dengan melakukan penyuluhan dan pertemuan rutin dengan wali murid, dan peer support terhadap anak, serta implikasi pada parenting agar anak terus dipantau dan diperhatikan perkembangan, dimulai dari gejala, langkah agar tercegah dari school phobia
507-512 -
Motorik Kasar, Motorik Halus, dan IMT pada Anak Usia 4-5 Tahun
Rohayanti Rohayanti, Febru Puji Astuti, Lilis MadyawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i3.516 | Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang hubungan antara motorik kasar, motorik halus dan IMT. Jenis penelitian ini adalah korelasional. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner motorik kasar dan motorik halus Ages & Stages Questioner (ASQ). Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 50 anak usia 4-5 tahun. Teknik analisis data Spearman’s rho. Hasil yang diperoleh dari analisis data yang telah dilakukan adalah 1) kemampuan motorik kasar anak sebanyak 85% pada anak perempuan dan 83% anak laki-laki masuk pada kriteria sesuai dengan tahapan perkembangan anak, dan sisanya perlu diberi stimulasi agar perkembangan mencapai tahapannya dan perlu dilakukan pemantauan, 2) kemampuan motorik halus anak sebanyak 4% masuk pada kriteria perlu dilakukan penilaian ulang oleh professional dan sebanyak 96% kemampuan motorik halus anak sudah sesuai dengan tahap perkembangannya, 3) tidak ada hubungan antara IMT, motorik kasar dan motorik halus, namun ada hubungan antara motorik kasar dengan motorik halus anak usia 4-5 tahun.
