Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Total Articles: 50 | Total Pages: 469
Issue Coverage: 145 Author(s) from 3 Country(s)
Indonesia (143)
Angola (1)
Malaysia (1)
Research Articles
-
Implementasi Media Wayang Islami dalam Mengembangkan Nilai Agama dan Moral pada Anak
Nabillah Tsany, Dwi Istiyani, Mursid MursidShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.879 | Check in Google Scholar
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis implementasi media wayang Islami dalam mengembangkan nilai agama dan moral pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif di mana peneliti menyajikan objek atau subjek yang diteliti. Teknik mengumpulkan data dalam penelitian ini yakni menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah berupa hasil temuan data yang telah dikumpulkan oleh peneliti. Hasil temuan menunjukkan bahwa dalam melakukan implementasi media wayang Islami mencakup tiga proses yaitu, analisis alasan penggunaan media wayang Islami, penyesuaian media wayang Islami berdasarkan ciri khas anak, dan implementasi media wayang Islami. Dengan menggunakan cerita interaktif, gambar dan visualisasi tokoh, media wayang Islami berhasil mengembangkan pemahaman nilai agama moral anak sesuai indikator yang diharapkan rata-rata 93,3%. Dengan demikian media wayang Islami dapat menjadi inovasi media pembelajaran dalam mengembangkan nilai agama moral pada anak usia dini.
554-566 -
Sikap dan Keyakinan Guru PAUD Terhadap Pembelajaran Sains
Bekti Noviandari, Lilis Madyawati, Reza Edwin SulistyaningtyasShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.865 | Check in Google Scholar
Pembelajaran sains pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam membangun rasa ingin tahu dan keterampilan berpikir kritis anak sejak dini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis sikap dan keyakinan guru PAUD terhadap pembelajaran sains. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan membagikan kuesioner Preschool Teachers' Attitudes and Beliefs Toward Science Teaching (P-TABS). Sampel yang digunakan sebanyak 74 guru yang mengajar pada Pendidikan anak usia dini dari usia 2 hingga 6 tahun. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan statistik. Hasil yang didapatkan Sebagian besar guru memiliki sikap dan keyakinan yang positif terhadap pembelajaran sains, namun dalam praktiknya guru tidak setiap hari memasukkan kegiatan sains karena keterbatasan waktu dalam mempersiapkan dan pelaksanaan, serta keterbatasan bahan dan media. Implikasi yang dapat diberikan adalah memberikan dukungan dari segi ketersediaan bahan dan media serta perlu adanya pelatihan pembelajaran sains pada anak usia dini
567-575 -
Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Kisah Khalifah Utsman bin Affan dengan Media Wayang Kertas -
Lu'lu' Chiquita Irmawati Ahsin, Dwi Istiyani, Nilal Muna FatmawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.866 | Check in Google Scholar
Peggunaan media wayang kertas dalam pembelajaran anak usia dini efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial seperti simpati, empati, dan toleransi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan ketrampilan sosial pada anak usia dini melalui pembelajaran kisah Khlaifah Utsman bin Affan menggunakan media wayang kertas sebagai sarana pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pengumpulan data untuk penelitian menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, display atau pemaparan data, dan verivikasi data oleh ahli, dengan subyek penelitian anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi implementasi media wayang kertas dilakukan melalui kegiatan demonstrasi wayang kertas, berkisah, dan diskusi terkait nilai-nilai sosial. Anak-anak diajak berinteraksi langsung menggunakan wayang kertas untuk mengekspresikan sikap berbagi, berteman tanpa membeda-bedakan, dan saling membantu. Interaksi ini mendorong pemahaman terkait keterampilan soisal secara kontekstual dan menyenangkan. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang mendukung keteramppila sosial anak usia dini
576-586 -
AN An Analysis of Parent’s and Communities' Awareness of The Importance of Developing Multiple Intelligences in Early Childhood
Fakhita Indira HarisShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.872 | Check in Google Scholar
Parents and society often demand that children master predetermined skills. This condition certainly hinders children's development. The method used in this research is Systematic Literature Review. The data used are taken from relevant journals, books and articles within 10 years. Then the data is analyzed and compiled so as to conclude the discussion with the keywords of parental and community awareness, multiple intelligences, and early childhood. The results show that Lack of awareness can have a negative impact on children's development, such as limited exploration of potential, low self-confidence, and difficulties in social and emotional development. Conversely, high awareness can encourage children to develop holistically, increase creativity, independence, and readiness to face future challenges. To increase parental awareness, various strategies are needed, such as parenting education and training, collaboration between parents and educational institutions, utilization of digital media, and strengthening parenting communities. With a systematic and sustainable approach, parents' awareness of multiple intelligences can be increased, thereby supporting more optimal child development in various aspects of life
587-597 -
Meningkatkan Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini melalui Gerak dan Lagu Berbasis Materi Alam
Ni Komang Theda Febrina Subagia, Ni Made Ayu Suryaningsih, Elizabeth PrimaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.920 | Check in Google Scholar
Kecerdasan naturalis merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang mendukung pemahaman terhadap berbagai elemen alam serta upaya pelestarian alam. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan naturalis anak usia dini melalui penerapan gerak dan lagu berbasis materi alam. Pendekatan yang digunakan adalah PTK terhadap 17 orang anak di Kelompok B Wisnu TK Kumara Dharma Kerti. Pengumpulan data melalui observasi berpedoman dengan rubrik penilaian yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil studi menunjukkan, kecerdasan naturalis anak pada tahap prasiklus sebesar 23,53%, melalui penerapan gerak dan lagu berbasis materi alam persentase ketuntasan meningkat menjadi, 64,71% di siklus I dan 88,24% pada siklus II. Berdasarkan hasil kajian ini, disimpulkan bahwa gerak dan lagu berbasis materi alam efektif meningkatkan kecerdasan naturalis anak usia dini, serta merekomendasikan penerapan metode ini sebagai pendekatan dalam pembelajaran yang interaktif untuk menunjang perkembangan anak, khususnya kecerdasan naturalis.
597-514 -
Strategi Guru Dalam Menumbuhkan Empati dan Kerja sama Anak Usia Dini
Nurun Fitra Mutia Kanza, Sofa Muthohar, Mursid MursidShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.891 | Check in Google Scholar
Kesulitan dalam menerapkan strategi pembelajaran yang seringkali menggunakan lembar kerja dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui strategi guru dalam menumbuhkan empati dan kerja sama anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi yakni observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Instrumen wawancara berupa pertanyaan-pertanyaan yang merujuk pada pengembangan strategi oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi belajar sambil bermain menerbangkan pesawat kertas, bermain plastisin, bermain sentra alam, telah berhasil menumbuhkan empati dan kerja sama pada anak. Dengan pendekatan sentra bahan alam, guru mengajak anak saling berinteraksi, berbagi peran, dan menyelesaikan tugas bersama, sehingga anak dapat memahami pentingnya membantu teman serta bekerja sama dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, strategi ini dianggap mampu menumbuhkan rasa empati dan kerja sama pada anak.
