Search
Search Results
-
Pentingnya Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak sebagai Generasi Penerus Bangsa
Solihin Ichas Hamid, Dinie Anggraeni Dewi, Alifia Mutsla Fakhrudin, Evi Setianingsih, Fani Widia PutriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.179 | Check in Google Scholar
Penelitian ini di buat dengan tujuan menginformasikan bahwasanya dengan pendidikan karakter ini mampu mempengaruhi anak agar berperilaku lebih baik dan terarah, mengingat Pendidikan karakter memiliki makna lebih tinggi satu tingkat daripada pendidikan moral, karena bukan hanya mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah tetapi membantu agar anak — anak mampu untuk dapat merasakan nilai — nilai karakter yang baik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, dengan harapan besar hasil dari penelitian ini mampu menghasilkan kepribadian anak yang matang secara intelektual, emosional, dan spiritual. Dalam pembentukan karakter seorang anak tentunya memerlukan tokoh — tokoh pendamping yang sangat berperan penting, tokoh — tokoh tersebut berasal dari lingkungan terdekat seorang anak salah satunya adalah orang tua. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang akan didapatkan oleh seorang individu dalam pembentukan karakternya sebelum ia terjun langsung di lingkungan masyarakat.
143-14917-11-2021 -
Urgensi Membangun Iklim Belajar dalam Membentuk Karakter Peserta Didik
Husen Windayana, Annisa Annisa, Putri Rizqi Aura Tanzil Sudirman, Roja Khalda BerlianShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.236 | Check in Google Scholar
Pendidikan karakter merupakan sarana dan prasarana yang harus dimiliki oleh siswa sebagai pendidikan dasar sebelum memasuki kehidupan yang sebenarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh iklim belajar dalam membentuk karakter pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui penelitian studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim belajar akan sangat mempengaruhi siswa dalam membentuk karakter mereka, hal ini karena dalam proses pembelajaran siswa membentuk pengalaman dan pengetahuan, sehingga iklim atau situasi belajar juga mempengaruhi proses memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan karakter siswa dilingkungan masyarakat. Pendidikan karakter melalui iklim belajar ini dapat diimplementasikan melalui beragam cara salah satunya seperti dijadikan mata pelajaran sendiri, terintegrasi dengan mata pelajaran lain, dan gabungan keduanya. Kemudian sebagai guru, terdapat beberapa cara agar dapat terbentuk iklim belajar yang kondusif, salah satunya ialah dengan pemberian tugas yang dapat membentuk kepribadian mandiri siswa, membuat aturan kelas bersama, dan bekerja sama membangun kelas yang nyaman dengan membuat barang kreatif dari benda-benda yang ada disekitar untuk membentuk kreativitas peserta didik. Sehingga dapat menghasilkan tujuan yang ingin dicapai yaitu membentuk iklim belajar yang efisien dan efektif khususnya di lingkungan sekolah yang membantu proses Pendidikan karakter dalam membentuk karakter pada peserta didik dapat terlaksanakan dengan baik.
312-31923-01-2022 -
Integrasi Nilai Qur’ani dan Psikologi dalam Pendidikan Anak di Era Disrupsi
Rahmadani Akbar, Eva LatipahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1182 | Check in Google Scholar
Pentingnya integrasi nilai-nilai Qur’ani dan psikologi perkembangan dalam pendidikan anak semakin nyata di tengah krisis moral dan tantangan era digital. Penelitian ini bertujuan merumuskan model pendidikan Islam yang holistik dengan memadukan dimensi spiritual dan perkembangan psikologis anak. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis terhadap sejumlah artikel ilmiah, menggunakan instrumen klasifikasi tematik. Data dianalisis melalui pendekatan content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani seperti tauhid, akhlak, dan ibadah berfungsi sebagai kompas spiritual yang membentuk arah hidup anak, sementara teori psikologi perkembangan memberikan peta pedagogis yang menyesuaikan penyampaian nilai-nilai tersebut dengan tahap tumbuh kembang anak. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya strategi pendidikan yang tidak hanya normatif, tetapi juga adaptif dan aplikatif terhadap realitas perkembangan anak.
