Vol. 7 No. 1 (2024): Janaury - April 2024
Total Articles: 28 | Total Pages: 251
Issue Coverage: 71 Author(s) from 1 Country(s)
Foreign authors: 0 (0%)
Indonesia (71)
Research Articles
-
Rekonstruksi Pemahaman Guru tentang Keragaman melalui Program Sekolah Guru Kebinekaan (SGK)
Muayati Muayati, Awaluddin Tjalla, Aip BadrujamanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.577 | Check in Google Scholar
Program SGK bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang keragaman dan mendorong peran aktif guru menerapkan prinsip keragaman dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program Sekolah Guru Kebinekaan (SGK) merekonstruksi pemahaman guru tentang keragaman. Metode penelitian menggunakan model deskriptif kualitatif dengan pendekatan rekonstruksi pengalaman dengan tiga unit observasi, yaitu do/experience, reflection, dan apply. Lokasi pengumpulan data dilakukan di Jakarta dengan melibatkan 12 guru peserta program SGK dan Kepala Program sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi pemahaman keragaman guru melibatkan tiga tindakan utama, yaitu reflektif, kolaboratif, dan kontekstual. Tindakan reflektif dilakukan dengan menganalisis tiga kasus yang berkaitan dengan isu-isu keragaman, seperti layanan adminduk bagi penghayat Marapu, layanan pendidikan agama anak Aliran Kepercayaan Perjalanan, dan aturan penggunaan seragam sekolah di Padang. Tindakan kolaboratif dilakukan dengan berbagi dan bekerja sama dengan orang-orang yang berbeda dari mereka. Tindakan kontekstual dilakukan dengan mengimplementasikan solusi yang tepat dan relevan dalam pembelajaran.
7-14 -
Exploring Teacher Expectations and Experiences in the Preschool-Primary School Transition Process
Dinda Robayanti, Heny DjoehaeniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.576 | Check in Google Scholar
This research explored the expectations, experiences, and challenges felt by Preschool and Primary school teachers. The expectations, experiences, and challenges teachers face can be considered for policy direction, implementation guidelines, and developing transitional preschool learning methods more contextual to real-world conditions and needs. The participants in this study include three lower primary school teachers and two Grade B kindergarten teachers. The research approach used is qualitative-descriptive. The research findings indicate that teachers have expectations that the preschool-primary school transition process is not solely the responsibility of preschool or primary school teachers. Still, there should be continuity and a shared perception between preschool and primary school teachers to ensure a seamless transition process. The experiences and challenges teachers face in teaching children during the transition period include dealing with students with different characteristics, which requires teachers to analyse each student's specific needs, especially when they encounter difficulties during this transition
15-21 -
Penerapan Pendidikan Karakter melalui Budaya Sekolah di Sekolah Dasar
Yulia Yulia, Siti Quratul AinShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.574 | Check in Google Scholar
Karakter menjadi penting dibahas untuk menjadikan seseorang yang berkarakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendidikan karakter melalui budaya sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah inquiry naturalistic dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Partisipan yang terlibat yaitu guru, siswa, dan kepala sekolah. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan miles dan huberman. Penerapan pendidikan karakter melalui budaya sekolah ini dilakukan dengan beberapa kegiatan yaitu gerakan literasi sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan awal dan akhir sekolah, dan membuat tata tertib sekolah. Karakter yang terbentuk adalah gemar membaca, disiplin, tanggungjawab, kerjasama, mandiri, cinta lingkungan, religius, dan jujur. Dengan demikian, budaya sekolah dapat menjadi sebuah program dalam pendidikan karakater di sekolah dasar. Implikasinya diharapkan dapat meningkatkan karakter yang baik dalam diri siswa dan menjadi pembiasaan bagi siswa sejak usia dini.
