Search
Search Results
-
Kesulitan Orang Tua dalam Penerapan BDR di Kelurahan Karot Kabupaten Manggarai Tahun 2021
Theresia Alviani Sum, Maria Fatima Mardina Angkur, Yuliana AtradewShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.102 | Check in Google Scholar
Dua lembaga PAUD yang terletak di Kelurahan Karot Kabupaten Manggarai yaitu TK Santu Fransiskus Asisi Karot dan PAUD Hamba Maria melaksanakan kegiatan belajar dari rumah karena pandemic covid 19. Situasi ini memaksa para orang tua beralih fungsi menjadi guru di rumah dengan segala keterbatasan pengetahuan dan dan kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mendalami proses belajar dari rumah yang dilaksanakan oleh kedua lembaga serta peran orang tua dalam membantu anak belajar dari rumah. Beberapa hal yang digali adalah bagaimana orang tua membimbing dan membelajarkan anak, menciptakan lingkungan belajar serta media yang disiapkan orang tua untuk mendukung pembelajaran anak di rumah serta kendala yang dihadapi orang tua. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kulitatif dengan menggunakan instrument angket, wawancara dan observasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan banyak orang tua yang bingung, tidak tahu apa-apa, belum siap dan merasa terbebani karena begitu banyak kegiatan yang harus diurus termasuk membantu anak belajar terutama dirasakan para orang tua dengan pekerjaan tetap baik di kantor atau tugas lain sebagai ASN. Hal ini kemudian berdampak pada kualitas pembelajaran yang diterima anak-anak49-5631-03-2022 -
Pengaruh Metode Becerita terhadap Kemampuan Kosakata Anak Usia Dini
Rika Andriyani, Masrul Masrul, Mohammad FauziddinShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v1i1.3 | Check in Google Scholar
Berdasarkan hasil pengamatan di TK Taruna Pertiwi Pulau terhadap kemampuan kosakata anak belum berkembang dengan optimal. Sehingga perlu dilakukan penerapan kegiatan metode bercerita. Masalah dalam penelitian ini adalah kosakata yang dimiliki oleh anak rendah, ditandai ketika anak belum mampu menjawab pertanyaan yang diajukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan kosakata anak usia 5-6 tahun di TK Taruna Pertiwi Pulau. Sampel penelitian berjumlah 15 anak. penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan statistik dengan uji t-test dengan program SPSS 16,0. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan teknik independent T-test, diperoleh thitung sebesar 0,000 pada taraf signifikansi a < 0,005. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima karena 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa metode bercerita berpengaruh terhadap kemampuan koskata pada anak usia 5-6 tahun di TK Taruna Pertiwi Pulau18-2702-12-2018 -
Pelaksanaan Asesmen pada Anak Usia Dini: Studi Kasus pada Kelompok A (4-5 Tahun) dan B (5-6 Tahun)
Zulfa Rihadah Fauziyah, Alya Rahmah, Hanni Niranna Amalia , Maya Argilia Dian Safitri, Juwita Novita Sari, Karina Cahya Kamila, Ayu Aprilia Pangestu PutriShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1203 | Check in Google Scholar
Asesmen dalam pembelajaran anak usia dini penting karena membantu menentukan strategi stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asesmen pada kelompok usia 4–6 tahun di salah satu lembaga PAUD. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta melibatkan guru sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen dilakukan secara formatif, berkelanjutan, dan kontekstual dengan berbagai teknik seperti observasi, catatan anekdot, ceklis, portofolio, dan foto berseri. Guru memiliki peran penting dalam menyesuaikan asesmen dengan karakteristik anak. Asesmen untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga dilakukan secara kolaboratif. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya peningkatan kompetensi guru serta kerja sama lintas pihak dalam mendukung asesmen yang holistik dan bermakna di PAUD.
