Search
Search Results
-
Pentingnya Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak sebagai Generasi Penerus Bangsa
Solihin Ichas Hamid, Dinie Anggraeni Dewi, Alifia Mutsla Fakhrudin, Evi Setianingsih, Fani Widia PutriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.179 | Check in Google Scholar
Penelitian ini di buat dengan tujuan menginformasikan bahwasanya dengan pendidikan karakter ini mampu mempengaruhi anak agar berperilaku lebih baik dan terarah, mengingat Pendidikan karakter memiliki makna lebih tinggi satu tingkat daripada pendidikan moral, karena bukan hanya mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah tetapi membantu agar anak — anak mampu untuk dapat merasakan nilai — nilai karakter yang baik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, dengan harapan besar hasil dari penelitian ini mampu menghasilkan kepribadian anak yang matang secara intelektual, emosional, dan spiritual. Dalam pembentukan karakter seorang anak tentunya memerlukan tokoh — tokoh pendamping yang sangat berperan penting, tokoh — tokoh tersebut berasal dari lingkungan terdekat seorang anak salah satunya adalah orang tua. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang akan didapatkan oleh seorang individu dalam pembentukan karakternya sebelum ia terjun langsung di lingkungan masyarakat.
143-14917-11-2021 -
Standar Sarana Prasana bagi Pendidikan Ideal
Amel Fitriani, Anisa Nur Padilah, Nandita Putria Suwandi, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.242 | Check in Google Scholar
Sarana dan prasarana pendidikan merupakan hal yang dapat menunjang kualitas pendidikan karena dapat mempermudah berbagai pihak selama proses pembelajaran berlangsung. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan proses pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka menciptakan pendidikan yang ideal. Dalam penulisannya, penelitian ini dikaji menggunakan metode kualitatif atau pendekatan deskriptif sehingga diperoleh pembahasan melalui studi kepustakaan yang diperoleh dari berbagai sumber. Setelah dianalisis, maka diperoleh bahwa pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan, karena masih banyak sekolah yang belum melakukan pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebijakan pemerintah. Dalam hal ini, pengelelolaan sarana dan prasarana memiliki fungsi dan peran penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar pendidikan yang ideal dapat tercipta. Agar pengelolaan sarana dan prasarana dapat dilakukan dengan baik dan memadai, pengelolaan sarana dan prasarana harus dimaksimalkan agar pendidikan yang ideal dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
78-8216-06-2022 -
Penanaman Hak dan Kewajiban untuk Generasi Bangsa melalui Metode Pembelajaran Role Playing di Sekolah Dasar
Annisa Anastasia Salsabila, Ervina Anatasya, Karina Cahyani, Dinie Anggraeni DewiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.163 | Check in Google Scholar
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dianggap membosankan bagi sebagian siswa di Sekolah Dasar Negeri Pamucatan. Walaupun begitu sebagian dari mereka juga mengetahui hak dan kewajiban dari pembelajaran PKn, tetapi belum menerapkannya kedalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dibuatnya artikel ini agar siswa sekolah dasar tersebut bisa menerapkan hak dan kewajiban sebagai generasi bangsa yang baik diperlukan pembelajaran dengan cara dan metode yang efektif dan menarik dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah metode pembelajaran role playing (bermain peran). Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan yaitu melalui literature review dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini siswa sekolah dasar akan menjadi lebih bersemangat untuk mempelajari hak dan kewajiban dalam mata pelajaran PKn ini. Dengan diterapkannya hak dan kewajiban pada generasi bangsa tujuan Negara Indonesia untuk menumbuhkan kehidupan demokrasi akan terlaksana.
