Vol. 9 No. 1 (2026): January-April 2026
##plugins.themes.liteScholar.issue.totalArticles## | ##plugins.themes.liteScholar.issue.totalPages##
##plugins.themes.liteScholar.issue.coverage##
##plugins.themes.liteScholar.issue.foreign##
Indonesia (100)
Malaysia (1)
Thailand (1)
Uzbekistan (1)
Research Articles
-
Analisis Literasi Digital Calon Pendidik Anak Usia Dini: Implikasi bagi Kualitas Pendidikan Anak
Ayunda Sayyidatul Ifadah, Putri Sukma Nabila, Elok FaiqohShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1361 | Check in Google Scholar
Literasi digital secara signifikan meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan akses informasi, pengembangan keterampilan berpikir kritis, dan persiapan siswa untuk dunia kerja digital. Berdasarkan hasil obersvasi di lapangan ditemukan bahwa masih kurang dalam kompetensi memahami dan mendistribusikan informasi yang telah didapatkan dari media digital. Misalnya saat menjelaskan materi yang ada dalam tugas tersebut mereka masih kesulitan dan memanfaatkan AI. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengukur tingkat literasi digital calon pendidik PAUD. Metode penelitian ini secara spesifik pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian lapangan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara & dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian pada kompetensi mengakses, menyeleksi, dan memahami calon pendidik sudah mumpuni, temuannya calon pendidik perlu pengembangan dalam critical data literacy dan algorithmic awareness. Implikasinya bagi kualitas pendidikan anak yaitu memudahkan perencanaan, suasana belajar menjadi bervariatif, memiliki kompetensi menyeleksi konten/berita digital.
1-9 -
Pentas Seni sebagai Ajang Kepercayaan Diri Anak Usia Dini
Rizkyka Nur Annisa, Joko PamungkasShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1263 | Check in Google Scholar
Masa usia dini merupakan periode emas penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak melalui kegiatan seni. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pentas seni, serta menganalisis peran pentas seni dalam meningkatkan kepercayaan diri anak usia dini di PAUD. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan model Miles dan Huberman, yang melibatkan observasi dan wawancara pada kepala sekolah, guru, dan orang tua sebagai subjek penelitian. Analisis meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentas seni rutin dilaksanakan dengan dukungan aktif dari guru dan orang tua, yang secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri, keberanian tampil, dan kemampuan bersosialisasi anak. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan dana dan minimnya pelatihan guru dalam pengembangan seni. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat serta pelatihan berkala bagi guru demi meningkatkan kualitas kegiatan seni sebagai sarana pengembangan holistik anak.
10-20 -
Realized Students Well-Being Through Self-Development Programs: Investigate The Role Of Student Guidance Activities Based On Practical Life Skills
Shafira Nurulita Salehuddin, Ahmad Yusuf Sobri, Yudithia Dian PutraShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1378 | Check in Google Scholar
This research is important because it discusses the integration of practical life skills as a fundamental component for realizing student well-being. The aim is to investigate in depth the role of these skills-based student development activities. This research adopted a qualitative approach with a single case study design at BA Restu 1, with data collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis included data condensation, presentation, and verification. The results show that the student development program realizes child well-being through four aspects practical life skills that form the foundation for independence and self-confidence; social skills development that fosters a sense of belonging; integration of character development that transforms moral values into concrete behavior; and interest-based curriculum that increases children's autonomy and intrinsic motivation. The implication of these findings is holistic student development program is a fundamental component, not merely an addition, in creating a learning environment that supports children's holistic development.
21-30 -
Pengenalan Konsep Matematika Pola dan Hubungan Melalui Kearifan Lokal Proyek Kenduri
Aidil Putra, Nur Hayati, Joko PamungkasShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1261 | Check in Google Scholar
Pendidikan anak usia dini pada abad ke-21 mengalami banyak tantangan dalam proses pembelajarannya, terutama dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep matematika melalui proyek kenduri di TK Aisyah Islamic Preschool. Jenis penilitian yang digunakan adalah penelitan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman yaitu Data Collection, Data Display, Data Reduction, dan Conclusion Drawing. Hasil penelitian menunjukkan proyek kenduri mampu mengenalkan konsep matematika pola dan hubungan pada anak. Anak mampu mengenal konsep matematika pola dan hubungan seperti topi dan pola ukiran pakaian adat berbentuk segi tiga, selempang dan seprah berbentuk persegi panjang, ikat pinggang dan kalung bunga berbentuk lingkaran. Kemudian anak juga mampu mengenal konsep banyak dan sedikit sebuah benda dari makanan dan alat yang digunakan saat kegiatan kenduri, anak mengenal konsep membagi saat membagikan makanan, dan menghitung jumlah kue saat makan bersama.
31-40 -
Bagaimana Keterkaitan Jenis Video Animasi dengan Kecerdasan Visual Spasial Anak Usia Dini?