615-625 -
Integrasi Javanese Culture Sebagai Penanaman Karakter Anak : Studi Optimalisasi Perkembangan Sosial Emosional Anak
Shafira Nurulita Salehuddin, Fattah Hanurawan, Nur HidayahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.906 | Check in Google Scholar
Perkembangan sosial emosional memainkan peran penting untuk membentuk kepribadian anak dalam kehidupan sosial dan mengelola respon secara positif. Mengoptimalkan perkembangan ini dapat diintegrasikan melalui pendidikan karakter berbasis kebudayaan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya lembaga dalam mengoptimalkan perkembangan sosial emosional anak melalui integrasi javanese culture dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, serta orang tua. Analisis yang digunakan melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi perkembangan sosial emosional dapat diintegrasikan melalui javanese culture dengan pengembangan kurikulum, program sekolah, serta penerapan pembiasaan. Faktor pendukungnya yaitu adanya kerjasama orang tua dan lingkungan sosial dalam pelaksanaan program sekolah, sedangkan faktor penghambatnya yaitu pemberian gadget pada anak tanpa pembatasan dan pemantauan
626-635 -
Strategi Pendidik dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi di Taman Kanak-kanak
Putri Dewi Aprilia, Ivaniarahma Ivaniarahma, Yulsi Yulsi, Dayang Astri Fitriani, Dhita Afifah, Febry Maghfirah, Tri WahyuningsihShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.968 | Check in Google Scholar
Menumbuhkan sikap toleransi harus diajarkan sejak dini untuk membangun karakter yang kuat pada anak untuk menghargai keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pendidik dalam menumbuhkan sikap toleransi seperti sosial dan budaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri dari pendidik dan peserta didik. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjukkan bahwa strategi seperti program “Piring Berbagi” yang berkontribusi dalam meningkatkan kepedulian sosial anak, “SAYANG/Sahabat Anti Bullying” mencegah terjadinya bullying, pengenalan budaya melalui perayaan hari besar nasional, workshop membatik, dan pengenalan makanan tradisional menjadi sarana efektif dalam memahami keberagaman, serta media visual seperti poster dan video meningkatkan minat belajar anak. Implikasi penelitian ini menunjukkan strategi yang kreatif terbukti efektid dalam pembelajaran untuk meningkatkan sikap toleransi dan membentuk karakter anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
636-646 -
Peran Guru dalam Menstimulasi Perkembangan Bahasa Anak Tunagrahita Usia 7-8 Tahun
Dini Wulandari, Wilda Isna KartikaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.898 | Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas pentingnya peran guru dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak tunagrahita usia 7-8 tahun, mengingat keterbatasan kognitif yang mempengaruhi kemampuan berbahasa mereka. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam mengembangkan kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif anak tunagrahita. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap empat anak tunagrahita. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai motivator, fasilitator, evaluator, dan orang tua kedua berperan penting dalam peningkatan kemampuan bahasa anak. Implikasi dari hasil ini menunjukkan bahwa perlu adanya strategi pengajaran yang konsisten dan dukungan emosional, serta kolaborasi dengan orangtua untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak tunagrahita.
647-660 -
Komunikasi Interpersonal Guru Taman Kanak-kanak Luar Biasa dalam Mengenalkan Emosi Kepada Anak Usia Dini dengan Autisme
Putri Prasasti, Nur Faizah RomadonaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.946 | Check in Google Scholar
Komunikasi interpersonal yang efektif antara guru dan anak autis merupakan kunci keberhasilan dalam proses pengembangan anak, khususnya dalam mengenalkan emosi kepada anak autism. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal guru TK-LB (Luar Biasa) dalam mengenalkan emosi kepada anak autis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan informan yaitu guru TK-LB. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa, komunikasi interpersonal guru dalam mengenalkan emosi kepada anak autis yaitu menggunakan kalimat yang sederhana dan pendek, berikan pujian kepada anak, menggunakan alat bantu visual seperti kartu bergambar atau buku cerita bergambar, dan berdiskusi sederhana dengan menanyakan perasaan anak. Implikasi penelitian ini yaitu guru dapat memperoleh panduan praktis tentang cara menggunakan bahasa verbal dan nonverbal, ekspresi wajah, dan media visual untuk membantu anak memahami dan mengekspresikan emosi.
661-668 -
Membangun Sikap Sopan Santun Pada Anak Usia Dini
Aulia Az-Zahra, Heny Irliany, Syarifah Zafira Zain, Ime Nur Azzahra, Seviana Andriani Mening, Diya Fatihah Zahra, Febry Maghfirah, Tri WahyuningsihShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.912 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sikap sopan santun pada anak yang berhubungan dengan lingkungan sosial terdekat anak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dapat menunjukkan sikap menghormati orang yang lebih tua, mengucapkan kata-kata seperti maaf, tolong, dan permisi, serta memberikan salam saat bertemu dengan guru. Hal ini terkait dengan menggunakan media pembelajaran interaktif, seperti video animasi serta keterlibatan guru sebagai pemberi kegiatan edukatif dapat membangun sikap menghormati orang tua dan berkata santun.
669-677 -
Peran Orang Tua terhadap Karakter Kemandirian pada Anak Usia Dini: Sibling Rivalry
Alya Rahmah, Alya’ Azzah Salsabila, Chindy Aprisila Saputri, Atiq Kartika, Adharina Dian PertiwiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.895 | Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang kemandirian dari seorang anak menjadi bentuk kemampuan yang dimilikki oleh anak guna melakukan kegiatan dan tugas sehari-hari sendiri. Permasalahan utama yang dihadapi pada studi ini yakni kurangnya pemahaman tentang pola asuh orang tua dapat beradaptasi untuk mendukung kemandirian anak dalam menghadapi adanya sibling rivalry. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui pola asuh orang tua yang beradaptasi untuk mendukung kemandirian anak dalam menghadapi adanya sibling rivalry.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan pendekatan studi kasus dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini ialah dengan teknik triangulasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh, jarak kelahiran, dan jumlah saudara mempunyai pengaruh signifikan terhadap karakter kemandirian anak. Penelitian ini menjabarkan bahwa kemandirian anak tidak hanya dikarenakan pola asuh namun jarak kelahiran dan juga jumlah saudara sangat berpengaruh pada kemandirian anak usia dini.
678-685 -
Social Emotional Learning Integrated Arts Education in Kindergarten Indonesia and Malaysia
Muthmainah Muthmainah, Amira Najiha Binti YahyaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1054 | Check in Google Scholar
This study aimed to describe art education integrated with social emotional learning in Indonesian and Malaysian kindergartens. This research approach was qualitative with a case study. The data collection methods are literature study, observation, interview, documentation, and Focus Group Discussion (FGD). Data were analyzed used the Miles, Huberman, and Saldana model. The results showed that: 1) SEL integrated art education has been conducted in both countries. In Indonesia, it includes dance, music, drama, and visual arts, while in Malaysia it includes music, drama, and visual arts; 2) SEL values that are stimulated have similarities, namely self-confidence, self-efficacy, responsibility, discipline (obeying rules), responsibility, patience, persistence, expressing and regulating emotions, respect, creative expression, cooperation, respect for differences, and empathy; 3) Challenges include lack of teacher knowledge, limited training for the development of art activities, funding, and limited art facilities. Training for developing arts activities in kindergartens needs to be provided for kindergarten teachers.