867-87724-07-2025 -
Analisis Implementasi Kurikulum Nabawiyah Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini
Dianne Brilliantie Rosalind, Badru ZamanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.965 | Check in Google Scholar
Pendidikan anak usia dini memegang peranan penting dalam pembentukan karakter. Saat ini anak muslim sudah tidak banyak yang mengenal Rasulullah sebagai teladan mereka. Banyak diantara generasi muslim yang mengidolakan artis-artis ataupun tokoh lain yang perilakunya tidak baik untuk ditiru. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola kurikulum yang diterapkan Rasulullah saw untuk anak usia dini yang diimplementasikan oleh Kuttab Bandung Barat. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan instrumen wawancara, observasi kelas, dan dokumentasi. Data diperoleh dari wawancara dengan kepala Kuttab dan tiga guru yang membimbing anak usia 5-6 tahun serta observasi selama tiga bulan pelaksanaan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan implementasi kurikulum Nabawiyah di Kuttab Bandung Barat memberikan hasil positif. Terlihat dari munculnya keimanan anak yang tercermin dalam ucapan dan perbuatan, perkembangan adab baik terhadap teman dan orangtua, serta semangat dalam menuntut ilmu sebagaimana diajarkan dalam kurikulum tersebut. Dapat disimpulkan bahwa urutan kurikulum Nabawiyah untuk anak usia dini yang diterapkan di Kuttab ini tepat, efektif, dan layak diaplikasikan oleh umat muslim dalam membimbing anak-anak mereka
1618-162824-12-2025 -
Pendidikan Karakter Anak Usia Dini : Kontribusi Guru Dan Peran Aktif Orang Tua
Qori Mulqi Fatimah, Asep Kurnia Jayadinata, Gia Nikawanti, Entin KartiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1409 | Check in Google Scholar
Pendidikan anak usia dini menjadi pondasi penting pembentukan kepribadian dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi guru dan peran aktif orang tua dalam pendidikan karakter anak usia dini. Pendekatan kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dilakukan selama dua bulan (September–Oktober 2025) terhadap 15 anak usia 5–6 tahun dan 1 guru kelas. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles-Huberman- Saldana melalui kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan validasi triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil menunjukkan guru memakai kode khusus dalam interaksi untuk membentuk lima nilai karakter utama (kejujuran, tanggung jawab, disiplin, rasa hormat, kerja sama), didukung program monitoring bersama dengan evaluasi berkelanjutan guru–orang tua. Implikasi penelitian ini adalah model kolaborasi terstruktur dapat diadaptasi lembaga PAUD lain untuk memperkuat konsistensi pendidikan karakter antara sekolah dan rumah serta meningkatkan efektivitas internalisasi nilai pada anak.
1636-164428-12-2025 -
Peran Organisasi Kemahasiswaan dalam Membangun Karakter: Urgensi Organisasi Kemahasiswaan pada Generasi Digital
Amalia Dwi Pertiwi, Ratih Novi Septian, Riswati Ashifa, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.202 | Check in Google Scholar
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui peran organisasi kemahasiswaan dalam membangun karakter, khususnya pada generasi digital saat ini. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menerapkan metode penelitian studi literatur secara kualitatif atau deskriptif. Studi literatur diperoleh melalui proses literasi dari berbagai buku dan artikel berkaitan dengan materi yang hendak dibahas. Studi literatur dalam penelitian ini dilakukan penulis melalui proses membaca, menyimpulkan, kemudian memproses dan mengembangkan data yang didapatkan sebagai bahan dari penelitian yang dilakukan. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan, didapatkan suatu kesimpulan bahwa peran yang sangat penting dari organisasi kemahasiswaan dalam mendidik karakter mahasiswa di era digital ini adalah berfikir kritis. Jika mahasiswa tidak mempunyai kemampuan berfikir kritis maka akan sangat mudah terjerumus kedalam hal-hal yang melunturkan karakter bangsa. Mahasiswa harus bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan tugas mahasiswa juga memanfaatkan sebaik mungkin teknologi digital yang sudah ada dan kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan menambah wawasan pembaca khususnya mahasiswa tentang peran organisasi kemahasiswaan pada generasi digital.
107-11512-11-2021 -
Respon Orang Tua terhadap Implementasi Proyek P5 pada PAUD di TKIT Nurul Ilmi
Daulat Daulat, Masganti Sit, Ahmad Syukri SitorusShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1317 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis respon orang tua terhadap pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di TK Islam Terpadu Nurul Ilmi. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap orang tua peserta didik. Hasil analisis mengungkapkan tingkat pengetahuan orang tua terkait P5 yang beragam, dipengaruhi oleh nilai keagamaan dan budaya lokal, serta keterlibatan mereka dalam kegiatan P5 yang masih terbatas akibat kurangnya sosialisasi dan kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan penerapan strategi komunikasi yang lebih partisipatif untuk meningkatkan dukungan orang tua dalam implementasi P5. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kemitraan sekolah dan keluarga menjadi faktor krusial dalam keberhasilan pendidikan karakter berbasis Pancasila pada pendidikan usia dini.