Miftakhul Khusna, Ika Budi MaryatunShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1448 | Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi digital membuat anak usia dini semakin akrab dengan video animasi sebagai media hiburan maupun pembelajaran. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pengaruh jenis video animasi terhadap aspek perkembangan anak, khususnya kecerdasan visual spasial. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara jenis video animasi yang ditonton anak dengan perkembangan kecerdasan visual spasial berdasarkan perspektif orang tua. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan melalui wawancara dengan 14 orang tua yang anaknya rutin menonton video animasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis video animasi dapat mendukung perkembangan kecerdasan visual spasial, namun video animasi tematik dinilai lebih efektif karena lebih eksplisit menampilkan warna, bentuk, pola, posisi, dan arah objek. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan konten yang sesuai usia dan pendampingan orang tua untuk meminimalkan risiko seperti kecanduan.
41-52 -
Analisis Perkembangan Emosi Anak: Sintesis Temuan Empiris tentang Peran Guru, Lingkungan, dan Konteks Sosial Budaya
Ashar Ashar, Reski IdamayantiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1296 | Check in Google Scholar
Perkembangan emosi anak usia dini sangat penting karena menjadi dasar bagi hubungan sosial yang sehat dan kesejahteraan psikologis di masa depan. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam bagaimana pengasuhan, lingkungan belajar, dan nilai budaya memengaruhi pembentukan emosi anak. Studi ini dilakukan melalui tinjauan pustaka kualitatif deskriptif-analitis, menelaah berbagai artikel dan laporan penelitian relevan. Instrumen kajian berupa panduan penelaahan literatur, dengan subjek berupa publikasi akademik terbaru. Data dianalisis menggunakan pengelompokan tematik dan sintesis teoretis untuk menemukan pola penting. Hasil penelitian bahwa perkembangan sosial-emosional anak usia dini dipengaruhi oleh peran guru, lingkungan belajar, program pembelajaran, serta keterampilan lain seperti bahasa dan penggunaan teknologi. Guru berperan sebagai pendamping emosi yang membantu anak mengenali dan mengelola perasaan, sementara lingkungan dan program sosial-emosional yang mendukung mampu menumbuhkan empati serta perilaku positif. Implikasinya, pendidik, keluarga, dan komunitas perlu bekerja bersama dengan pendekatan yang penuh empati, kontekstual, dan menyeluruh agar perkembangan emosi anak lebih optimal.
53-62 -
Brain Gym Math Based on Local Wisdom Using the Concrete, Representational, Abstract Method to Improve Creative Problem Solving in Students
Melia Eka Daryati, Didik Suryadi, Indrawati IndrawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1370 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan creative problem solving matematika pada mahasiswa PG PAUD, yang memerlukan pendekatan inovatif dan kontekstual. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menciptakan model Brain Gym Math berbasis kearifan lokal dengan metode CRA (Concrete, Representational, Abstract). Metode Research and Development (R&D) digunakan dengan melibatkan 70 mahasiswa sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui tes, angket, dan wawancara, lalu dianalisis secara statistik deskriptif-inferensial dan kualitatif. Hasil validasi ahli menunjukkan model sangat layak (skor >3.5). Uji-t berpasangan membuktikan peningkatan signifikan (p<0,05) sebesar 22,6 poin pada kemampuan pemecahan masalah. Temuan kualitatif mengungkap dampak positif pada aspek kognitif, afektif, dan sosial. Implikasinya, model ini efektif meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, pemahaman matematika, dan apresiasi budaya lokal, sehingga direkomendasikan untuk pembelajaran yang lebih bermakna.
63-74 -
Implementasi Asesmen Dalam Kegiatan Bermain Mengenal Budaya
Alifatul Harisa, Alifia Fahara Sari, Lira Auditha, Adinda Fitri Qoirunnisa, Nurani widyanti Hasanah, Ayu Aprillia Pangestu PutriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1214 | Check in Google Scholar
Pengenalan budaya lokal sejak dini penting untuk membentuk identitas dan karakter anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi asesmen dalam kegiatan bermain mengenal budaya. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru dari tiga sentra bermain. Data dianalisis melalui model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan asesmen dilakukan secara otentik menggunakan catatan anekdot, portofolio, ceklis, hasil karya, dan foto berseri yang terintegrasi dalam permainan. Asesmen digunakan sebagai alat pemetaan perkembangan dan refleksi pembelajaran. Implikasi dari hasil ini mendorong PAUD untuk mengintegrasikan asesmen budaya lokal yang kontekstual dan bermakna dalam kegiatan bermain.
