Vol. 7 No. 3 (2024): September - December 2024
Total Articles: 43 | Total Pages: 451
Issue Coverage: 112 Author(s) from 1 Country(s)
Foreign authors: 0 (0%)
Indonesia (112)
Research Articles
-
Literature Review: Early Childhood Parenting Efforts in Dual Earner Family
Ratna Anjani, Esya Anesty Mashudi , Pepi NuroniahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.755 | Check in Google Scholar
The phenomenon of dual earner families, where both parents work outside the home, is increasingly prevalent in modern Indonesian society. This study aimed to examine early childhood care efforts in dual earner families in Indonesia. This research uses a literature review method with a scoping review technique to select relevant literature. Literature sources were searched online through the Google Scholar database through the Publish or Perish (POP) application, SpringerLink and ScienceDirect websites, and google searches. The results showed that dual earner families face significant challenges in balancing the demands of work with childcare. Although this model provides economic benefits, time constraints often lead to dependence on external caregivers, which can have an impact on child development, especially in parent-child interactions. Key challenges include sociological, psychological, economic and policy aspects. To address this, a comprehensive strategy involving supportive policies, the role of communities, the utilization of technology, as well as government intervention in providing supportive infrastructure is required. This research is expected to be an initial stepping stone for further empirical studies that are more in-depth about early childhood care in dual earner families in Indonesia
645-662 -
Peran Orang Tua dalam Mengoptimalkan Literasi Bahasa Anak Usia Dini
Karmila Lamadang, Asraty Poku, Sutari Sutari, Purni ati Susanti, Nursila Maladjai, Hadewia M. NurungShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.604 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam mengoptimalkan literasi Bahasa pada anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam menggambarkan peran orang tua dalam mengoptimalkan literasi bahasa pada anak usia dini. Metode pengumpulan data selain menggunakan literature yang berkaitan dengan topik pembahasan juga dengan metode wawancara dengan orang tua yang menjadi objek penelitian . Teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan kemudian digunakan untuk menganalisis data, dan hasilnya menunjukkan bahwa keluarga sangat berperan penting dalam menumbuhkan dan membina literasi bahasa pada anak. Serta dapat memberikan pengalaman baru bagi orang tua dan anak mengenai kegiatan literasi dan bahasa pada anak di usia dini. Hal ini tergambar dari hasil penelitian bahwa 70% orang tua yang mendampingi anak dalam proses belajar menghasilkan 80% anak yang mampu berbahasa dengan baik. Ini menggambarkan semakin baik peran orang tua dalam mendampingi anak maka akan semakin maksimal hasil literasi bahasa anak
671-677 -
Upaya Guru dan Kepala Sekolah Raudhatul Athfal dalam Mendukung Kebijakan Transisi PAUD ke SD
Gina Maliha Rahmawati, Rudiyanto Rudiyanto, Leli KurniawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.752 | Check in Google Scholar
Kebijakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan agar tidak adanya miskonsepsi mengenai membaca, menulis dan berhitung (calistung) bagi anak usia dini. Dalam artikel ini, peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk melihat sejauh mana upaya yang dilakukan guru dan kepala sekolah Raudhatul Athfal (RA) dalam mendukung kebijakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu RA yang berada di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa upaya yang dilakukan guru dan kepala sekolah RA dalam mendukung kebijakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan adalah: (1) memberikan stimulasi 6 fase pondasi melalui pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan anak, (2) mengadakan seminar yang berisikan sosialisasi terhadap orangtua mengenai apa saja yang harus dipersiapkan pada masa transisi PAUD ke SD.
678-683 -
Tantangan Perencanaan Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Anak Usia Dini
Efrida Ita, Yasinta Maria Fono, Martha MaloShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.731 | Check in Google Scholar
Perubahan kurikulum Indonesia yang terjadi tentu memberikan dampak yang beragam terhadap keberlanjutan pembelajaran di sekolah. Kesiapan sekolah merupakan modal dasar untuk mengadopsi kurikulum merdeka sebagai acuan bagi setiap guru pada pelaksanaan pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tantangan atau permasalahan dalam perencanaan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka. Metode wawancara, observasi dan dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data penelitian dengan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru belum memahami perencanaan kurikulum merdeka secara menyeluruh dan kurang pelatihan. Situasi ini menuntut guru untuk terus belajar dan berproses, baik secara mandiri maupun kelompok melalui kegiatan-kegiatan rutin yang dilakukan oleh kelompok guru guna memperoleh pemahaman yang benar tentang penyusunan perencanaan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka. Implikasinya, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah dan pemerintah untuk memastikan para guru dapat menjalankan perencanaan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka dengan efektif.
685-691 -
Pengaruh Media Video Tutorial Bermain Musik Tradisional Manggarai terhadap Kemampuan Literasi Budaya Anak
Angela Yuliani Naur, Elindra Yetti, Sri Indah PujiastutiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.783 | Check in Google Scholar
Literasi budaya merupakan kemampuan untuk memahami serta memaknai budaya. Literasi budaya membantu anak memahami warisan budaya mereka. Ini memperkuat rasa identitas dan kebanggaan terhadap budaya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video tutorial bermain musik tradisional Manggarai terhadap kemampuan literasi budaya anak. Penelitian ini mengacu pada jenis penelitian kuantitatif eksperimen Desain One Group Pre-test-Post-test. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen, observasi serta dokumentasi. Subyek penelitian yaitu 20 orang anak usia 5-6 tahun di TK Bunga Mawar Santa Elisabeth. Analisis data melalui uji normalitas dan uji t paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor literasi budaya pre-test sebesar 30,25, sedangkan skor literasi budaya post-test sebesar 50,2. nilai p-value < 0,001 nilai signifikansi 0,05, (0,001< 0,005) ditolak dan terima , sehingga dapat disimpulkan bahwa video tutorial bermain musik tradisional Manggarai memiliki pengaruh terhadap kemampuan literasi budaya anak usia 5-6 tahun.
