Search
Search Results
-
Implementasi Kebudayaan dalam Pendidikan Suku Anak Dalam Taman Nasional Bukit Duabelas
Alifia Mutsla Fakhrudin, Evi Setianingsih, Fani Widia Putri, Yusuf Tri HerlambangShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.243 | Check in Google Scholar
Mendapatkan pendidikan adalah proses yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena dengan memperoleh pendidikan maka berarti ia mendapatkan eksistensinya sebagai manusia. Oleh karena itu peneliti membuat penelitian ini yang bertujuan untuk memberikan beberapa informasi mengenai dunia pendidikan yang dijalankan oleh suatu suku. Begitupun dengan budaya, karena budaya ikut mengatur bagaimana cara kita hidup dalam bermasyarakat dengan tujuan agar memiliki simbol dan sifat dinamis yang dapat menyesuaikan dengan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana peneliti bercengkerama langsung dengan beberapa narasumber untuk mendapatkan informasi mengenai pendidikan dan budaya pada suku yang di tuju. Oleh karena itu pendidikan dan budaya harus seimbang dalam diri seseorang, seseorang harus berpendidikan dan juga berbudaya agar terdapat kedinamisan dalam diri.
45-5005-04-2022 -
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila pada Siswa Sekolah Dasar dalam Kehidupan Sehari-hari
Ai Nurul Nurohmah, Dinda Rahma, Nurul Izzati, Dinie Anggraeni Dewi, Yayang Furi FurnamasariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.191 | Check in Google Scholar
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila pada siswa Sekolah Dasar dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah kualitatif jenis deskriptif, dengan studi kepustakaan berbagai sumber data secara langsung. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila pada kehidupan sehari-hari tentu siswa akan mampu menghadapi berbagai persoalan yang akan terjadi ke depannya. Pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan melalui pengamalan, pembiasaan, keteladanan, dan pengkondisian lingkungan. Juga dapat diterapkan melalui pendekatan inculcation (penanaman nilai), modeling (keteladanan), fasilitation (fasilitasi), dan skill building (pengembangan keterampilan). Globalisasi terjadi tanpa bisa dihenti, meluas ke berbagai sektor kehidupan, melahirkan berbagai tantangan serta permasalahan baru, tak terkecuali siswa Sekolah Dasar ikut terbawa pengaruh globalisasi. Nilai-nilai Pancasila pun meluntur, nilai luhur masyarakat Indonesia tidak lagi tercermin sebagaimana telah terkandung dalam Pancasila. Dampak dari penelitian ini adalah penulis dan pembaca dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila pada Siswa Sekolah Dasar dalam kehidupan sehari-hari agar nilai-nilai luhur Pancasila kembali pada generasi muda bangsa.
116-12414-11-2021 -
Tantangan Implementasi Green Curriculum di PAUD: Analisis Pemahaman Guru tentang Perubahan Iklim
Tiara Lisania Sidqia, Heny Djoehaeni, Rudiyanto RudiyantoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1605 | Check in Google Scholar
Green curriculum sebagai bagian dari education for sustainable development penting diterapkan sejak pendidikan anak usia dini untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan pemahaman terkait perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi green curriculum pada dan pemahaman guru terhadap perubahan iklim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada tiga orang guru PAUD dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi pemahaman konsep iklim yang masih berkembang, kesulitan dalam menyederhanakan bahasa sesuai tahap perkembangan anak, serta keterbatasan sumber belajar dan media pembelajaran. Meskipun demikian, guru telah menunjukkan upaya melalui penggunaan pendekatan konkret, kontekstual, serta pemanfaatan media yang tersedia di lingkungan sekitar. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan pemahaman konseptual guru, pengembangan media pembelajaran, dan penyediaan panduan implementasi green curriculum yang kontekstual.
549-55828-05-2026 -
Implementasi E-modul dan Pembelajaran STEAM Guna Meningkatkan Karakter pada Anak Usia Dini: Literature Review
Nadila Adiansa, Sriyanti Nihi, Nurul Al FadhillahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1230 | Check in Google Scholar
Menerapkan E-modul pembelajaran pada anak usia dini membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna. Tujuan dari penelitian ini guna melihat perkembangan nilai karakter anak usia dini setelah diterapkannya E-modul pembelajaran yang telah berbasis STEAM pada anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif dengan pendekatan literatur review. Analisis data pada penelitian ini menggunakan mengelompokkan, sintesis, dan interpretasi informasi dari berbagi sumber literatur. Hasil penelitian E-modul pembelajaran dikembangkan dengan berbasis STEAM mengaitkan pengetahuan dan keterampilan science, technology, engineering, art, dan mathematics. Dengan E-modul pembelajaran berbasis STEAM menjadi panduan dan perencaan guru dalam mengajarkan nilai-nilai karakter pada anak usia dini lebih terkoordinir serta terencana dengan baik. Selain itu modul tersbut membantu guru dalam membuat pembelajaran menjadi efektif dan efisien. Implikasi hasil dengan penerapan E-modul guru ataupun orang tua dapat mengakses pembelajaran dimana saja dan kapan saja. Kecanggihan teknologi sekarang membantu orang tua dengan mudah menciptakan pembelajaran pada anak di rumah dengan E-modul.