75-83 -
Madurese Local Wisdom-Based Audiovisual Media For Enhancing Listening Skills In 5-6 Year Old
Moh. Nurul Hofifi, Ardhana ReswariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1477 | Check in Google Scholar
Early childhood listening skills need to be developed through media that is contextual to the socio-cultural environment. This study aims to explore the use of audio-visual media based on Madurese local wisdom to develop the listening skills of 5-6 year old children. This descriptive qualitative study involved 43 children, 2 classroom teachers, and the principal of RA Al Munawarah Jungcangcang Pamekasan as informants. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that audio-visual media containing Madurese folk tales, traditional songs, and traditional clothing improved children's focus, understanding of information, memory, and active participation. Implementation constraints included limited local content, technical problems, language barriers, and classroom management, which were overcome through content development and scaffolding reinforcement. The integration of local wisdom in audio-visual media effectively developed listening skills while strengthening children's cultural identity. Implications included the development of a digital repository of local content and the strengthening of teachers' technological-pedagogical competencies.
84-97 -
Pengembangan Model Pembelajaran Lokomuf Fun untuk Gerak Dasar Anak Usia 5-6 Tahun
Luthfi Aji Ramdani, Arip Prehatiningsih, Ariyatun AriyatunShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1381 | Check in Google Scholar
Perkembangan motorik yang harus diperhatikan karena berdampak pada kehidupan anak sehari-hari. Untuk itu penelitian ini sangat tepat menghasilkan model pembelajaran Lokomuf Fun yang layak, dan praktis untuk gerak dasar anak usia 5-6 tahun. Uji kelayakan produk dilakukan oleh tiga validator ahli dan dua guru di dua taman kanak-kanak (TK), dan uji kepraktisan produk dilakukan pada empat guru di tiga TK. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa angket dan dokumentasi. Teknik analisis validitas isi menggunakan Aiken’s V, analisis kelayakan dan kepraktisan dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Pengembangan model pembelajaran untuk keterampilan gerak lokomotor dan manipulatif anak usia 5-6 tahun diintegrasikan dengan permainan tradisional serta umpan balik dari guru dan ahli. (2) Model pembelajaran yang dikembangkan terbukti layak dan praktis untuk digunakan.
98-107 -
Teachers’ Challenges in ICT Integration for Early Childhood Education: A Systematic Literature Review
Hawa Nurul Jannah, Rita Mariyana, Moh Syaikhol HadiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1500 | Check in Google Scholar
Teachers still encounter obstacles when trying to include ICT into early childhood education, despite the growing importance of this practice in promoting digital literacy and age-appropriate learning. Researchers in this study want to learn more about current trends in the field and the obstacles that educators have when trying to include technology into their work with young children. Using the criteria outlined in PRISMA 2020, a systematic literature review was performed using 23 journal articles indexed by Scopus and published between 2016 and 2025. Studies that focused on teachers' experiences, both empirically and conceptually, made up the unit of analysis. Data were analyzed using thematic synthesis and bibliometric mapping to identify patterns and trends. The findings reveal growing research interest in ICT-ECE, alongside persistent barriers related to infrastructure, limited professional development, low TPACK levels, and difficulties aligning ICT with play-based pedagogy. These results imply the need for context-sensitive ICT integration models and sustained teacher capacity building to inform policy and practice.
108-126 -
Gambaran Pola Asuh Gen Z Terhadap Regulasi Emosi Anak Usia 2-3 Tahun
Zakiyah Indriyani Harahap, Munawwarah Munawwarah, Andriansyah AndriansyahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1552 | Check in Google Scholar
Regulasi emosi merupakan kemampuan penting yang mulai berkembang pada anak usia 2-3 tahun. Pada tahap ini, anak belum memiliki pengendalian diri dan kemampuan bahasa yang matang sehingga emosi sering diekspresikan melalui tangisan, kemarahan, atau tantrum. Pola asuh orang tua, khususnya orang tua Generasi Z, berperan penting dalam mendukung perkembangan regulasi emosi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola asuh orang tua Generasi Z terhadap regulasi emosi anak usia 2-3 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh hibrid, empati, dan komunikatif yang mendukung regulasi emosi anak. Namun, masih ditemukan penggunaan gawai untuk tantrum yang lebih sering serta sulit diarahkan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh yang responsif, konsisten, dan penuh kelekatan berperan penting dalam membentuk regulasi emosi anak usia dini.
127-138 -
Growth Mindset and Professional Development among Early Childhood Educators: An Empirical Survey in Early Childhood Education Settings
Theresia Alviani Sum, Emilia Graciela Mega TaranShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1557 | Check in Google Scholar
Professional development for Early Childhood Education (ECE) teachers requires a growth mindset to address instructional challenges and limited access to training, particularly in rural areas. This study aims to examine the association between growth mindset and professional development orientation among ECE teachers in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara, Indonesia. Using a descriptive quantitative survey approach, data were collected through a closed-ended Likert-scale questionnaire completed by 29 teachers. Data were analyzed using descriptive statistics (means, standard deviations, and score ranges) across four categories: growth mindset, professional engagement, reflective teaching, and perceived impacts on children’s behavior. The results indicate a strong growth mindset (M = 3.98) and high professional engagement (M = 4.03), although participation in learning communities varied; reflective teaching was also high (M = 3.94), and teachers reported increased children’s independence and learning enthusiasm (M = 3.98). These findings imply the need for context-specific training and strengthened teacher collaboration/learning communities to enhance reflective practice and improve the quality of ECE provision.