692-700 -
Improving Teachers' Scientific Skills Through Clinical Supervision: A Case Study at Aisyiyah Fastabiqul Khaerat Kindergarten
St. Maria UlfahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.754 | Check in Google Scholar
This study aimed to Enhance Teachers' Scientific Approach Skills Through Clinical Supervision. The study involved six Aisyiyah Fastabiqul Khaerat Kindergarten teachers in Majene District, West Sulawesi. The teachers underwent the clinical supervision process in two cycles. Five indicators of the scientific approach were assessed: observing, questioning, gathering information, associating, and communicating. The findings showed that clinical supervision significantly improved teachers' scientific approach skills (P<0.05) and showed consistent progress in each cycle. The coaching activities indicated that all teachers experienced significant improvements (P<0.05) in various aspects of their teaching performance. These supervision activities confirmed that coaching through clinical supervision provides substantial benefits, assisting kindergarten teachers in understanding their roles and functions, thus improving their professional competencies.
701-708 -
Peran Mindfulness Teaching dalam Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kualitas Pengajaran Guru PAUD
Yanti Kusmiran, Mubiar Agustin, Tina Hayati DahlanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.777 | Check in Google Scholar
Penelitian ini mengevaluasi peran mindfulness teaching dalam mengurangi stres dan meningkatkan kualitas pengajaran bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Topik ini relevan karena guru PAUD sering menghadapi tekanan administratif dan emosional yang berdampak negatif pada kesejahteraan serta efektivitas pengajaran. Studi ini meninjau literatur yang ada mengenai dampak mindfulness teaching terhadap kesejahteraan guru. Data dikumpulkan dengan menganalisis berbagai studi yang melibatkan guru PAUD sebagai subjek. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mindfulness teaching efektif dalam mengurangi stres, meningkatkan kesejahteraan emosional, dan memperbaiki kualitas pengajaran. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan terkait jangka waktu dan variasi alat ukur. Temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan mindfulness dalam program pengembangan profesional guru. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampaknya terhadap kesejahteraan siswa dan iklim kelas.
709-722 -
Enhancing Critical Thinking and Curiosity in Early Childhood Through Inquiry-Based Science Learning
Rini Agustini, R. Sri Martini Meilanie, Sri Indah PujiastutiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.780 | Check in Google Scholar
Early childhood is a critical period for cognitive, social, and emotional development, making it essential to foster critical thinking and curiosity in educational settings. This study explores the implementation of inquiry-based science learning for children aged 5-6 years within the Merdeka Curriculum framework to enhance these key developmental skills. Using a Research and Development (R&D) approach, the study designed, implemented, and evaluated inquiry-based science modules. Data were collected through a combination of qualitative and quantitative methods, including observations, interviews, and pre- and post-tests. The findings revealed that inquiry-based learning significantly improved children’s critical thinking, curiosity, and understanding of scientific concepts, with pre-test scores improving from 46.29% to 80.57% in small group trials and from 48.38% to 80.76% in large group trials. While the approach increased student engagement and curiosity, teachers faced challenges in managing inquiry-based classrooms, indicating the need for further professional development. The study concludes that inquiry-based science learning aligns with the goals of the Merdeka Curriculum, promoting active learning and cognitive growth in early childhood education. Further support for teachers is recommended to ensure effective implementation and classroom management
734-743 -
Pengaruh Pola Asuh Demokratis Orang tua Terhadap Kemampuan Bilingualisme Anak Usia 5-6 Tahun
Diana Novita, Untung NopriansyahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.785 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbahasa anak, salah satunya yaitu kemampuan bilingualisme. Hal ini disebabkan oleh pola asuh orang tua yang hanya mengenalkan satu bahasa saja kepada anak, yang berujung pada keterbatasan kemampuan berbahasa anak. Akibatnya, anak hanya mampu menguasai satu bahasa saja karena kurangnya paparan terhadap bahasa lain. Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan bilingualisme anak yakni melalui pola asuh demokratis, dimana kedua bahasa yang ingin diajarkan kepada anak dapat diajarkan secara setara dan diberikan paparan yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pola asuh demokratis orang tua terhadap kemampuan bilingualisme anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan gambaran yang jelas dan terperinci tentang hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dan kemampuan bilingualisme anak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada keluarga yang memiliki anak berusia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola asuh demokratis orang tua berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan bilingualisme anak usia 5-6 tahun dengan nilai signifikansi 0.00.
743-753 -
Peran Guru dalam Pengembangan Karakter dan Literasi Siswa di Sekolah Dasar Negeri Tumang
Intan Amelia, Latif LatifShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.787 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran guru dalam pengembangan karakter dan literasi siswa kelas III di SD Negeri 10 Tumang, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan moral dan etika, yang sangat penting dalam pembentukan karakter siswa. Literasi dasar seperti membaca dan menulis diterapkan dengan baik, namun pemanfaatan literasi digital dan literasi finansial masih kurang optimal. Guru juga berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, namun belum sepenuhnya memanfaatkan sumber daya digital yang tersedia. Literasi dasar seperti membaca dan menulis diterapkan dengan baik, tetapi literasi finansial masih kurang diajarkan secara sistematis. Selain itu, literasi budaya dan kewargaan sudah mulai diterapkan melalui kegiatan seperti gotong royong. Triangulasi digunakan untuk memastikan keabsahan data, dan hasil penelitian menunjukkan pentingnya peran guru dalam mengembangkan karakter dan literasi siswa kelas III SD Negeri 10 Tumang Kecamatan Siak Kabupaten Siak.