1-610-11-2021 -
Implementasi Kebudayaan dalam Pendidikan Suku Anak Dalam Taman Nasional Bukit Duabelas
Alifia Mutsla Fakhrudin, Evi Setianingsih, Fani Widia Putri, Yusuf Tri HerlambangShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.243 | Check in Google Scholar
Mendapatkan pendidikan adalah proses yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena dengan memperoleh pendidikan maka berarti ia mendapatkan eksistensinya sebagai manusia. Oleh karena itu peneliti membuat penelitian ini yang bertujuan untuk memberikan beberapa informasi mengenai dunia pendidikan yang dijalankan oleh suatu suku. Begitupun dengan budaya, karena budaya ikut mengatur bagaimana cara kita hidup dalam bermasyarakat dengan tujuan agar memiliki simbol dan sifat dinamis yang dapat menyesuaikan dengan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana peneliti bercengkerama langsung dengan beberapa narasumber untuk mendapatkan informasi mengenai pendidikan dan budaya pada suku yang di tuju. Oleh karena itu pendidikan dan budaya harus seimbang dalam diri seseorang, seseorang harus berpendidikan dan juga berbudaya agar terdapat kedinamisan dalam diri.
45-5005-04-2022 -
Memberdayakan Guru melalui Strategi Berbasis Kompetensi untuk Pendidikan Rehabilitasi Inklusif
Farah Rizkita Putri, Isna Maylani, Wafiq Nurul HudaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1336 | Check in Google Scholar
Pendidikan rehabilitasi bagi anak dengan disabilitas penting untuk mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan fisik dalam pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan kompetensi guru dan strategi penguatannya. Penelitian menggunakan mixed-methods dengan desain eksplanatori sekuensial pada 100 guru sekolah inklusif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner Likert 5 poin dan dianalisis dengan statistik deskriptif, uji t independen, dan ANOVA; data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan skor rata-rata relatif paling rendah pada kompetensi teknologi (M = 2,85), sedangkan kompetensi sosial relatif paling tinggi (M = 3,50). Perbedaan signifikan ditemukan pada kompetensi teknologi berdasarkan lokasi sekolah dan kompetensi pedagogik berdasarkan jenjang pendidikan. Temuan kualitatif menegaskan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi, kolaborasi multidisiplin, dan pemanfaatan teknologi. Implikasinya adalah perlunya pengembangan profesional berkelanjutan, dukungan spesialis, dan penguatan akses teknologi yang kontekstual.
1151-116018-10-2026 -
Pemahaman Pendidikan menurut Buya Hamka dengan Mengimplementasikan Lambang Bangsa Indonesia
Shela Andri Mauliddina, Dinie Anggraeni Dewi, Yayang Furi FurnamasariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.166 | Check in Google Scholar
Laporan postingan riset penelitian ini bertujuan untuk mengenal serta menganalisis pemikiran ataupun gagasan Haji Abdul Malik Karim Amrullah maupun yang lebih banyak dikenal Buya Hamka, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai pembelajaran yang tercantum dalam ajaran Islam baik secara eksplisit maupun implisit dengan mengimplementasikan sila-sila Pancasila. Riset ini memakai tata cara kualitatif lalu memakai pendekatan deskriptif. Tata cara ini dicoba dengan metode menganalisis informasi ataupun bahan diperoleh dari berbagai referensi seperti buku, jurnal, dan/atau artikel. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pemikiran Buya Hamka tentang pendidikan yang diperoleh dari nilai-nilai ajaran Islam sangat relevan dengan kondisi terkini dan dapat diterapkan dalam dunia pendidikan mutkahir dalam hal ini pun adanya sila-sila Pancasila. Pemikiran-pemikiran Buya Hamka tersebut jika diterapkan dengan tepat dapat mewujudkan manusia yang bermoral atau berakhlak mulia, berkarakter, cerdas, serta berwawasan luas. Lambang bangsa Indonesia yaitu Garuda Pancasila dimana terdapat sila-sila Pancasila. Kebaruan dan dampak dari hasil penelitian ini kita dapat membandingkan dan mengetahui apa saja implementasi dalam pandangan buya hamka dalam sila-sila Pancasila