06-08-2025 -
Analisis Isi Penanaman Nilai Pendidikan Karakter Pelajar Pancasila Pada Permainan Tradisional Sebagai Literasi Budaya
Ari Utami, Heri Maria Zulfiati, Heri Maria Zulfiati, Banun Havifah Cahyo KhosiyonoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1295 | Check in Google Scholar
Penelitian ini menganalisis isi nilai-nilai pendidikan karakter siswa Pancasila dalam kegiatan literasi budaya melalui permainan tradisional yang dilaksanakan setiap hari Kamis Pon di sekolah Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana permainan tradisional dapat menanamkan nilai-nilai karakter. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis isi. Responden penelitian ini yaitu 11 guru. Analisis menunjukkan bahwa permainan tradisional mengandung nilai-nilai inti siswa Pancasila, termasuk karakter mulia, gotong royong, mandiri, kreatif, bernalar kritis, dan keberagaman global. Namun, tidak semua permainan tradisional mencerminkan setiap nilai utama Pancasila secara merata. Temuan ini menekankan peran guru dalam memilih dan mengadaptasi permainan untuk mendukung pendidikan karakter secara efektif. Guru perlu merancang strategi pembelajaran yang kreatif dan relevan untuk mengoptimalkan integrasi nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan permainan tradisional. Dengan demikian, permainan tradisional tidak hanya menjadi upaya pelestarian budaya tetapi juga alat yang bermakna untuk membangun karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
1261-126908-10-2025 -
Penggunaaan Video Pembelajaran terhadap Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun
Remalianti Agustin, Nurjannah Nurjannah, Nurbiana DhieniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.697 | Check in Google Scholar
Kemandirian perlu diajarkan sejak dini sehingga anak dapat membantu dirinya sendiri. Pada praktiknya di lapangan penerapan pola asuh orang tua tidak bersifat kaku, yang mana orang tua dapat menerapkan beragam jenis pola asuh dengan kondisi tertentu. Studi menyatakan anak-anak yang tinggal dengan orang tua otoriter mengembangkan tanggung jawab kurang karena orang tua mereka membuat semua keputusan mereka dan dengan demikian anak-anak datang untuk bergantung pada orang tua mereka hampir segalanya. Tujuan penelitian ini yaitu melihat pengaruh video pembelajaran terhadap kemandirian anak. Film animasi berupa kartun yang dipilih mengedepankan perilaku-perilaku kemandirian yang bisa ditanamkan dalam kehidupan anak usia dini seperti pembiasaan cara makan, dan pengucapan kata-kata ajaib seperti maaf dan terimakasih. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan 2 kelas sebagai kelas ujicoba dan kelas control. Masing-masing kelas berisikan 20 siswa. Penelitian akan dianalisis menggunakan Analisa statistic. Hasil pengujian menunjukan bahwa penggunaan video efektiv dan berpengaruh terhadap kemandirian anak. Peneltiian ini dapat diimplikasikan secara universal terhadap semua pola asuh untuk membantu kemandirian anak.
784-79001-06-2025 -
Menumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan Melalui Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Pada Anak Usia Dini
Onah Yusuf, Noviana Mustapa, Kisno K Kisno KShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1030 | Check in Google Scholar
Menanamkan karakter peduli lingkungan pada anak usia dini penting karena dapat membentuk kebiasaan dan perilaku positif yang mendukung keberlanjutan lingkungan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya menumbuhkan sikap peduli lingkungan serta mengidentifikasi strategi yang efektif dalam pembelajaran anak usia dini. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis enam artikel penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2019–2024. Instrumen penelitian berupa analisis dokumen artikel yang melibatkan konteks anak usia dini, guru, dan orang tua sebagai subjek kajian. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, seleksi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru dan orang tua memiliki peran penting dalam membiasakan anak menjaga lingkungan melalui kegiatan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengelompokkan sampah, serta menerapkan prinsip 3R. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menanamkan karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
274-28810-04-2026 -
Persepsi Guru PAUD Terhadap Pentingnya Pendidikan Agama Islam untuk Memperkuat Nilai-Nilai Karakter
Hendra HarmiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i2.349 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru PAUD Rejang Lebong tentang pentingnya pendidikan agama Islam di sekolah untuk memperkuat nilai-nilai moral, etika, dan karakter bangsa. Penelitian survei merupakan salah satu jenis penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2022 Populasi penelitian ini adalah seluruh pengajar PAUD di Kabupaten Rejang Lebong yang dipilih dengan teknik purposive sample. Kuis penutup dibuat menggunakan skala Likert dengan empat kemungkinan jawaban: Sangat Setuju, Setuju, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian ini, guru PAUD di Kabupaten Rejang Lebong meyakini bahwa pendidikan agama Islam di sekolah sangat penting untuk meningkatkan nilai moral, etika, dan karakter bangsa199-20405-06-2022