754-764 -
The Gender-Based Influence of Project and Montessori Learning on Bullying in Children
Septriyani Septriyani, Sofia Hartati , R. Sri Martini MeilanieShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.779 | Check in Google Scholar
Bullying in early childhood education has become a growing concern due to its impact on children’s social, emotional, and cognitive development. This study investigates the effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) and Montessori methods in reducing bullying behaviors among children aged 5-6 years, with a focus on gender differences. Both PjBL and Montessori approaches were applied to address verbal and non-verbal bullying, which manifests differently in boys and girls. PjBL, which emphasizes collaboration and teamwork, was found to significantly reduce physical bullying, particularly among boys, while the Montessori approach, with its focus on empathy, self-regulation, and structured learning, was more effective in reducing verbal and relational bullying, particularly among girls. The study employed a quantitative experimental design, using pre-tests and post-tests to measure bullying behavior across experimental and control groups, and utilized a 2x2 factorial ANOVA to assess the interaction effects between teaching methods and gender. The results indicate that both educational strategies effectively reduced bullying behaviors, with significant gender-specific effects. These findings suggest that integrating PjBL and Montessori methods, tailored to the unique developmental needs of boys and girls, can create a more inclusive and supportive learning environment that mitigates bullying behaviors. The implications of this research highlight the importance of gender-sensitive educational interventions in fostering positive social and emotional development in early childhood education
765-776 -
Penerapan Terapi Bermain Boneka Tangan pada Anak Prasekolah untuk Menurunkan Kecemasan Akibat Hospitalisasi
Meilina Estiani, Suparno Suparno, Riris Merta HaryaniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.758 | Check in Google Scholar
Hospitalisasi menimbulkan kecemasan, anak berusaha beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit, kondisi tersebut menjadi stressor bagi anak, orang tua dan keluarga. Anak tidak kooperatif menerima tindakan keperawatan dan memperberat kondisi kesehatan. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi bermain boneka tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan anak yang sedang dirawat sebelum dan sesudah penerapan terapi bermain boneka tangan. Desain penelitian adalah studi kasus deskriptif, dengan pendekatan asuhan keperawatan. Sampel penelitian adalah dua orang anak prasekolah yang dirawat di Rumah Sakit Noesmir Baturaja. Instrumen pengukuran tingkat kecemasan adalah skala HARS dan observasi perilaku kecemasan berpedoman pada Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Terdapat penurunan tingkat kecemasan anak setelah dilakukan terapi bermain boneka tangan yaitu score sebelum yaitu 16 dan 18 ( ansietas ringan ) menjadi kurang dari 14. Terapi bermain boneka tangan dapat digunakan untuk menurunkan tingkat ansietas pada anak prasekolah dan lebih kooperatif dalam menerima perawatan
776-788 -
Dampak Kurang Konsentrasi Siswa Pada Pembelajaran Matematika
Ledi Ayu Anggeriani, Siti Quratul AinShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.773 | Check in Google Scholar
Penelitian dilaksanakan agar bisa mengetahui apa yang menjadi dampak kurang konsentrasi siswa didalam pembelajaran matematika dikelas IV SDN 138 Pekanbaru. Desain penelitiannya ialah metode kualitatif dengan pendekatan naratif dengan teknik pengumpulan data ialah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data pada peneitian ini terdiri dari satu orang wali kelas IV dan tiga siswa kelas IV. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini ialah pedoman wawancara, pedoman observasi, dan telaah dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi diperoleh hasil penelitian bahwa kurangnya konsentrasi siswa dalam pembelajaran matematika akan memberikan dampak pada siswa. Ada tiga dampak akibat kuran konsentrasi yaitu rendahnya motivasi belajar pada diri siswa, Pasif dalam mengikuti pembelajaran, dan rendahnya kemampuan intelegensi yang dimiliki siswa.
789-797 -
Kajian Pengintegrasian Kepercayaan Budaya Tiongkok pada Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Indonesia di kelas China (Studi Kasus di Universitas Normal Qujing)
Chen Die, Gunawan GunawanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.663 | Check in Google Scholar
Penulis memfokuskan penelitian pada untuk menyelidiki dan menganalisis kondisi terkini dari pengintegrasian kepercayaan budaya ke dalam pengajaran bahasa Indonesia di kelas Qujing Normal University melalui survei kuesioner, kajian literatur, dan wawancara dan mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di dalam proses pengintegrasian kepercayaan budaya ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas. Melalui hasil temuan, ditemukan bahwa terdapat masalah-masalah khususnya di tiga aspek berikut: lingkungan pendidikan budaya tradisional, kesadaran kepercayaan budaya, dan metode pengajaran; Terakhir, berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi, penulis mengusulkan tindakan penanggulangan dan saran yang sesuai untuk menumbuhkan kepercayaan budaya di kalangan pembelajar Bahasa Indonesia di Universitas Normal Qujing dari sudut pandang budaya kampus, kesadaran mahasiswa, dan konten pengajaran. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain yang membuka program studi bahasa Indonesia agar mereka dapat juga mempentingkan pendidikan kepercayaan budaya tradisional Tiongkok di kelas bahasa Indonesia bahkan di kelas bahasa asing, agar para pembelajar bahasa asing dapat mengerti, memahami dan menguasai budaya tradisonal Tiongkok dan menyebarkannya ke seluruh dunia melalui media bahasa, yaitu bahasa kedua yang mereka kuasai.
798-810 -
Pengembangan Maket 3D Kebun Binatang Khas Kalimantan Barat di Taman Kanak-kanak
Desni Yuniarni, Pratista Arya Satwika, Novia SolichahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.805 | Check in Google Scholar
Penelitian ini penting dilakukan agar dapat memfasilitasi terbatasnya media pembelajaran yang digunakan guru untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak di Taman Kanak-kanak (TK). Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbentuk maket 3D kebun binatang khas Kalimantan Barat untuk stimulasi aspek perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4D. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen wawancara dan kuesioner. Subjek penelitiannya adalah guru TK di kota Pontianak dengan validator ahli materi dari dosen Pendidikan Anak Usia Dini dan validator ahli media dari guru TK. Teknik analisis yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran berbentuk maket 3D kebun binatang khas Kalimantan Barat dinyatakan layak digunakan untuk menstimulasi aspek perkembangan kognitif anak usia dini dalam hal materi dan media dengan kategori sangat baik berdasarkan validasi ahli materi dan ahli media
811-819 -
Studi Literatur : Implementasi Experiential Learning Terhadap Kemampuan 4C Anak Usia Dini
Ni Made Ayu SuryaningsihShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.807 | Check in Google Scholar
Kemampuan 4C (Critical thinking, Communication, Collaboration, Creativity) sangat esensial untuk mendukung perkembangan anak di masa depan. Pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung dapat membantu membangun keterampilan tersebut, sehingga meningkatkan kesiapan anak dalam menghadapi tantangan di dunia yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran eksperiensial terhadap kemampuan 4C anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, yakni dengan mengumpulkan dan mengkaji berbagai sumber yang relevan tentang pembelajaran eksperiensial. Data dianalisis melalui peninjauan dan evaluasi kritis terhadap literatur yang dikumpulkan, fokus pada konsep, praktik, dan hasil penerapan pembelajaran eksperiensial yang terkait dengan topik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung dapat meningkatkan keterampilan 4C anak. Penelitian ini mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan dalam pendidikan anak usia dini untuk mendukung pengembangan kemampuan ini. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penerapan metode pembelajaran yang aktif dan partisipatif untuk memfasilitasi perkembangan keterampilan abad ke-21 pada anak-anak.