22-31 -
Kemampuan Guru dalam Menyusun Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
Helmi Rismawanda, Dea MustikaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.575 | Check in Google Scholar
Modul ajar adalah perangkat pembelajaran terpenting karena berisi perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru sehingga pembelajaran lebih terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam menyusun modul ajar pada kurikulum merdeka dan hambatan dalam menyusun modul ajar pada kurikulum merdeka. Metode yang digunakan adalah inquiry naturalistic dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang terlibat guru dan kepala sekolah Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kemampuan guru dalam menyusun modul ajar ditunjukkan dengan mampu melakukan analisis siswa, guru dan satuan pendidikan, mampu melakukan identifikasi dan menentukan profil pelajar pancasila, mampu menententukan alur tujuan pembelajaran (ATP) yang akan dikembangkan menjadi modul ajar, mampu menentukan susunan modul ajar berdasarkan komponen yang tersedia, dan mampu melakukan evaluasi dan tindak lanjut modul.
32-42 -
Kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Guru di Sekolah Dasar
Aini Fitria, Dea MustikaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.582 | Check in Google Scholar
TPACK merupakan pengetahuan yang dapat digunakan oleh guru dalam mengintegrasikan teknologi secara tepat dalam proses pembelajaran berdasarkan pada uraian karakter materi dan aspek pedagogik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Guru. Metode yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang berpartisipasi guru dan kepala sekolah. Subyek dalam penelitian ini adalah guru dan kepala sekolah dasar negeri. Data dikumpulkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kemampuan TPACK guru dapat dilihat melalui keenam indikator TPACK yang telah ditentukan sebelumnya. Meskipun demikian, masih terdapat kendala dalam pelaksanaan seperti kurangnya penerapan strategi model pembelajaran secara berurut dan jumlah perangkat yang dimiliki sekolah. Kendala ini dimanfaatkan guru untuk tetap lebih kreatif dalam proses pengajaran.
43-52 -
Tahapan Perencanaan Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Anggi Raysa, Dea MustikaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.580 | Check in Google Scholar
Kurikulum merdeka saat ini menjadi kurikulum yang digunakan di Indonesia. Salah satu programnya adalah profil pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan perencanaan implementasi kurikulum merdeka melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah coordinator P5, tim fasilitator P5, dan kepala sekolah. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan implementasi kurikulum merdeka melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai berikut: 1) Proses perencanaan projek yaitu dengan membentuk tim coordinator dan tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila, 2) Proses mengidentifikasi kesiapan sekolah dalam menjalankan projek, 3) Menentukan dimensi, tema, dan alokasi projek penguatan profil pelajar Pancasila, 4) Menyusun modul projek penguatan profil pelajar Pancasila, 5) Tahap terakhir adalah rubrik pencapaian projek. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam perencanaan implementasi kurikulum merdeka melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah dasar lainnya.
53-61 -
Pembinaan Nilai Pendidikan Karakter Siswa melalui Kegiatan Pramuka di Sekolah Dasar
Desi Meldayani, Siti Quratul AinShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.586 | Check in Google Scholar
Kegiatan ekstrakurikuler pramuka menjadi penting karena menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter siswa. Melalui kegiatan pramuka, siswa diberikan pengalaman yang bermakna untuk mengasah karakter mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan nilai pendidikan karakter siswa melalui kegiatan pramuka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif pendekatan kualitatif. Sumber data yang berpartisipasi adalah guru pembina dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan nilai pendidikan karakter siswa melalui kegiatan pramuka dilakukan melalui berbagai metode yaitu keteladanan, pembiasaan, penugasan, dan hukuman. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi metode yang dapat digunakan dalam melaksanakan pembinaan nilai pendidikan karakter khususnya pada kegiatan pramuka, kemudian kegiatan pramuka lebih digerakkan kembali di sekolah-sekolah.
62-69 -
Peran Guru dalam Minat Baca Anak melalui Perpustakaan Sekolah
Resi Nozila, Zaka Hadikusuma RamadanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.594 | Check in Google Scholar
Rendahnya membaca menjadi perhatian bagi setiap pendidik terlebih lagi pada abad 21 kemampuan membaca sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam minat baca siswa melalui perpustakaan sekolah. Metode yang digunakan deskriptif pendekatan kualitatif. Sumber data yang berpartisipasi yaitu siswa, guru, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Analisis data meliputii reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peran guru dalam minat baca siswa yang meliputi perasaan senang membaca buku, kebutuhan terhadap bacaan buku, ketertarikan terhadap buku, keinginan membaca buku dan keinginan mencari bahan bacaan buku. Kendala yang terjadi pada peran guru dalam minat baca siswa adalah masih kurangnya kegiatan inovasi yang ada disekolah terkait budaya membaca dan belum diterapkannya budaya literasi khusus disekolah.