1175-118313-09-2025 -
Integrasi Deep learning dan Kurikulum Cinta dalam Pendidikan Seks Anak Usia Dini: Sebuah Kajian Literatur
Alfiatun Nisaa' Khirah Zaafirah, Muthmainnah Muthmainnah, Ika Budi MaryatunShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1433 | Check in Google Scholar
Pendidikan seks anak usia dini penting untuk membantu anak mengenali tubuh, memahami batas pribadi, dan mengembangkan keterampilan perlindungan diri, tetapi pelaksanaannya masih menghadapi hambatan komunikasi dan sensitivitas budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tema utama serta menyintesiskan hubungan antara pendidikan seks anak usia dini, Pembelajaran Mendalam, dan Kurikulum Berbasis Cinta. Penelitian menggunakan integrative literature review dengan artikel ilmiah yang memenuhi kriteria seleksi sebagai unit analisis. Data dikumpulkan melalui lembar ekstraksi dan matriks analisis, kemudian dianalisis menggunakan thematic synthesis melalui pengodean, pembentukan subtema, pengembangan tema, dan sintesis antartema. Hasil kajian menghasilkan empat tema, yaitu kesadaran tubuh dan perlindungan diri, kesiapan dan komunikasi pendidik, pembelajaran dialogis dan bermakna, serta relasi kasih dan rasa aman. Sintesis keempat tema menghasilkan Deep Love Learning Framework yang dapat mendukung pendidikan seks yang lebih bermakna, aman, dialogis, dan sesuai perkembangan anak.
887-90008-09-2026 -
Pentas Seni sebagai Ajang Kepercayaan Diri Anak Usia Dini
Rizkyka Nur Annisa, Joko PamungkasShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1263 | Check in Google Scholar
Masa usia dini merupakan periode emas penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak melalui kegiatan seni. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pentas seni, serta menganalisis peran pentas seni dalam meningkatkan kepercayaan diri anak usia dini di PAUD. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan model Miles dan Huberman, yang melibatkan observasi dan wawancara pada kepala sekolah, guru, dan orang tua sebagai subjek penelitian. Analisis meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentas seni rutin dilaksanakan dengan dukungan aktif dari guru dan orang tua, yang secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri, keberanian tampil, dan kemampuan bersosialisasi anak. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan dana dan minimnya pelatihan guru dalam pengembangan seni. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat serta pelatihan berkala bagi guru demi meningkatkan kualitas kegiatan seni sebagai sarana pengembangan holistik anak.
10-2008-01-2026 -
Membangun Sikap Sopan Santun Pada Anak Usia Dini
Aulia Az-Zahra, Heny Irliany, Syarifah Zafira Zain, Ime Nur Azzahra, Seviana Andriani Mening, Diya Fatihah Zahra, Febry Maghfirah, Tri WahyuningsihShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.912 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sikap sopan santun pada anak yang berhubungan dengan lingkungan sosial terdekat anak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dapat menunjukkan sikap menghormati orang yang lebih tua, mengucapkan kata-kata seperti maaf, tolong, dan permisi, serta memberikan salam saat bertemu dengan guru. Hal ini terkait dengan menggunakan media pembelajaran interaktif, seperti video animasi serta keterlibatan guru sebagai pemberi kegiatan edukatif dapat membangun sikap menghormati orang tua dan berkata santun.
669-67711-05-2025 -
Implementasi Media Loose Parts untuk Mengembangkan Aspek Motorik Halus Anak Usia Dini
Asih Setianingsih, Iys Nur HandayaniShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.301 | Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas mengenai pembelajaran media loose parts yang perlu diimplentasikan sebagai bahan ajar yang dapat digunakan oleh anak usia dini. Media pembelajaran berbasis loose parts dapat memudahkan anak dalam pencapaian aspek perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi media loose parts untuk mengembangkan aspek motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana peneliti akan secara spesifik dan alamiah menggambarkan terkait data berupa fakta-fakta secara nyata dari pelaksanaan pembelajaran. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian diskriptif kualitatif yang datanya diperoleh melalui penelitian yang telah dilaksanakan di TK Hardikasiwi. Media loose parts menjadi salah satu solusi bagi pendidik untuk meningkatkan perkembangan anak melalui keterampilan motorik halus. Media pembelajaran loose parts yang dilaksanakan di TK Hardikasiwi Sidomoro dalam proses kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan aspek perkembangan motorik halus anak sudah berkembang dengan baik
77-8631-03-2022 -