686-696 -
Analisis Pemahaman Orang Tua terhadap Literasi Dasar Anak Usia Dini
Ristiany Ristiany, Asep Deni GustianaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.849 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya harapan orang tua anak lulus dari TK mampu membaca. Pemahaman orang terhadap literasi dasar anak usia dini sangat berpengaruh terhadap perkembangan literasi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman orang tua terhadap literasi dasar anak usia dini khususnya membaca. Jenis penelitian ini kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik pengumpulan data wawancara semi terstruktur, observasi, dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu TK swasta di Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah partisipan penelitian orang tua siswa sebanyak 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman orang tua terhadap literasi dasar anak usia dini adalah pemahaman orang tua terhadap literasi dasar anak usia dini adalah orang tua fokus pada pengenalan huruf atau keaksaraan, sekolah menjadi harapan orang tua dalam mengembangkan literasi dasar karena pemahaman orang tua terbatas dalam memahami cara mengembangkan literasi di rumah dan Anak mampu membaca menjadi tuntutan di SD. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada pihak orang tua dan guru untuk mengoptimalkan penjenjangan membaca yang terbukti berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan membaca dengan benar pada anak usia dini.
706-716 -
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Anak Usia Dini
Siti Hafifah, Serli Marlina, Zulminiati Zulminiati, Saridewi SaridewiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1083 | Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir tingkat tinggi pada anak usia dini penting dikembangkan sejak dini karena berpengaruh terhadap kesiapan anak menghadapi tantangan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) berpengaruh terhadap HOTS pada anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen, melibatkan 30 anak yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol, dan data yang dikumpulkan berasal dari hasil pre-test dan post-test. Instrumen yang digunakan berupa 7 butir indikator HOTS yang sudah di uji validitas serta reliabilitasnya, dan data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan media AR terhadap peningkatan HOTS anak, dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00 (<0,05). Implikasi dari hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media AR dapat menjadi alternatif efektif dalam mengoptimalkan pengembangan HOTS pada anak usia dini.
717-725 -
Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Media Pembelajaran Kotak Pintar
Rania Putri, Sudarti Sudarti, Iin MaulinaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.825 | Check in Google Scholar
Kotak pintar memuat aspek kognitif yang dapat mengembangkan kemampuan matematika dan sains. Yang melatar belakangi penelitian ini adalah kurangnya ketersediaan media pembelajaran matematika dan sains di PAUD Bina Anak Sholih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media kotak pintar terhadap kemampuan matematika dan sains anak usia dini. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen pendekatan kuantitatif dengan perhitungan Uji Wilcoson Matched Paired Test yang menghitung dua data yaitu data pre-test dan post-test. Jumlah populasi dalam penelitian ini 15 anak dan sampel kelompok usia 5-6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kemampuan matematika dan sains anak di kelas B pada beberapa indikator, dari hasil rata-rata (pre-test) 10,07 menjadi 22,13 (post-test) setelah diberikan stimulasi menggunakan media kotak pintar. Kesimpulannya bahwa media kotak pintar berpengaruh terhadap kemampuan matematika dan sains.
726-739 -
Analisis Standar Kompetensi Anak Usia Dini sebagai Dasar Penyusunan Kurikulum Bimbingan di TK
Esya Anesty Mashudi, Deri Hendriawan, Budhi Tristyanto, Roby Naufal ArzaqiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.661 | Check in Google Scholar
Penelitian ini ini mengkaji mengenai kebutuhan layanan bimbingan di taman kanak-kanak dengan menganalisis standar kompetensi anak usia dini di domain personal-sosial, akademik, dan karir. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan dari 148 siswa Taman Kanak-kanak di Kota Serang, Banten, melalui instrumen skala penilaian yang diadaptasi berdasarkan ASCA National Standards for Student (Kindergarten Level) yang mengungkap kompetensi siswa pada empat domain yakni pribadi, sosial, akademik dan karir. Analisis statistik deskriptif mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan penguasaan sedang pada ketiga domain, dengan nilai rata-rata tertinggi pada domain akademik (2,56), diikuti oleh domain karir (2,40) dan pribadi-sosial (2,24). Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kurikulum bimbingan di Taman Kanak-kanak harus lebih menekankan pada pencapaian tujuan perkembangan pada domain pribadi-sosial, sementara pada domain akademik dan bimbingan karir tujuan yang dicapai adalah pemeliharaan. Dengan demikian, program bimbingan dan konseling pada jenjang pendidikan anak usia dini perlu memprioritaskan intervensi berupa bimbingan pribadi-sosial sambil mempertahankan dan meningkatkan kompetensi akademik dan karir melalui layanan yang ditargetkan.
740-753 -
Peran Guru Dalam Strategi Guru dalam Meningkatkan Minat Baca Buku Cerita Bergambar pada Anak Usia Dini: Sistematika Studi Literatur
Eni Rusanti, Imron Arifin, Evania YafieShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1008 | Check in Google Scholar
Minat baca anak di Indonesia sangat rendah, hanya 0,001% dari populasi menunjukkan minat baca rendah yang signifikan, dapat mengakibatkan generasi yang kurang terdidik dan tidak siap menghadapi tantangan di masa depan. Tujuan penelitian untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan minat baca buku cerita bergambar pada anak usia dini menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam meningkatkan minat anak membaca buku cerita bergambar melibatkan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas, mengadakan proyek baca bersama, kursus parenting literasi, dan kunjungan ke perpustakaan, tekhnik mendongeng yang menarik, menciptakan area bacaan yang menarik dan melibatkan orang tua dalam kegiatan literasi dapat memperkuat pengalaman membaca. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengembangkan minat anak dalam hal membaca buku cerita bergambar sejak dini di Indonesia. Implikasi teoritis bahwa buku cerita bergambar dapat digunakan untuk mendukung metode pembelajaran yang bermanfaat
754-765 -
Developing Merdeka Curriculum Teaching Module Based on Local Wisdom to Foster Rahmatan Lil Alamin Character in Early Childhood
Indy Ari Pratiwi, Dzulfikar Sauqy ShidqiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1081 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis kearifan lokal untuk mengembangkan karakter rahmatan lil alamin pada anak. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian research and development, menggunakan model Borg & Gall. Dari kesepuluh langkah model Borg & Gall dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) langkah, yaitu: (a) pendahuluan, (b) pengembangan, (c) uji lapangan, dan (d) diseminasi. Nilai hasil perhitungan paired test, diperoleh hasil dari t hitung adalah sebesar 3,501 sedangkan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,001. Sehingga nilai 0,001 lebih kecil dari 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa penggunaan Modul ajar dengan kearifan lokal “GusJiGang” dapat berpengaruh untuk mengembangkan karakter Rahmatan Lil Alamin pada anak dan dari hasil pretest posttest tersebut terjadi peningkatan karakter Rahmatan Lil Alamin pada anak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dibuat dapat digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pembelajaran. Modul Ajar yang berbasis kearifan lokal yaitu modul ajar “GusJiGang” dapat mengembangkan karakter Rahmatan Lil Alamin pada anak. Sehingga dapat memberikan gambaran pendidik dalam merencanakan modul ajar serupa dengan mengadaptasi kearifan lokal satuan pendidikan masing-masing.