820-827 -
Kontribusi Tempat Penitipan Anak dalam Menstimulasi Perkembangan Sosial Anak
Fariska Nurul Ulummiyah, Dian DianShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.771 | Check in Google Scholar
Perkembangan sosial merupakan salah satu aspek perkembangan pada anak. Bagi orang tua yang bekerja TPA menjadi alternatif untuk membantu menstimulasi perkembangan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi yang dilakukan Tempat Penitipan Anak dalam menstimulasi perkembangan sosial anak, mengetahui faktor pendukung dan penghambat serta strateginya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode fenomenologi dengan menggunakan Teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitiannya yaitu kepala TPA, 2 pengasuh, dan 3 orang tua anak yang dititipkan di TPA Aisyiyah. Analisis data dilakukan dengan interaktif melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulasi perkembangan sosial pada anak dilakukan dengan pembiasaan. Diantaranya pembiasaan kemandirian anak, berbagi dan tolong menolong, serta menghargai dan sopan santun. Faktor pendukungnya yaitu motivasi dari diri anak, orang tua, dan lingkungan. Faktor penghambatnya yaitu perbedaan pola asuh orang tua dan nenek. TPA Aisyiyah juga menerapkan strategi dengan pembiasaan dan pemberian dukungan kepada anak serta kesabaran.
828-838 -
Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Permainan Konstruktif
Fitri Nur Halisah, Sofa MuthoharShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.797 | Check in Google Scholar
Mengembangkan kreativitas anak melalui permainan konstruktif sangat penting terutama untuk meningkatkan kemampuan berpikir imajinatif dan inovatif anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendukung pembelajaran yang menyenangkan dan mengembangkan kreativitas anak melalui permainan konstruktif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data diambil melalui observasi, wawancara dan diperkuat dengan dokumentasi yang dilakukan kepada pendidik dan 13 anak kelompok usia 4-5 tahun. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui permainan konstruktif bermain balok, menggambar dan melipat, anak-anak dapat meningkatkan imajinasi, menstimulasi kreativitas dan dapat meningkatkan keterlibatan anak dalam proses belajar. Permainan konstruktif sangat berpengaruh terhadap kreativitas anak. Hal ini terbukti bahwa permainan konstruktif balok, menggambar dan melipat dapat meningkatkan kreativitas anak rata rata 43,6%. Dengan demikian kegiatan ini dapat direkomendasikan untuk digunakan sebagai metode pengembangan kreativitas anak usia dini agar hasil pembelajaran lebih maksimal.
839-849 -
Analisis Gerakan Literasi Sekolah “Bisa Baca” terhadap Kemampuan Membaca Siswa Kelas Rendah
Alif Robikho, Rintis Rizkia Pangestika, Nur NgazizahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.789 | Check in Google Scholar
Membaca adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa karena sebagian besar transfer ilmu melalui membaca. Kemampuan membaca tingkat awal adalah membaca permulaan, siswa kelas rendah harus memilikinya untuk merambah pada tingkat berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi gerakan literasi sekolah “Bisa Baca” di SDN 4 Bonjoklor dan dampaknya terhadap kemampuan membaca siswa kelas rendah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Prosedur pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas rendah SDN 4 Bonjoklor. Teknik analisis data yaitu melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan implementasi GLS “Bisa baca” yakni belajar membaca menggunakan kartu huruf dan mengasah kemampuan membaca melalui buku cerita bergambar. 3 dari 7 siswa yang tergabung dalam program ini mampu membaca cerita sederhana. GLS “Bisa Baca” dapat membangun kebiasaan dan melatih kemampuan membaca siswa kelas rendah dan memperkuat program literasi sekolah
850-860 -
Pengembangan Pengembangan Permainan Congklak dalam Meningkatkan Kemampuan Numerasi pada Anak Usia 4-5 Tahun
St. Hajar Dilla AT, Novita Ashari, Sri Mulianah, Tadzkirah TadzkirahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.816 | Check in Google Scholar
Kemampuan numerasii pada anak usia dini sangat penting karena menjadi dasar untuk perkembangan kognitif dan akademik mereka di masa depan. Numerasii bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengolah informasi matematika dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan permainan congklak dalam meningkatkan kemampuan numerasii pada anak usia 4-5 tahun. Jenis penelitian ini yaitu R&D (Research and Development) dengan model pengembangan Borg & Gall yang yang terdiri dari 10 tahap pengembangan yaitu : potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan produksi massal. Pada penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap ke 7 yaitu revisi produk. Hasil uji kevalidan ahli media didapatkan nilai 83% dan ahli materi 97%, hasil uji kepraktisan didapatkan nilai 92% dan hasil uji keefektifan didapatkan nilai 89%. Implikasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa melalui permainan congklak dapat meningkatkan kemampuan numerasii pada anak usia 4-5 tahun
860-872 -
Analisis Penggunaan Teknologi pada Proses Pembelajaran di PAUD
Dian Wahyu Putri Bintang, Adharina Dian Pertiwi, Azainil AzainilShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.810 | Check in Google Scholar
Teknologi memainkan peran penting dalam mendukung pembelajaran di era digital, termasuk di PAUD. Penelitian ini membahas penggunaan teknologi dalam pembelajaran di PAUD. Tujuan penelitian adalah mengkaji peran perangkat keras (laptop/komputer, LCD, smartphone, speaker) dan perangkat lunak (Canva, YouTube) dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naratif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap kepala sekolah, guru dan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi memudahkan guru dalam menyusun materi, menyajikan video edukatif, dan melakukan asesmen. Dampak positifnya adalah pembelajaran yang lebih efektif, namun ada tantangan berupa penurunan minat anak saat teknologi tidak digunakan dan keterbatasan fasilitas, seperti kurangnya WiFi. Implikasinya, teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, namun memerlukan dukungan keterampilan guru dan infrastruktur yang lebih baik. Secara keseluruhan, integrasi teknologi dalam proses pembelajaran di PAUD telah memberikan dampak positif yang komprehensif terhadap perkembangan anak didik, membekali mereka dengan keterampilan yang relevan untuk dunia yang semakin terhubung secara digital.