71-80 -
Pengembangan Bahan Ajar Tematik Berbasis Kearifan Lokal Riau untuk Siswa Sekolah Dasar
Rara Tri Agusriani, Zaka Hadikusuma RamadanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.590 | Check in Google Scholar
Bahan ajar menjadi perangkat penting dalam mendukung proses pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan dan validitas bahan ajar berbasis kearifan lokal Riau. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan model 4D. Subyek yang terlibat adalah guru, siswa, dan validator. Data dikumpulkan melalui wawancara dan angket validasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dari saran validator dan secara kuantitatif dari skor validasi. Produk yang dihasilkan adalah bahan ajar berbasis kearifan lokal Riau untuk tema 7 subtema 1 di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk membuat bahan ajar berbasis kearifan lokal Riau ada beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu (1) menentukan materi yang dikembangkan; (2) membuat sketsa gambar yang mendukung materi; (3) membuat konsep dan kerangka bahan ajar berbasis kearifan lokal Riau. Validitas bahan ajar berbasis kearifan lokal Riau memperoleh kategori sangat valid tanpa revisi ditinjau berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi, ahli bahasa, ahli desain.
81-88 -
Peran Ganda Dosen Perempuan dalam Melaksanakan Peran Domestik dan Peran Publik
Nurul Qomariyah, St. Rodliyah St. Rodliyah, Fathiyaturrahmah FathiyaturrahmahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.587 | Check in Google Scholar
Islam merupakan agama yang sangat menghormati dan menghargai perempuan dan laki-laki di hadapan Allah secara mutlak. Islam menghapus tradisi jahiliyah yang begitu diskriminatif terhadap perempuan, dalam Islam laki-laki dan perempuan merupakan makhluk Allah yang setara, bebas bertasarruf, bahkan satu sama lain saling melengkapi dan membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana dosen perempuan membagi waktu dan tanggung jawab di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus digunakan, mengaplikasikan metode analisis data Miles Huberman dan Saldana. Lokasi penelitian berada di kampus tersebut, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta validitas data diuji melalui triangulasi. Hasilnya menyoroti peran dinamis dosen perempuan yang tidak terbatas pada peran domestik, melainkan juga aktif dalam tugas publik, termasuk kegiatan sosial masyarakat. Implikasinya, penelitian ini menggambarkan evolusi peran perempuan dalam konteks akademis dan sosial, menawarkan pandangan terperinci tentang keseimbangan antara peran rumah tangga dan profesionalisme di lingkungan universitas Islam.
89-96 -
Tarbiyah Amaliyah Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Mengajar
Ainul Musyayyidah, Aminullah Elhady, Sofyan HadiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.588 | Check in Google Scholar
Pentingnya penelitian ini terletak pada peran pendidikan dalam menyongsong kemajuan zaman serta menyiapkan lulusan yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan pembelajaran Tarbiyah Amaliah dalam mempersiapkan santri sebagai calon pendidik yang berkualitas, dengan fokus pada kompetensi mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan observasi terhadap subjek penelitian, yaitu siswa-siswi kelas enam Madrasatul Mu‘allimin wal Mu‘allimat al-Islamiyyah (MMI dan MMAI) di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Data dianalisis melalui narasi untuk menggambarkan pengalaman dan hasil observasi. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa pembelajaran Tarbiyah Amaliah mengakomodasi perbedaan karakter materi pelajaran, kurikulum menekankan pada pengembangan kompetensi mengajar, dan kesuksesan pembelajaran bergantung pada semangat guru. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya persiapan yang cermat dan kreatif dalam kegiatan mengajar, dengan mengacu pada langkah-langkah yang ditetapkan dalam kitab Tarbiyah Amaliah.