139-148 -
Screen Time vs Quality Time dalam Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini: Tinjauan Pustaka
Sekar Utami, Muthmainah MuthmainahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1568 | Check in Google Scholar
Peningkatan screen time pada anak usia dini menimbulkan kekhawatiran karena periode ini merupan waktu yang krusial bagi perkembangan bahasa mereka. Peningkatan akibat penggunaan gawai yang berlebihan ini berpotensi menggantikan quality time antara anak dan pengasuhnya yang menjadi fondasi utama perkembangan linguistik. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan menentukan apakah screen time atau quality time yang memberikan pengaruh lebih kuat terhadap perkembangan bahasa anak usia 0-6 tahun. Mengikuti pedoman PRISMA 2020, sebanyak 38 artikel empiris (2020-2025) dari berbagai basis data ilmiah dianalisis. Artikel mencakup studi kohort longitudinal, survei cross-sectional, eksperimen, dan tinjauan sistematis. Data disintesis secara naratif dengan membandingkan pola temuan lintas desain penelitian. Hasil menunjukkan bahwa screen time (paparan layar) berlebihan tanpa mediasi berkaitan dengan kemampuan bahasa yang lebih lemah, sedangkan interaksi berkualitas secara konsisten memprediksi pertumbuhan kosakata, sintaksis, dan literasi dini. Temuan ini menegaskan pentingnya memprioritaskan interaksi responsif serta menggunaan gawai yang terkontrol dalam kebijakan dan praktik pengasuhan.
149-161 -
Penerapan Learning Apps Sebagai Media Pembelajaran Inovatif di Ranah Pendidikan Anak Usia Dini
Yumna Hukmaini Syahla, Sukma Ayu Ristiyaningsih, Gia Nikawanti, Jely Nurul AmaliaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1493 | Check in Google Scholar
Pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan anak usia dini memerlukan pendekatan pedagogis yang selaras dengan karakteristik belajar berbasis bermain. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi learning apps serta dampaknya terhadap kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan empat guru di sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dilakukan pada bulan November 2025. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan adanya keberhasilan kompetensi guru dalam merancang media yang mengarah pada stimulasi kognitif anak (mengelompokkan, mengamati, membandingkan) dan memanfaatkan sumber lain sebagai sumber tambahan (audio dan visual). Dalam hambatannya kemampuan teknis guru perlu pendampingan. Rekomendasi penelitian ini adalah penerapan learning apps dapat berkelanjutan di PAUD untuk meningkatkan efektivitas media pembelajaran inovatif dan interaktif berbasis literasi digital.
162-171 -
Hubungan Program Kesehatan, Keselamatan, dan Gizi Seimbang Sekolah dengan Capaian Tumbuh Kembang Anak di Taman Kanak-kanak.
Tisna Syafnita, Delfi Eliza, Harlina RamelanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1561 | Check in Google Scholar
Program kesehatan, keselamatan, dan gizi seimbang di TK penting karena membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus membiasakan pola hidup sehat yang mendukung tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan pelaksanaan program sekolah sehat dan capaian perkembangan anak di TK. Studi kuantitatif korelasional dilakukan pada 5 TK dengan subjek 106 anak. Pelaksanaan program diukur memakai rubrik observasi tiga komponen (kesehatan, keselamatan, gizi seimbang) yang telah diuji validitas isi dan reliabilitasnya. Skor program dihitung pada tingkat sekolah sebagai skor gabungan, sedangkan capaian anak dinilai pada lima aspek perkembangan lalu diringkas menjadi rerata per-sekolah; karena unit analisis adalah sekolah (N=5). Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan hubungan positif yang kuat antara skor gabungan dan rerata capaian (r=0,988; p=0,002), serta pada kesehatan (r=0,988; p=0,002), gizi (r=0,981; p=0,003), dan keselamatan (r=0,955; p=0,011). Temuan ini menegaskan perlunya pengelolaan program sebagai kegiatan terintegrasi untuk pemantauan rutin dan penetapan prioritas perbaikan lintas komponen.
172-184 -
Stimulation of Children’s Cognitive: Development of Ulok Tangga Tolu Media Dimensions Based on Batak Culture
Ulfa Malini, Heldanita Heldanita, Salmiah Salmiah, Zetri Rahmat, Siti Salina bt Samaun, Farida Royahani, Yossy IrawanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1487 | Check in Google Scholar
This study addresses the lack of cultural recognition for children and limited educational game tools. It aims to develop a Batak culture-based three- dimensional ulak tangga tolu as an educational game to stimulate cognitive development in early childhood and assess its feastibility. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, with data collected through questionnaires, observations, and documentation. Feasibility assessment from material experts, media experts, and teachers yielded percentages of 84.3%, 90.6%, and 91.18%, respectively, categorized as "very feasible." The trial with children showed a result of 94.01%. These findings indicate that the three-dimensional ulok tangga tolu is highly feasible and effective as a learning medium to enhance cognitive abilities in children aged 5-6 years.