61-7116-06-2022 -
Pedagogik Kritis dalam Membangun Pendidikan Humanis
Siti Humaeroh, Sofian Abdulatif, Winarti Winarti, Husen WindayanaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.194 | Check in Google Scholar
Pendidikan kini semakin kehilangan makna sebagai wahana untuk pendewasaan seluruh penghuni yang ada di dalamnya. Pendidikan semakin membuat rekonstruksi humanisme, dalam prosesnya siswa diperlakukan seperti di dalam penjara, karena tidak ada perbedaan antara sekolah dengan penjara jika ruang-ruang kelas masih harus tertutup sehingga menyebabkan siswa kehilangan optik cakrawala. Siswa hanya cenderung diam di bangku dan tidak bergerak sedikit pun ketika proses pembelajaran sedang berlangsung. Tujuan dibuatnya artikel ini adalah keresahan penulis akan pendidikan yang tidak menjadikan manusia sebagai manusia, tidak menjadikan peserta didik sebagai subjek dalam pendidikan, dan tidak menjadikan sebuah dialog sebagai suatu peran sebagai komponen yang sangat diperlukan dari proses belajar maupun mencari tahu. Padahal sesungguhnya sifat pendidikan itu bersifat membimbing dan harus menuju sebuah arah perubahan. Melalui metode studi literatur, penulis mencari referensi dari berbagai sumber seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, tesis, dll. Pendidikan yang bersifat humanistis ini juga menurut Paule Freire yang mencetuskan konsep pendidikan hadapan masalah guru dan siswa sama-sama belajar tanpa adanya unsur paksaan yang menjadikan siswanya bebas dalam artian merdeka dalam berpikir, mengambil keputusan, dan mampu bertanggung jawab atas apa yang telah dipilihnya sehingga siswa diperlakukan layaknya sebagai manusia yang hakikatnya terus berpikir. Dengan demikian berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pendidikan humanis ini dapat membuat peserta didik senantiasa berpikir kritis dalam memecahkan suatu permasalahan dan memiliki kemerdekaan dalam proses pembelajaran
174-18230-12-2021 -
Analisis Pengelolaan Sarana Prasarana Pendidikan di SDN Sukamakmur
Dinar Yuliani, Putri Nur Isnaini, Syalwa Poetrie Chiekal Amalia, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.218 | Check in Google Scholar
Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penunjang yang penting pada proses pembelajaran. Namun, pada umumnya tidak semua sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan kebanyakan terjadi pada sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi sarana dan prasarana yang terdapat di SDN Sukamakmur dan cara pengelolaannya untuk menunjang pembelajaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada Kepala Sekolah SDN Sukamakmur. Hasil penelitian menunjukan bahwa sarana dan prasarana di SDN Sukamakmur belum memadai hanya terdapat sekitar 70% dari standar yang ditetapkan BSNP. Untuk menyiasati hal tersebut maka pihak sekolah melakukan kegiatan pengelolaan sarana yang maksimal dimulai dari kegiatan perencanaan, pengadaan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, penyimpanan, hingga penghapusan dengan dilakukan bersama-sama. Pengelolaan yang baik ini menjadikan pembelajaran tetap berjalan efektif sesuai dengan anjuran dari pemerintah bahkan siswanya masih memiliki motivasi tinggi untuk belajar.