873-884 -
Pemilihan Metode Pembelajaran sebagai Pendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di Taman Kanak-kanak
Diva Loveydiyani Fernanda, Ayunda Sayyidatul Ifadah, Rr. Agustien LilawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.809 | Check in Google Scholar
Metode pembelajaran merujuk pada cara yang dipakai guru guna menjalankan rencana pembelajaran yang sudah disusun demi mencapai tujuan kegiatan belajar mengajar yang diinginkan. Penelitian ini mempunyai tujuan guna memahami dan menggambarkan Pemilihan Metode Pembelajaran sebagai Pendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di Taman Kanak-kanak. Pendekatan deskriptif-kualitatif, melalui teknik pengumpulan data dari observasi, wawancara, serta dokumentasi dipakai pada penelitian ini. Untuk menganalisis data, penelitian ini menerapkan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menelaah bagaimana lembaga mengintegrasikan antara rencana metode pembelajaran yang dirancang dan penerapannya di lapangan, serta keselarasan dengan prinsip-prinsip dalam Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya ada lima metode yang diterapkan oleh guru dalam periode tiga bulan, yaitu metode bercakap-cakap, eksperimen, demonstrasi, pemberian tugas, serta bermain peran. Berdasarkan penelitian di lapangan metode demonstrasi menunjukkan efektivitas tertinggi saat diterapkan guru, di antara lima metode pembelajaran tersebut.
885-893 -
Implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Sibernetik pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini di Provinsi Banten
Yus Alvar Saabighoot, Encep Supriatna, Roby Naufal, Isti RusdianiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.804 | Check in Google Scholar
Dalam konteks Indonesia, Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas dalam proses pembelajaran, namun implementasinya di PAUD menghadapi tantangan, terutama terkait teknologi dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Kurikulum Merdeka berbasis sibernetik di lembaga PAUD di Provinsi Banten, dengan fokus pada kesiapan lembaga, pendidik, dan akses terhadap teknologi. Metode kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk menggali kondisi di tiga lembaga PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun TK Condrodimuko berhasil menerapkan kurikulum ini, tantangan seperti kurangnya literasi digital guru dan dukungan orang tua masih ada. Di TK Nur Amila, guru-guru berusaha beradaptasi, tetapi akses jaringan terbatas menghambat penggunaan teknologi. Sementara itu, TK Islam Al-Mumtaz belum menerapkan pendekatan sibernetik karena masih menggunakan metode pembelajaran sentra. Penelitian ini diharapkan memberikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas pendidikan PAUD di Banten serta mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Kurikulum Merdeka yang inklusif dan adaptif.
894-900 -
Gambaran Pengetahuan tentang Sex Education AUD pada Orang Tua Murid
Yovi Apriliyani, Munawwarah MunawwarahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.800 | Check in Google Scholar
Pendidikan seks seharusnya diperkenalkan pada anak sejak usia dini guna melindungi anak dari potensi kejahatan seksual. Namun, pengenalan pendidikan seks pada anak sering kali dianggap sebagai topik tabu oleh orang tua maupun masyarakat. Masalah ini terjadi akibat minimnya pemahaman dan kesiapan orang tua untuk memberikan informasi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan orang tua mengenai pendidikan seks bagi anak usia dini. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara dan dokumentasi melalui analisis pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini melibatkan 10 orang tua murid sebagai partisipan. Hasil penelitian ini bahwa sebagian besar orang tua masih memiliki pengetahuan yang minim tentang pendidikan seks untuk anak usia dini, namun beberapa orang tua sudah memahami dasar-dasar penting pendidikan seks anak, seperti pengenalan anggota tubuh dan privasi tubuh anak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sangat diperlukan peningkatan kesadaran dan pengetahuan orang tua tentang pentingnya pendidikan seks bagi anak usia dini.
901-908 -
Pengembangan Media Disaster Mitigation Berbasis Digital untuk Pembelajaran Mitigasi Bencana
Nia Yusmaniar, Munawwarah MunawwarahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.784 | Check in Google Scholar
Pengenalan mitigasi bencana sangat perlu dilakukan untuk mengurangi risiko bencana terutama anak usia dini yang rentan menjadi korban. Penelitian ini merancang sebuah produk yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang dapat diakses melalui komputer atau perangkat android. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media digital untuk menambah pengetahuan anak tentang mitigasi bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D (Research and Development model ADDIE. Subjek penelitian melibatkan 20 anak di TK Al-Ummi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui validasi kelayakan media dan observasi. Teknik analisis data menggunakan skala likert. Hasil penelitian dari para ahli menunjukkan 95% dari ahli media dan 92,5% dari ahli materi. Efektivitas produk berdasarkan hasil pengujian kepada 20 anak mencapai 92%, sehingga media ini dinyatakan layak dan dapat menghasilkan produk yang memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana banjir kepada anak -anak berusia 5-6 tahun. Artinya pop up book digital ini dapat dijadikan salah satu media untuk pembelajaran mitigasi bencana banjir anak usia dini.
909-917 -
Peran Orang Tua dengan Anak Gangguan Autisme
Reistu Tri Yulianti, Rudiyanto RudiyantoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.798 | Check in Google Scholar
Topik peran orang tua dalam mendampingi anak dengan gangguan spektrum autisme (ASD) sangat penting untuk dipahami, mengingat tantangan yang dihadapi oleh orang tua dalam mendukung perkembangan anak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua sebagai fasilitator utama dalam intervensi perilaku, pendidikan inklusif, dan penguatan keterampilan sosial anak-anak dengan ASD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai instrumen utama, melibatkan 10 orang tua anak dengan ASD sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan penting dalam mengelola perilaku anak dan mendukung pendidikan inklusif, meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan pelatihan dan akses terhadap layanan. Implikasi hasil penelitian ini adalah perlunya pelatihan lebih lanjut bagi orang tua dan pendidik, serta peningkatan akses layanan untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi anak-anak dengan ASD.
918-925 -
Pengembangan Buku Saku: Pendampingan Orang Tua untuk Optimalisasi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini di Era Digital
Desni Yuniarni, Novia Solichah, Pratista Arya SatwikaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.812 | Check in Google Scholar
Penelitian ini penting dilakukan agar dapat memfasilitasi terbatasnya buku panduan mengenai optimalisasi kognitif anak di era digital. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan buku saku pendampingan orang tua untuk optimalisasi kognitif anak di era digital. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4D. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen wawancara dan kuesioner. Subjek penelitiannya adalah guru PAUD dengan validator ahli materi dari dosen PG-PAUD dan validator ahli media dari guru PAUD. Teknik analisis yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan buku saku dinyatakan layak digunakan sebagi panduan pendampingan orang tua dalam optimalisasi kognitif anak di era digital dalam hal materi dan media dengan kategori sangat baik.