766-777 -
Pengaruh Penggunaan Media Video Canva terhadap Kemampuan Literasi Anak Kelompok B
Nurul Madani Herman, Tasrib Akib, Intisari IntisariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.658 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media video Canva terhadap peningkatan kemampuan literasi anak usia dini kelompok B1 di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Cabang Tallo Kota Makassar. Kemampuan literasi, terutama dalam mengenal huruf dan menyusun kata, merupakan aspek penting yang perlu dikembangkan pada anak usia dini sebagai landasan untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 19 anak usia dini yang terdiri atas 11 perempuan dan 8 laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan media video Canva, mayoritas anak berada pada kategori "Belum Berkembang" (52,63%) dan "Mulai Berkembang" (47,37%). Setelah perlakuan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 89,47% anak berada dalam kategori "Berkembang Sesuai Harapan" dan 10,53% pada kategori "Berkembang Sangat Baik." Analisis statistik nonparametrik dengan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,005), yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan penggunaan media video Canva terhadap kemampuan literasi anak.
778-783 -
Penggunaaan Video Pembelajaran terhadap Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun
Remalianti Agustin, Nurjannah Nurjannah, Nurbiana DhieniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.697 | Check in Google Scholar
Kemandirian perlu diajarkan sejak dini sehingga anak dapat membantu dirinya sendiri. Pada praktiknya di lapangan penerapan pola asuh orang tua tidak bersifat kaku, yang mana orang tua dapat menerapkan beragam jenis pola asuh dengan kondisi tertentu. Studi menyatakan anak-anak yang tinggal dengan orang tua otoriter mengembangkan tanggung jawab kurang karena orang tua mereka membuat semua keputusan mereka dan dengan demikian anak-anak datang untuk bergantung pada orang tua mereka hampir segalanya. Tujuan penelitian ini yaitu melihat pengaruh video pembelajaran terhadap kemandirian anak. Film animasi berupa kartun yang dipilih mengedepankan perilaku-perilaku kemandirian yang bisa ditanamkan dalam kehidupan anak usia dini seperti pembiasaan cara makan, dan pengucapan kata-kata ajaib seperti maaf dan terimakasih. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan 2 kelas sebagai kelas ujicoba dan kelas control. Masing-masing kelas berisikan 20 siswa. Penelitian akan dianalisis menggunakan Analisa statistic. Hasil pengujian menunjukan bahwa penggunaan video efektiv dan berpengaruh terhadap kemandirian anak. Peneltiian ini dapat diimplikasikan secara universal terhadap semua pola asuh untuk membantu kemandirian anak.
784-790 -
Penerapan Pendekatan Play-based learning dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun
Desi Amanda, Tri WahyuningsihShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1113 | Check in Google Scholar
Pendekatan play-based learning penting untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan play-based learning dan dampaknya terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode kualitatif naratif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara guru kelas, dan dokumentasi aktivitas anak. Subjek penelitian adalah dua guru kelas B dan siswa di sekolah. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan bermain efektif meningkatkan kemampuan berbagi, kerja sama, pengelolaan emosi, dan interaksi sosial anak. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya kolaborasi guru, anak, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal melalui pendekatan bermain
791-799 -
Implementasi Sikap Toleransi Beragama melalui Metode Pembiasaan Pada Anak Usia 5-6 Tahun
Oktavia Nugraheni, Adharina Dian Pertiwi, Hasbi Sjamsir, Fitri AnjarwatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1107 | Check in Google Scholar
Toleransi beragama merupakan nilai penting yang harus ditanamkan sejak usia dini untuk membentuk karakter anak yang menghargai perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode pembiasaan dalam menanamkan sikap toleransi beragama pada anak usia 5–6 tahun. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian naratif, dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembiasaan diterapkan melalui kegiatan rutin harian seperti memberi salam, menunggu giliran, dan menghormati perbedaan ibadah. Analisis data dilakukan secara deskriptif naratif berdasarkan hasil temuan di lapangan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembiasaan efektif dalam menanamkan sikap toleransi beragama sejak dini, serta pentingnya dukungan dari sekolah dan keluarga dalam proses tersebut.
800-810 -
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kemalaraja
Meilina Estiani, Suparno SuparnoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.938 | Check in Google Scholar
Tingginya kasus Tuberkuloasi anak menunjukkan masih aktifnya penularan TB di masyarakat dan lemahnya sistem pencegahan. Jika tidak ditangani secara serius, anak dapat mengalami komplikasi berat bahkan kematian. Selain itu, memperhatikan TB pada anak adalah langkah strategis untuk memutus rantai penularan dan mencapai target eliminasi TB secara global. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis anak. Penelitian analitik cross-sectional ini dilakukan menggunakan lembar ceklist. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki anak 0-14 tahun terdiagnosis/suspek Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Kemaraja. Tehnik pengambilan sampel dengan purposive sampling, sebanyak 55 orang. Analisis Uji chi-square, derajat kepercayaan 95 %, signifikansi ≤ 0,05. Ada hubungan riwayat kontak dan riwayat imunisasi BCG (p=0,001, p=0,016) dengan kejadian Tuberkulosis anak. Pengendalian TB pada orang dewasa, serta cakupan imunisasi BCG yang merata, sangat penting untuk melindungi anak dari TB. Hasil ini bisa menjadi dasar untuk menyusun kebijakan pencegahan dan deteksi dini TB anak di lingkungan keluarga dan komunitas
811-822 -
Peran Guru Terhadap Kemandirian Anak Tunanetra
Oktanila Palensky Simanjuntak, Istighna Ayuningtyas, Putri Febiane Andrayana, Anastasya Ameliya Juventy, Angelina Risa Sonia Mita, Adharina Dian Pertiwi, Wilda Isna KartikaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1153 | Check in Google Scholar
Kemandirian anak tunanetra merujuk pada kemampuan mereka untuk mengelola diri, mengambil keputusan, dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa ketergantungan berlebihan pada orang lain. Aspek ini sangat penting dalam pendidikan inklusif karena menunjang adaptasi sosial, perkembangan pribadi, serta kesiapan menghadapi tantangan hidup secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam membentuk kemandirian anak tunanetra di SLB Tunas Harapan, Kota Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, serta divalidasi melalui triangulasi sumber. Instrumen berupa panduan wawancara dan observasi dengan indikator strategi, respons, dan tantangan guru. Data dianalisis secara tematik melalui proses reduksi dan display data. Hasil menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran adaptif, pelatih keterampilan hidup, serta pembimbing dalam literasi dan penggunaan huruf Braille. Kolaborasi guru dan orang tua serta lingkungan yang konsisten turut memperkuat proses kemandirian anak. Implikasi penelitian ini adalah peran guru terbukti efektif dalam membentuk kemandirian anak tunanetra.