243-24822-01-2022 -
Pendidikan Inklusi Sebagai Solusi dalam Pelayanan Pendidikan Untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Wilma Rahmah Hidayati, Jhoni WarmansyahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.147 | Check in Google Scholar
Anak berkebutuhan khusus sering dijadikan sebagai kelompok yang terasingkan, dan sering mendapatkan perilaku yang deskriminatif pada dirinya terutama di dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pendidikan inklusi sebagai solusi dalam pelayanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini dilakukan di TK Talenta yang ada di Semarang Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskripif kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa dalam memberikan pelayanan inklusi kepada peserta didik, guru merancang kegiatan yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak serta sesuai dengan acuan-acuan yang ada. Pada pelaksanaan awal kegiatan, sekolah memberikan layanan parenting terkait anak berkebutuhan khusus kepada orang tua, sehingga nantinya kerja sama yang dibutuhkan antara orang tua dan wali murid dapat berjalan dengan baik. Deteksi awal juga dilakukan untuk mengetahui kegiatan seperti apa yang cocok untuk anak berkebutuhan khusus tersebut. Kegiatan terapi juga dianjurkan sebagai solusi dalam memberikan stimulasi kepada anak diluar jam sekolah. Penilaian dilakukan sesuai dengan kemampuan dan usia anak.
207-21212-11-2021 -
Digitalisasi Dan Edupreneurship Pada Transformasi Paud Menuju Pendidikan Berdaya Saing Global
Nadia Aliyatuz Zulfa, Nurita Sari, Erni Munastiwi, Lailatu RohmahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.943 | Check in Google Scholar
Transformasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi isu penting dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digitalisasi dan edupreneurship dalam meningkatkan daya saing PAUD. Menggunakan metode kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi di lima lembaga PAUD di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa lembaga telah mengadopsi teknologi dan konsep edupreneurship, kendala seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi tenaga pendidik masih menjadi tantangan utama. Studi ini mengimplikasikan perlunya pelatihan pendidik, pengembangan kurikulum berbasis teknologi, serta kolaborasi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan dan daya saing global PAUD.
1277-128514-10-2025 -
Permasalahan Pembelajaran Online dengan Offline Pendidikan Kewarganegaraan di SD Linggawastu
Solihin Ichas Hamid, Dinie Anggraeni Dewi, Benedicta Dwi Adventyana, Dina Amaria Sembiring, Lesi Oktiani PutriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.188 | Check in Google Scholar
Tujuan dari penulisan ini ialah untuk menginformasikan kepada semua pembaca bahwa Perbandingan permasalahan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di SD Linggawastu secara online dan secara offline sangat berbeda. Dan sangat membawa dampak buruk bagi perkembnagan pengetahuan anak terhadap pendidikan kewarganegaraan. Oleh karena itu diharapkan tulisan ini dapat membantu menyadarkan dan mengedukasi kepada pembaca tentang permasalahan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di SD Linggawastu secara online dan secara offline, metode ini bersifat metode survey, Dampak penelitian ini diharapkan membantu pendidik mengerti permasalahan yang terjadi serta dapat mengatasinya.
165-17307-01-2022 -
Kecerdasan Emosi dan Kompetensi Sosial Guru PAUD
Ida Windi Wahyuni, Raihana Raihana, Dian Tri Utami, Arisya Navra Lubis, Echy AnrianiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.105 | Check in Google Scholar
Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan kompetensi sosial guru PAUD Kecamatan Minas Kabupaten Siak. Adapun subyek penelitian berjumlah 41 guru. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kuantitatif yang menggunakan skala kecerdasan emosi dan kompetensi sosial dan hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan antara kecerdasan emosi dengan kompetensi sosial guru PAUD. Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data, kemudian dilanjutkan dengan analisa data, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi guru memiliki kategori tinggi (97,6%) dan kompetensi sosial guru yang masuk dalam kategori tinggi berjumlah 20 orang (48,8%), 14 orang (34,1%) kategori sedang. Selanjutnya, hasil uji hipotesis menyatakan adanya hubungan yang positif kecerdasan emosi dengan kompetensi sosial guru PAUD (nilai R = 0,1312), semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin tinggi pula kompetensi sosial guru PAUD, begitu juga sebaliknya, jika kecerdasan emosinya rendah maka rendah pula kompetensi sosialnya172-17824-09-2021 -
Tantangan Implementasi Green Curriculum di PAUD: Analisis Pemahaman Guru tentang Perubahan Iklim
Tiara Lisania Sidqia, Heny Djoehaeni, Rudiyanto RudiyantoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1605 | Check in Google Scholar
Green curriculum sebagai bagian dari education for sustainable development penting diterapkan sejak pendidikan anak usia dini untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan pemahaman terkait perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi green curriculum pada dan pemahaman guru terhadap perubahan iklim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada tiga orang guru PAUD dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi pemahaman konsep iklim yang masih berkembang, kesulitan dalam menyederhanakan bahasa sesuai tahap perkembangan anak, serta keterbatasan sumber belajar dan media pembelajaran. Meskipun demikian, guru telah menunjukkan upaya melalui penggunaan pendekatan konkret, kontekstual, serta pemanfaatan media yang tersedia di lingkungan sekitar. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan pemahaman konseptual guru, pengembangan media pembelajaran, dan penyediaan panduan implementasi green curriculum yang kontekstual.