Identifikasi Kemampuan Regulasi Emosi dalam Pengasuhan Anak Usia Dini di Yogyakarta
Intan Puspitasari, Ega Asnatasia Maharani, Ali TarmujiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i3.398 | Check in Google Scholar
Penelitian mengenai hubungan regulasi emosi orang tua dengan berbagai variabel pada anak telah banyak dilakukan. Namun belum pernah dilakukan penelitian mengenai identifikasi kemampuan orang tua dalam meregulasi emosi khususnya di wilayah Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kemampuan regulasi emosi orang tua serta strategi yang lebih sering digunakan dalam mengelola emosi dalam mengasuh anak usia dini. Subjek dari penelitian ini adalah 53 responden orang tua yang memiliki anak berusia 2-7 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala regulasi emosi pengasuhan yang dikembangkan peneliti berdasarkan lima strategi regulasi emosi J.J. Gross. Skala terdiri dari 24 aitem dengan nilai koefisien reliabilitas sebesar α=0,937. Skala disajikan menggunakan Google Form dan disebarkan melalui jejaring sosial media. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 20 untuk mengkategorisasikan tingkat regulasi emosi responden. Hasil dari penelitian ini adalah responden memiliki tingkat regulasi emosi sedang (77,4%) dan tinggi (9,4%). Strategi regulasi emosi dengan nilai selisih rerata empiric yang paling mendekati rerata hipotetik adalah strategi attentional deployment dan response modulation. Sebaran data demografi yang kurang merata merupakan salah satu keterbatasan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar memberikan rekomendasi strategi regulasi emosi pada orang tua khususnya di lingkup Yogyakarta. Lebih lanjut lagi, rekomendasi tersebut akan diintegrasikan dalam aplikasi regulasi emosi yang dapat digunakan secara mandiri oleh orang tua untuk mengetahui kemampuan mengelola emosinya.
393-40030-12-2022 -
Kecerdasan Emosi dan Kompetensi Sosial Guru PAUD
Ida Windi Wahyuni, Raihana Raihana, Dian Tri Utami, Arisya Navra Lubis, Echy AnrianiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.105 | Check in Google Scholar
Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan kompetensi sosial guru PAUD Kecamatan Minas Kabupaten Siak. Adapun subyek penelitian berjumlah 41 guru. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kuantitatif yang menggunakan skala kecerdasan emosi dan kompetensi sosial dan hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan antara kecerdasan emosi dengan kompetensi sosial guru PAUD. Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data, kemudian dilanjutkan dengan analisa data, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi guru memiliki kategori tinggi (97,6%) dan kompetensi sosial guru yang masuk dalam kategori tinggi berjumlah 20 orang (48,8%), 14 orang (34,1%) kategori sedang. Selanjutnya, hasil uji hipotesis menyatakan adanya hubungan yang positif kecerdasan emosi dengan kompetensi sosial guru PAUD (nilai R = 0,1312), semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin tinggi pula kompetensi sosial guru PAUD, begitu juga sebaliknya, jika kecerdasan emosinya rendah maka rendah pula kompetensi sosialnya172-17824-09-2021 -
Analisis Standar Kompetensi Anak Usia Dini sebagai Dasar Penyusunan Kurikulum Bimbingan di TK
Esya Anesty Mashudi, Deri Hendriawan, Budhi Tristyanto, Roby Naufal ArzaqiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.661 | Check in Google Scholar
Penelitian ini ini mengkaji mengenai kebutuhan layanan bimbingan di taman kanak-kanak dengan menganalisis standar kompetensi anak usia dini di domain personal-sosial, akademik, dan karir. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan dari 148 siswa Taman Kanak-kanak di Kota Serang, Banten, melalui instrumen skala penilaian yang diadaptasi berdasarkan ASCA National Standards for Student (Kindergarten Level) yang mengungkap kompetensi siswa pada empat domain yakni pribadi, sosial, akademik dan karir. Analisis statistik deskriptif mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan penguasaan sedang pada ketiga domain, dengan nilai rata-rata tertinggi pada domain akademik (2,56), diikuti oleh domain karir (2,40) dan pribadi-sosial (2,24). Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kurikulum bimbingan di Taman Kanak-kanak harus lebih menekankan pada pencapaian tujuan perkembangan pada domain pribadi-sosial, sementara pada domain akademik dan bimbingan karir tujuan yang dicapai adalah pemeliharaan. Dengan demikian, program bimbingan dan konseling pada jenjang pendidikan anak usia dini perlu memprioritaskan intervensi berupa bimbingan pribadi-sosial sambil mempertahankan dan meningkatkan kompetensi akademik dan karir melalui layanan yang ditargetkan.