97-103 -
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Siswa Inklusi di Sekolah Menengah Pertama Kelas Delapan
Ulya Nur Izzatun Ni’mah, Triono Ali MustofaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.589 | Check in Google Scholar
Penelitian ini menggambarkan peranan penting guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks pendidikan inklusif. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran PAI untuk siswa inklusi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan melibatkan guru PAI kelas VIII, dua siswa inklusi, guru BK, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Bidang Kurikulum. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian di analisis dengan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berkolaborasi dengan guru pendamping, menerapkan metode dan media yang beragam, serta melibatkan orang tua dalam pendekatan inklusif. Meskipun terdapat hambatan seperti perbedaan tingkat kecerdasan siswa, kekurangan pemahaman tentang teori inklusi, dan kurangnya buku pemantauan orang tua, pendekatan inklusif dalam pembelajaran PAI memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengalaman belajar siswa inklusi di sekolah.
104-114 -
Penggunaan Media Audio Visual dalam Menumbuhkan Sikap Sosial, Jujur, dan Tanggung Jawab untuk Anak Usia Dini
Atika Angriani Saragih, Ira Suryani, Ahmad Syukri SitorusShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.600 | Check in Google Scholar
Rendahnya sikap sosial, jujur dan tanggungjawab anak menimbulkan dampak negatif dalam pembelajaran sehingga perlu media pembelajaran yang inovatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan, faktor pendukung dan faktor penghambat media audio visual dalam menumbuhkan sikap sosial, jujur dan tanggung jawab. Jenis penelitian ini kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Teknik analisis mengunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual efektif membantu pembentukan sikap sosial, jujur dan tanggung jawab pada anak usia dini. Implikasi hasil penelitian memberikan dorongan bagi pendidikan untuk lebih memperhatikan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran anak usia dini. Guru perlu mendapatkan pelatihan teknologi, pembuat kebijakan perlu meningkatkan fasilitas sekolah dan akses internet. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi lebih lanjut pengaruh lingkungan pra sekolah terhadap pembentukan sikap sosial anak.
115-122 -
Dampak Psikologis bagi Anak Usia 8 Tahun dalam Bermain Game Online Free Fire
Fitri Khoirunnisa, Zaka Hadikusuma RamadanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.603 | Check in Google Scholar
Teknologi yang semakin canggih dapat menyebabkan anak menjadi kecanduan bermain game online. Salah satu game online tersebut adalah free fire. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak psikologis bagi anak yang bermain game online free fire di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi kasus pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh berasal dari wawancara dan observasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru, orang tua, dan anak. Dampak psikologis dalam bermain game online free fire anak usia 8 tahun ditemukan yaitu (1) meningkatkan kemampuan konsentrasi anak; (2) melatih kemampuan pemecahan masalah; (3) emosi tidak stabil; (4) gangguan berpikir yaitu anak hilang konsentrasi dalam belajar karena faktor tidur larut dan anak selalu percaya bahwa bermain game itu menyenangkan; (5) gangguan berperilaku yaitu anak berambisi untuk menang sehingga tidak dianggap lemah dan anak meremehkan orang lain hal ini terjadi karena besar kepala akibat menang. Implikasi selanjutnya dalam penelitian akan dibahas lebih lanjut.
123-129 -
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantu Game Edukasi di Taman Kanak-kanak
Ayu Mustika Sari, Rakimahwati Rakimahwati, Dadan Suryana, Jamaris Jamna, Jasrial JasrialShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.598 | Check in Google Scholar
Pentingnya pengembangan model Project Based Lerning (PjBL) berbasis game edukasi, yang sangat diajurkan pada Pendidikan saat ini terutama pada penerapan kurikulum merdeka. Model PjBL memungkinkan anak terlibat aktif, meningkatkan konsep bermain bekerja sama, anak akan mengexplorasi, kolaborasi dan menerapkan konsep nyata yang sederhana di TK. Agar lebih mudah melakasanakan PjBL maka dibutuhkan game edukasi yang dapat memberikan gambaran tentang project apa yang akan dikerjakan. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan (R&D) dengan desain pengembangan Plomp yang terdiri dari tahapan. Tahapan preliminary resaech dengan analisis model pembelajaran di TK yang menekankan pada keterlibatan anak dalam melakukan kegiatan secaranya. Analisis kebutuhan kurikulum merdeka lebih menekankan pembalajaran berbasis project based lerning. Analisis anak di TK usia 5-6 tahun, Analisis materi yaitu aku sayang bumi. Uji validitas menyatakan bahwa model project based lening berbasis game edukasi valid digunakan dengan persentase sangat valid yaitu 90,3%. Uji praktikalitas model project based lerning berbasis game edukasi sangat praktis dengan kriteria sangat praktis yaitu 87%.