185-193 -
Stimulasi Kepercayaan Diri Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler Drumband
Khusnul Afifah, Febry MaghfirahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1562 | Check in Google Scholar
Kepercayaan diri pada anak usia 5-6 tahun merupakan aspek sosial-emosional krusial yang mendukung kesiapan belajar dan interaksi sosial, sehingga memerlukan stimulasi yang terencana melalui aktivitas bermakna. Penelitian inibertujuan mendeskripsikan proses stimulasi yang terencana melalui aktivitas bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses stimulasi kepercayaan diri anak melalui kegiatan ekstrakulikuler drumband di TK. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek anak usia 5-6 tahun, pelatih drumband, dan guru pendamping; data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan drumband yang direncanakan dan dilaksanakan secara partisipatif mampu meningkatkan keberanian melakukan aktivitas, kemampuan mengungkapkan perasaan, serta kemampuan bersosialisasi anak. Temuan ini mengimplikasikan bahwa drumband dapat menjadi alternatif kegiatan ekstrakulikuler efektif dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini.
194-204 -
Penanaman Kesadaran Halal melalui Kegiatan Makan Bersama di PAUD
Nehrul Fatra Elfahmi, Dewi PratiwiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1548 | Check in Google Scholar
Rendahnya pemahaman anak usia dini tentang konsep makanan halal menjadi tantangan dalam pembentukan karakter religius dan kebiasaan komsumsi yang sejak dini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penanaman kesadaran halal melalui kegiatan makan bersama di POS PAUD Giri Sentana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan model analisis Miles dan Huberman, melalui teknik observasi partisipatif dan wawancara dengan guru serta anak sebagai subjek penelitian. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan makan bersama sebagai bentuk pembiasaan mampu mendukung anak dalam mengenal konsep halal dan haram melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan ini juga membentuk perilaku religius seperti berdoa, serta mengembangkan kemandirian dan sikap sosial anak. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual melalui aktivitas keseharian berperan dalam menumbuhkan kesadaran halal secara bertahap pada anak usia dini di lingkungan PAUD berbasis nilai-nilai Islam.
205-213 -
Implementasi Tari Kreasi Gambang Suling Sebagai Media Stimulasi Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun
Sri Rahmawati , Syahria Anggita SaktiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1333 | Check in Google Scholar
Tari kreasi sebagai media pembelajaran seni memiliki arti penting dalam menstimulasi motorik kasar anak usia dini, terutama pada usia 5–6 tahun yang merupakan masa emas perkembangan fisik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi tari kreasi Gambang Suling sebagai media stimulasi motorik kasar serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di RA Rumah Kreatif Wadas Kelir, Klaten. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek guru serta anak, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tari dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan berbasis demonstrasi dan permainan, serta evaluasi otentik yang efektif meningkatkan keseimbangan, koordinasi, dan kepercayaan diri anak. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya dukungan sekolah, guru, dan orang tua dalam mengembangkan model pembelajaran berbasis seni di pendidikan anak usia dini.
214-222 -
Pengembangan Media Komik Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun
Syifa Mardhiah, Ika Budi MaryatunShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1575 | Check in Google Scholar
Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi literasi yang penting, namun masih banyak anak usia dini mengalami kesulitan dalam mengenali huruf dan memahami bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital guna meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5–6 tahun serta menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri dari 36 anak. Instrumen penelitian meliputi observasi, wawancara, dan tes pretest-posttest. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sangat layak (skor rata-rata >3,85) dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan (N-Gain 0,70 kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa komik digital dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif untuk mendukung peningkatan literasi anak usia dini.
223-238 -
Seni Main Cerdas Stimulasi Neuroplastisitas Anak Usia Dini melalui Pendekatan Multisensorik Terpadu
Yus Alvar Saabighoot, Uum Suminar, Ika Rizqi Meilya, Asep Kurniawan, Mukti Amini, St. Maria UlfahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1516 | Check in Google Scholar
Periode anak usia dini merupakan masa puncak neuroplastisitas yang sangat bergantung pada kualitas stimulasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model "Seni Main Cerdas" terhadap neuroplastisitas anak usia 4-6 tahun, merespons dominasi kurikulum akademik yang sering mengabaikan stimulasi holistik. Menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group, penelitian melibatkan 40 anak. Kelompok eksperimen menerima intervensi seni terpadu (rupa, musik, tari, drama) selama 12 minggu, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran reguler. Hasil uji-t menunjukkan peningkatan signifikan (p=0,000 < 0,05) pada kelompok eksperimen, kontras dengan kelompok kontrol yang tidak menunjukkan perubahan bermakna. Temuan ini membuktikan bahwa permainan seni berfungsi sebagai enriched environment yang efektif menstimulasi aspek kognitif, motorik, dan sosial-emosional melalui mekanisme neurobiologis, sehingga layak menjadi strategi utama dalam kurikulum PAUD.