926-937 -
Pengembangan Program Ekoliterasi Berbasis STEAM untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Budaya Anak Usia 5-6 Tahun di Pesisir Pantai Kebumen
Anti Isnaningsih, Dita Primashanti KoesmadiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.858 | Check in Google Scholar
Anak usia dini sebagai generasi penerus memiliki peran yang penting dalam pengembangan literasi budaya. Melalui pengembagan literasi budaya berbasis STEAM, anak dapat menjaga serta melestarikan litrasi budaya berupa makanan khas daerah pesisir kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program ekoliterasi STEAM yang disesuaikan untuk anak usia dini untuk membuat makanan khas daerah dari sumber daya lingkungan setempat anak. Penelitian ini menggunakan model ADDIE dengan validasi ahli dan uji efektivitas prettest-posttest. Objek penelitian didilaksanaka pada 8 lembaga satuan pendidikan PAUD dan 80 anak. Teknik pengumpulan data dibagi menjadi dua yaitu kelayakan produk buku panduan program ekoliterasi melalui kuesioner ahli dan pengguna/guru serta pengumpulan data pada variable kemampuan literasi budaya dilakukan melalui observasi. Uji efektivitas menggunakan uji t pretest-posttest. Program ini meningkatan literasi budaya anak dari skor rerata 61.7 menjadi 87.05 Kesimpulan program ekoliterasi STEAM yang dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan literasi budaya anak usia dini.
939-947 -
Validasi Aplikasi Digital Digital Malay Ethnoparenting: Integrasi Etnoparenting Melayu Riau dalam Pengasuhan Anak Usia Dini
Ria Novianti, Mahdum Mahdum, Suarman Suarman, Elmustian Elmustian, Farah NurhalizaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.813 | Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan aplikasi Digital Malay Etnoparenting yang valid. Aplikasi ini merupakan intervensi parenting berbasis budaya dengan menggunakan teknologi digital, yakni android. Berdasarkan riset literatur yang telah dilakukan, ditemukan bahwa belum ada pengembangan aplikasi intervensi etnoparenting, khususnya budaya Melayu Riau yang dilakukan sebelumnya. Pengembangan aplikasi ini menggunakan model pengembangan ADDIE dimana validasi produk menjadi salah satu langkah yang harus dilakukan untuk menghasilkan produk berkualitas. Pada proses validasi, aplikasi ini diuji oleh ahli materi, bahasa, dan media melalui instrumen evaluasi yang masing-masing terdiri dari beberapa item pernyataan. Hasil validasi menunjukkan bahwa aplikasi Digital Malay Etnoparenting dinilai layak pada semua aspek yang dievaluasi, baik dari segi materi, bahasa, maupun media. Pengembangan aplikasi parenting berbasis budaya lokal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pengasuhan di kalangan orang tua, terutama di era digital saat ini
948-957 -
Analisis Pengaruh Kegiatan Tari terhadap Kemampuan Literasi Budaya Anak Usia 5-6 Tahun
Azka Azhara, Elindra Yetti, Sofia HartatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.781 | Check in Google Scholar
Saat ini literasi budaya menjadi sangat penting dikenalkan karena untuk memperkenalkan budaya khususnya kepada anak usia dini. Melalui kegiatan tari yang diberikan oleh sekolah, menjadi salah satu usaha agar anak usia dini dapat melestarikan budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh kegiatan tari terhadap kemampuan literasi budaya pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh dalam kegiatan tari terhadap kemampuan literasi budaya pada anak usia dini. Anak-anak yang mengikuti kegiatan tari memiliki kemampuan literasi budaya yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengikuti kegiatan tari. Ini terbukti dari dari hasil analisis data dengan menggunakan paired sample test didapat hasil nilai 0,00 < 0,05. Dengan begitu, maka terdapat pengaruh antara kegiatan tari dengan kemampuan literasi budaya anak usia 5-6 tahun.
958-964 -
Persepsi, Sikap, dan Awareness Orang Tua Terkait Kekerasan Seksual Pada Anak: Scoping Review
Tetti Solehati, Rifani Okti Putri Tanjung, Regina Yasmine Herman, Aulia Putri Regita, Dinyatul Arba Ramdhona, Yanti Hermayanti, Cecep Eli KosasihShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.806 | Check in Google Scholar
Orang tua merupakan orang terdekat yang berperan besar dalam mencegah kekerasan seksual pada anak (KSA). Persepsi, sikap, dan awareness orang tua berperan penting dalam pencegahan KSA. Tujuan penelitian untuk memetakan sikap, persepsi, dan awareness orang tua terhadap KSA. Desain penelitian scoping review. Pencarian artikel menggunakan database Pubmed, CINAHL, SAGE, dan search engine Google Scholar Direct dengan memperhatikan kriteria inklusi, seperti: fokus pada penelitian persepsi sikap, awareness orang tua terkait KSA, artikel primer, dan fullteks, rentang tahun 2011-2021, berpedoman pada Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses Extension for Scoping Reviews (PRISMA ScR). Hasil awal ditemukan 376.071 artikel, setelah dilakukan screening diperoleh 5 artikel eligible. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas penelitian berfokus persepsi (n=3), sebagian tentang sikap (n=2) dan pengetahuan (n=1) orang tua terkait KSA, tidak ada tentang awareness. Implikasi hasil penelitian adalah sebagai evidence base pengembangan program pencegahan KSA bagi orang tua.
965-973 -
Penanaman Nilai Agama dan Moral Menurut Kurikulum Merdeka Pada Pendidikan Anak Usia Dini
Eksesa Netri, Mursid MursidShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.822 | Check in Google Scholar
Kurikulum merdeka menekankan pentingnya diferensiasi, yang memungkinkan anak-anak menerima pendidikan yang sesuai dengan minat; kemampuan; dan tahap perkembangan mereka, termasuk dalam pengajaran nilai agama dan moral. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui metode penanaman nilai agama dan moral menurut Kurikulum Merdeka di TK Islam Hidayatul Mubtadiin Tambakharjo Semarang. Pada artikel ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan Instrumen observasi, wawancara dan dokumentasi kepada kepala sekolah, pendidik dan murid. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Kurikulum Merdeka bertujuan untuk menjadikan penanaman nilai agama dan moral sebagai bagian integral dalam keseharian anak dan kolaborasi antara orang tua serta guru dalam upaya membentuk lingkungan pendidikan yang konsisten antara rumah dan sekolah. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka diharapkan dapat mendukung pembentukan anak yang memiliki karakter religius, berakhlak mulia, dan sanggup menginterpretasikan serta mengimplementasikan nilai agama dan moral dalam rutinitas harian.