130-140 -
Permainan Tradisional untuk Mendukung Profil Pelajar Pancasila Fase Fondasi
Thia Isri Yuningsih, Mubiar AgustinShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.606 | Check in Google Scholar
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran permainan tradisional dalam mendukung program penguatan profil pelajar pancasila fase fondasi. Metode penulisan artikel ini menggunakan studi pustaka. Data artikel ini bersumber dari artikel ilmiah, buku, serta dokumen pemerintah yang relevan dengan topik kajian penulis. Berdasarkan hasil kajian penulis terhadap sumber-sumber penelitian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional berperan dalam pembentukan karakter pancasila pada fase fondasi. Berkompetisi secara adil dalam permainan cerminan dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Anak berkomunikasi dengan sesama, dan berperilaku positif selama bermain merupakan dimensi berkeninekaan global. Kolaborasi anak bersama teman-temannya dalam permainan kelompok merupakan dimensi gotong royong. Partisipasi anak secara aktif dan mandiri dalam permainan tradisional merupakan dimensi mandiri. Dimensi kreatif terstimulasi saat anak berstrategi dan mampu memecahkan masalah dalam permainan. Dimensi beralar kritis tergambar saat anak mengemukakan sebuah alasan memilih permainan yang dimainkannya. Keenam elemen profil pelajar Pancasila terpotret dalam permainan tradisional
130-137 -
Enhancing Early Childhood Education Teachers' Creativity through Professional Development Training Program
Atit Kurniawati, Sri Nurhayati, Nandang RukandaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.537 | Check in Google Scholar
This study aimed to examine the implementation and impact of professional development on the creativity of early childhood educators, focusing on creating an innovative teaching medium known as the Magic Box. This research used a qualitative approach with a case study method; the research subjects comprised ten early childhood educators, one resource person, and one training manager. Data were collected using in-depth interviews, observations, and document studies. The Miles and Huberman method was used to analyze the collected data. The research findings reveal a substantial transformation in educators' creativity levels after participating in Magic Box's professional development and training programs. Through a structured and hands-on approach, educators gain practical experience and motivation to infuse creativity into their teaching practices. Educators report increased confidence in generating creative ideas for teaching materials and a shift in their instructional approach to encourage more engaging and interactive learning experiences for children.
141-149 -
Keyakinan dan Praktik Literasi pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
Denis Islami Salsa, Lilis Madyawati, Khusnul LaelyShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.550 | Check in Google Scholar
Salah satu kemampuan yang dibutuhkan anak usia dini dan perlu adanya dukungan orang dewasa disekitar anak adalah literasi. Kemampuan literasi sendiri merupakan jembatan sosial pertama bagi anak untuk melakukan kehidupan sosialnya. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisa keyakinan dan praktik guru PAUD terhadap literasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis survey. Sampel yang digunakan sebanyak 60 responden yang tersebar di wilayah Fakfak dan Sorong Papua Barat. Teknik sampling yang digunakan adalah Disproportionate Stratified Random Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan instrumen lembar kuesioner. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh adalah keyakinan guru terkait implementasi literasi di PAUD sangat baik dan praktik literasi di kelas baik. Namun tidak sebanding dengan waktu yang digunakan paling banyak kurang dari 11 menit. Oleh karena itu dibutuhkan pelatihan kepada guru PAUD terkait implementasi literasi di kelas. Pengalaman literasi yang bermakna diperoleh anak saat berinteraksi dengan anak yang lain, guru, dan lingkungan sekitar dalam suasana yang menyenangkan. Implikasi dalam penelitian ini adalah menyelenggarakan lokakarya bagi guru-guru pendidikan anak usia dini dalam mengimplementasikan literasi sesuai dengan usia, perkembangan dan latar belakang anak.