740-75322-05-2025 -
Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Metode Bermain Peran
Linda Linda, Farida MayarShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v5i1.330 | Check in Google Scholar
Tenaga pendidik kurang memberikan stimulus sehingga Anak tidak bertanggung jawab dalam melakukan tugasnya, anak kesulitan untuk berinteraksi dan bermain kelompok bersama temannya dan anak kurang percaya diri ketika berhadapan dengan anak lainnya sehingga anak cenderung pasif. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan perkembangan sosial emosional anak usia dini melalui metode bermain peran di kelompok B TK Ananda Junior Kecamatan Tampan pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan siklus model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 4 tahap (perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi). Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa lembar observasi. Sampel dalam penelitian ini seluruh anak didik berjumlah 14 orang. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan tiga kali pertemuan. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diperoleh kesimpulan bahwa dengan metode bermain peran dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional kelompok B di TK Ananda Junior Kecamatan Tampan Pekanbaru.
193-19831-05-2022 -
Meaningful Literacy Learning in Early Childhood Education: An Analysis of Teacher Professional Development Needs
Dinar Nur Inten, Nurbiana Dhieni, Sri WulanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1686 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan profesional guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam implementasi literasi bermakna di Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan survei deskriptif yang mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif. Sebanyak 89 guru PAUD berpartisipasi dalam penelitian ini melalui kuesioner tertutup dan terbuka. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki pemahaman yang baik tentang literasi bermakna dan telah menerapkannya melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang berpusat pada anak, seperti bercerita, bernyanyi, bermain peran, dan membaca gambar. Namun, implementasi literasi bermakna masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan media pembelajaran, akses pelatihan, pendanaan, serta tekanan orang tua dan masyarakat terhadap kemampuan calistung. Guru membutuhkan pengembangan profesional yang praktis, kontekstual, dan berkelanjutan melalui pelatihan berbasis praktik, pendampingan, dan komunitas belajar profesional untuk mendukung implementasi literasi bermakna secara efektif.
836-85029-08-2026 -
Optimalisasi Asesmen Anak Usia Dini di Lembaga Paud pada Masa Belajar dari Rumah
Ambiyar Ambiyar, Ishak Aziz, Vevi SunartiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.190 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bentuk dan penerapan optimalisasi penilaian anak usia dini pada institusi anak usia dini selama belajar dari rumah dan untuk menemukan metode yang sesuai dan sesuai dengan aspek perkembangan anak usia dini selama belajar di rumah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian perpustakaan dengan mengklasifikasikan artikel serupa dan tema yang sama, kelompok, dianalisis berdasarkan bentuk dan penerapan optimasi penilaian anak usia dini dengan aspek perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi asesmen pada anak usia dini di lemabga PAUD pada malasa belajar diterapkan bentuk asesmen berupa pemberian makanan sehat, kemampuan membaca nyaring, metode publikasi, dan permainan edukatif warna dapat menstimulasi perkembanvan anak, khususnya pada aspek kognitif sehingga melatih kemandian pada anak, serta dapat beradaptasi dengan proses pembelajaran selama pandemi dengan konsep belajar dari rumah.
30-3810-11-2021 -
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Komputasional Anak Usia Dini
Sari Mulia Ananda Regune, Irma Yuliantina, Nita PriyantiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1558 | Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir komputasional merupakan keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak usia dini, namun implementasinya di PAUD terkendala minimnya media pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menghasilkan buku cerita bergambar "Rutinitas Ajaib Kiko" yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasional anak usia 5-6 tahun. Pendekatan Research and Development (R&D) digunakan dengan model 4D yang dimodifikasi (Define, Design, Develop), melibatkan 20 anak dari RA Bina Ananda 1 dan RA Bina Ananda 2. Instrumen penelitian meliputi: lembar validasi ahli materi (11 butir), lembar validasi ahli pembelajaran PAUD (51 butir), lembar validasi ahli media (23 butir), asesmen kemampuan berpikir komputasional berskala Likert 1-5 dengan empat indikator (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma), dan angket respons guru (12 butir). Analisis data menggunakan statistik deskriptif, Paired Sample t-test, dan N-Gain. Hasil validasi ahli rata-rata 81,74% (Sangat Layak); uji efektivitas signifikan (t=-38,987; p<0,05) dengan N-gain 0,5135 (kategori sedang); dan praktikalitas 98,33% (Sangat Praktis). Penelitian ini membuktikan bahwa buku cerita bergambar merupakan media pembelajaran berpikir komputasional yang valid, efektif, dan praktis untuk anak usia dini tanpa ketergantungan teknologi digital kompleks.