823-833 -
Peran Orang Tua dan Guru terhadap Kemampuan Membaca Siswa Kelas II Sekolah Dasar
Dinda Gustia Putri, Latif LatifShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1148 | Check in Google Scholar
Kemampuan membaca adalah fondasi penting dalam pembelajaran di tingkat dasar, menjadikan topik ini krusial untuk dibahas demi peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran sinergis orang tua dan guru dalam mengembangkan kemampuan membaca siswa Sekolah Dasar. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dari siswa kelas II, orang tua, dan guru. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pola peran yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan peran orang tua sebagai pendidik, motivator, dan fasilitator, sementara guru berperan sebagai model, pembimbing, dan evaluator yang krusial. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara keluarga dan sekolah untuk menciptakan ekosistem belajar yang optimal bagi peningkatan kemampuan membaca siswa.
834-842 -
Sibling Rivalry dan Implikasinya terhadap Perkembangan Anak Usia Dini di Keluarga Muda Pendidikan Rendah
Ismi Aziza, Ernawulan Syaodih, Nur Faizah RomadonaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1221 | Check in Google Scholar
Sibling rivalry merupakan isu penting dalam dinamika keluarga yang berdampak langsung pada perkembangan emosional, sosial, dan psikologis anak. Persaingan ini umumnya dipicu oleh pola asuh tidak adil, perbedaan gender, dan jarak kelahiran yang terlalu dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna sibling rivalry berdasarkan pengalaman orang tua dalam konteks keluarga muda dengan pendidikan rendah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi literatur. Data dikumpulkan melalui pencarian sistematis dan dianalisis secara tematik berdasarkan subjek, temuan, dan keterkaitan antar artikel. Hasil menunjukkan bahwa sibling rivalry cenderung lebih intens pada anak-anak yang diasuh secara otoriter atau permisif, serta pada keluarga dengan keterbatasan pendidikan. Rivalitas ini dapat menyebabkan stres, agresivitas, dan gangguan relasi sosial pada anak. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan, terutama bagi orang tua muda.
843-852 -
Integrasi Nilai Qur’ani dan Psikologi dalam Pendidikan Anak di Era Disrupsi
Rahmadani Akbar, Eva LatipahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1182 | Check in Google Scholar
Pentingnya integrasi nilai-nilai Qur’ani dan psikologi perkembangan dalam pendidikan anak semakin nyata di tengah krisis moral dan tantangan era digital. Penelitian ini bertujuan merumuskan model pendidikan Islam yang holistik dengan memadukan dimensi spiritual dan perkembangan psikologis anak. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis terhadap sejumlah artikel ilmiah, menggunakan instrumen klasifikasi tematik. Data dianalisis melalui pendekatan content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani seperti tauhid, akhlak, dan ibadah berfungsi sebagai kompas spiritual yang membentuk arah hidup anak, sementara teori psikologi perkembangan memberikan peta pedagogis yang menyesuaikan penyampaian nilai-nilai tersebut dengan tahap tumbuh kembang anak. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya strategi pendidikan yang tidak hanya normatif, tetapi juga adaptif dan aplikatif terhadap realitas perkembangan anak.
867-877 -
Dampak Kecanduan Gadget Pada Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia 4 – 5 Tahun
Khairunnisa Nazwa Kamilla, Ayu Aprilia Pangestu PutriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1173 | Check in Google Scholar
Perkembangan anak usia dini, khususnya pada usia 4–5 tahun, merupakan periode krusial dalam pembentukan dasar regulasi emosi. Regulasi emosi adalah salah satu keterampilan terpenting yang harus dimiliki seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh kecanduan gadget terhadap kemampuan regulasi emosi pada anak usia 4–5 tahun, dan bertujuan agar orang tua untuk memberikan batasan waktu penggunaan gadget. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan anak usia 4–5 tahun yang mengalami kecanduan gadget dan orang tua mereka sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan gadget berdampak pada regulasi emosi anak, seperti perilaku tantrum dan sulit bersosialisasi. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membatasi penggunaan gadget dan meningkatkan interaksi sosial anak untuk mendukung perkembangan emosi yang sehat.
878-888 -
Penggunaan Media Loose Parts untuk Mengembangkan Literasi Numerasi Anak Usia Dini
Nurlina Jalil, Salmiati Salmiati, Muhammad Nur Fuadi, Nur Fadhilah, Nilmayanti NilmayantiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1022 | Check in Google Scholar
Literasi numerasi merupakan salah satu kemampuan dasar penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media loose parts dalam meningkatkan literasi numerasi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode tindakan kelas. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, dan catatan penilaian kegiatan anak. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Kota Parepare. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi media loose parts secara terstruktur terencana dan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan literasi numerasi anak dari 89% anak yang belum berkembang (BB) meningkat menjadi 95% anak berkembang sangat baik (BSB) dari siklus I ke siklus II melalui permainan angka dan menyusun abjad. Penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu memanfaatkan media loose parts sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan dalam pengembangan literasi numerasi anak usia dini di masa selanjutnya.
889-897 -
Strategi Perencanaan Pembelajaran untuk Menumbuhkan Epistemic Curiosity Anak Usia Dini
Jeane Siti Dwijantie, Laesti NurishlahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1298 | Check in Google Scholar
Masa transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar merupakan periode emas untuk menumbuhkan epistemic curiosity anak, karena pada usia 6–7 tahun rasa ingin tahu muncul secara spontan tanpa kekhawatiran akan kesalahan atau keinginan untuk dinilai. Penelitian ini bertujuan merumuskan prinsip strategi perencanaan pembelajaran berbasis Systematic Literature Review (SLR) guna mengoptimalkan epistemic curiosity anak. Metode SLR digunakan dengan menganalisis 17 artikel menggunakan protokol PRISMA. Data dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa epistemic curiosity terdiri atas tipe interest (karena kebaruan) dan deprivation (karena kebutuhan informasi). Pembelajaran perlu menggabungkan stimulus kebaruan dengan penugasan yang menantang berpikir mendalam. Guru perlu menciptakan suasana belajar yang fleksibel, inklusif, dan mendorong eksplorasi aktif tanpa tekanan penilaian. Temuan ini menjadi acuan praktis dalam menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan epistemic curiosity anak di masa awal sekolah, sehingga potensi rasa ingin tahu mereka dapat dipelihara dan diarahkan secara optimal sejak dini.