239-247 -
Early Reading Ability Assessment Instrument for Children Aged 5-6 Years in the Context of Early Childhood Education
Mulyawati Zulfadhliyah, Shofia Hartati, Hapidin HapidinShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1395 | Check in Google Scholar
The use of assessment instruments that have not been tested for validity can lead to inaccurate assessments of the early reading abilities of 5-6 year old children and result in inappropriate learning stimulation. This study aims to analyze the validity and reliability of instruments for assessing the early reading abilities of 5-6 year old children. The method used was Research and Research (R&R) with preliminary research, instrument development, and effectiveness testing stages, involving two kindergarten teachers as subjects and assessment instruments as research objects. The data collection instrument. was a non-test questionnaire used to assess the instrument's suitability. The data were analyzed using quantitative descriptive statistical analysis. The results showed a validity value of 0.2960 and a reliability value of 0.780, indicating that the instrument was valid and reliable. These findings imply the availability of an early reading assessment instrument that is suitable for use in supporting objective assessment and the development of early literacy in young children.
248-256 -
Penerapan Media YouTube untuk Meningkatkan Minat Belajar Sains pada Siswa Sekolah Dasar
Andri Kurnia Puspita Dewi, Yuli Prihatni, Ana Fitrotun NisaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1517 | Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi digital menuntut pemanfaatan media sosial sebagai sumber belajar yang inovatif dan relevan untuk meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas penggunaan YouTube dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru dan siswa kelas rendah sekolah dasar. Instrumen penelitian meliputi observasi, wawancara, dan angket siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video pembelajaran berbasis YouTube meningkatkan perhatian, motivasi, serta keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Selain itu, guru terbantu oleh penyajian visual yang konkret sehingga memudahkan pemahaman siswa. Temuan ini mengimplikasikan bahwa YouTube dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik pembelajaran di sekolah dasar.
257-267 -
Early Reproductive Education Through The Utilization of Youtube Videos for Early Childhood Education Student on Anticipating Society 5.0
Fatmazora Fatmazora, Lili Kasmini, Siti Mayang SariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1554 | Check in Google Scholar
Early reproductive education is an important preventive effort to instill self-awareness, body understanding, and self-protection skills in early childhood, especially in the Society 5.0 era characterized by the massive use of digital technology. This study aims to describe the implementation of early reproductive education through the utilization of YouTube videos as a learning medium for Early Childhood Education (PAUD) students. The research employed a descriptive qualitative approach involving PAUD teachers, parents, and students as research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that educational YouTube videos, when carefully selected and implemented with guidance from teachers and parents, are effective in introducing basic reproductive concepts, such as body part recognition, gender differences, personal hygiene, and self-protection. The use of this media also increases students’ attention, understanding, and participation, while supporting children’s digital literacy.
268-273 -
Menumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan Melalui Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Pada Anak Usia Dini
Onah Yusuf, Noviana Mustapa, Kisno K Kisno KShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1030 | Check in Google Scholar
Menanamkan karakter peduli lingkungan pada anak usia dini penting karena dapat membentuk kebiasaan dan perilaku positif yang mendukung keberlanjutan lingkungan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya menumbuhkan sikap peduli lingkungan serta mengidentifikasi strategi yang efektif dalam pembelajaran anak usia dini. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis enam artikel penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2019–2024. Instrumen penelitian berupa analisis dokumen artikel yang melibatkan konteks anak usia dini, guru, dan orang tua sebagai subjek kajian. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, seleksi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru dan orang tua memiliki peran penting dalam membiasakan anak menjaga lingkungan melalui kegiatan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengelompokkan sampah, serta menerapkan prinsip 3R. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menanamkan karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
274-288 -
Pengembangan Media Pembelajaran Busy Book untuk Meningkatkan Berpikir Simbolik
Ambar Rita, Saudah Saudah, Muzakki MuzakkiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1499 | Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir simbolik merupakan suatu aspek penting untuk perkembangan kognitif anak usia dini yang perlu distimulasi melalui media pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Busy Book dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir simbolik anak usia 4–5 tahun di RA Annisa 2 Palangka Raya. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, melibatkan instrumen validasi ahli materi, ahli media, serta lembar observasi dan angket respons guru, dengan subjek penelitian sebanyak 18 anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai kelayakan dan efektivitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Busy Book berada pada kategori sangat layak dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak, khususnya dalam mengenal dan menggunakan simbol huruf dan angka. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya penggunaan media pembelajaran inovatif dan interaktif untuk mendukung perkembangan kognitif anak usia dini.