328-33823-04-2026 -
Pengembangan Aplikasi Edukatif Pada Pembelajaran Literasi Sains Anak Usia Dini
Febriyanti Utami, Mahyumi Rantina, Taruni Suningsih, Lessy Yusnitin, Bella Sicilia AriskaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v6i1.402 | Check in Google Scholar
Penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat mendukung berbagai pelaksanaan pembelajaran di pendidikan anak usia dini, salah satunya penggunaan aplikasi edukatif dalam pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa aplikasi edukatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran literasi sains anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan dengan menggunakan pendekatan dari Borg and Gall. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa aplikasi edukatif yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid berdasarkan hasil uji coba permulaan dan praktis berdasarkan hasil uji coba lapangan terbatas pada uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil.
9-1925-01-2023 -
Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini melalui Penggunaan Media Game Edukasi Digital Berbasis ICT
Rifka Toyba Humaida, Suyadi SuyadiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i2.98 | Check in Google Scholar
Perkembangan serta dukungan teknologi digital sudah memebrikan jalan baru untuk memeberikan pembelajaran dalam bentuk game edukasi digital pada anak usia dini, karena bahwasannya anak usia dini selalu berkaitan dengan permainan. Maka Penelitian ini difokuskan untuk mengembangkan pengetahuan kognitif anak melalui penggunanan game edukasi digital sebagai salah satu alat bagi para pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Metode ini akan diaplikasikan melalui media ICT yang mampu memotivasi peserta didik untuk dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan menyelesaikan masalah. Apa yang akan dicapai dalam penerapan metode ICT melalui game edukasi digital, melalui media ini ialah agar dapat mengembangkan kemampuan berfikir anak usia dan kreativitas dalam belajar dengan cara yang menyenangkan. Metode yang peneliti gunakan ialah kualitatif deskritif. Tekhnik pengumpulan data pada penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan sasaran subjek usia 5-6 tahun. Hasil penelitian berdasarkan aspek perkembangan dan aspek kearifan local mendapatkan data berkembang sesuai harapan. Maka dapat disimpulkan bahwasannya melalui game edukasi digital berbasis ICT mampu menambah kemampuan perkembangan kognitif anak di TK Aisyiyah 3 Bandar Lampung78-8718-06-2021 -
Hubungan.Pengetahuan.Ibu, Pola Makan dan Penyakit.Infeksi Anak dengan Status.Gizi Anak Prasekolah
Nur Afrinis, Indrawati Indrawati, Raudah RaudahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.99 | Check in Google Scholar
Anak usia prasekolah mempunyai kebiasaan makan yang khas yang dipengaruhi oleh pengetahuan ibu. Status gizi anak dipengaruhi oleh pola makan, penyakit infeksi dan pengetahuan ibu tentang gizi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi, pola makan dan penyakit infeksi dengan status gizi anak prasekolah. Desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah semua anak dan orang tua siswa di TK Pertiwi yaitu 50 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan pengukuran status gizi menggunakan timbangan. Analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi square. Pengetahuan ibu tentang gizi kurang, pola makan anak kurang baik, sebagian besar memiliki riwayat penyakit infeksi dan status gizi kurang. Terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang gizi, penyakit infeksi dan pola makan dengan status gizi anak prasekolah. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang gizi kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuan dan pola makan anak pra sekolah.144-15030-08-2021 -
Peran Pola Asuh Orang Tua dan Pekerjaan dalam Membentuk Karakter Disiplin Anak Usia
Mawaddah NasutionShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1608 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kedisiplinan anak usia dini yang dipengaruhi oleh pola asuh dan pekerjaan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua dan pekerjaan terhadap kedisiplinan anak di RA Nurul Yaqin Kecamatan Medan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 33 orang tua yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pola asuh orang tua terhadap kedisiplinan anak (p = 0,021) dan antara pekerjaan orang tua terhadap kedisiplinan anak (p = 0,034). Pola asuh yang tepat dan pembagian waktu yang baik oleh orang tua berkontribusi pada pembentukan disiplin anak. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman mengenai pentingnya sinergi antara pola pengasuhan dan kondisi kerja orang tua dalam membentuk karakter disiplin anak usia dini.