988-996 -
Implementation of Internasional-Based Curriculum Alfa and Friends to Development Early Childhood Language
Ika Nurul Amalia, Fidrayani FidrayaniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.837 | Check in Google Scholar
Early childhood education plays a vital role in language development, which is essential for children’s overall growth and future success. This research aims to describe the implementation of an international curriculum to support language development. Using a qualitative approach, data were collected through interviews with the teacher and a class teacher, observations involving 17 children, and document analysis including lesson plans and student assignments. Thematic analysis was conducted to fully interpret the data collected. The results show the curriculum stimulates language development in children. The study highlights the importance of innovative and interactive methods, these findings have important implications for curriculum design, encouraging the adoption of similar approaches to improve children's early language acquisition and holistic development.
997-1006 -
Kompetensi Pedagogik Guru PAUD Inklusi: Sebuah Analisis Literatur dan Implikasinya
Herlina Puspa Melati, Ocih Setiasih, Badru ZamanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.826 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kompetensi pedagogik guru PAUD inklusi di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), Metode pengumpulan data dikumpulkan melalui pencarian literatur berbasis data akademik utama seperti Google Scholar, Sinta, dan ERIC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kompetensi pedagogik guru dalam pendidikan inklusi sudah memadai, namun masih ada kendala dalam penerapan metode pengajaran yang bervariasi dan pemahaman tentang karakteristik anak berkebutuhan khusus (ABK). Kompetensi pedagogik guru PAUD di tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sudah cukup baik, terutama dalam mengelola pembelajaran, pengembangan kurikulum, dan penerapan strategi pembelajaran yang efektif. Meskipun demikian, peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan masih diperlukan, melalui pembinaan, pelatihan, serta perekrutan guru yang berkualifikasi. Penelitian ini juga mengungkap pentingnya indikator kompetensi pedagogik guru, seperti kemampuan dalam merancang kegiatan pengembangan anak, berkomunikasi efektif, serta memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Pengembangan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, terutama dalam konteks pendidikan inklusi, dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan lokakarya
1007-1081 -
Anak Usia Dini Dalam Perspektif KH. Ahmad Dahlan
Yani Muliawati, Ocih SetiasihShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.852 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran KH. Ahmad Dahlan tentang anak usia dini serta relevansinya dalam pengembangan kurikulum pendidikan holistik yang menekankan pada keseimbangan pertumbuhan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritualitas. Usia dini merupakan fase kritis dalam pembentukan karakter, moralitas, dan spiritualitas individu. Dalam perspektif Islam, pendidikan anak usia dini ditinjau sebagai fase yang krusial untuk mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan nilai-nilai spiritual dan moralitas. Pemikiran KH. Ahmad Dahlan yang menekankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak, menjadi landasan utama dalam penelitian ini. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian pustaka digunakan. Data diperoleh dari sumber primer meliputi karya-karya KH. Ahmad Dahlan, serta sumber sekunder berupa jurnal, artikel, dan literatur terkait. Teknik analisis data menggunakan analisis konten untuk mengidentifikasi tema utama dan konsep-konsep kunci dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran KH. Ahmad Dahlan relevan dalam pengembangan pendidikan anak usia dini, terutama dalam menanamkan nilai-nilai spiritualitas yang kuat sebagai fondasi pembentukan karakter anak. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi implementasi pendidikan holistik berbasis Islam yang mengintegrasikan aspek intelektual, moral, dan spiritual pada anak usia dini.
1019-1027 -
Permainan Inklusif: Solusi untuk Anak dengan Keterlambatan Perkembangan Emosi
Thiana Nurussakinah, Nur Faizah RomadonaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.843 | Check in Google Scholar
Anak usia dini memiliki karakteristik bermain yang dominan, sehingga bermain menjadi metode penting untuk mendukung perkembangan mereka. Permainan inklusif, yang melibatkan anak-anak dengan dan tanpa berkebutuhan khusus, memberikan kesempatan untuk mematahkan stereotip, membangun persahabatan, dan meningkatkan keterampilan sosial serta emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana permainan inklusif dapat memfasilitasi kegiatan bermain dan belajar yang menyenangkan sekaligus mendukung terapi kuratif dan rehabilitatif bagi anak-anak dengan keterlambatan emosi. Penelitian ini dilakukan dengan meninjau literatur dari penelitian sebelumnya, artikel ini membahas manfaat, tantangan, serta hasil dari penerapan permainan inklusif. Temuan memperlihatkan kalau anak-anak dengan keterlambatan emosi yang berpartisipasi pada program permainan inklusif menyadari dalam memahami dan mengekspresikan emosi mereka, keterampilan sosial, serta interaksi positif dengan teman sebaya. Permainan inklusi dan terapi bermain saling berkaitan sebagai solusi kuratif dan rehabilitatif untuk anak usia dini dengan keterlambatan emosi. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan permainan inklusif sebagai strategi efektif bagi pendidik dalam mendukung pembelajaran dan perkembangan anak berkebutuhan khusus.
1029-1038 -
The Philosophy of Life of The Alor Regency Community: A Literature Analysis of Cultural Values in Early Childhood Care Practices
Stevanya Lucia Wety WolloShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.848 | Check in Google Scholar
Cultural identity plays an important role as a binding element of society as well as the basis for character building of the next generation. This research aims to explore the Alorese philosophy of life and its contribution to parenting and character building. A qualitative approach was used with literature analysis, involving data sources such as government reports, journals, books and articles relevant in the last 10-15 years. Data were analyzed through a process of coding, classification, and thematization. The results revealed the values of 'Ite Kakang Aring' (we are all brothers and sisters) and 'Tara Miti Tomi Nuku' (different but one) as the foundation of brotherhood, tolerance, and social harmony manifested through traditions such as the Lego-Lego dance and the kinship system. The implication is that cross-sector collaboration is needed to integrate these cultural values into formal, non-formal and family education programs in order to form a generation of characters who respect diversity
1039-1046 -
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Agresif Anak Usia Dini
Zusiva Asnia, Sofa MuthoharShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.814 | Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dampak interaksi sosial pada perilaku agresif anak usia dini usia 4-5 tahun. Untuk menghindari kesimpangsiuran dan tumpang tindih, masalah penelitian indentifikasi. Masalah yang ditemukan adalah dampak interaksi sosial yang mempengaruhi anak melakukan perilaku agresif, penanganan guru terhadap perilaku agresif. Metode kualitatif fenomenologis digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak interaksi sosial terhadap perilaku agresif di RA Miftahul Akhlaqiyah sebanyak 44% meliputi memukul, menendang, dan berteriak sebagai akibat dari interaksi sosial teman sebaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa anak sangat terpengaruh perilaku agresif temannya. Dengan demikian implikasi dari penelitian ini adalah mengharuskan adanya antisipasi yang lebih tegas dari para guru dalam mendampingi siswa agar perilaku agresif anak dapat tersalurkan ke hal-hal positif dan mencegak dampak negatifnya.