14-10-2025 -
Pelaksanaan Asesmen pada Anak Usia Dini: Studi Kasus pada Kelompok A (4-5 Tahun) dan B (5-6 Tahun)
Zulfa Rihadah Fauziyah, Alya Rahmah, Hanni Niranna Amalia , Maya Argilia Dian Safitri, Juwita Novita Sari, Karina Cahya Kamila, Ayu Aprilia Pangestu PutriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1203 | Check in Google Scholar
Asesmen dalam pembelajaran anak usia dini penting karena membantu menentukan strategi stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asesmen pada kelompok usia 4–6 tahun di salah satu lembaga PAUD. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta melibatkan guru sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen dilakukan secara formatif, berkelanjutan, dan kontekstual dengan berbagai teknik seperti observasi, catatan anekdot, ceklis, portofolio, dan foto berseri. Guru memiliki peran penting dalam menyesuaikan asesmen dengan karakteristik anak. Asesmen untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga dilakukan secara kolaboratif. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya peningkatan kompetensi guru serta kerja sama lintas pihak dalam mendukung asesmen yang holistik dan bermakna di PAUD.
1175-118313-09-2025 -
Pemahaman Pendidikan menurut Buya Hamka dengan Mengimplementasikan Lambang Bangsa Indonesia
Shela Andri Mauliddina, Dinie Anggraeni Dewi, Yayang Furi FurnamasariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.166 | Check in Google Scholar
Laporan postingan riset penelitian ini bertujuan untuk mengenal serta menganalisis pemikiran ataupun gagasan Haji Abdul Malik Karim Amrullah maupun yang lebih banyak dikenal Buya Hamka, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai pembelajaran yang tercantum dalam ajaran Islam baik secara eksplisit maupun implisit dengan mengimplementasikan sila-sila Pancasila. Riset ini memakai tata cara kualitatif lalu memakai pendekatan deskriptif. Tata cara ini dicoba dengan metode menganalisis informasi ataupun bahan diperoleh dari berbagai referensi seperti buku, jurnal, dan/atau artikel. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pemikiran Buya Hamka tentang pendidikan yang diperoleh dari nilai-nilai ajaran Islam sangat relevan dengan kondisi terkini dan dapat diterapkan dalam dunia pendidikan mutkahir dalam hal ini pun adanya sila-sila Pancasila. Pemikiran-pemikiran Buya Hamka tersebut jika diterapkan dengan tepat dapat mewujudkan manusia yang bermoral atau berakhlak mulia, berkarakter, cerdas, serta berwawasan luas. Lambang bangsa Indonesia yaitu Garuda Pancasila dimana terdapat sila-sila Pancasila. Kebaruan dan dampak dari hasil penelitian ini kita dapat membandingkan dan mengetahui apa saja implementasi dalam pandangan buya hamka dalam sila-sila Pancasila
61-7116-06-2022 -
Pengimplementasian Model Discovery Learning pada Pembelajaran PKn di SD
Dewi Kartini, Annisa Sabilla, Dwi Wulandari, Dinie Anggraeni Dewi, Yayang Furi FurmasariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.193 | Check in Google Scholar
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah pendidikan yang sangat penting di SD karena perannya sebagai pembentuk karakter kebangsaan. Oleh karenanya, mata pelajaran PKn membutuhkan efektivitas dalam penyelenggaraannya. Maka dipilihlah model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman yakni model pembelajaran discovery learning. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimanakah implementasi serta efektivitas model pembelajaran discovery learning pada pembelajaran PKn di SD Labschool UPI Cibiru dan SDN Percobaan Cibiru. Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk memahami makna dari permasalahan sosial dan kemanusiaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas model pembelajaran discovery learning mencapai persentase sebesar 80% dan dianggap efektif karena telah mencapai persentase lebih dari 50%. Hasil ini diperoleh dari dua sekolah sebagai objek penelitian yaitu, SD Lab School UPI Cibiru dan SDN Percobaan. Implikasi dari model pembelajaran ini adalah siswa secara mandiri mampu menemukan konsep pengetahuan kebangsaan sehingga mampu menerapkannya dalam berperilaku dan bersikap.
64-7311-11-2021