289-299 -
Pengaruh Penggunaan Media Pop-Up Book Digital terhadap Kemampuan Visual- Spasial Anak Usia 5-6 Tahun
Wulan Tania Sari, Uswatul Hasni, Asih Nur IsmiatunShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1098 | Check in Google Scholar
Kemampuan visual-spasial merupakan aspek kognitif penting yang perlu distimulasi sejak usia dini karena berperan sebagai dasar kemampuan matematika, sains, dan pemecahan masalah, namun masih banyak anak yang belum berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pop-up book digital terhadap kemampuan visual-spasial anak usia 5–6 tahun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretes–postes, melibatkan 15 anak, dengan instrumen berupa lembar observasi skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test dan perhitungan effect size Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan visual-spasial anak setelah perlakuan, dengan nilai Sig. 0,000 dan effect size sebesar 7,36 yang tergolong strong effect. Temuan ini mengimplikasikan bahwa media pop-up book digital efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran inovatif untuk menstimulasi kemampuan visual-spasial anak usia dini.
300-307 -
Efektivitas Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Kurikulum Merdeka pada Materi Mencuci Tangan
Litsa Zakia Arafat, Deni Darmawan, Usarov Jabbor EshbekovichShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1351 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan multimedia interaktif berbasis Kurikulum Merdeka sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini. Penelitian menggunakan metode ADDIE (analyze, development, implementation, evaluate) dengan subjek penelitian 36 anak di PAUD Ibnu Arrafat Desa Mandalasari Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut. Uji kelayakan dilakukan dengan melakukan pengumpulan angket pada ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa serta observasi hasil belajar peserta didik. Multimedia yang dikembangkan ada pada kategori layak dengan persentase kelayakan dari ahli materi sebesar 93%, ahli media sebesar 82%, dan ahli bahasa sebesar 91%. Uji efektivitas dengan Paired Sample t Test menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar anak pada perkembangan kognitifnya. Dengan demikian multimedia pembelajaran interaktif ini dinyatakan layak dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran di PAUD sesuai dengan prinsip- prinsip Kurikulum Merdeka.
308-320 -
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas Satu
Novianty Indah Citaresmi, Akbar Al MasjidShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1589 | Check in Google Scholar
Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi penting dalam keberhasilan belajar siswa sekolah dasar, sehingga kesulitannya perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesulitan membaca permulaan serta faktor-faktor penyebabnya pada siswa kelas satu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, melibatkan satu guru kelas dan delapan siswa yang dipilih secara purposif, dengan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan dalam membedakan huruf, membaca gabungan konsonan, dan merangkai kata, yang dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya strategi pembelajaran adaptif dan kolaborasi antara guru dan orang tua.
321-327 -
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Komputasional Anak Usia Dini
Sari Mulia Ananda Regune, Irma Yuliantina, Nita PriyantiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1558 | Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir komputasional merupakan keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak usia dini, namun implementasinya di PAUD terkendala minimnya media pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menghasilkan buku cerita bergambar "Rutinitas Ajaib Kiko" yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasional anak usia 5-6 tahun. Pendekatan Research and Development (R&D) digunakan dengan model 4D yang dimodifikasi (Define, Design, Develop), melibatkan 20 anak dari RA Bina Ananda 1 dan RA Bina Ananda 2. Instrumen penelitian meliputi: lembar validasi ahli materi (11 butir), lembar validasi ahli pembelajaran PAUD (51 butir), lembar validasi ahli media (23 butir), asesmen kemampuan berpikir komputasional berskala Likert 1-5 dengan empat indikator (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma), dan angket respons guru (12 butir). Analisis data menggunakan statistik deskriptif, Paired Sample t-test, dan N-Gain. Hasil validasi ahli rata-rata 81,74% (Sangat Layak); uji efektivitas signifikan (t=-38,987; p<0,05) dengan N-gain 0,5135 (kategori sedang); dan praktikalitas 98,33% (Sangat Praktis). Penelitian ini membuktikan bahwa buku cerita bergambar merupakan media pembelajaran berpikir komputasional yang valid, efektif, dan praktis untuk anak usia dini tanpa ketergantungan teknologi digital kompleks.
328-338 -
Implementasi Animasi Numberblocks Dalam Mengembangkan Kecerdasan Logika Matematika Anak Usia Dini
Nandani Widya Putri, Dina AmaliaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1588 | Check in Google Scholar
Implementasi animasi Numberblocks penting dibahas karena banyak anak usia dini mengalami kesulitan mengembangkan kecerdasan logika matematika akibat pembelajaran konvensional yang membosankan, sehingga media visual interaktif diperlukan untuk merangsang berpikir logis sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi animasi Numberblocks dalam mengembangkan kecerdasan logika matematika anak usia 5-6 tahun serta mengidentifikasi hambatan dan solusinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di TK Tarbiyatul Athfal Bulungan 1 terhadap 15 anak, dengan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan, divalidasi triangulasi sumber. Hasil menunjukkan perkembangan anak pada indikator belajar-pemecahan masalah, berpikir logis, dan berpikir simbolis sesuai Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014, dengan hampir semua anak mampu mengenal konsep berbagi, pola, warna, dan lambang bilangan 1-10. Implikasi hasil merekomendasikan integrasi konsisten animasi Numberblocks dalam kurikulum PAUD untuk pembelajaran menyenangkan dan optimal.