549-55828-05-2026 -
Persepsi Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Anak Usia Dini Pada Siswa Usia 4-6 Tahun
Nadia Estu Ningtias, R Sri Martini Meilanie, Nurbiana DhieniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1303 | Check in Google Scholar
Kasus kekerasan seksual pada anak usia dini di Indonesia masih tinggi, sehingga penting untuk memahami peran orang tua dalam pendidikan seks sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi orang tua terhadap pendidikan seks pada anak usia dini. Studi ini menggunakan metode survei kuantitatif dengan kuesioner tertutup pada 100 orang tua siswa usia 5-6 tahun sebagai subjek penelitian. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengidentifikasi pola persepsi dan dukungan orang tua. Hasil menunjukkan mayoritas orang tua memiliki persepsi positif dan mendukung pelaksanaan pendidikan seks, meskipun sebagian masih merasa canggung membahas topik ini. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya program sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan bagi orang tua, agar pendidikan seks dapat diberikan secara efektif di lingkungan keluarga. Salah satunya karena persepsi orang tua yang menganggap pendidikan seks tabu serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikannya.
977-98614-08-2025 -
Peran Supervisi Administrasi Dengan Directive Approach Untuk Meningkatkan Efektivitas Dalam Proses Belajar Mengajar (PBM)
Salshabila Febrianti Sukmana, Salsabila Deti, Mei Nur Rusmiati, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.181 | Check in Google Scholar
Latar belakang dari penelitian ini ialah kondisi pendidikan di Indonesia yang semakin hari semakin rendah kualitasnya. Rendahnya mutu dalam berbagai jenis jenjang pendidikan baik dalam pendidikan formal maupun dalam pendidikan informal, penyebab masalah umum dari rendahnya kualitas pendidikan ini berasal dari masalah keefektivitasan, efisiensi, dan standarisasi pada pengajaran yang terdapat disekolah. Pada penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengembangkan efektivitas dalam pelaksanaan Pendidikan yang sesuai dengan tujuan yang akan di capai. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis pendekatan kualitalif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian yang didapat kan menyebutkan bahwa peran supervisi administrasi untuk meningkatkan efektivitas di dalam proses belajar mengajar (PMB) ini memiliki pengaruh yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu proses belajar mengajar yang efektif bagi pendidikan Indonesia. Dengan adanya peranan supervisi administrasi ini memberikan dorongan, dukungan, bantuan dan mengikutsertakan semua anggota-anggota staff yang terdapat dilingkungan sekolah agar dapat terciptanya efektivitas dan efesiensi pada proses belajar mengajar158-16407-01-2022 -
Integrasi Nilai Qur’ani dan Psikologi dalam Pendidikan Anak di Era Disrupsi
Rahmadani Akbar, Eva LatipahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1182 | Check in Google Scholar
Pentingnya integrasi nilai-nilai Qur’ani dan psikologi perkembangan dalam pendidikan anak semakin nyata di tengah krisis moral dan tantangan era digital. Penelitian ini bertujuan merumuskan model pendidikan Islam yang holistik dengan memadukan dimensi spiritual dan perkembangan psikologis anak. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis terhadap sejumlah artikel ilmiah, menggunakan instrumen klasifikasi tematik. Data dianalisis melalui pendekatan content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani seperti tauhid, akhlak, dan ibadah berfungsi sebagai kompas spiritual yang membentuk arah hidup anak, sementara teori psikologi perkembangan memberikan peta pedagogis yang menyesuaikan penyampaian nilai-nilai tersebut dengan tahap tumbuh kembang anak. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya strategi pendidikan yang tidak hanya normatif, tetapi juga adaptif dan aplikatif terhadap realitas perkembangan anak.