1047-1`057 -
Peran Guru dalam Menanamkan Nilai Moderasi Beragama pada Anak Usia Dini di RA Darul Mukhlisin
Fitriana Retno Aji, Rasidi RasidiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.860 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam menanamkan nilai moderasi beragama pada anak usia dini di RA Darul Mukhlisin Pademawu Pamekasan. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan melibatkan 1 kepala sekolah, 5 guru, dan 10 anak sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga strategi utama: penerapan metode pembelajaran variatif seperti bercerita dan bermain peran yang secara efektif meningkatkan perilaku prososial siswa, penggunaan media pembelajaran kontekstual yang membantu pemahaman konsep moderasi, dan sistem evaluasi berkelanjutan yang menunjukkan perkembangan positif dalam kemampuan anak menghargai perbedaan. Implementasi program dipengaruhi oleh faktor pendukung berupa dukungan kelembagaan dan SDM memadai, serta faktor penghambat meliputi kesenjangan kompetensi guru dan keterbatasan sumber belajar. Program ini berhasil mentransformasi pemahaman dan perilaku anak dalam menghargai perbedaan, yang tercermin dari berkurangnya konflik berbasis perbedaan dan meningkatnya kolaborasi antaranak dalam aktivitas pembelajaran.
1058-1064 -
Motivational Factors of Parents in Choosing Islamic-Based Kindergarten and Its Relationship with Strengthening Religious Moral Values in Early Childhood
Nurul ZakiyyahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.842 | Check in Google Scholar
This study was motivated by the emergence of a decline in moral attitudes and lack of religious awareness, especially Islamic religion in children and adolescents in Indonesia. The purpose of this study was to determine the motivational factors and strengthening of moral and religious values provided by Islamic-based Kindergarten. The research approach used was qualitative with descriptive method. This research was conducted in one of the Islamic-based Kindergarten in Cimahi City with eight research participants of parents of students. Data collection techniques were conducted through interviews, observation and documentation. The results show that the intrinsic factors motivating parents to choose Islamic-based Kindergarten are the desire for children to understand religion, close to the Qur'an, pious, have good manners and be able to take care of themselves. The extrinsic factors are strategic school location, alumni achievement, good environment, alternative activities for student guardians and quality of religious learning programms. The implication of this research is expected to provide recommendations to the school to optimise the factors that are proven to influence the motivation of parents in choosing Islamic-based schools for their children.
1065-1076 -
Analisis Peran Orang Tua dalam Mendampingi Anak Usia Dini Dengan Gejala ADHD
Recka Andhara Nurputeri, Heny Djoehaeni, Nur Faizah RomadonaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.772 | Check in Google Scholar
Peran orang tua sangat signifikan dalam membantu anak-anak dengan ADHD untuk mengelola gejalanya dan beradaptasi dalam lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam mendampingi anak usia dini dengan gejala ADHD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data yang terkumpul dianalisis secara tematik untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pengalaman dan strategi yang diterapkan oleh orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dengan ADHD cenderung memiliki kesulitan dalam bersosialisasi, sering kali lebih suka bermain sendiri, serta mengalami tantangan dalam bermain kelompok. Upaya terapi yang diterapkan berupa modifikasi perilaku melalui penguatan positif, seperti pemberian hadiah atas perilaku yang sesuai dan hukuman yang edukatif, terbukti efektif dalam mengurangi gejala hiperaktif. Selain itu, aktivitas fisik seperti bermain di luar rumah menjadi salah satu cara yang efektif untuk membantu anak dalam mengatasi emosinya. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya dukungan lingkungan dan edukasi kepada masyarakat terkait ADHD, serta perlunya peran aktif orang tua dalam memberikan terapi dan dukungan emosional yang konsisten kepada anak.
-
Implementasi Manajemen Ekstrakurikuler Tari dalam Pembentukan Karakter Nasionalisme
Rizkia Ramadhania Nurbani, Yulianti Fitriani, Roby Naufal ArzaqiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.859 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya karakter nasionalisme yang harus ditanamkan sejak dini pada anak sebagai dasar karakter bangsa. Fokus penelitian ini adalah implementasi manajemen ekstrakurikuler tari dalam pembentukan karakter nasionalisme di TK Islam Widya Cendekia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajerial perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam kegiatan ekstrakurikuler tari, serta bagaimana kegiatan tersebut memfasilitasi pembentukan karakter nasionalisme pada siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen ekstrakurikuler tari yang efektif anak-anak akan menjadi pribadi yang demokratis, memiliki semangat kebangsaan, memiliki rasa cinta tanah air dan memiliki sikap berkebhinekaan global. Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru dan sekolah sebagai bahan pengembangan nilai-nilai karakter pendidikan, terutama karakter nasionalisme, yang diperoleh melalui aktivitas ekstrakurikuler tari.
-
Upaya Orang Tua dalam Menangani Anak Usia Dini dengan Speech Delay
Raudhatul Jannah, Heny Djoehaeni, Nur Faizah RomadonaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.770 | Check in Google Scholar
Speech delay pada anak usia dini dapat mempengaruhi perkembangan komunikasi dan sosial mereka, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak yang mengalami speech delay. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga orang ibu yang memiliki anak berusia 2-6 tahun yang terindikasi speech delay, serta studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman (1998). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menerapkan berbagai strategi, seperti penggunaan kartu bergambar (flash card), terapi wicara, dan permainan interaktif. Orang tua juga konsisten dalam memberikan rutinitas stimulasi berbasis visual, serta menciptakan lingkungan sosial yang mendukung anak untuk berbicara. Dukungan emosional dan keterlibatan aktif orang tua berperan penting dalam memperbaiki keterlambatan bicara. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya edukasi dan dukungan sosial bagi orang tua dalam menangani anak dengan speech delay secara efektif.