339-350 -
Analysis of Early Childhood Social-Emotional Development Using the EMC2 Approach in Early Childhood Education Institutions
Mushab Al Umairi, Alfiyanti Nurkhasyanah, Abdul Razak MasaeShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1600 | Check in Google Scholar
Children's inability to manage their social and emotional well-being requires strategic intervention through adult support. This study aims to analyze the social and emotional development of early childhood through the implementation of the EMC2 approach in the PAUD environment. This study employed a field research design with a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted narratively to describe the opinions, actions, and phenomena observed during the study. Theoretically, this study confirms that the EMC2 approach is effective in mapping and stimulating children's emotional intelligence in formal settings. Practically, the high percentage of students in the "Developing" category (74% cumulative BSH and BSB) indicates that integrating teachers' understanding of children's developmental stages and structured adult support can minimize social-emotional barriers. These results imply the importance of standardizing teacher competencies in emotional literacy to ensure that the remaining percentage of "Undeveloped" children can be accommodated through more personalized interventions.
351-361 -
Pengaruh Permainan Tradisional Berbasis Kearifan Lokal Rab-Kerraben Sape Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun
Amirin Nisa'uh Magfiroh, Danang PrastyoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1598 | Check in Google Scholar
Pengembangan sosial-emosional anak usia dini menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan berinteraksi. Aktivitas bermain yang terorganisir dan menyenangkan menjadi sarana yang efektif untuk merangsang aspek tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi pengaruh permainan tradisional Rab Kerraben Sape terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia 5-6 tahun di TK Sejahtera Larangan Luar, Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental jenis one-group pretest–posttest. Terdapat 15 anak yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan instrumen yang telah diuji untuk validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t sampel berpasangan yang didukung oleh SPSS 31. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari 3,27 pada pretest menjadi 11,53 pada posttest dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05). Ini menunjukkan bahwa permainan Rab Kerraben Sape memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia 5-6 tahun, terutama dalam aspek komunikasi, kolaborasi, dan pengelolaan emosi
362-374 -
Pengembangan Media UTALISI (Ular Tangga Literasi) untuk Menstimulasi Kemampuan Literasi Baca Tulis Anak Usia Dini
Dede Rita Puspitasari, Irma Yuliantina, Sri WatiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1597 | Check in Google Scholar
Keterbatasan media pembelajaran interaktif berbasis bermain di lembaga PAUD menjadi hambatan utama stimulasi literasi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media UTALISI (Ular Tangga Literasi) yang layak untuk menstimulasi kemampuan literasi baca tulis anak kelompok B secara holistik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian adalah 75–100 anak usia 5–6 tahun di TKN Pembina Baros Kota Sukabumi. Instrumen berupa lembar validasi ahli (skala Likert 5 poin) dan lembar observasi literasi (8 indikator, skor maksimal 40); data dianalisis secara deskriptif-persentase. Hasil validasi ahli menunjukkan kategori sangat layak: materi 96%, bahasa 96%, dan media 98%. Skor observasi literasi pasca uji coba mencapai 95% (Sangat Baik) pada empat domain: kesadaran fonemik, kosakata, membaca permulaan, dan menulis permulaan. UTALISI terbukti efektif sebagai media literasi berbasis bermain yang berdiferensiasi dan kontekstual secara budaya untuk pendidikan anak usia dini.
375-383 -
Child Protection in Formal ECE: Regulatory Coherence and Service Readiness in Indonesia
Hamid PatilimaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1595 | Check in Google Scholar
Child protection in formal early childhood education is rarely examined through the lens of regulatory coherence, even though safe provision depends on clear rules, procedures, and service coordination. This study analysed the coherence of the national legal and policy framework for child protection in formal ECE and interpreted its implications for service readiness. A qualitative policy analysis with directed document review was conducted on 22 sources published or adopted between 2005 and 2026. Data were extracted into an analytical matrix and coded against six service-readiness indicators. The review found a strong normative foundation and showed that the 2026 education regulations clarified prevention, reporting, complaint handling, referral, and institutional coordination, although workforce readiness and cross-service operational integration remained uneven. Child protection should therefore be positioned as a core component of quality assurance and governance in formal ECE.
384-394 -
Peran Pola Asuh Orang Tua dan Pekerjaan dalam Membentuk Karakter Disiplin Anak Usia
Mawaddah NasutionShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1608 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kedisiplinan anak usia dini yang dipengaruhi oleh pola asuh dan pekerjaan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua dan pekerjaan terhadap kedisiplinan anak di RA Nurul Yaqin Kecamatan Medan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 33 orang tua yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pola asuh orang tua terhadap kedisiplinan anak (p = 0,021) dan antara pekerjaan orang tua terhadap kedisiplinan anak (p = 0,034). Pola asuh yang tepat dan pembagian waktu yang baik oleh orang tua berkontribusi pada pembentukan disiplin anak. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman mengenai pentingnya sinergi antara pola pengasuhan dan kondisi kerja orang tua dalam membentuk karakter disiplin anak usia dini.
395-405