867-87724-07-2025 -
Peran Guru Terhadap Kemandirian Anak Tunanetra
Oktanila Palensky Simanjuntak, Istighna Ayuningtyas, Putri Febiane Andrayana, Anastasya Ameliya Juventy, Angelina Risa Sonia Mita, Adharina Dian Pertiwi, Wilda Isna KartikaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1153 | Check in Google Scholar
Kemandirian anak tunanetra merujuk pada kemampuan mereka untuk mengelola diri, mengambil keputusan, dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa ketergantungan berlebihan pada orang lain. Aspek ini sangat penting dalam pendidikan inklusif karena menunjang adaptasi sosial, perkembangan pribadi, serta kesiapan menghadapi tantangan hidup secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam membentuk kemandirian anak tunanetra di SLB Tunas Harapan, Kota Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, serta divalidasi melalui triangulasi sumber. Instrumen berupa panduan wawancara dan observasi dengan indikator strategi, respons, dan tantangan guru. Data dianalisis secara tematik melalui proses reduksi dan display data. Hasil menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran adaptif, pelatih keterampilan hidup, serta pembimbing dalam literasi dan penggunaan huruf Braille. Kolaborasi guru dan orang tua serta lingkungan yang konsisten turut memperkuat proses kemandirian anak. Implikasi penelitian ini adalah peran guru terbukti efektif dalam membentuk kemandirian anak tunanetra.
823-83330-06-2025 -
Say No to Bullying Behavior : Implementasi Nilai Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar.
Tisa Yunita, Tsabitah Rafifah, Dinie AnggraeniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.174 | Check in Google Scholar
Pada masa kini anak anak lebih cenderung senang memainkan gawai dibanding bermain dengan teman. hal ini memberikan dampak negatif salah satunya bullying yang disebabkan oleh media sosial yang mempengaruhi anak. Beattie (2015) menjelaskan bahwa bullying adalah penyalah gunaan kekuasaan secara sistematis dan tergolong perilaku agresif yang dilakukan oleh teman sebaya yang berulang kali melakukannya dan ditandai dengan ketidakseimbangan kekuasaan (korban memiliki kelemahan dalam kemampuan memela diri). Tujuan dari penulisan ini ialah untuk menginformasikan kepada semua pembaca bahwa bullying tengah marak di kalangan anak anak dan membawa dampak buruk bagi perkembangannya. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini sendiri menggunakan deskriptif analisis. Hasil penelitian ini mendeskripsikan: 1) pengertian bullying. 2)contoh-contoh kasus bullying. 3) dampak korban dan pelaku pada perilaku bullying. 4) faktor penyebab terjadinya bullying. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat membantu menyadarkan dan mengedukasi kepada pembaca tentang bullying agar bisa menghindari perilaku buruk tersebut. Hal ini didukung oleh Strorey dkk (2013) anak-anak atau remaja dapat melindungi diri dari bullying dengan bersikap baik. Memiliki sikap yang baik yang tidak menimulkan bullying atau pemalasan individu yang asertif dengan percaya diri dan rasa kontrol dapat mencegah perilaku bullying.