898-908 -
Pengaruh Disiplin Orang Tua dan Keterlibatan Guru terhadap Perkembangan Agama dan Moral Anak Usia 5 -6 Tahun di RA Al – Hikmah Namorambe
Raisa Nursalum, Khadijah Khadijah, Fibri RakhmawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1129 | Check in Google Scholar
Studi ini didasarkan pada asumsi bahwa lingkungan keluarga dan sekolah memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter anak, khususnya pada masa usia emas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi untuk menganalisis hubungan antara variabel independen (disiplin orang tua dan keterlibatan guru) dan variabel dependen (perkembangan religius dan moral anak). Data dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh orang tua dan guru, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi kontribusi masing-masing faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara disiplin orang tua serta keterlibatan guru dengan perkembangan religius dan moral anak. Disiplin orang tua memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk perilaku religius dan moral, sementara keterlibatan guru juga terbukti memperkuat nilai-nilai tersebut melalui interaksi edukatif di lingkungan sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara peran keluarga dan institusi pendidikan sangat penting dalam pembentukan karakter religius dan moral anak usia dini.
909-915 -
Eksplorasi Pemahaman dan Pengalaman Ibu terhadap Makanan Halalan Toyyiban pada Anak Usia Dini
Nurul Liza Nasution, Masganti Sit, Ahmad Syukri SitorusShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1130 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemahaman dan pengalaman ibu dalam memastikan asupan makanan halal toyyiban pada anak usia dini dalam konteks pendidikan Islam. Studi ini penting dilakukan mengingat makanan halal toyyiban tidak hanya berkaitan dengan aspek syariah, tetapi juga membentuk karakter dan kesehatan anak sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap ibu-ibu yang memiliki anak usia dini di lingkungan pendidikan Islam. Hasil temuan utama menunjukkan bahwa pemahaman ibu terhadap konsep halal toyyiban bervariasi, mulai dari pengenalan bahan makanan halal, proses penyiapan, hingga pentingnya memastikan makanan yang sehat dan bergizi sesuai tuntunan agama. Pengalaman ibu dalam memilih, menyiapkan, dan mengawasi asupan makanan anak juga dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan akses terhadap informasi halal. Namun, masih ditemukan tantangan praktis seperti keterbatasan sumber informasi, kesulitan mendapatkan bahan halal, serta minimnya edukasi mengenai standar halal toyyiban di lingkungan sekolah dan masyarakat.
916-924 -
Evaluasi Program Pembelajaran STEAM Berbasis Loose Parts di PAUD Al-Kautsar (Model CIPP)
Fitri Wulandari Sukmady, Yuliani Nurani, NurjannahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1002 | Check in Google Scholar
Penelitian ini mengevaluasi program pembelajaran STEAM berbasis loose parts di PAUD Al-Kautsar menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan empat bagian komponen evaluasi. Pada komponen context, lembaga memenuhi kriteria moderat dengan lingkungan dan sumber daya yang mulai mendukung STEAM, meski visi dan misi belum sepenuhnya mengakomodasi. Komponen input menunjukkan perencanaan dan kerjasama dengan pihak luar, namun dokumen teknis pelaksanaan belum tersedia, menyebabkan variasi dalam implementasi di setiap kelompok di lembaga. Fasilitas mencakup tiga ruang kelas dan area outdoor, dengan beragam media loose parts, meski jumlah pada bahan logam, kaca, dan keramik masih terbatas. Pada komponen process semua kelompok tidak terlihat menampilkan invitasi berasal dari media loose parts yang disesuaikan dengan topik pembelajaran. Proses pembelajaran kelompok A melampirkan modul ajar dan konsisten dalam STEAM, sedangkan kelompok B dan PG belum sepenuhnya melaksanakan komponen tersebut. Pada komponen product menghasilkan produk akhir menunjukkan pembelajaran berpusat pada anak dengan dampak positif bagi perkembangan sosial emosional. Rekomendasi penelitian mencakup pembuatan juknis, pelatihan guru, dan peninjauan ulang dokumen kurikulum serta penambahan media loose parts.
925-940 -
Peningkatan Kemampuan Mengelola Emosi melalui Penilaian Diri Berbasis Gambar
Karsela Karsela, Masganti SitShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1328 | Check in Google Scholar
Pengembangan kemampuan mengelola emosi pada anak usia dini penting dilakukan untuk membentuk karakter yang sehat secara sosial dan emosional sejak dini. Hal ini bertujuan agar anak mampu mengenali, mengekspresikan, dan mengendalikan emosinya secara tepat dalam berbagai situasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengelola emosi anak usia dini melalui implementasi penilaian diri berbasis gambar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Partisipan dalam penelitian ini adalah 11 anak kelompok B (usia 6 tahun) di RA An-Nida Bandar Setia. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa melalui penerapan penilaian diri berbasis gambar, yang dikombinasikan dengan kegiatan mewarnai, bercerita, dan refleksi, anak menunjukkan peningkatan dalam mengenali dan mengelola emosinya. Peningkatan terlihat signifikan dari tahap pra-siklus ke siklus kedua, di mana lebih dari 95% anak mencapai kategori “berkembang sangat baik”. Dengan demikian, strategi penilaian diri berbasis gambar terbukti efektif dalam membantu anak memahami dan mengelola emosinya secara mandiri sesuai dengan tahap perkembangan usianya.
952-958 -
Peningkatan Perkembangan Bahasa Anak melalui Media Boneka Tangan Tematik
Sitti Muliya Rizka, Bahrun Bahrun, Vani Monita MuliaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1335 | Check in Google Scholar
Kemampuan berbahasa merupakan salah satu aspek perkembangan yang krusial untuk ditanamkan sejak dini karena berkontribusi terhadap keterampilan komunikasi, berpikir, interaksi sosial, serta kesiapan anak dalam menghadapi proses pembelajaran di jenjang berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak melalui penggunaan media boneka tangan tematik. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, melibatkan 11 anak sebagai subjek penelitian yang terdiri dari 6 perempuan dan 5 laki-laki. Data dikumpulkan melalui observasi dan penilaian unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bertahap kemampuan bahasa anak, dari 42% pada siklus I, menjadi 78,4% pada siklus II, dan 82% pada siklus III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media boneka tangan tematik mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan perkembangan bahasa anak di TK Bunga Pala. Media ini terbukti efektif dan menarik untuk digunakan dalam mendukung pembelajaran bahasa pada anak usia dini
959-968 -
Analisis Kemampuan Kognitif Pada Anak Tuna Daksa
Ime Nur Azzahra, Syarifah Zafira Zain, Aulia Az-Zahra, Diya Fatihah Zahra, Adharina Dian Pertiwi, Wilda Isna KartikaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.922 | Check in Google Scholar
Kemampuan kognitif mencakup pemahaman, pemikiran, dan pemecahan masalah, sedangkan tuna daksa adalah kondisi disabilitas fisik yang mempengaruhi proses belajar anak. Studi berikut tujuannya guna menganalisis kemampuan kognitif anak tuna daksa berdasarkan tingkatannya, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Studi dijalankan melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui pengamatan, dokumentasi, dan wawancara pada anak tuna daksa. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan tuna daksa tingkat sedang dan tinggi dapat mengikuti pembelajaran eksplorasi dan pemecahan masalah dengan baik, serta memahami konsep logis dan bilangan dasar. Namun, anak tuna daksa dengan tingkat rendah kurang aktif karena dipengaruhi down syndrome, hanya mampu memahami konsep logis sederhana dan belum menguasai operasi bilangan dasar. Kesimpulannya adalah tuna daksa tidak sepenuhnya mempengaruhi kemampuan kognitif anak melainkan anak yang memiliki disabilitas ganda. Maka dengan ini, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai anak penyandang tuna ganda.