150-159 -
Kesulitan Membaca Permulaan pada Anak Usia 8 Tahun
Dwi Rahayu, Febrina DafitShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.608 | Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan membaca pertama dan strategi remediasi yang dihadapi oleh anak usia 8 tahun di SDN 143 Pekanbaru. Metodologi penelitian kualitatif bergaya studi kasus diterapkan. Dokumentasi, wawancara, dan observasi merupakan sumber datanya. Triangulasi digunakan dalam proses penilaian keabsahan data penelitian ini. Reduksi data, visualisasi data, dan pengambilan kesimpulan digunakan untuk menguji prosedur analitik data. Berdasarkan temuan penelitian, beberapa anak masih mengalami kesulitan dalam mengucapkan dan mengenali huruf b dan d, membaca kata yang memiliki imbuhan, dan memahami frasa sederhana. Temuan studi ini menunjukkan bahwa elemen internal, seperti tanda-tanda kelelahan dan tanda-tanda motivasi siswa untuk mengakses bahan bacaan, merupakan penyebab terjadinya tantangan membaca. Latar belakang dan kemahiran membaca adalah contoh faktor lingkungan eksternal. Guru juga telah melakukan berbagai peran dalam membantu siswa mengatasi tantangan membaca mereka, seperti pembawa pesan, fasilitator, perantara, penilai, administrator atau direktur, motivator, penyelenggara, atau inisiator.
160-167 -
Peningkatan Karakter Disiplin Anak Usia 5-6 Tahun melalui Media Audio Visual
Nur Asrima ima, Ahmad Syukri SitorusShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.627 | Check in Google Scholar
Mengkaji kemampuan pengaturan diri anak sejak dini sangatlah penting karena hal ini menjadi landasan fundamental bagi pencapaian masa depan. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kedisiplinan pada anak yang seharusnya hal ini harus ditingkatkan sejak anak usia dini dengan mengunakan media audio visual sebagai media pendukung dalam meningkatkan kedisiplinan anak tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terutama berfokus pada kelas B yang terdiri dari anak-anak berusia 5 sampai 6 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan tingkat kedisiplinan anak usia 5-6 tahun melalui pemanfaatan media audiovisual. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 23 anak, terdiri dari 11 laki-laki dan 12 perempuan. Penelitian dilakukan dalam dua siklus penelitian. Perlakuan yang diberikan untuk siklus I dan siklus II perbedaannya pada pembiasaan dan penguatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media audio mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap peningkatan kedisiplinan anak.
168-179 -
Strategi Meneladani Sifat Shiddiq Rasulullah Saw pada Pendidikan Anak Usia Dini
Tina Alfina Sari, Zulfahmi LubisShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.622 | Check in Google Scholar
Pembentukan karakter pada anak dapat dilakukan dengan adanya keteladan dan kotokohan yang dapat menjadikan seseorang untuk menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tiga bagian utama mengenai sifat shiddiq Rasulullah SAW pada PAUD di TK IT Al-Khair (1) penerapan strategi meneladani sifat shiddiq Rasulullah SAW, (2) membentuk karakter, (3) kendala yang dihadapi dalam strategi meneladani sifat shiddiq Rasulullah SAW. Metode yang dipakai yaitu pendekatan kualitatif dengan memakai studi kasus, dan subjek penelitian yaitu guru wali kelas dan anak-anak berusia 5-6 tahun. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa PAUD di TK IT Al-Khair memakai beberapa strategi untuk meneladani sifat shiddiq Rasulullah SAW. Penelitian ini mengikhtisarkan bahwa PAUD di TK IT Al-Khair melakukan kerjasama antara guru dengan orang tua dalam membentuk sifat shiddiq Rasulullah SAW kepada anak. Pembentukan sifat shiddiq Rasulullah SAW pada anak didik tidak hanya tanggung jawab guru dalam pendidikan, tetapi orang tua juga berperan penting dalam hal ini.