183-18922-01-2022 -
Pengembangan Media Komik Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun
Syifa Mardhiah, Ika Budi MaryatunShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1575 | Check in Google Scholar
Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi literasi yang penting, namun masih banyak anak usia dini mengalami kesulitan dalam mengenali huruf dan memahami bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital guna meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5–6 tahun serta menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri dari 36 anak. Instrumen penelitian meliputi observasi, wawancara, dan tes pretest-posttest. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sangat layak (skor rata-rata >3,85) dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan (N-Gain 0,70 kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa komik digital dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif untuk mendukung peningkatan literasi anak usia dini.
223-23806-04-2026 -
Implementasi Manajemen Penyelenggaraan PAUD
Maya Argilia Dian Safitri, Alya' Azzah Salsabila, Chindy Aprisilia Saputri, Atiq Kartika; Alya Rahmah; Zulfa Rihadah Fauziyah, Ayu Aprilia Pangestu PutriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1201 | Check in Google Scholar
Manajemen penyelenggaraan PAUD berperan penting dalam menjamin kualitas layanan pendidikan anak usia dini yang holistik dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi manajemen PAUD di TK Tulabul Ilmi Kota Samarinda. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta orang tua. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa manajemen mencakup aspek kurikulum, peserta didik, pendidik, sarana-prasarana, pembiayaan, serta evaluasi berjalan secara terpadu. Kurikulum Merdeka diterapkan secara tematik dan berbasis proyek, sementara pembiayaan dikelola transparan melalui partisipasi orang tua. Evaluasi dilakukan secara otentik dan berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan sistem penilaian kinerja guru dan peningkatan jumlah pendidik guna mendukung praktik manajemen PAUD yang adaptif dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
1184-119413-09-2025 -
Etnoparenting sebagai Sumber Pedagogi Budaya dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Kajian Literatur
Laila Agustina, Yeni RachmawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1723 | Check in Google Scholar
Pedagogi budaya penting dikaji dalam Pendidikan Anak Usia Dini karena anak tumbuh melalui nilai, bahasa, tradisi, dan praktik sosial keluarga. Artikel ini bertujuan menganalisis Etnoparenting sebagai sumber pedagogi budaya dalam PAUD. Penelitian menggunakan kajian literatur naratif terhadap 24 artikel ilmiah nasional dan internasional terkait Etnoparenting, pengasuhan berbasis budaya, kearifan lokal, dan pedagogi budaya. Data ditelusuri melalui Google Scholar dan Scopus, kemudian dicatat menggunakan matriks telaah literatur yang memuat identitas artikel, fokus kajian, konteks budaya, praktik pengasuhan, nilai budaya, dan implikasi bagi PAUD. Data dianalisis secara tematik melalui pengodean, pengelompokan tema, dan sintesis interpretatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Etnoparenting bekerja melalui pembiasaan nilai, keteladanan, komunikasi budaya, pelibatan anak dalam tradisi, penggunaan bahasa lokal, serta relasi keluarga-komunitas. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan pembelajaran PAUD yang kontekstual, kolaboratif, dan responsif budaya.
789-79913-08-2026 -
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Permainan pada Pendidikan dan Perkembangan Anak Usia Dini
Syva Lestiyani DewiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i2.346 | Check in Google Scholar
terkadang disepelekan oleh para pendidik. Kebanyakan dari mereka lebih menekankan pada pengetahuan kognitif saja. Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah untuk melihat cara yang tepat dalam mendidik pemikiran anak usia dini serta meminta pembaca untuk melihat dari sudut pandang anak mengenai upaya untuk meningkatkan keterampilan kognitif disamping pengetahuan kognitifnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi literatur. Dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan kognitif anak dapat dilakukan dengan mengembangkan pembelajaran yang berbasis permainan. Pembelajaran berbasis permainan mampu menumbuhkan keterampilan kognitif, motorik kasar dan motoric halus anak. Pembelajaran berbasis bermain memungkinkan siswa untuk terlibat dalam kegiatan yang bertujuan menstimulasi pengalaman seperti yang telah mereka hadapi.