967-705 -
Pengaruh Penggunaan Handphone Terhadap Kemampuan Sosial Anak Usia Dini
Mutiara Nur, Ahmad Syukri SitorusShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1313 | Check in Google Scholar
Penggunaan handphone pada anak usia dini semakin umum digunakan sebagai hiburan dan alat bantu orang tua maupun anak-anak. Namun, penggunaan berlebihan dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial anak, seperti komunikasi, empati, dan kerja sama. Mengingat usia dini adalah masa emas perkembangan sosial-emosional, penting untuk meneliti pengaruh durasi penggunaan handphone terhadap kemampuan sosial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif dan analisis regresi linear sederhana. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Subjek penelitian adalah 55 anak usia 5–6 tahun di Dusun II Hamparan Perak. Metode pengumpulan data yaitu Survei, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup (skala Likert 1–4). Analisis data Hasil menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,284 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,080, yang berarti 8% kemampuan sosial anak dipengaruhi oleh durasi penggunaan handphone. Temuan ini menunjukkan perlunya pembatasan durasi dan pendampingan penggunaan handphone oleh orang tua secara aktif.
969-976 -
Persepsi Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Anak Usia Dini Pada Siswa Usia 4-6 Tahun
Nadia Estu Ningtias, R Sri Martini Meilanie, Nurbiana DhieniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1303 | Check in Google Scholar
Kasus kekerasan seksual pada anak usia dini di Indonesia masih tinggi, sehingga penting untuk memahami peran orang tua dalam pendidikan seks sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi orang tua terhadap pendidikan seks pada anak usia dini. Studi ini menggunakan metode survei kuantitatif dengan kuesioner tertutup pada 100 orang tua siswa usia 5-6 tahun sebagai subjek penelitian. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengidentifikasi pola persepsi dan dukungan orang tua. Hasil menunjukkan mayoritas orang tua memiliki persepsi positif dan mendukung pelaksanaan pendidikan seks, meskipun sebagian masih merasa canggung membahas topik ini. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya program sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan bagi orang tua, agar pendidikan seks dapat diberikan secara efektif di lingkungan keluarga. Salah satunya karena persepsi orang tua yang menganggap pendidikan seks tabu serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikannya.
977-986 -
Pengaruh Metode Pembelajaran Eksperimen Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun
Sandra Puspita, Malpaleni Satriana, Febry MaghfirahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1305 | Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir kritis merupakan faktor yang sangatlah fundamental dan perlu mengalami perkembangan pada anak usia dini, karena dengan kemampuan berpikir kritis sehingga anak mampu mengidentifikasi masalah, menyampaikan pendapat, serta mengevaluasi kegiatan secara logis. Penelitian memiliki tujuan yaitu menganalisis pengaruh metode pembelajaran eksperimen sebelum dan sesudah pelaksanaan terhadap kemampuan berpikir kritis anak. Penelitian akan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain pra-eksperimen yaitu One-Group Pretest and Posttest Design. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas instrumen, normalitas, homogenitas, analisis statistik deskriptif, serta hipotesis menggunakan uji-T, subjek penelitian ini ialah sebanyak 23 anak usia 5-6 tahun. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwasanya metode pembelajaran eksperimen memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis. Analisis paired samples t-test memperlihatkan nilai signifikansi 0,00<0,05, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan. Dengan demikian, metode pembelajaran eksperimen memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.
987-997 -
Media Digital pada Pembelajaran Multikultural di Sekolah Multi-Etnis
Karla Mahardika, Ernawulan Syaodih, Heny DjoehaeniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1202 | Check in Google Scholar
Pembelajaran multikultural pada anak usia dini penting untuk dibahas karena keberagaman etnis dan budaya yang semakin nyata dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran multikultural dengan memadukan media digital di TK yang berada di lingkungan multietnis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa dengan usia 5-6 Tahun di TK-Y di Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital (animated drawing), dapat meningkatkan keterlibatan siswa & mempermudah pemahaman mereka terhadap nilai-nilai keberagaman budaya. Kegiatan seperti menyanyikan lagu tradisional, mengenakan pakaian adat, serta menari tarian daerah yang dipadukan dengan media visual memberikan pengalaman belajar yang multisensori dan kontekstual. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu mengembangkan media digital yang adaptif, inklusif, dan sesuai dengan konteks budaya anak untuk mendukung pembelajaran multikultural.
998-1006 -
Metode Bermain Peran untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun
Herlin Syahdina Lubis, Khadijah KhadijahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1282 | Check in Google Scholar
Meningkatkan keterampilan bahasa anak usia 5-6 tahun dengan metode bermain peran menjadi cara yang tepat. Latar belakang penelitian ini ditemukannya anak usia 5-6 tahun yang menunjukkan keterlambatan pada kemampuan bahasa. Penelitian ini mengadopsi pendekatan penelitian tindakan kelas dan dilaksanakan pada kelompok B yang terdiri dari anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun melalui penerapan metode bermain peran. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 20 anak, terdiri 11 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Penelitian dilaksanakan dua siklus, dengan perlakuan yang diberikan pada siklus pertama dan kedua memiliki perbedaan dalam pembiasaan serta penguatan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, metode bermain peran terbukti mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun.
1007-1016 -
Pengembangan Keterampilan Pemecahan Masalah Anak Usia 5-6 Tahun melalui Kegiatan Permainan Berbasis Etnopedagogi
Meidiana Sonya Rachma Dewi, Sri Wulan, Hapidin HapidinShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1326 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permainan berbasis etnopedagogi dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah pada anak usia 5-6 tahun. Permainan tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang tinggi. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis sepuluh artikel ilmiah yang relevan untuk mengidentifikasi kontribusi permainan tradisional terhadap perkembangan anak. Hasil analisis tren selama tujuh tahun terakhir (2018–2024) menunjukkan bahwa permainan berbasis etnopedagogi seperti petak umpet, engklek, tarik upih, dan gobak sodor mampu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah seperti menunjukkan minat untuk menjelajah; kemampuan merencanakan strategi; serta mengevaluasi usaha. Selain itu, juga berkontribusi signifikan terhadap perkembangan motorik dan sosial anak, terutama dalam hal kerja sama, interaksi sosial, empati, kejujuran, dan kepatuhan terhadap aturan. Dengan demikian, rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pengintegrasian permainan tradisional dalam pembelajaran anak, sebagai pendekatan pembelajaran berbasis budaya dan nilai lokal.