395-40505-05-2026 -
Screen Time vs Quality Time dalam Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini: Tinjauan Pustaka
Sekar Utami, Muthmainah MuthmainahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1568 | Check in Google Scholar
Peningkatan screen time pada anak usia dini menimbulkan kekhawatiran karena periode ini merupan waktu yang krusial bagi perkembangan bahasa mereka. Peningkatan akibat penggunaan gawai yang berlebihan ini berpotensi menggantikan quality time antara anak dan pengasuhnya yang menjadi fondasi utama perkembangan linguistik. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan menentukan apakah screen time atau quality time yang memberikan pengaruh lebih kuat terhadap perkembangan bahasa anak usia 0-6 tahun. Mengikuti pedoman PRISMA 2020, sebanyak 38 artikel empiris (2020-2025) dari berbagai basis data ilmiah dianalisis. Artikel mencakup studi kohort longitudinal, survei cross-sectional, eksperimen, dan tinjauan sistematis. Data disintesis secara naratif dengan membandingkan pola temuan lintas desain penelitian. Hasil menunjukkan bahwa screen time (paparan layar) berlebihan tanpa mediasi berkaitan dengan kemampuan bahasa yang lebih lemah, sedangkan interaksi berkualitas secara konsisten memprediksi pertumbuhan kosakata, sintaksis, dan literasi dini. Temuan ini menegaskan pentingnya memprioritaskan interaksi responsif serta menggunaan gawai yang terkontrol dalam kebijakan dan praktik pengasuhan.
149-16108-03-2026 -
Pengaruh Disiplin Orang Tua dan Keterlibatan Guru terhadap Perkembangan Agama dan Moral Anak Usia 5 -6 Tahun di RA Al – Hikmah Namorambe
Raisa Nursalum, Khadijah Khadijah, Fibri RakhmawatiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1129 | Check in Google Scholar
Studi ini didasarkan pada asumsi bahwa lingkungan keluarga dan sekolah memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter anak, khususnya pada masa usia emas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi untuk menganalisis hubungan antara variabel independen (disiplin orang tua dan keterlibatan guru) dan variabel dependen (perkembangan religius dan moral anak). Data dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh orang tua dan guru, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi kontribusi masing-masing faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara disiplin orang tua serta keterlibatan guru dengan perkembangan religius dan moral anak. Disiplin orang tua memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk perilaku religius dan moral, sementara keterlibatan guru juga terbukti memperkuat nilai-nilai tersebut melalui interaksi edukatif di lingkungan sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara peran keluarga dan institusi pendidikan sangat penting dalam pembentukan karakter religius dan moral anak usia dini.
909-91504-08-2025 -
Hubungan Regulasi Diri dengan Kemandirian Anak Usia Dini
Nur Qistia, Ria Novianti, Rita KurniaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v2i3.35 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regulasi diri dengan kemandirian anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina 3 Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan yaitu korelasi Person Product Moment untuk melihat hubungan antara variabel regulasi diri dengan kemandirian anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi. Teknik analisa data menggunakan metode analisis statistik. Dari hasil penelitian diketahui tingkat regulasi diri anak berada dalam kategori kurang baik dengan nilai persentase 52,75% dan kemandirian anak berada dalam kategori cukup baik dengan nilai persentase 70,53%. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang diperoleh terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara regulasi diri dengan kemandirian anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina 3 Kecamatan Marpoyan Damai Kota Peanbaru61-7210-10-2019 -
Keteladanan Guru Sebagai Living Example dalam Membentuk Sopan Santun Anak Usia Dini di Lingkungan Sekolah
Amilia Febrian Mufarrohah, Suyadi SuyadiShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1382 | Check in Google Scholar
Penanaman sopan santun pada anak usia dini penting sebagai dasar pembentukan karakter, moral, dan kemampuan sosial. Namun, perubahan gaya hidup sering membuat anak kurang terbiasa bersikap santun. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru sebagai living example dalam pengembangan sopan santun anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi lapangan. Subjek penelitian meliputi guru, kepala sekolah, dan anak-anak di TK. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dan deskriptif. Hasil menunjukkan empat peran utama guru: yaitu: (1) guru konsisten menunjukan sikap sopan dalam setiap interaksi, (2) membangun kebiasaan positif melalui keteladanan bukan sekedar intruksi, (3) menjadi panutan dalam menghadapi konflik atau situasi sosial dengan sikap tenang dan menghargai, serta (4) memberi penguatan positif terhadap perilaku sopan yang dilakukan anak. Keempat peran ini menumbuhkan kebiasaan hormat, disiplin, dan empati anak. Implikasinya, keteladanan guru menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter anak secara alami.