180-189 -
Optimalisasi Kemampuan Literasi Keuangan Melalui Kegiatan Menabung pada Anak Usia 5-6 Tahun
Siti Annisa Burairoh, Lizza Suzanti, Rr. Deni WidjayatriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.632 | Check in Google Scholar
Literasi keuangan sangat penting dikenalkan sejak dini untuk pengelolaan keuangan yang bijak. Salah satu kegiatan yang diberikan kepada anak dapat melalui menabung karena bermanfaat untuk mengajarkan anak lebih mandiri, disiplin dan tidak boros. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan upaya optimalisasi kemampuan literasi keuangan melalui kegiatan menabung pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi pada 9 anak usia 5-6 tahun di TK Bina Bangsa Islamic School. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasi penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menabung pada anak usia 5-6 tahun memiliki dampak positif yang signifikan pada optimalisasi kemampuan literasi keuangan. Peran orang tua yang konsisten untuk memberikan edukasi membaca sebelum tidur yang didukung buku cerita terkait literasi keuangan dengan tampilan yang menarik supaya anak mengingat pesan moral tentang pentingnya literasi keuangan
190-198 -
Pengenalan Huruf Hijaiyah Melalui Metode Tilawati bagi Anak Usia 5-6 Tahun
Rika Helmalia, Lizza Suzanti, Rr. Deni WidjayatriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.634 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya anak yang masih sulit melafalkan, membedakan dan mengetahui huruf hijaiyah dengan baik. Pentingnya pemahaman orang tua dalam memberikan stimulasi di rumah menjadi faktor mempengaruhi ketercapaian anak dalam pengenalan huruf hijaiyah. Pengenalan ini bertujuan mengatasi permasalahan huruf hijaiyah anak dengan memilih metode pembelajaran Al-Qur’an. Metode tilawati dapat dipilih karena menggabungkan lagu rost yang unik dengan pendekatan pembelajaran yang berbeda, sesuai untuk anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Guru kelas sekaligus pengajar metode tilawati kelas b menjadi informan dalam penelitian ini. Teknik analisis dengan mereduksi data, penyajian data, verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan anak mampu mengetahui dan menyebutkan dengan urut huruf hijaiyah, namun anak belum mampu melafalkan, membedakan huruf karena banyak kesamaan dan dianggap sama bentuknya oleh anak. Orang tua perlu memberikan dukungan dengan melakukan pengulangan huruf hijaiyah dirumah untuk mengatasi kesulitan anak dalam pelafalan, sebagai pelengkap dari pembelajaran di sekolah.
199-209 -
Pengembangan Kemampuan Membaca Anak Usia 5-6 Tahun Menggunakan Metode Drill
Rahma Sayyida Nafisa, Yulianti Fitriani, Pepi NuroniahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.635 | Check in Google Scholar
Penelitian ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap kondisi pembelajaran yang memperlihatkan adanya kesulitan yang dialami anak untuk membedakan bentuk-bentuk huruf A-Z. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan membaca anak menggunakan metode drill. Metode drill dilakukan secara berulang dan sesuai digunakan untuk anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data diambil melalui observasi, wawancara dan diperkuat dengan dokumentasi yang dilakukan kepada pendidik dan 15 anak kelompok usia 5-6 tahun. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian berupa peningkatan kemampuan membaca anak yang ditunjukkan dengan tingginya tiga diantara sepuluh indikator penelitian yang dikembangkan yakni pertama anak dapat menyebutkan dan membedakan bentuk lambang huruf A-Z, kedua anak dapat mengucapkan huruf vokal a i u e o tanpa pengulangan, dan ketiga minat membaca anak semakin meningkat. Penelitian ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif upaya untuk membantu proses pengembangan kemampuan anak menggunakan metode drill khususnya membaca ataupun kemampuan lainnya.
210-218 -
Kemitraan Orang Tua dan Pendidik Anak Usia Dini dalam Mewujudkan Lingkungan Kaya Aksara
Mia Ismiya, Esya Anesty Mashudi, Nenden SundariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.639 | Check in Google Scholar
Kemitraan orang tua dan pendidik anak usia dini dalam mewujudkan lingkungan kaya aksara sangat penting karena memiliki dampak signifikan dalam perkembangan literasi anak. Penelitian ini mengeksplorasi peran kemitraan orang tua dan pendidik dalam mewujudkan lingkungan kaya aksara melalui strategi yang efektif untuk meningkatkan kemitraan antara orang tua dan pendidik, sehingga anak usia dini dapat memiliki lingkungan literasi yang kaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Subjek penelitian adalah 2 orang guru, 15 anak usia dini berusia 5-6 tahun, dan 15 orang tua siswa. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara orang tua dan pendidik dalam mewujudkan lingkungan kaya aksara dilaksanakan melalui tujuh strategi efektif, dengan mengacu pada pedoman dari permendikbud nomor 30 tahun 2017. Implikasi praktis penelitian ini melibatkan peningkatan komunikasi dan kerjasama orang tua dan pendidik dalam menciptakan lingkungan kaya aksara.