1017-1025 -
Eksplorasi Ekspresi Seni Anak Usia Dini Melalui Tari Daerah dan Musik Tradisional Angklung : Studi di TKN Pembina dan TK Santa Theresia
Chikita Fatmi Putri, Joko PamungkasShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1172 | Check in Google Scholar
Pelestarian seni tradisional sejak usia dini penting karena tidak hanya menumbuhkan apresiasi budaya, tetapi juga mendukung perkembangan anak secara holistik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas integrasi tari daerah dan musik angklung dalam pembelajaran anak usia dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian melibatkan 30 anak usia 5–6 tahun di TKN Pembina dan TK Santa Theresia Pasir Penyu. Instrumen penilaian mencakup lima aspek perkembangan, yaitu motorik kasar, kecerdasan musikal, sosial-emosional, kognitif, serta bahasa dan imajinasi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan skor pretest dan posttest menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh aspek perkembangan dengan rata-rata sebesar 36–41%, di mana aspek kognitif mengalami peningkatan paling tinggi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi seni tradisional dalam kurikulum PAUD serta perlunya pelatihan guru untuk mendukung implementasi secara optimal.
1026-1033 -
Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Anak Usia Dini
Syahran Yusuf, Darmasyah DarmasnyahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1055 | Check in Google Scholar
Integrasi teknologi dalam pembelajaran anak usia dini (PAUD) menjadi isu yang semakin relevan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknologi dalam pembelajaran PAUD, dampaknya terhadap perkembangan anak, serta tantangan yang dihadapi oleh pendidik serta lembaga pendidikan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAUD dilakukan melalui berbagai media, seperti aplikasi edukatif, video pembelajaran, dan perangkat interaktif. Integrasi teknologi berkontribusi positif terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan motorik anak, terutama dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta interaksi sosial. Namun, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya kesiapan guru, keterbatasan infrastruktur, serta kurangnya literasi digital pada orang tua.
1034-1040 -
The Effect of Overweight on Gross Motor Development in Early Childhood
Luluk Laelatul Muniroh, Cahniyo Wijaya KuswantoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1088 | Check in Google Scholar
Overweight in children is increasingly recognized as a risk factor for developmental delay, particularly in gross motor skills. This study investigated the correlation between obesity and gross motor development in 5–6-year-old children using a quantitative correlational approach. Data were collected from 15 children selected through purposive sampling of two kindergartens in Bandar Lampung, Indonesia. Gross motor development was assessed using an observational checklist adapted from the Denver II scale. The analysis revealed a very strong positive correlation between overweight and gross motor skill impairment (Pearson r = 0.911, p< 0.001). Regression analysis further confirmed that overweight significantly predicted gross motor developmental delay (F = 14.849, p < 0.001). This finding suggests that overweight significantly impairs children's physical mobility. This study contributes current local data to the growing global concern about pediatric obesity and its developmental consequences. Practical implications include the need for integrated school-based interventions and awareness programs for parents to reduce overweight-related motor deficits in children aged religious
1041-1047 -
Kolaborasi Seni Tari dan Musik sebagai Media Pembelajaran Kreatif di Pendidikan Anak Usia Dini
Aulia Putri Utami, Joko PamungkasShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1251 | Check in Google Scholar
Pembelajaran kreatif pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) penting untuk mendukung perkembangan anak secara holistik, termasuk aspek kognitif, sosial, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kolaborasi seni musik dan tari sebagai media pembelajaran inovatif di PAUD. Penelitian ini dilakukan pada dua lembaga PAUD, yaitu TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Wangon dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kalipetung, dengan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran dan wawancara dengan guru serta orangtua. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menemukan pola keterlibatan anak, variasi kegiatan, dan faktor pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi seni musik dan tari meningkatkan keterlibatan belajar, menumbuhkan ekspresi kreatif, serta memperkuat perkembangan sosial-emosional anak. Implikasi temuan ini menegaskan pentingnya integrasi seni dalam pembelajaran tematik berbaris Kurikulum Merdeka dan perlunya pelatihan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran seni.
1048-1057 -
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Proyek yang Mengandung Konten Sains dan Teknologi
Riyanti Vitriyana, Yuliani Nurani, Hapidin HapidinShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1145 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak berusia 5-6 tahun di TK Hanifah Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor melalui metode pembelajaran berbasis proyek yang memuat konten sains dan teknologi. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara kerjasama antara peneliti dan guru kelas. Subjek dari penelitian ini adalah anak-anak dalam kelompok usia 5-6 tahun yang berjumlah tujuh belas orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan data yang diperoleh, persentase kemampuan berpikir kritis anak pada pra siklus adalah lima puluh persen. Pada pra siklus, kemampuan berpikir kritis anak tergolong dalam kategori mulai berkembang (MB). Sedangkan pada siklus I (TCP), kemampuan berpikir kritis anak berada dalam kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Pada siklus 2 tingkat pencapaian anak secara umum berada dalam kategori berkembang sangat baik (BSB). Terlihat adanya kemajuan dalam kemampuan berpikir kritis anak yang meningkat sejak pra siklus, siklus I, dan siklus 2.
1058-1066 -
Respon Orang Tua terhadap Implementasi Proyek P5 pada PAUD di TKIT Nurul Ilmi
Daulat Daulat, Masganti Sit, Ahmad Syukri SitorusShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1317 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis respon orang tua terhadap pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di TK Islam Terpadu Nurul Ilmi. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap orang tua peserta didik. Hasil analisis mengungkapkan tingkat pengetahuan orang tua terkait P5 yang beragam, dipengaruhi oleh nilai keagamaan dan budaya lokal, serta keterlibatan mereka dalam kegiatan P5 yang masih terbatas akibat kurangnya sosialisasi dan kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan penerapan strategi komunikasi yang lebih partisipatif untuk meningkatkan dukungan orang tua dalam implementasi P5. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kemitraan sekolah dan keluarga menjadi faktor krusial dalam keberhasilan pendidikan karakter berbasis Pancasila pada pendidikan usia dini.
Articles of Community Service
-
Daycare Centres Learning Management Training in Sleman, Yogyakarta
Nur Cholimah, Muthmainah Muthmainah, Eka Sapti Cahya Ningrum, Prayitno PrayitnoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1039 | Check in Google Scholar
This training was carried out to provide additional assistance and understanding in This training was carried out to provide assistance in overcoming learning management problems experienced by daycare managers in Depok, Sleman. This training was attended by 28 managers and teachers from each daycare institution. The training was carried out with mentoring and FGD. The results of the training showed that the level of satisfaction of the trainees with the material delivered by the resource persons was in the range of quite informative to very informative. The very informative category was felt by 58.82% of the trainees, 30.88% informative, and 10.3% quite informative. The most improved aspects are providing stimulation for children, curriculum development, and lesson plans. Even so, the problems that are still felt by the managers and teachers of daycare institutions include the understanding of the Merdeka Curriculum at daycare and the reference of its learning design, as well as the habituation of stimulation variations for children. The results show that there is a need for continuous training to support the creation of quality PAUD services, especially DAYCARE. The training provided may vary, but it is related to the management of learning in PAUD.
853-859