20-11-2025 -
Komunikasi Interpersonal Guru Taman Kanak-kanak Luar Biasa dalam Mengenalkan Emosi Kepada Anak Usia Dini dengan Autisme
Putri Prasasti, Nur Faizah RomadonaShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.946 | Check in Google Scholar
Komunikasi interpersonal yang efektif antara guru dan anak autis merupakan kunci keberhasilan dalam proses pengembangan anak, khususnya dalam mengenalkan emosi kepada anak autism. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal guru TK-LB (Luar Biasa) dalam mengenalkan emosi kepada anak autis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan informan yaitu guru TK-LB. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa, komunikasi interpersonal guru dalam mengenalkan emosi kepada anak autis yaitu menggunakan kalimat yang sederhana dan pendek, berikan pujian kepada anak, menggunakan alat bantu visual seperti kartu bergambar atau buku cerita bergambar, dan berdiskusi sederhana dengan menanyakan perasaan anak. Implikasi penelitian ini yaitu guru dapat memperoleh panduan praktis tentang cara menggunakan bahasa verbal dan nonverbal, ekspresi wajah, dan media visual untuk membantu anak memahami dan mengekspresikan emosi.
661-66811-05-2025 -
Kelas Tanpa Kuas : Studi Observasi Adaptasi Guru terhadap Sarana Prasarana dalam Pembelajaran Seni Anak Usia Dini
Th Atta Sekar Puspitasari, Joko PamungkasShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1454 | Check in Google Scholar
Pembelajaran seni berperan penting dalam mengembangkan kreativitas, ekspresi diri, dan kepekaan estetis anak usia dini, namun pelaksanaannya di lembaga PAUD sering menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk adaptasi dan strategi kreatif guru dalam menyelenggarakan pembelajaran seni pada kondisi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di dua taman kanak-kanak di Yogyakarta dengan melibatkan guru kelas dan kepala sekolah sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru beradaptasi dengan memanfaatkan bahan alam dan bahan daur ulang sebagai media seni, menjalin kolaborasi dengan orang tua, serta mengintegrasikan kegiatan seni ke dalam tema pembelajaran harian. Temuan ini merekomendasikan penguatan kompetensi guru PAUD dalam pengelolaan sumber daya lokal untuk mendukung pembelajaran seni yang berkelanjutan
712-71820-07-2026 -
Pengaruh Metode Pembelajaran Eksperimen Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun
Sandra Puspita, Malpaleni Satriana, Febry MaghfirahShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1305 | Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir kritis merupakan faktor yang sangatlah fundamental dan perlu mengalami perkembangan pada anak usia dini, karena dengan kemampuan berpikir kritis sehingga anak mampu mengidentifikasi masalah, menyampaikan pendapat, serta mengevaluasi kegiatan secara logis. Penelitian memiliki tujuan yaitu menganalisis pengaruh metode pembelajaran eksperimen sebelum dan sesudah pelaksanaan terhadap kemampuan berpikir kritis anak. Penelitian akan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain pra-eksperimen yaitu One-Group Pretest and Posttest Design. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas instrumen, normalitas, homogenitas, analisis statistik deskriptif, serta hipotesis menggunakan uji-T, subjek penelitian ini ialah sebanyak 23 anak usia 5-6 tahun. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwasanya metode pembelajaran eksperimen memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis. Analisis paired samples t-test memperlihatkan nilai signifikansi 0,00<0,05, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan. Dengan demikian, metode pembelajaran eksperimen memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.
987-99720-08-2025