219-230 -
Pengembangan Media Pembelajaran “Ular Tangga Khatulistiwa” Mengenalkan Budaya Khas Kalimantan Barat
Desni Yuniarni, Novia Solichah , Pratista Arya SatwikaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.617 | Check in Google Scholar
Minimnya media pembelajaran yang dapat mengenalkan kearifan lokal budaya daerah Kalimantan Barat kepada anak usia dini, merupakan fenomena yang ada belakangan ini. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk “Ular Tangga Khatulistiwa” untuk pengenalan budaya khas Kalimantan Barat kepada anak usia dini. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Subjek penelitian adalah guru PAUD X Pontianak. Sumber data penelitian adalah dosen PAUD untuk mendapatkan data validasi ahli materi dan guru PAUD untuk mendapatkan data validasi ahli media, dengan menggunakan metode wawancara dan angket. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran berbentuk “Ular Tangga Khatulistiwa” berbasis budaya khas Kalimantan Barat ini layak digunakan untuk mengenalkan budaya kepada anak usia dini. Implikasi hasil penelitian ini adalah memberikan wawasan adanya media pembelajaran yang bisa digunakan untuk anak usia dini berbentuk Ular Tangga Khatulistiwa” dalam mengenalkan budaya khas Kalimantan Barat
231-239 -
Pengembangan Media Virtual Reality dalam Mengenal Rumah Ibadah Agama Konghucu pada Pembelajaran Immersive di PAUD
Wina Orsicha, Dian Miranda, Siska Perdina, Lukmanulhakim LukmanulhakimShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.643 | Check in Google Scholar
Media pembelajaran berbasis virtual reality merupakan sebuah media yang dikembangkan berdasarkan kemajuan teknologi pada era digital ini yang memberikan warna pada pembelajaran di PAUD dan juga menjadi sebuah inovasi baru pada pelajaran agama Konghucu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kelayakan pengembangan media berbasis virtual reality dalam pengenalan rumah ibadah agama Konghucu pada anak usia dini. Penelitian menggunakan metode R&D dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Sebelum dilakukan uji coba produk kepada anak di TK Karya Yosef Pontianak media virtual reality ini telah dibuat divalidasikan terlebih dahulu oleh Ahli Media dan juga Ahli Materi. Selanjutnya media diuji cobakan kepada anak, dengan hasil uji coba penggunaan media virtual reality dalam pengenalan rumah ibadah agama Konghucu pada pada anak kelas B1 mendapatkan nilai rata-rata 4,96 dengan kriteria “Sangat Efektif” artinya pengembangan media VR ini sangat layak untuk dikembangkan atau digunakan dalam proses pembelajaran di PAUD pada pengenalan rumah ibadah agama Konghucu
240-250 -
Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di Kelas Satu Sekolah Dasar
Nuraini Nuraini, Zaka Hadikusuma RamadanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v7i1.570 | Check in Google Scholar
Peran pendidikan di Indonesia saat ini sedang dalam tahap perubahan dalam upaya mengatasi krisis pembelajaran yang terjadi pasca pandemi melalui penerapan kurikulum merdeka yang bersifat berdiferensiasi dan melibatkan keaktifan sisiwa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan mengenai pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada kurikulum merdeka di kelas satu sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian naturalistic unquiry dengan jenis penelitian kualitatif. Responden dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, wali kelas dan siswa kelas 1. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajran berdiferensiasi ini dilakukan melalui beberapa aspek yaitu: 1) diferensiasi konten; 2) diferensiasi proses; 3) diferensiasi produk; dan 4) diferensiasi lingkungan belajar. Implikasi hasil penelitian akan dipaparkan dalam naskah ini.