313-31927-08-2022 -
Pengaruh Kegiatan Menulis Jurnal Pagi Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun
Irhamni Nur Aisyah; Naili RohmahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1413 | Check in Google Scholar
Kurangnya motivasi untuk mengungkapkan ide secara lisan dan tulisan, yang dapat disebabkan oleh keterbatasan ide maupun belum terbiasanya mereka dalam mengekspresikan perasaan secara terbuka. Sebagian anak mengalami kesulitan dalam merangkai kalimat sederhana atau memilih kata yang sesuai untuk menggambarkan pengalaman mereka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kegiatan menulis jurnal pagi terhadap perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun di KB Dian Pertiwi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu One Group Pretest-Posttest dengan sampel terdiri dari 20 anak usia 4-5 tahun di KB Dian Pertiwi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji-t berpasangan, serta uji N-gain. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kegiatan menulis jurnal pagi memiliki pengaruh terhadap perkembangan bahasa anak yang dapat dilihat dari analisis uji-t berpasangan menunjukkan nilai signifikansi 0.00<0.05. Hasil ini memperlihatkan adanya pengaruh signifikan, sehingga kegiatan menulis jurnal pagi berpengaruh dan mendukung perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun.
04-12-2025 -
Implementasi Pengelolaan Administrasi dalam Upaya Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran di Sekolah Dasar
Lin Herlina, Mega Triasya Resmana, Mila Andriani Nurcahya, Prihantini PrihantiniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.221 | Check in Google Scholar
Sebuah pembelajaran yang efektif didasari dengan adanya beberapa pendukung yang ada di sekolah khususnya pada sekolah dasar. Terdapat beberapa sekolah yang belum memiliki staf ketatausahaan yang merupakan pendukung dalam mengelola administrasi pendidikan di sekolah. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelolaan administrasi pendidikan di sekolah dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran khususnya pada jenjang sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan secara survei. Survei yang dilakukan adalah dengan membagikan kuisioner kepada guru di sekolah dasar. Hasil Penelitian yang diperoleh adalah pengaruh pengelolaan administrasi di sekolah dasar dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran jika terdapat staf khusus yang mengelola. Staf khusus tersebut merupakan staf ketatausahan yang mengelola semua administrasi pendidikan di sekolah dasar. Hal tersebut membantu pendidik agar lebih fokus dalam menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran yang akan meningkatkan potensi dan prestasi akademik peserta didik. Pengelolaan administrasi yang baik akan memberikan pengaruh besar terhadap pembelajaran yang ada di sekolah dasar.
249-25522-01-2022 -
Pengaruh Disiplin Orang Tua dan Keterlibatan Guru terhadap Perkembangan Agama dan Moral Anak Usia 5 -6 Tahun di RA Al – Hikmah Namorambe
Raisa Nursalum, Khadijah Khadijah, Fibri RakhmawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1129 | Check in Google Scholar
Studi ini didasarkan pada asumsi bahwa lingkungan keluarga dan sekolah memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter anak, khususnya pada masa usia emas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi untuk menganalisis hubungan antara variabel independen (disiplin orang tua dan keterlibatan guru) dan variabel dependen (perkembangan religius dan moral anak). Data dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh orang tua dan guru, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi kontribusi masing-masing faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara disiplin orang tua serta keterlibatan guru dengan perkembangan religius dan moral anak. Disiplin orang tua memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk perilaku religius dan moral, sementara keterlibatan guru juga terbukti memperkuat nilai-nilai tersebut melalui interaksi edukatif di lingkungan sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara peran keluarga dan institusi pendidikan sangat penting dalam pembentukan karakter religius dan moral anak usia dini.
909-91504-08-2025
